Kolonel, dan Letkol, di Polri sudah memulainya. Pantas mereka muak, karena para jendralnya, yang tiba-tiba terangkat naik jadi selebritis, membuat permainan menjadi kaco tanpa tentu. Seperti para selebriti lain, meski tanpa otak, masih saja digandrungi sama ibu-ibu. Mangkanya, aku paling muak pas acara famili-100 yang bintang-bintang di Indosiar. Bisa ditebak, pengetahuan mereka benar-benar nul-outhul, yang bikin muak, mumet, lalu semaput. Padahal, kalau lagi nyonetron, duh...., begitu berotak dan bijak bestari nia. Pas nampil betulan, ya begitulah selebritis layaknya. Karena jendral dah nyelebritis kayak begitu, pas ada dum-duman rejeki, yang katut, ya mereka. Apalagi ada kabar kalau sebentar lagi ada bancakan presiden baru. Mumpung lagi sempat, boleh kan bikin jasa dengan membuat cap-cap baru, nyetempeli presiden lawas ini, agar makin surem. (sampe sejauh ini, yang sering aku tau itu kan cuma nyetem-gitar atau piano). Maka, para anggota-diem, kayak pamen polri kemarin, ya ada bagusnya bikin suara, meski tak terlalu orisinil, karena pernah ada Agus WK yang nyempriti Wiranto, lalu dikecam sebagai tak-tahu-unggah-ungguh-militer itu. Konon, bisa benar bisa endak, ada juga kelompok 'kolonel' di tubuh PDI-P. Tak kurang, di faksi nasionalis ini, ada 86 orang (entah pula, berapa biji) yang rada nggak ku-ku sama ketua fraksinya. Beda dengan kolonel Polri yang berani njeplak, maka 'kolonel' PDI-P ini cuma berani rasan-rasan. Pas ada 'mari kita voting sambil ngguya-ngguyu', maka ke-86 'kolonel', yang sedikit atawa banyak, rada diharep sama sebagian 'si diem', toh ya nggak berani, takut kualat, sama 'ibu', yang siapa tahu lagi ngempit karisma babenye. Tapi, mestinya ya jangan ngrobot begitu. Setelan di dalem utek harus nampak pula di air muka. Apa lagi SI ini seperti jalan simpang, yang harus dipilih, apa indo ini bakal ambrol, atau ambrol-super. To-bi-or-waltubi (waltubi ini bekas pejabat diknas di madiun), mereka harus berani bilang. Lha resiko di-provos-habis dan beresiko dibedhil saja sudah ditunjukkan oleh para kolonel Polri, kapan dong 'kolonel' pdi-p berani tetap duduk, diem, ketika voting dipungut ? (pasti ada yang ngira ada provokator di milis ini) ===== +==========================================================+ | Sugih durung karuwan, sombong didisikno... | | Nek kate banyolan, http://matpithi.cjb.net ae, rek... | | Jugak boleh ke http://www.itjurnal.com, soal IT | +==========================================================+ __________________________________________________ Do You Yahoo!? Get personalized email addresses from Yahoo! Mail http://personal.mail.yahoo.com/ ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
