From: "Martin Manurung" <[EMAIL PROTECTED]>
Bukan GD yang ngajak saya. Tapi saya yang ngajak Gus Dur untuk melawan Orde
Baru, he..he..he.. Itu bukan gerakan putus asa, tetapi GERAKAN HARI ESOK
PENUH HARAPAN tanpa Orde Baru dan DAMAI ITU INDAH TANPA ORDE BARU.
=============================================================
Sdr. Martin,
Apakah anda sudah ngeh, apa itu Orde Baru?
Orde Baru itu adalah rezim pemerintahan yang dibangun dan dipimpin oleh
Suharto. Awalnya, orde itu mendapat legitimasi dari harapan seluruh lapisan
masyarakat ( dan dunia ) , diatas keterpurukan hasil rezim sebelumnya, yang
dipanggil Orde Lama pimpinan Bung Karno. Dalam peride Orde Lama rakyat amat
bosan cuma diberi makan dan di beri pakaian Slogan. Slogan yang amat fasih
dan gencar di produksi oleh Bung Karno dan begundal-begundalnya. Tidak ada
kebebasan mengeluarkan pendapat. Penjara adalah ganjaran manusia yang tidak
mau seragam dengan ideologi penguasa.
Bung Karno Nggelundung. Suharto naik. Saya kira anda sudah cukup umur untuk
tahu. Suharto bisa membangun. Hampir segala yang anda pakai saat ini,
jalan-jalan , jembatan, sekolah, dosen-dosen didikan luar negeri, mobil,
lapangan kerja orang-tua kita, siaran langsung TV lewat satelit, telepon
gemgam, internet, ...anda boleh tambah sendiri seratus lagi kalau anda cukup
cerdas, semuanya adalah hasil Orde Baru. Jadi sebetulnya perkataan anda :
hari esok penuh harapan tanpa Orba, Damai itu indah tanpa Orba , tidak
kurang adalah cuma slogan tolol. Anda bisa mendapatkannya sekarang di Siera
Leone dan Uganda atau tengah hutan Jayawijaya.
Apa yang salah dengan Orde Baru? Suharto membangun fisik Indonesia dengan
timpang. Dia menciptakan kesenjangan yang amat dalam. Dia dibangun atas
ketidak adilan. Dia adalah rezim yang amat militer dan kejam. Sedikit saja
warganegara yang amat makmur. Sebagian besar masih jauh, meskipun urusan
makan dan sandang sudah amat lumayan. Kekayaan Negara dianggap sebagai
kekayaan pribadi, di kapling, dibagi-bagi pada cuma beberapa orang saja.
Singkatnya , Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme ( KKN). Suharto memimpin dengan
sistim diktator. Dengan bedil dan besi. Tidak ada perbedaan pendapat. Tidak
ada kritik. Tidak ada penghargaan pada hak asasi manusia. Rezim Suharto
Ngglundung karena yang ini.
Sikat orang-orang Orde Baru ! Slogan seperti ini bisa slogan politis , bisa
juga ungkapan tulus anti kezaliman Suharto. Yang politis , jelas bisa
terbaca. Umpamanya Gerakannya Bung Martin yang akan dilakukan hari ini itu :
Rally Rakyat Ha,Ha,Ha . Itu cuma gerakan tolol membela orang edan seperti
Gus Dur. Tapi bagaimana yang tulus ? Kita memang tahu ada banyak bajingan
Orba penguras harta negara, penggundul jutaan hektar hutan, oknum tentara
penginjak hak asasi, dst. Tapi kita juga tahu , ada banyak orang yang amat
Orde Baru yang masih patut kita hormati. Beberapa eks menteri umpamanya,
seperti Emil Salim, Marie Muhammad, Frans Seda, Fuad Hassan, dsb. Kemudian
apa juga mau membongkar jalan-jalan dan jembatan karena itu buatannya Tutut
yang anaknya Mbah Harto ? Dan menutup semua perusahaan karena pernah
mendapat order dari Orba ?
Perjalanan suatu bangsa tidak mungkin selalu mulus. Jatuh, bangun, penuh
dengan perjuangan. Setapak-setapak kita mesti maju. Dari yang sudah ada kita
lanjutkan estafet. Yang bengkok kita buat lempeng. Adalah tolol kalau kita
selalu mau dari nol terus. Seperti anak-anak goblog sok pinter simpatisan
Pol-Pot dan Lenin : Forkot, Rally, dsb. Molotov! Bakar! Gebuk!Bongkar! .
Alangkah tidak beradab!?.
Wassalam,
Abdullah Hasan.
( Bung Martin, nggak usah malu dong menjawab Kopral Djono?!)
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--