Pos Kota hari ini dalam judul : "Polri Ajukan 6 Perwira"mengutip pernyataan
Rusdihardjo mantan Kapolri : Sikap Kapolri Bimantoro menolak perintah
Presdien GD dinilainya sebagai mencoreng Polri. Di dunia internasional
Polri saat ini dalam kondisi memalukan.
"Akbatnya Polri kini banyak mencurahkan perhatian ke masalah intern
ketimbang pelayanan masyarakat". Ia mengaku prihatin, karena kondisi Polri
saat ini membuat generasi muda Polri seperti sudah tidak punya panutan.
Polri telah 40 tahun berjuang untuk mandiri dan berada langsung di bawah
Presiden yang juga setara dengan Menteri. Jadi kapanpun Presiden akan
mengganti Kapolri itu sudah resiko polisi berada di bawah Presiden" katanya.
Sementara itu, Bimantoro dikabarkan sedang konsolidasi dengan rekan2
seangkatannya di acara reuni Akademi Polisi Angkatan 70 di Semarang.
----
Ada beberapa butir dari tulisan itu yang menarik :
- Tulisan seperti ini jarang sekali ditampilkan oleh media baik itu cetak
atau elektronik. Padahal tulisan ini mengungkapkan fakta sebenarnya.
- Rusdihardjo sebagai Kapolri yang diberhentikan Presdien menunjukkan
sikap seoerang Perwira yang satria, genteleman dan objektif. Sangat
berbeda dengan mantan Kapolri yang di bawah kendali Suharto, sekarang
berkoar2 bilang Polri itu independen, mandiri dll. Lha dia dulu itu apa.
- Sikap Bimantoro membawa Polri setback puluhan tahun ke belakang. Selama
40 tahun Polri itu dibawah komando Pangab, Kapolri itu setara dengan Kepala
Staf Angkatan. Sekarang Kapolri itu setara dengan Pangab. Kok sekarang
malah ngeyel. Rusdihardjo sendiri mengakui Polri itu di bawah kendali
Presiden bukan di bawah DPR. Ini banyak yang dipelintir media dan anggota
DPR maupun Polri itu sendiri.
Ridwan
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--