Pada tahu 1966 apakah Pak Hasan juga mempunyai pendapat demikian?

Saya hanya ingin menambahkan bahwa Soekarno tidak pernah berhenti
atas kehendak sendiri. Lihat pula dengan pidato pelengkap itu.
Lihat pula apa yang dilakukan Soekarno pada 12 Maret 1966?

salam

----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, May 28, 2001 4:22 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] MP 28 Mei = SP 11 Maret ?


[EMAIL PROTECTED] wrote:
apa ada yang mau membandingkan, maklumat presiden 28 mei 2001
dengan surat
perintah 11 maret 1966 ?
=============================================

Bagaimanapun Bung Karno itu orang yang amat waras.  Jadi dia tahu
diri kapan
mesti berhenti. Kalau yang ini ( GD) kan orang gendeng. Dicampur
watak
diktator , keras kepala , menjadikannya amat tidak tahu diri.
Maklumat 28 Mei
adalah move yang tidak ada artinya.

Yang saya heran, GD kok sampai hati ngajak Martin Manurung untuk
main
rally-rally-an rakyat segala. Bung Manurung, anda masih muda.
Sebaiknya nggak
usah ikut-ikutan gerakan putus asa semacam itu, ah!. Tapi terserah
anda. Ingat
Tarutung!

Wassalam,
Abdullah Hasan.


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--




...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke