Hajimari:
Pada awalnya surga-surga dan bumi adalah satu. Langit adalah 
awan gelap total penuh kemarahan. Laut hanyalah seperti rawa-rawa
dengan hamparan selimut 'embel' (lendir). Sungguh menjijikkan.
Untunglah kehidupan yang sadar akan rasa jijik maupun indah belum 
ada waktu itu.
Suatu waktu awan gelap mulai menggelegak dan tumbuh. Halilintar,
kilat menyambar-nyambar mengiringi hujan bertahun-tahun tiada
henti. Sebuah kejadian yang belum pernah terjadi pada awal
'keberadaan'. 
Akhirnya hujan berhenti. Suasana mulai berangsur cerah. Bumi dan
surga-surga terpisah. Dari air mulai tumbuh bercak-bercak kedewaan, bertumbuhan bagai 
pucuk-pucuk rumput muncul dari
permukaan bumi.
Itulah dimulainya dunia!

Sozo:
Dewa-dewa yang terakhir muncul dari suasana chaos adalah dewa 
Izanagi dan dewi Izanami. Dengan bertitikan pelangi-pelangi di 
Takamagahara, jauh di atas tempat dewa-dewa, mereka mengaduk-
aduk lautan dengan tombak. Ketika mereka 'mengibaskan' tombak,
percikan lendir lautan mengambang bagai kilang-kilang minyak,
melahirkan kepulauan yang indah jelita. Izanagi dan Izanami keseng-
sem dan tinggal di kepulauan itu dengan penuh kebebasan mengi-
tarinya. Mereka menikah, yang melahirkan banyak dewa-dewa. 
Dewa-dewa penguasa laut, angin, gunung dan bumi.

Koi:
Dewa terakhir yang dilahirkan adalah dewa Api yang membawa kematian Izanami. Anak 
kesayangannya, Mikoto dewa Kegelapan,
sangat berduka dan membuatnya lemah. Izanagi murka dengan
kelemahan dan kecengengan Mikoto, hingga mencampakkannya dari
Takamagahara.  
Mikoto menemui dirinya pada suatu pedesaan yang sedang mengalami teror besar dari Naga 
berkepala 8, Orochi. Di desa itu
tinggal gadis jelita Kushinadahime. Mikoto jatuh cinta yang sangat
dalam.

Orochi:
Naga kepala 8 adalah monster kejam. Matanya mirip lentera China
yang sedang menyala-nyala di kegelapan malam. Badannya terlalu
panjang untuk mengelun 7 bukit sekaligus. Naga itu telah meluluhkan
7 desa lain dimana saudari-saudari Kushinadahime tinggal. Kushi-
nadahime ketakutan akan rencana Orochi yang ingin memperisteri-
nya. Mikoto dengan akalnya yang culas, meminumkan sake kepada
Orochi, dan kekuatannya, mampu memenggal ke-delapan kepala
Orochi. Tubuh Orochi menjelma menjadi pedang. Pedang yang
menjadi alat penting untuk kembali ke Takamagahara.

Nageki:
Sepeninggal Mikoto, kakak perempuannya, Hikaru dewi Matahari,
jatuh iba. Hikaru mengundang adiknya ke Takamagahara setelah
kematian ayahnya, Izanagi. Mikoto senang gembira, ingin memper-
sembahkan pedang tubuh Orochi kepadanya. Sayang Mikoto tetap
Mikoto, dewa kegelapan. Kesombongan dan kekurangajaran
mulai menguasai jalan hidupnya. Merasa sombong berhasil membunuh Orochi, berhasil 
menjadi kekasih Kushinadahime, hidup
mewah penuh wibawa di sisi kakaknya, Hikaru di Takamagahara.
Kesewenang-wenangan mulai menggerogoti jiwa ksatrianya.
Membuat Hikaru sedih dan bersembunyi di goa cadas dan mengunci
gerbang batunya dari dalam. Dunia menjadi gelap gulita. Mikoto
diusir oleh dewa-dewa lain yang sedang prihatin menghadapi
kegelapan total.

Matsuri:
Mikoto sadar dan bersedih. Dia berziarah dan berdoa di kubur 
Izanagi agar 'membawa' Hikaru keluar goa. Sementara itu dewa-
dewa lain membuat ulah cerdik. Mereka menari-nari, bernyanyi-
nyanyi dan tetawa-tawa. Mereka melucu dan bergembira. Hikaru
terkecoh dan mengintip keluar dengan menyibak sedikit pintu
gerbang batu goa-nya. Secepat kilat Tajikarao, dewa kekuatan
menyibak pintu batu dan menarik Hikaru keluar. Dunia kembali
terang benderang. Festival cerdik yang hanya sebuah trick.

Reimei:
Menghadapi terang benderang di Takamagahara, bunga-bunga
mulai bermekaran. Burung-burung bernyanyi. Dewa-dewa dan
manusia-manusia kembali ceria dalam kecerahan Hikaru. Dengan
berkah Hikaru, Mikoto dan Kushinadahime menikah dan hidup
bahagia di perkampungan yang semakin besar dan ramai. Kampung
itu menjadi kota dan menjelma menjadi negara YAMATO. Itulah
Jepang, negeri matahari terbit. Terbit karena sebuah Festival
penuh keceriaan dan kejenakaan para dewa yang mencoba
mengatasi kegelapan. Festival yang berhasil menyadarkan
Mikoto, bahwa dia seharusnya bertugas mengendalikan kegelapan,
bukan memanfaatkannya sebagai kekuasaan dan kewenangan
semata....

Demikianlah KOJIKI..

(disadur dari Kitaro Kojiki, sebuah karya musik mitologis
gaya Jepang).

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke