--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 30 Juli 2001 14:00 UTC * PENINGGALAN WAHID DAN BUKAN SOEHARTO YANG DIJADIKAN UKURAN KEBERHASILAN MEGAWATI Megawati kini berada di barisan paling depan menghadapi harapan-harapan rakyat yang menggunung. Mas Dur sudah tidak ada lagi untuk bisa menjadi penangkal petirnya Megawati. Bahkan kini Mega dapat dikatakan menjadi bumpernya Hamzah Haz dan partai-partai besar. Mohamad Sadli, mantan menterinya Soeharto memberinya waktu 50 hari saja. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Wakil Presiden Hamzah Haz kemarin menyatakan, susunan kabinet pemerintahan Megawati mungkin akan diumumkan awal Agustus. Ia mengatakan hal itu usai berbicara dengan Presiden Megawati di kantor Wapres. Tertundanya pengumuman susunan kabinet ini, disebabkan masih adanya tarik-menarik kepentingan politik masing-masing partai. PAN misalya tetap berusaha agar Menteri Keuangan jatuh ke tangannya. Sebaliknya Megawati menganggap jabatan itu harus dipegangnya sendiri dengan menempatkan orang kepercayaannya di tempat basah tersebut. Dalam hal ini Megawati memang tidak banyak berbeda dengan Gus Dur dan Soeharto yang selalu mau memasang orang mereka di Departemen Keuangan. Sehubungan dengan itu, anggota MPR Utusan Golongan, Nursyahbani Katjasungkana memperkirakan akan ada dua unsur yang menjadi hambatan kabinet Mega-Hamzah nanti. Yakni militer dan Orde Baru. Dua unsur ini menurutnya akan menjadi batu ganjalan Mega. Megawati cenderung tidak bisa menarik jarak dengan Orde Baru. Mega diragukan komitmennya dalam reformasi total. PDIP selama ini tidak memiliki agenda penghapusan Dwifungsi TNI. Kalau Nursyahbani bisa dikatakan mewakili suara LSM maka Hartoyo Wignyo Wijoto, lain lagi. Ia mewakili para pakar ekonomi. Baginya program Megawati bisa gagal jika tidak mengutamakan pasar domestik dengan cara memperkuat rupiah. Ia juga berharap Mega tidak menghapuskan subsidi untuk rakyat. Penghapusan subsidi merupakan kompromi politik yang tidak mengandung keadilan. Sebaliknya Pande Raja Silalahi mengatakan jika subsidi BBM dan listrik dihapus, maka dana hasil penghapusan itu harus benar-benar digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Megawati diberitakan akan menaikkan harga BBM lagi sampai Rp. 5000 per liter atau sekitar setengah dolar, sehingga hampir sama dengan harga bensin di luar negeri. Tetapi seorang tokoh PDI Perjuangan mengatakan pemerintahan Megawati-Hamzah Haz akan memberikan pengobatan cuma-cuma kepada rakyat lewat Puskesmas-Puskesmas. India sudah menawarkan bantuan obat-obatan kepada Megawati. Namun Prof. Sarbini Sumawinata menganggap kesehatan bukan prioritas. Tugas Megawati, katanya, adalah segera memberi makan kepada rakyat miskin dan secara perlahan menciptakan lapangan pekerjaan untuk jutaan penganggur Indonesia. Namun yang paling utama dalam 100 hari mendatang ini Megawati harus bisa mengatasi keamanan. Utamanya keadaan di Aceh, Maluku dan di tempat-tempat lain. Memang untuk operasi militer dibutuhkan dana yang tidak sedikit, ujar suatu sumber lain. Siapa pun yang bertanggungjawab di Indonesia tidak bisa lepas pula dari masalah pengangguran dan kemiskinan. Tetapi yang paling praktis tentunya adalah masalah keamanan. Masalah di daerah-daerah sengketa harus segera diatasi. Kalau Megawati bisa mengatasi permasalahan daerah dalam 100 hari maka ia bisa menyelesaikan masalah-masalah lain. Di Jakarta saat ini banyak perkiraan yang dilontarkan para pakar. Ada yang mengatakan partai-partai jangan dulu bicara soal pemulihan ekonomi. Karena untuk itu harus diadakan restrukturisasi terlebih dahulu. Seorang mantan menteri Soeharto berkata, "Saya hanya berikan 50 hari kepada Megawati. Sebab permasalahan yang dihadapi Mega lebih berat daripada Gus Dur ketika ia memulai pemerintahannya." Memang bulan madu Mega dengan rakyat tampaknya hanya akan memakan waktu dua sampai tiga bulan. Karena itu Mega sangat hati-hati dalam menyusun tim ekonominya. Untuk mengatasi permasalahan yang amat berat sekarang ini suatu pemerintahan setidak-tidaknya membutuhkan waktu lima tahun untuk bisa memuaskan rakyat. Sedangkan Mega hanya punya waktu sampai 2004. Padahal, karena jauh-jauh hari Mega sudah membanggakan dirinya punya program 100 hari yang mujarab, maka rakyat Indonesia kini sudah punya harapan yang amat besar bahwa ia bisa menyulap keadaan ekonomi sedemikian cepat sehingga harga-harga bisa langsung turun. Megawati dan kalangan legislatif mungkin belum menyadari bahwa sekarang tidak ada lagi seorang Gus Dur yang bisa dijadikan penangkal petir atas keadaan ekonomi yang mungkin bisa disebut mirip-mirp bencana ekonomi, bukan kemelut lagi. Kalau sampai gagal dalam tiga bulan tentu Megawati dan pimpinan partai yang mendukungnya harus siap dicacimaki rakyat. Megawati dan Hamzah Haz yang sekarang menjadi bumper tim perbaikan ekonomi Indonesia yang akan dibentuk. Kalau tidak ada tanda-tanda perbaikan tentu pemerintah akan menghadapi kekacauan. Bukan di jalan-jalan tetapi di MPR dan DPR. Memang sulit untuk dibantah bahwa para pemimpin legislatif seolah-olah sudah terprogram untuk mencari gara-gara antar sesama. Karena ketiadaan ideologi yang jelas para pemimpin partai tersebut senantiasa siap untuk konflik karena mereka, menurut seorang aktivis LSM hanya tertarik dengan posisi dan uang. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<- -> FREE email !! [EMAIL PROTECTED] ... http://www.kulitinta.com <-
