----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, May 18, 2001 2:20 PM
Subject: [indonesia_damai] SCI [3]
S-C-I!!! Saya Cinta Indonesia.......
Saya lagi lewat jalan tol, saya lihat mereka yang lagi di jalan umum,
di sebelah jalan tol yang kulewati, ada teman-teman yang saling ber-
desakan. Ada Bung Buta, ada Ki Babat, ada Kang Asvi, ada Dinda Pop,
ada yang lain-lain. Sesekali saya lihat Ki Denggleng, santriku yang
ada di Pagelaran. Saya mau 'awe-awe' sama teman-teman [cuma mau mem-
beri tahu bahwa saya ada di sebelahnya juga], ndadak klakson berbunyi
kencang. Yah.., relakan teman bila saya ndak ikut desakan.
Tapi, begini. Sebagai seorang ustadz saya membuka kajian malam itu,
dengan tema wanita dalam Islam. Waktu itu, lagi ramai-ramainya
barisan orang yang berjalan dari Masjid Al Azhar menuju Gedung DPR/
MPR. Mereka menolak Mega [ini kelompok asal BMW] karena wanita haram
hukumnya sebagai kepala negara. Dan, di toko-toko buku, juga banyak
dijual buku "apakah wanita boleh jadi pemimpin/presiden?" dan seje-
nisnya. Sudah jelas isinya, umumnya membuat pernyataan "wanita haram
sebagai pemimpin". Tentu ada pula yang menulis buku, yang menyatakan
wanita boleh menjadi pemimpin [tapi kalah seru sama yang anti].
Terus terang, sebagai seorang ustadz saya tidak boleh sektarian, tidak
boleh menanamkan pro dan kontra. Fungsi seorang ustadz adalah mendidik
peserta jamaah kajian untuk bisa bernalar dan menalar dengan benar
ketika mempelajari [tadabbur] Kitab Suci. Mengajak peserta jamaah
untuk hidup yang berlandaskan moral dan spiritual. Ini sebenarnya
"niat" dari ustadz [bukan cuma saya lho!]. Walaupun dalam realita
banyak ustadz yang terjebak keriuhan di perjalanan. Ya, manusia,
sering jatidirinya terpinggirkan dan akhirnya ikut juga melambai-
lambai di tengah hempasan ombak. Tapi, niat suci seorang ustadz tentu
saja memelihara kesucian kitab itu. Nah, untuk itu saya cuplikkan
bagian diskusi malam itu antara saya [sa] dan peserta [pe].
Pe: Pak, apakah benar Surat 4:34 itu artinya yang menjadi pemimpin
itu harus laki-laki? Kalau, memang ya, berarti tak ada kelebihan
Al Quran atas kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Karena,
di agama sebelumnya, imam itu harus laki-laki, dan suami harus
dipatuhi seperti seorang imam?
Sa: Sebenarnya kita harus membedakan antara kitab suci [di sini, Al
Quran] dan interpretasi yang sudah berkembang di tengah masyara-
kat. Ini artinya, bukan interpretasi itu sesuatu yang pasti benar,
tetapi ia adalah sebuah kenyataan [fakta, bukan realita] yang ada
di tengah masyarakat.
Dalam Al Quran [Q] kata untuk laki-laki/perempuan itu ada dua.
Yang merujuk kepada biologi, dinyatakan sebagai 'dzakkar' [lk] dan
'untsa' [pr]. Ya, Inggrisnya 'male' and 'female'. Tapi, dalam Al
Quran juga ada gender 'rijal' [sing, rajul, lk] dan 'nisaa' untuk
perempuan dalam pengertian 'femina'. Jadi, rijal bisa ke
pengertian maskulin dan maskulinitas.
Dan dalam Q ayat 4:34 itu tidak dinyatakan dzakkar pemimpin bagi
untsa, tetapi "rijal qawwamuuna ala n-nisaa'". Jadi, ayat itu bisa
bermakna "yang maskulin [boleh jadi kelaminnya pr] diminta menjadi
pelindung [perisai] bagi yang nisaa' [yang secara faktual lebih
femina/lemah]. Konsekuensi logisnya, perempuan yang secara faktual
lebih kuat [berkuasa] boleh menjadi 'household father'. Juga boleh
menjadi kepala negara, presiden, kanselir dll.
Tapi, kita tahu bahwa hubungan gender di Timur Tengah itu didomi-
nasi laki-laki [dzakkar], dan di sana terdapat 'misogini' [keben-
cian terhadap wanita], serta penulis tafsir itu hampir semuanya
laki-laki [dzakkar], maka interpretasi yang berkembang adalah
laki-laki harus menjadi pemimpin. Jadi, bukan yang maskulin yang
berhak menjadi pemimpin, tetapi yang 'male'/jantan.
Pe: Lho, Pak di Indonesia ini kan kita tahu, yang jelas ada tokoh-
tokoh agama Islam yang lebih terkenal dari Bapak. Mengapa mereka
tidak bersuara keras untuk menyatakan bahwa keharaman perempuan
menjadi pemimpin itu sebenarnya hanya 'interpretasi', bukan per-
nyataan Q. Dan mengapa ulama-ulama di Indonesia tidak memahami
seperti yang bapak uraikan tadi?
Sa: Ya, ini masalah politik! [Sekarang kita tahu, bagaimana ke-
nyataan orang-orang yang dulu mengeluarkan fatwa 'haram' itu, se-
karang tampak malu-malu kucing menghalalkan pemimpin perempuan.
Dan, ternyata dalil Al Quran dan Hadis itu dipolitisir].
Dalam politik, [yang kampungan!] apa saja dihalalkan. Ayat-ayat
yang sebenarnya menuntun orang-orang untuk hidup cerah dan berma-
syarakat yang baik pun, dipakai untuk menghalalkan tujuan politik-
nya. Dulu, pada pemilu 1971, Golkar menggunakan ayat: 'Yaa qaumii
i'maluu alaa makaanatikum, innii 'aamilun fasaufa ta'lamuun".
Mereka artikan: "Wahai kaumku, berkaryalah kamu sesuai dengan
bidangmu. Sesungguhnya, saya ini 'golongan karya'. Dan kelak kamu
akan mengetahui hasil karyamu."
Lho, kan kacau sekali! Lha wong Golkar baru ada di Pemilu 1971,
kok mengklaim bahwa Nabi Muhammad itu anggota GOLKAR. Ini semua
akibat apa yang disebut ulama atau cendekia itu sering terping-
girkan dari pusat jatidirinya. Sehingga tidak dapat bernalar dan
menalar dengan benar. Dalam masalah politik, sering para ulama
yang bijak tak mampu bersuara. Mereka telanjur terjebak di tengah
kemacetan umat. Mau bersuara, teriak keras-keras, tak bisa lagi
bergerak. Situasinya 'unmovable'! Orang sekaliber Nurcholis Madjid
pun tak didengar. Bahkan jika situasinya sudah 'mefet', dia pun
ikut teriak yang sama, membunyikan klakson, seperti suara-suara
keras lainnya.
Pe: Melihat keterangan bapak tadi, berarti Islam semakin terting-
gal dalam persaingan hidup di dunia ini. Lalu, bagaimana orang-
orang lain [seperti Barat, Jepang] itu bisa maju, padahal katanya
Islam itu lebih unggul dari mereka?
Sa: Ketika di awal-awal pertumbuhannya di abad ke 7,8,9 dan 10,
Masyarakat Islam memang tumbuh sebagai bangsa termaju di dunia
saat itu. [Pada abad 8 dan 9, Jawa pun menunjukkan bangunan monu-
mental dalam kancah peradaban dunia waktu itu]. Pada abad-abad
tersebut berkembang ilmu pengetahuan alam, sosial, matematik, yang
dipelopori oleh Ibnu Sina [kitab qanun, kedokteran yang masih di-
gunakan di eropa sampai abad XVII], Al Khawarizmi [matematik,
al goritma], Al Jabir [kimia] dll. Jurisprudensi Islam juga ber-
kembang dengan pesat pada waktu, melahirkan tokoh-tokoh hukum
Islam, seperti Ja'far, Hanafi, Maliki, dan Syafii. Namun kemajuan
waktu itu belum merakyat. Dengan kata lain, masyarakat Islam waktu
itu belum kondusif untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Bahkan
setelah era kecemerlangan itu, disusul dengan tumbuhnya gerakan
penulisan hadis-hadis yang dipelopori oleh Bukhari, Muslim dan
dilanjutkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dll. Mereka semua,
kecuali Tirmidzi, berasal dari wilayah Asia Tengah [non-Arab].
Itikad mereka seperti memajukan Islam. Tetapi yang jelas, sekali
lagi faktanya, setelah tersebarnya penulisan Hadis itu, masyarakat
Islam menjadi terpuruk. Sejak abad ke-12 bangsa Eropa mulai
"renaisance", membangkitkan kembali budaya Helenisme [Yunani].
Masyarakat Islam di Timur Tengah dalam kondisi stagnasi, sedang-
kan Eropa terus berlari, sehingga dalam waktu 5 abad Eropa me-
ngalami pencerahan [abad 17 dan 18]. Bangkitlah revolusi industri,
terbukalah tabir ilmu-pengetahuan bagi mereka.
Sebaliknya, pada abad XIII Timur Tengah diporakporandakan oleh
kekuatan Mongol. Sehingga ilmu pengetahuan bukan saja stagnasi
di dunia Islam, tetapi pudar. Dengan tersebar luasnya hadis-hadis
itu, masyarakat tambah jumud, tak mampu lagi berpikir. Penelaahan
kitab suci mandek, mereka bahkan bergelantungan pada makna-makna
lahiriah kitab suci. [Padahal, di Eropa abad ke 16 berkembang re-
formasi Agama Kristen, yaitu munculnya Agama Protestan].
Pada abad XIII itulah agama Islam mulai bersemi di Indonesia.
Mereka ke sini bukan membawa kejayaan, tetapi reruntuhan. Bukan
kecemerlangan yang dibawa tetapi dogmatika. Awal abad XX mulai
muncul gerakan Muhammadiyah. Gerakan ini bukan gerakan "reformasi"
tetapi hanya sekadar gerakan purifikasi [pemurnian]. Dalam lomba
marathon, dampak purifikasi bagi sebuah kemajuan itu kecil.
Kemajuan harus diperoleh melalui reformasi [melakukan pembaharuan
terhadap pemikiran umat]. Agama Budhha mengalami reformasi di
Jepang, dan itulah yang mendorong Jepang maju. Kong Huchu juga
mengalami reformasi di Korea dan Taiwan. Hindu mengalami refor-
masi di negeri kelahirannya sendiri, yaitu India. dan Kristen
mengalami reformasi di Eropa, bukan di tempat kelahirannya.
Harapan saya, reformasi Agama Islam itu terjadi di Nusantara ini.
Karena itu, jangan Islam Indonesia [87% penduduk] didorong lagi
kembali ke alam jenggot, gamis, jubah, cuma laki-laki yang aktif,
perempuan entah ada di mana [kolega saya dari Jepang berkata kepada
saya bahwa Agama Islam itu agamanya para lelaki, katanya yang
masuk surga kan para lelaki. Tidak salah kolega Jepang ini, karena
faktanya di masyarakat demikian].
Pe: Tapi pak, kalau peserta pengajian kita ini tidak banyak pengi-
kutnya, bagaimana mungkin, reformasi islam yang bapak harapkan itu
bisa terwujud di Indonesia?
Sa: Segala sesuatu itu tidak pernah tumbuh langsung besar. Bahkan
alam semesta ini pun tumbuh dari yang sangat kecil, sebesar bola
sepak yang padat. Gebyarnya lampu listrik ini pun cuma lahir dari
seorang edison yang hanya tamatan kelas 4 SD. Ini lebih realistis
daripada 550 orang yang masih berpikir setingkat anak SD. Ber-
jenggot panjang, tapi belum mampu bernalar!
Sampai jumpa!
Salam damai,
chodjim
=================================================
Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan untuk membangun komunikasi massa
yang positif dalam upaya mendorong lahirnya Indonesia yang lebih baik, serta untuk
menggali
berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah FID dalam persepsi komunitas yang
lebih luas atau kirimkan pula kritik & masukan terhadap kelangsungan FID di masa yang
akan datang dan untuk tercapainya Indonesia yang lebih baik.
Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini kirimkan email ke:
[EMAIL PROTECTED]
=================================================
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--