--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 18 Juli 2001 15:10 UTC * SIAPAKAH TOKOH UTAMA PENENTANG PEMBERLAKUKAN DEKRIT? Intro: Seperti sudah banyak diduga, Gus Dur kini mulai ragu-ragu soal dekrit. Bukan karena banyak perwira TNI/Polri yang menentangnya, sekarang bahkan ada tanda-tanda bahwa jumlah perwira yang mendukung dekrit makin meningkat. Bukan pula karena kalangan NU meragukannya. Tokoh terpenting di belakang dekrit ini adalah Menteri Kehakiman dan HAM Marsillam Simanjuntak, mantan Sekab yang akan dilantik sebagai Jaksa Agung. Mengapa Gus Dur begitu bergantung pada Marsillam? Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Presiden Abdurrahman Wahid tampaknya ragu-ragu melaksanakan ancamannya mendklarasikan dekrit yang sudah lama ditunggu sebagian besar pendukungnya. Tetapi ini bukan berarti bahwa kelompok garis keras di barisan pendukungnya tinggal diam. Kemarin masyarakat ibukota disuguhi pelbagai keterangan seputar Dekrit Presiden. Kalau harian Suara Pembaruan yang pro-Mega Selasa lalu menurunkan kepala berita "Dekrit, ancaman kosong" dan hari Rabu dengan huruf-huruf besar menganjurkan masyarakat agar tak mempedulikan dekrit, maka Sinar Harapan yang pro-reformasi kemarin mengutip seorang jurubicara presiden. Yahya Staguf, jurubicara tersebut mengungkapkan Marsillam Simanjuntak akan dilantik sebagai jaksa agung paling lambat Sabtu ini. Katanya, Keppresnya sudah turun. Semula Marsillam bersama Machfud dan Agum Gumelar akan dilantik Sabtu lalu. Tetapi karena jadual Presiden sudah penuh selama satu bulan maka pelantikan itu ditunda. Tertundanya pelantikan Marsillam ini sempat mengundang spekulasi adanya kesengajaan. Antara lain mengingat Marsillam langsung akan menangani kasus Bulog yang melibatkan Ketua Umum Partai Golkar. Ada dugaan pula bahwa Marsillam akan melanjutkan rencana almarhum Baharuddin Lopa untuk menahan Ginandjar Kartasasmita. Menurut seorang jurubicara kepresidenan, salah satu syarat yang dikemukakan Lopa untuk bisa menjabat Jaksa Agung ialah bahwa ia harus dapat menahan Ginandjar Kartasasmita dengan kasus yang lain yang diluar dugaan orang banyak. Tetapi benarkah penundaan pelantikan Marsillam sebagai Jaksa Agung disebabkan keinginan Gus Dur untuk melakukan kompromi politik? Suatu sumber menjelaskan, Marsillam belum dilantik karena Gus Dur memerlukannya untuk menandatangi dekrit sebagai menteri kehakiman. Meski sudah menunjuk Marzuki Darusman sebagai Sekkab, namun Gus Dur masih tetap mengandalkan nasehat-nasehat Marsillam jika menyangkut masalah-masalah hukum yang pelik. Gus Dur pun tahu bahwa Marsillam sejak awal sudah menentang dekrit. Marsillam konon hanya mau mendukung dekrit kalau sebagian perwira TNI sudah sepakat mendukung dekrit tersebut. Tetapi kalangan lain di pemerintahan menduga bahwa Marsillam sebagaimana halnya menteri-menteri lain mulai membuka jaringan ke kubu Megawati. Marsillam diberitakan khawatir ditahan, begitu Gus Dur jatuh. Kelompok pendukung Gus Dur yang beraliran garis keras menginginkan dekrit itu mencakup lima hal. Pertama, pemilu akan dipercepat dan Golkar tidak boleh ikut serta dalam pemilu tersebut. Kedua, Kenaikan BBM dan TDL dibatalkan. Ketiga, Keputusan-Keputusan Menakertrans yang merugikan buruh dibatalkan. Keempat, ketetapan-ketetapan yang merugikan rakyat utamanya golongan marhaenis/sukarnois dibatalkan. Dan yang kelima, menyangkut kenaikan gaji prajurit dan pegawai negeri. Gus Dur jelas tidak akan sepenuhnya memenuhi keinginan kelompok garis keras ini. Seorang kyai tokoh PKB pun menjelaskan NU tidak akan membiarkan darah anggota-anggotanya tertumpah. "Satu nyawa itu sangat berharga bagi kami," katanya. Karena itu ia tetap percaya pada suatu kompromi politik. Seorang kyai yang lain, Cholil Bisri kemarin mengatakan para kyai sejak awal tidak setuju SI maupun dekrit. Karena memakan biaya banyak dan kemungkinan munculnya anarkhisme. Tokoh PDI Perjuangan Sabam Sirait pun percaya bahwa massa NU tidak akan melibatkan diri dalam pertikaian Gus Dur dengan parlemen. Oleh karenanya ia percaya bahwa Megawati pasti akan dikukuhkan sebagai presiden pasa Sidang Istimewa MPR mendatang. Sebaliknya seorang kyai, Jusuf Muhamad dari Jember Jawa Timur tetap optimis Gus Dur akan bertahan sampai tahun 2004. Kunci dekrit saat ini memang berada di tangan Marsillam Simanjuntak, karena Gus Dur tetap menunggu lampu hijau darinya. Tetapi beranikah Marsillam? Fajrul Rahman, orang dekatnya Marsillam agak ragu mengenai hal ini. Marsillam sebagaimana halnya dengan Gus Dur justru percaya bahwa mereka bisa memperoleh 53% suara MPR jika dilakukan pemungutan suara tertutup. Jaminan itu mereka peroleh dari Hamzah Haz, Ketua Umum PPP dan Akbar Tandjung, Ketua Umum Partai Golkar. Tetapi dilihat dari sejarah politik mereka, bisakah Gus Dur mempercayai mereka? Tampaknya, paling tidak hingga kemarin, Gus Dur masih mempercayai mereka. Karena memang tinggal itu satu-satunya harapan baginya diluar mengikuti kelompok garis keras yang berada di belakang Gus Dur. Menurut kalangan istana kemarin dulu, cukup banyak perwira angkatan darat yang diam-diam sudah menghadap Gus Dur. Mereka menganggap KSAD sekarang ini sudah membangkang karena tidak mau mematuhi perintah Presiden. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
