From: "Ki Denggleng Pagelaran" <[EMAIL PROTECTED]>
"Saya mau datang ke sini ini karena Machfud, dan itu
suara minoritas yang sudah 2 kali walk-out!. Saya sudah
32 tahun menjadi GURU BESAR, maka tidak mau saya
bicara dengan KROCO!"
=============================================
Teman-teman sekalian,
Menarik sekali membaca berbagai reply dari posting Kroco-nya mbah Dengleng.
Kalau tidak salah, semuanya ( terang2an atawa gelap2an) adalah simpatisan
kyai edan yang lagi panik dan ter-ngompol2 itu.  Semuanya menganggap mbah
Mangil ( dan pengamat lain , yang menganggap GD edan ) adalah cuma orang
edan.  Mas Ridwan malahan menganggap kepropesoran tidak ada gunanya lagi
dipersoalkan , karena jelas nggak ada harganya. Manusianya bagaimana ?
Mungkin maksudnya , tidak banyak dugaan lagi : bejat , atau edan ! (
pandangan mas Ridwan mungkin bisa dijadikan bahan tesis doktor , kelak.
Kalau GD  pembimbingnya,  Ramai dan amat orisinil!).

Dari perspektip lawan, sikap yang seperti diatas itu, juga dianggap sikap
sesat dan edan dan putus asa. Banyak orang geleng-geleng kepala sambil
menahan tawa. Banyak orang heran-heran bagaimana kumpulan orang yang amat
minoritas ini ( satu-dua berpendidikan cukup ) kok bisa bersikap seperti
itu. Apakah penyakit GD bisa menular kemana-mana seperti HIV? Atau itu
adalah sejenis sihir jahat dari " si buta dari goa jin dan hantu ?" ?
Bagaimana caranya kok sampai-sampai otak sehat dipaksa untuk tidak bisa
bekerja ?  Percuma saja. Mentog Agustus.

Saya sendiri tidak mau ikut-ikutan. Tidak mau kesini , tidak mau kesana.
Supaya selamet. Supaya bebas dari gendeng, mudah-mudahan.  Soalnya, kans-nya
kata mas Aswat masih 50-50. The war is not over. Lebih baik dipinggir saja,
tho mbah Ngleng?!


Wassalam,
Abdullah Hasan.




...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke