BS: "Weleh, orang-orang itu apa ndak takut kuwalat ya Den?"
RP: "Kuwalat itu apa? Wong politik kok ada kuwalat-
         kuwalatan?"
LO:"Kalau miturut Mat Pithi, kuwalat itu kayak jambu mente itu
        lho Den, kepalanya di bawah, bokongnya di atas....!"
BS: "Lee.. aku ini sedang serius... kok malah sewot. Pagi-pagi
         ngopi bareng juragan kok nyebut bokong... bokongnya
         Makmu itu apa?"
LO: "Hahahaha.. Lek Soel yang sewot.. kalau bokongnya mak-
         ku, yaa ndak jauh-jauh dari Lek Soel sendiri wong sampe-
         yan itu Mak Cilikku... "
RP: "Hiya lho Lek, apa sih mBah kuwalat itu... mereka itu kan
         sedang maen politik? Kan dalam politik itu konon ndak
         ada lagi etika, unggah-ungguh, apalagi 'netepi janji'...
BS: "Lha ya itu maksud Hamba Juragan... masalah netepi janji
         itu. Janjinya kan dulu maunya negeri ini biar aman, biar
         ndak kisruh, lantas menerima ketika ketua umum 
         partainya 'wurung' jadi Sri Ratu.... lha kok sekarang ikut-
         ikutan yang dulu hanjegali sri paduka Ratunya itu lho yang
         tak maksud kuwalat..."
LO: "Ooooo ini membicarakan politikusnya PDI-Perjuangan 
         to? Menyoal koh-tokoh politik yang ndak jelas perjuangan-
         nya itu to? Leek.. Lek, wong mereka itu sedang molitik,
         paling-paling yaaa berebut yang pol-polnya ming sitik...
         cumak sedikit.. wong paling nanti kalau lancar pasca 
        2004 belum tentu kepilih... apalagi dipercepat, 
        percayalah!"
BS: "Bukaaan.... bukan itu masalahnya... tapi itu lho... wah 
         kamu sih Le, dulu ndak nyoblos partai cap Sapi.. lha aku 
         ini kan tiwas dulu harap-harap cemas dan melok surak-
         surak ketika PDI-P menang... Kalau kamu kan jelas 
         jagomu cuman sempat berdebat sebagai calon 
        presiden,  kemudian malah blangsak dengan modal 7% 
        kursi mampu mempecundangi tokoh lainnya, karena 
        deket-deket Gusdur terus...Janjian lah..."
LO: "Hahaha..  wong jelas jago eh babon Sampeyan yang nje-
         gideg diem thok gitu lho. Masak dah pada pengalaman 
        jadi kaum parlimun  kok keok mulu... huhuhuuuuu..."
RP: "Ya sudah, masalahnya apa... gimana kok ada pertanyaan
          kuwalat atau ndak itu?"
BS: "Kuwalat, lha mereka kan mengatasnamakan terus nama-
         rakyat kek, kongres kek, amanat kek, kebangkitan kek...
         apalagi perjuangan....."
LO: "Weeh.. menarik nih.. maksudnya gimana Lek?"
BS: "Itu lho calon wakil dari Tulungagung itu kan tadi ngomong
         bahwa dukungan partai menaikkan Megawati jadi presi-
         den bila Gusdur turun, sesuai dengan amanat konggres
         di Bali dan Semarang... itu lho....?"
RP: "Lho kan memang iya, terus apa salahnya?"
BS: "Bodhon saja Den.... Ketika PM Obuchi semaput, kan 
         menteri-menterinya merontokkan diri, terus pemilihan PM 
         baru yang jatuh pada si Gendut Mori itu... terus ketika 
         Estrada kena sepak, Aroyo naik, kan langsung pemilu... 
         Lha ini Gusdur kan tidak diboikot oleh menteri-
         menterinya.. malah Mega yang sering mboikot.."
LO: "Hahahaa.... jangan dipakai contoh dari luar lah Lek.
         Negeri ini memang aneh pokoknya. Jagoku itu, cuman 
         7% bisa jadi ketua MPR, kendel lagi sukak gembar-
         gembor.. ada lagi mantan calon presiden yang tak punya 
         korsi cuwawakan, atau orang non parte yang pingin jadi 
         presiden... wiss pokoknya jangan dicari lah 
         bandingannya.."
RP: "Benerrr... bener, justru Megawati yang sering diem itu kan 
         memperjuangkan amanat konggres nya. Hahaha.... weh... 
         merah padam rek mBah Soel.... ampun duka mbaaaah.... 
         ampun.."
BS: "Ini juga apaaaa... ngelmuwan gombal.... amanat-amanat 
         apanya... amanat kang wis kliwat iya... wong berjuang di 
         SU MPR saja ndak becus kok pakai cara kotor dan 
         nista.... huuuu. Bubar aja deh Den, negaranya... bikin 
         baru, presidennya keponakan Njenengan, Pak Ngarso 
         Dalem itu lho.... ditanggung siip... kalau ndak laku ya 
         cukuplah wilayah JoLo... Jogja Solo.... hehehe...."
LO: "Semprulllll....!"

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke