--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> wis mbuener thenger-thenger, cak !
> 
> kalau para 'kolonel' di pdip ndak berani berteriak
> atawa cemuwit atau 
> bersuara, ya meranalah nasib sekian juta rakyat yang
> dulu pernah 
> mempercayakan suaranya pada si mbak yang
> dipinggirkan kekuasaan yang 
> mungkin akan berubah menjadi si ibu yang disilaukan
> kekuasaan.
> 
> apakah kelompok bondan dan kelompok eros (analogi
> dengan AWK di AD) 
> masih punya gigi dan nyali untuk berbuat sesuatu,
> meskipun kelompok 
> bondan lebih nggusdur dan kelompok eros lebih
> 'memega' versi lama. 
> kecuali mereka terima nasib dan nunggu giliran
> saja...
> 
> kelihatannya sudah ada gerakan para kolonel ini, cak
> !
> tetapi sebesar apa dan sebatas mana, kita hanya bisa
> berharap dan 
> menunggu. karena para jendral indekosan panigoro
> agak mendapat lawan 
> jendral lapangan taufik, dan sayangnya kolonelnya
> bondan dan eros 
> terpaksa bergabung dengan jendralnya taufik....
> 
> atau kita masih berharap munculnya kolonel yang
> bukan dari mereka ?
> kolonel gigih nusantara, brangkali ?
> aku yang sersan stw siap di belakangmu, kolonel !!
> 
> siap !
> KiM
> sersan stw
> 
> 

Si Opik, tukang othak-athik, adalah salah satu dari
faktor-faktor yang nggarahi iklim fulitik (fulus en
politik) berkembang, ber-ria-ria, di alam
ngindo-nya-sia. Dobol owol-owol. Rakyat sekedar sandal
jepit dan bakiak, untuk agar tak menapak di tanah
realitas. Ketika mau manjing jroning kedaton, wong
namanya saja bakiak, ya ditinggal jauh sana (mundhak
ngotori jogan).

Para 'kolonel' PDI-P masih terbungkus oleh
gombal-gombal feodal, sesuatu yang sedang dilestarikan
oleh si-embak. Kata 'perjuangan' di pdi-p masih
sepenggal dilaksanakan, sekedar berjuang dapet nomor.
Sesudahnya, mereka kembali pada ritme asli, 'opo jare
ibu' saja, dah.....

Sayang, si-embak, mungkin katut bojone, mulai silau
terhadap kekuasaan. Persis kemrungsungnya ketika puasa
dekat-dekat ke magrib. Rasanya wis gak sabar, kabeh
mau diemplok mentah-mentah, sak piring mangkok-nya.
Setidaknya, nek sekedar pensiunan presiden, lak
mingsih daripada lumajang, kan ?

Beberapa hari kepungkur, ada talk-show di tipi, di
mana GD diajak ngobrol sama Teddy Rahmat (Astra) dan
Uci Karundeng, we... edan, itu si GD, senadyan, nyuwun
sewu, wuta, tapi bicara detil en teknis, yahood
skalee. Nganti aku dag-dig-dug-der, dalem ati,
ndremimil bolehku donga, jangan sampek bliouw-nya
kepleset dan kliru. Ndilalah tidak.

Trus aku njur mikir, apa ya segitu nanti si-embak
kalau sida mresiden?

Sekali lagi, aku berharap, muga-muga muncul 'kolonel'
dari bergagai faksi di MPR nanti. tak kira sudah
waktunya ndak perlu mikir urip mereka bakal kapiran,
wong yo sudah akeh sekali koncone, yang masiyo mlarat
ya ndak mati-mati, kok. Sementara mereka lagi mbawak
peran untuk nentuken abang birunya negara.

Kapan maneh, kan ?


=====
+==========================================================+
| Sugih durung karuwan, sombong didisikno...               |
| Nek kate banyolan, http://matpithi.cjb.net ae, rek... |
| Jugak boleh ke http://www.itjurnal.com, soal IT          |
+==========================================================+

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get personalized email addresses from Yahoo! Mail
http://personal.mail.yahoo.com/

...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke