> ---------------------------------------------------------------------
> 
> WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
> Edisi: Bahasa Indonesia
> 
> Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
> Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> 
> Edisi ini diterbitkan pada:
> 
> Kamis 10 Mei 2001 14:40 UTC


> * BENARKAH MEGAWATI AKAN SEGERA AMBIL ALIH RODA PEMERINTAHAN?
> 
> Kelompok Ciganjur plus Golkar akan tetap berkuasa. Gus Dur sudah
> menyetujui penyerahan wewenang kepada Megawati. Dan selanjutnya
> Megawati bersama Susilo Bambang Yudhoyono akan menyusun kabinet Mega
> Bambang. Yang jelas dirugikan adalah enam menteri dari tim tujuh
> menteri yang dimotori Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka tidak akan
> dipakai oleh Mega-Bambang. Tetapi Ketua DPR Akbar Tandjung kemarin
> mengatakan, pelimpahan wewenang untuk memimpin pemerintahan
> sehari-hari dari Presiden Abdurrahman Wahid kepada Wapres Megawati
> Soekarnoputri, merupakan opsi yang paling kecil risikonya.
> Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta:
> 
> Presiden Abdurrahman Wahid hari Kamis pagi mengundang Kepala
> Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Mark Baird dan Kepala
> Perwakilan IMF untuk Indonesia John Dodsworth ke Istana Merdeka.
> Presiden minta mereka memahami aspek penting bagi kenaikkan harga BBM
> khususnya jadwal atau saat-saat kapan terjadi kenaikan harga BBM
> tersebut. "Kita tidak ingin mengulangi pengalaman pahit tahun 1998,"
> kata Menko Perekonomian Rizal Ramli. Rizal mengatakan pada tahun 1998
> ketika pemerintah memutuskan kenaikkan harga BBM, maka kemudian
> timbul demonstrasi yang akhirnya merugikan semua pihak. Ia
> menyebutkan pemerintah Indonesia memahami keinginan Bank Dunia dan
> IMF tentang perlunya kenaikkan harga BBM guna mengurangi subsidi pada
> tahun anggaran 2001. Namun, kenaikkan harga BBM sebesar 30% itu harus
> dicarikan waktu yang tepat.
> 
> Gus Dur memang membutuhkan dukungan IMF, Bank Dunia dan
> lembaga-lembaga donor Indonesia lainnya. Hingga kemarin ia masih
> mendapat jaminan dari Washington bahwa Amerika akan mendukungnya.
> Bahkan kepadanya konon sudah ada tawaran dana dari Amerika Serikat
> untuk menyelenggarakan pemilu secepatnya. Tetapi entah mengapa hari
> Kamis kemarin Gus Dur nampak loyo, seolah-olah lesu darah. Soalnya
> saat ini ia sedang ditekan oleh kelompok "Brutus" yaitu tim tujuh
> menteri yang mengadakan rapat kemarin dulu malam hingga kemarin pagi,
> termasuk Rizal Ramli sendiri. Mereka mendesak Gus Dur agar
> menyerahkan wewenang kepada Megawati. Selanjutnya Mega akan
> memberikan pertanggunganjawabnya kepada Gus Dur dan Gus Dur
> bertanggung jawab kepada MPR. Megalah yang akan menyusun kabinet baru
> itu. Kepada tim tujuh Mega sudah berjanji bahwa PDI Perjuangan tidak
> akan serakah. Setidaknya 50% kursi kabinet baru itu akan dikuasai PDI
> Perjuangan.
> 
> Seorang tokoh yang dekat dengan Gus Dur menyesalkan kesediaan Gus Dur
> untuk menyerahkan kekuasaannya kepada Megawati dan Bambang Susilo
> Yudhoyono yang notabene dahulu pernah menjadi perkakas Soeharto.
> "Keenam menteri lainnya tidak sadar bahwa mereka itu pada akhirnya
> tidak akan terpakai", katanya. "Si-Brutus itulah yang akan berperan.
> Mereka mimpi jika berharap akan masuk kabinetnya Megawati", ujarnya.
> "Sesungguhnya otak tim tujuh itu adalah sang Brutus yang menikam Gus
> Dur dari belakang," jelasnya pula. Susilo Bambang Yudhoyono sendiri
> kemarin membantah isyu yang menuding pemerintah, terutama kabinet,
> mulai retak atau tak lagi kompak, sehingga tugas pemerintahan tak
> bisa berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa kegiatan pemerintahan
> tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada yang terhenti. Apa yang
> diputuskan presiden secara politik sudah melalui mekanisme
> pengambilan keputusan. Ada prosedur, aturan main, dan sudah menjadi
> kewajiban menteri untuk berada dalam proses pengambilan keputusan
> tersebut, jelasnya. "Oleh karena itu kita berharap sekali lagi, apa
> pun yang diputuskan oleh Kepala Pemerintahan diharapkan tepat dan
> tidak menimbulkan masalah yang lebih besar," demikian Yudhoyono yang
> pernah diberitakan merupakan putra mahkota Gus Dur. Dengan mengambil
> posisi di antara Gus Dur dan Megawati ia berharap bisa menempatkan
> orang-orangnya dalam kabinet yang akan datang. Sedangkan enam menteri
> lainnya seperti Marzuki Darusman, Rizal Ramli, Mahfud dan Alwi Shihab
> kecil kemungkinannya akan diserap dalam kabinet Mega-Bambang ini.
> "Paling-paling yang masuk hanyalah Baharudin Lopa saja," ujar seorang
> pengamat.
> 
> Mengapa Gus Dur mau mengalah? Menurut keterangan sumber tersebut, Gus
> Dur nampaknya mau mencari untung sendiri, karena sudah tahu akan
> kalah. Setidaknya ia ingin menunjukkan bahwa dia tidak dikalahkan
> oleh DPR tetapi oleh tim tujuh menteri. Sama seperti ketika Soeharto
> didesak oleh 11 Menteri yang dipimpin Ginandjar, agar segara mundur.
> Maka cara-cara Ginandjar Kartasasmita dan Susilo Bambang Yudhoyono
> ini jelas akan merupakan semacam juklak bagi sebagian menteri dalam
> kabinet Mega-Bambang pada saat Mega dalam keadaan terjepit. Demikian
> orang dekat Gus Dur itu.


> ---------------------------------------------------------------------
> Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
> Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
> ---------------------------------------------------------------------



Salam Sejahtera

  DANIEL HT


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke