BS: "Wuuah... bubar aja dah negara ini. Pemimpin kok mbo-
ceng-lie semua..... Satu presiden saja kok ya Gus Dur....
gombal..!!!"
LO: "Apa to Lek, pagi-pagi ngupi itu mbok yang enak, mat
dan 'sareh'. Orang bikin kupi sendiri aja ndak mau kok
sewot?!"
BS: "Kowe ya gitu, mbikinin kupi di nJawa kok ndak pakek
gula blas. Apa disangka kita ini masih hidup di negaranya
Oshin sana apa? Ini lho Le... wong pemimpin sebuah lem-
baga tertinggi kok Bo-Ceng-Lie, Bakana In Chou tenan...
wiss.. wis...!"
LO: "Psst... mumpung Den Ragil masih mandi, Den Ragil Putri,
juga lagi nyiapin bekel sekolah Gus Besar... yang Lek
Soel maksdu kan Pak Amien kan? "
BS: "nDak hanya Amien, termasuk Akbar, Termasuk Gus Dur,
Megawati, Hamzah Haz, Matori, dan semuanya, pokok-
nya yang 700 orang di Kotang-Ijo-Mengkurep, Senayan,
Di Istana Murdoko.. dan di Wisma Wapres itu kan Bo-
ceng-lie semua. Baka kabeh... Gublog nek omongannya
Butet, ponakannya Romo Mangun itu..."
LO: "Lhooo.. apa kesalahan Pak Amien, paha-lawan refor-
masi? Apa kesalahan mBak Mega? Apa kesalahan
Hamzah Haz? Kan semua terpulang ke Gus Dur kan?
Ngapain itu ngangkat Wakapolri yang harusnya ndak ada,
Ngapain dijadikan PJS Kapolri?"
BS: "Lha iya apa perbuatan selain Gus Dur untuk kepentingan
nasional, selain semakin genting kaya gini ini. Apa mem-
per Amien Rais itu, wong nonton TV saja kok terus gitu..
memutuskan Rapat Paripurna kok sepihak melulu suara
dia thok... Apa itu pernyataan ketua Fraksi PDI-P MPR
yang sangat Sopan Sopian itu... wong Fraksi Terbesar
kok 'nglunuh' menyerahkan semua proses SI kepada
fraksi-fraksi MPR.... lho lha dia eh... fraksi dia mau cari
amannya saja?"
LO: "Surrrpt... heeeh.. lha terus menurut sampeyan gimana
Lek?"
BS: "Ndak ada. Wong aku ini kan apa lah... kiciiil.
Garengpung saja kegedean.. aku ini kan Kinjeng Tangis,
Itu lho yang di Jepang sana dinamakan Semi.... Yang
bunyi ketika tengah-tengah musim panas, sebagai
isyarat mau kawin..."
LO: "Hahahahaaaa.. iya ya kalau habis kawin terus jatuh.. mati,
dimakan yang betina itu ya Lek... hahaha wah kayak
Prabu Jayabaya, karena saktinya malih jadi Belalang
Sembah, bertemu belalang sembah cewek, tertarik, terus
ngerayu, kawin... dan.. dimakan.. makanya muksyaaa...
hahaha..... Leeek.. leek... kebalik... Yang Gareng pung,
Kinjeng tangis itu ya mereka-mereka itu.... di tengah-
tengah panasnya suasana gini pada Ngerik... pada
Ngower.. habis gitu lak terus pet... mati...... dimakan yang
betina..... wong yang betina itu rakyat kok... kita-kita ini."
BS: "Gimana kalau kita ini bukan kinjeng-kinjengan yang
ngower itu.... tapi kinjeng dom, dodok erok, dodok iyik
dan bandempo gitu.... nha yang banyak dodok erok
maling.. atau bandempo yang suka ngremus dodok iyik
atau kinjeng dom.. anaknya undur-undur.. eh salah...
metamorf-nya untur-undur...."
RP: "Yaaaa bukan mBah, Lek... mereka itu bukan kinjeng atau
dodok iyik-iyikan.... Tapi sedang membentuk satu partai
besar menyeluruh.. yang disebut PAN..."
BS: "Weeeeh... bikin kaget saja Den.. nimbrung kok ndadak..
Lha memang Pak Amien itu kan memimpin PAN
bersama Fatwa Lie-nya... toh?
LO: "Iya Den... protes hamba.. maksudnya PAN itu apa Pak
Amien Ngawur? Apa Pak Abdurrahman Nabrak?"
RP: "Bukan.. sekarang 700 kepala dan beberapa kepala di
luarnya sedang membikin partai, Partai Ancaman Nasio-
nal.. maka sebagai komponen Nasion.. apa yang harus
diperbuat mBah Soel.. Lek Oein... kalau aku mah terse-
rah saja... pusing aku.."
BS/LO: "Cuuueeeek....!"
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--