Bibi Enjun adalah supporting-staf di kantor Tata Usaha
kami. Tugasnya hanyalah merebuskan air dan membagi-
bagikannya ke setiap meja di kantor TU dan meja para
staf akademik. Rata, semua berupa air putih panas. Kecuali
ada pesanan. Ada yang pesan teh manis, teh tawar dan
tak ketinggalan 'kopi bening' (khusus bagi yang pengin
ngopi tapi punya handi-cap 'bloed-drueg'). Sejumput kopi
campur 2 sendok teh gula diguyur air mendidih secangkir.
Minuman khas KaTU yang semakin memutih rambutnya.

Neng Mimin lain lagi, dia adalah staf-carrier kantor TU.
Masuk sebagai pegawai honorer 12 tahun yang lalu,
yang kemudian berhasil test-masuk, menduduki jabatan
pencatatan dan penghitungan gaji. Staff of the check and 
recheck division of our salaries.... Hebat bukan. 6 minggu 
yang lalu Neng Mimin mengisi formulir pengharaan karyawan 
dasawarsa. Minggu lalu datang kiriman sampul besar dari 
kantor kepresidenan. Isinya, Piagam Penghargaan yang ditanda-
tangani oleh K. H. Abdurrahman Wahid, sebagai presiden.

Neng Mimin bercerita ketika berpengalaman disalami
oleh GD. "Ah, masak sih waktu salaman GD itu mesti
diarahkan tangannya kepada yang mau disalami....
apa bener-bener nggak lihat yah? Terus tanda tangan
ini siapa yang bikin?"

Bibi Enjun ikutan nyelethuk: "Enya nyak, teu ngalihat
kituh meni dipilih janteun peresiden, saha' anu leupat
mun kituh teh...?"
Non Erma, temannya Neng Mimin ikutan: "Yaa yang salah
ya yang ikutan milih atuh.. termasuk Bik Enjun meureun...."
Bik Enjun sewot: "Siapa bilang abdi milih-milih peresiden.
Pan kamari teh abdi milih PAN pan...? Sanes peresiden..
Peresiden mah anu milih MPR lain?"
mBak Yeni staf paling senior menjelaskan: "Gitu-gitu juga
suara kita di PAN kan cukup manjur membawa ketua
DPP-nya jadi ketua MPR. Coba kalau kita-kita ini dulu
nggak ikut-ikutan terpengaruh Boss, pasti lain.... nya
Pak Nggleng Nyak.."

Diamput! Sedang asyik-asyiknya memberhatikan efek
pendidikan politik massa begini diminta pendapat...
"Hahahaa.. sudah pada melek politik rupanya sekarang,
nah ayo gimana kalau sekarang aku yang mencalonkan
diri jadi presiden.... mau ndukung ndak?"
Serempak para supporting staf koor:
"Lha Pak Nggleng punya partai APA...?"
Di luar Mang Udin (udin konci, karena pegangannya
kunci-kunci ruangan) nyelethuk...
"Hahahahaa... partainya Pak Nggelng mah PARTOGI,
Partai Orang Gila....hahahaa...."

"Slompreeeet semua.. sudah pinter-pinter sekarang....
ya sudah, aku sekarang menjadi ketum DPP PARTO
GINGSUL.. Partai Orang Gila seiNG Suloyo... hayoooh
besok mulai daftar buat ngambil kartu anggota yah...
Edan kabeh... pokokna maaah!"

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke