Yang saya tahu, di bidang akademik, senioritas bukan menjadi
ukuran kepandaian atau pengetahuan.

Mari kita melihat Iwan Jaya Azis, mengapa para profesornya yang
senior begitu respect padanya?


----- Original Message -----
From: Ridwan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, June 15, 2001 5:06 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] KROCO


At 04:22 PM 6/15/01 +0700, you wrote:
 Mas Ridwan malahan menganggap kepropesoran tidak ada gunanya lagi
>dipersoalkan , karena jelas nggak ada harganya. Manusianya
bagaimana ?
>Mungkin maksudnya , tidak banyak dugaan lagi : bejat , atau edan
! (
>pandangan mas Ridwan mungkin bisa dijadikan bahan tesis doktor ,
kelak.
>Kalau GD  pembimbingnya,  Ramai dan amat orisinil!).
>Wassalam,
>Abdullah Hasan.
------------------------------------------------------------------
-

anda suka mengambil pendapat orang, tetapi pendapat  itu anda
pelintir .
sehingga isi nya tidak sama dengan apa yang di maksud .
kalau ada seorang profesor memaki orang dengan kata keroco di muka
televisi
yang disiarkan secara luas dan umum.  yah, nggak usah dicari ke
prof nya di
bidang apa, karena nggak ada jurusan keroco.  nggak perlu jadi
prof kalau
mau ngomong kayak gitu anak sd saja bisa.

ridwan


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--




...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke