> ---------------------------------------------------------------------
> 
> WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
> Edisi: Bahasa Indonesia
> 
> Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
> Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> 
> Edisi ini diterbitkan pada:
> 
> Kamis 03 Mei 2001 14:30 UTC
> * APA SEBENARNYA AKAR PERMASALAHAN ANTARA SURIPTO DAN GUS DUR ?
> 
> Dakwaan terhadap Suripto ternyata berubah-ubah. Ini membuat
> masyarakat makin yakin saja bahwa tokoh ini tidak bersalah. Dan
> memang simpati masyarakat terhadap Suripto terus bertambah, dan makin
> banyak tokoh yang ingin membelanya. Koresponden Syahrir mengirim
> laporan berikut dari Jakarta:
> 
> Meski sudah dibebaskan dari tahanan, Suripto masih bernasib di ujung
> tanduk. Pemburu konglomerat hitam di bidang kehutanan seperti Bob
> Hasan dan Prayogo Pangestu, masih tetap diincar Gus Dur. Memang
> sebagaimana dikatakan seorang tokoh AJI, Jus Sumadipraja: "Bagaimana
> mungkin Sekjen bisa menang dari seorang Presiden". Tetapi jika
> seorang Presiden membela yang bathil bisa saja seorang mantan Sekjen
> yang pada akhirnya menang. Saat ini pun Suripto dari hari ke hari
> bertambah populer saja. Apalagi Habib Husein Al Habsyi yang juga
> dikenal sangat menentang Mr. Dur sudah menyatakan bersedia membela
> Suripto. Ironisnya orang-orang semacam Suripto dan Habib Husein
> semula merupakan pendukung Gus Dur. Tetapi karena ulahnya sendiri
> akhirnya Gus Dur ditinggalkan simpatisan-simpatisannya, termasuk
> Ketua PDI Perjuangan Megawati, kata seorang pengamat.
> 
> Apa sebenarnya latarbelakang konflik Gus Dur-Suripto? Suripto sempat
> memegang buku cek Dephutbun sebesar Rp. 7,8 trilyun. Suatu angka yang
> sangat menggiurkan bagi mereka yang ingin berkuasa terus di Republik
> ini. Kalau Bakin misalnya hanya mengeluarkan Rp. 20 milyar setahun,
> maka Sekjen Dephutbun mengelola Rp. 20 milyar sebulan. Tidaklah
> mengherankan jika orang-orang Gus Dur kini duduk dalam posisi-posisi
> penting di Dephutbun. Memang ada beberapa departemen penting yang
> perlu dikuasai parpol-parpol, jika mau menang dalam pemilu berikut.
> Nurmahmudi yang berasal dari Partai Keadilan sebenarnya telah diberi
> kesempatan oleh Gus Dur tetapi tidak dimanfaatkannya. Ia pun menolak
> untuk masuk ke PKB ketika ditawari Gus Dur. Malah Partai Keadilan
> diketahui sempat menggerakkan massanya    mengepung istana belum lama
> ini.
> 
> Menurut suatu sumber, setelah Nurmahmudi digeser dari Dephutbun,
> sebenarnya Gus Dur sudah tidak berminat lagi menggeser Suripto.
> Karena dianggapnya sudah tidak punya becking menteri lagi.Tetapi
> ternyata Suripto masih nekad juga. Digugatnyalah Gus Dur di
> kepolisian. Maka Presiden pun langsung memerintahkan menteri
> Dephutbun yang baru Marzuki Usman untuk menggusur Suripto. Padahal
> ketika dilantik Marzuki sempat mengatakan kepada Suripto bahwa dalam
> benaknya tidak ada pikiran untuk menggeser Suripto. Kalaupun ada, itu
> pasti di kepalanya presiden, ujar Marzuki ketika itu. Ternyata tidak
> sampai seminggu Suripto sudah digeser sebagai Sekjen dan beberapa
> hari kemudian dicopot pula dari Dewan Pengawas Perhutani. Gus Dur
> menurut kalangan NU memang marah besar karena ada Sekjen yang berani
> melawan Presiden. Di kalangan Dephutbun sendiri beredar isyu bahwa
> Prayogo Pangestu sempat menghimpun sejumlah pengusaha kayu di
> Kalimantan untuk mengumpulkan dana agar Suripto bisa digeser.
> 
> Menurut seorang teman Suripto , konflik Gus Dur dan Suripto itu
> bermula sejak awal Suripto bekerja sebagai Sekjen. Dari pelbagai
> departemen yang ada hanya Dephutbun yang sempat menggiring pelaku KKN
> ke Kejaksaan Agung ,di antaranya raja kayu Bob Hassan. Ada 14 kasus
> konglomerat kayu yang diserahkan oleh Suripto kepada Jaksa Agung
> Marzuki Darusman. Tetapi Jaksa Agung dari Golkar ini berkali-kali
> mengembalikan kasus-kasus itu. Suripto berkali-kali didekati
> orang-orang yang bermasalah itu.Tetapi ia selalu menolak tawaran
> mereka. Menurut Suripto kepada Radio Nederland, ia pernah ditawari
> satu juta dolar. Tetapi ia tidak mau menerimanya. Menariknya orang
> itu mengira ia mau jual mahal dan menawarkan 2 juta dolar. Akhirnya
> ia pun diintimidasi. "Buat saya apakah ada intimidasi atau terror
> kepada saya, tidak pernah saya rasakan", katanya dalam suatu
> wawancara dengan Metro TV kemarin. Tetapi yang paling berat tentu
> adalah ketika Presiden memanggilnya mendampingi Menthutbun dan
> menanyakan soal kasus Prayogo Pangestu, teman dagang Gus Dur. Suripto
> dan Nurmahmudi langsung menanyakan apakah perlu penyidikan terhadap
> Prayogo Pangestu dihentikan. Gus Dur  tentu tidak berani menyuruh
> menghentikan pengumpulan data KKN Prayogo. "Jelas tidak ada presiden
> yang akan berani melarang", kata Suripto.Tetapi tak lama kemudian Gus
> Dur meminta Nurmahmudi untuk memberhentikan Suripto. Ini dilakukan
> presiden berkali-kali, bahkan juga lewat instruksi per telpon. Namun
> Nurmahmudi tetap bertahan dan akhirnya kedua-duanya digeser. Gus Dur
> ternyata lebih senang menggeser orang non-Orde Baru ketimbang para
> pejabat KKN Golkar. Konglomerat Prayogo lebih penting ketimbang
> pemeberantasan korupsi.
> 
> Sementara itu diberitakan bahwa setelah dituduh menjual rahasia
> negara ke pihak lain, polisi mengembangkannya dengan meminta saran
> Lembaga Sandi Negara (LSN) dan Lembaga Kearsipan Nasional (LKN)
> tentang klasifikasi dokumen yang dinilai sebagai rahasia negara.
> Selain itu, kemungkinan pihak kepolisian akan membentuk tim
> konsultasi, untuk bisa menjebak Suripto. Hal ini dilakukan terkait
> kasus yang dituduh menjual rahasia negara ke pihak lain, sekaligus
> untuk mengetahui sejauh mana informasi dan sumber informasi itu
> didapat secara sah. Sebab, "selama ini kriteria dokumen rahasia
> negara atau bukan masih menjadi polemik, dan Polda meminta Mabes
> Polri untuk memback up hal itu. Untuk itu kemungkinan Polri akan
> membentuk semacam tim konsultasi," kata Kapuspen Mabes Polri Irjen
> Pol Didi Widayadi, kemarin. Setelah itu, Polri akan memberikan
> bantuan saksi ahli kearsipan dan lembaga sandi negara kepada Polda.
> Tujuannya, untuk menilai berita atau informasi sejauhmana
> sumber-sumber tersebut didapat, apakah sah atau tidak. Kapolri
> memberikan kepercayaan penuh kepada pihak penyidik Polda Metro Jaya
> untuk menangani kasus tersebut dengan profesional sesuai prosedur
> yang berlaku," ujar Didi.
> 
> Masyarakat sempat mempertanyakan mengapa telah terjadi pergeseran
> tuduhan dari perakitan bom hingga penjualan rahasia negara. Namun
> pihak kepolisian menyatakan polisi berangkat dari bukti awal di Hotel
> Cemara Lt. 3 tentang tiga orang yang diduga akan merakit bom. Kasus
> ini berlanjut dengan ditemukannya bahan-bahan intelijen Polri, dan
> terus berkembang hingga akhirnya melibatkan Soeripto, jelas
> penerangan kepolisian. Suripto sendiri kemarin membantah dirinya
> menjual informasi kepada pihak luar negeri, seperti yang dituduhkan
> oleh pihak kepolisian beberapa waktu yang lalu. Lembaga yang
> dipimpinya, Lesspersi juga sering melakukan observasi lapangan.
> Karena itu ia menempatkan tiga orang di Hotel Cemara karena menduga
> akan terjadi konflik horizontal saat itu. Lembaganya pada waktu
> lampau pun sering melakukan observasi lapangan, misalnya di
> Banyuwangi pada peristiwa pembunuhan-pembunuhan dukun santet. Menurut
> Suripto, informasi yang ia himpun sebagai laporan berkala dari hasil
> penelitian lembaga yang dipimpinnya, Lespersi, Lembaga Studi
> Pertahanan dan Strategi Indonesia diberikan kepada pihak-pihak yang
> membutuhkan. "Yang saya lakukan adalah menganalisa data ilmiah yang
> juga berasal dari data-data lama, tapi sebagian juga berasal dari
> suatu lembaga studi yang mengumpulkan informasi dari kajian seminar
> dan literatur," tandasnya.
> 
> Yang menarik, kemarin ia diperiksa sebagai saksi pelapor dalam kasus
> dugaan tindak pidana korupsi PT Musi Hutan Persada milik pengusaha
> Prajogo Pangestu. Menurut Suripto, pihak Kejagung cukup serius
> menangani dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Prajogo
> Pangestu.
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> 
> Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
> ---------------------------------------------------------------------


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke