BS: "Le, mumpung Den Ragil belum bangun, karena semalem
         nonton golek, kita rasanin yuk.. hehee... sekalian sama
         Den Ragil Putri itu... Ya Den Putri ya...?"
BR: "Pada ngrasanin apa? Wong sama juragannya kok ngra-
         sani... Lagian kalau denger gimana? Siapa tahu Pak'e
         Besar itu sudah bangun cumak pura-pura saja.."
LO: "Dengar ya biarin to Den Putri... Mau ngrasanin apa sih
         Lek...?"
BS: "Itu lho... mengenai kabinet Mega-Hamzah.... Mumpung
         Den Ragil itu tergolong yang ndak ndukung blas.. "
BR: "Lho mBah Soel, wong tidak mendukung kok malah di-
         rasani...?"
BS: "Nyiiak... Njenengan niku Den Putriii.. kan model sekarang
         itu ada dua aliran. Aliran pendukung berat agar diangkat
         dan aliran menolak biar diajak... hehehe...!"
LO: "Emmmm... iya ya. Menjelang SI kemarin kan banyak tuh
         pengamat ato ngelmuwan yang kasih komen-komen, 
         pujian-pujian bahkan jilatan.... tapi juga banyak yang
         menolak poll.. ah, tapi masak gitu sih Lek. Terus hubung-
         annya apa sama Den Ragil, juragan kita itu... psst... ja-
         ngan kenceng-kenceng, nanti terbangun repot kita.."
BS: "Soal kaitannya sebetulnya tanyak ke Den Putri.."
BR: "Lho kok nunjuk aku?"
LO: "Iya ya harus... harus... paling tidak kan Den Putri dulu per-
        nah punya alasan, mengapa milih Den Ragil jadi eh... 
        maksudnya.. mau... eh apa sih dulu Den Putri sehingga
        nJenengan dan Den Ragil itu jadi muhrim...?"
BS: "E alaaah... jian mental batur itu memang kayak kamu itu
        kok Le. Terus terang saja, kenapa dulu Den Putri mau
        jadi isterinya Den Ragil atau Den Ragil pengin punya isteri
        Den Putri... gitu lho.. hehehe.. tuh lihat muka Den Putri jadi
        seperti udang rebus... hehehe..."
BR: "Ooo.. semprul tenan ki... masak ngundat-undat masa lalu,
         wong sekarang Besar yang lahir terlambat sudah SLTP,
         si Gede juga sudah kelas 4 SD.. ya sudah lupa mBah...
         kenapa dulu aku mau jadi isterinya Mas Ragil..."
BS: "Waaa.. ya repot kalau sampai lupa. Apa nanti presiden...
         eh... pejabat presiden kita yang wanita itu juga lupa gitu
         ya Den Putri ya?"
LO: "nDak mungkin wong baru saja.. pasti inget dah sama
         jasa-jasa... para..."
BS: " Stoooop!... jasa-jasa.... emang ngangkat menteri itu
         harus mengingati jasa-jasa calon menterinya? Kalau gitu
         ya bubar dong?"
BR: "Tapi ada benernya kok mBah Soel, lha itu Om Kwik pada
        hari diangkatnya mBak Ega Adis jadi presiden.. eh salah
        ya mBah... pejabat ya? Kan sudah bilang bahwa menteri-2
        kabinet mBak Ega Adis akan diisi oleh orang-orang partai
        politik. Bahkan kalau perlu mau ngajak PKB gitu kok.."
LO: "Wah kalau gitu aku protes dah. Menteri kok royokan antar
        politisi... ya kalau itu dituruti menandakan presiden eh...
        pejabat presiden kita kurang profesional, kurang kompe-
        ten dan kurang kredibilitas sebagai negarawan.. selain
        cumak sikap diem-diemnya itu... protes dah gua..."
RP: "Huuuu... ndak seneng orang istirahat pagi ya.. ribut saja.
         Apalah peran kita ngurusin kabinet.. Hayo kopiku mana..."
BS: "Muhun maaaf... muhun maaf Juragan... ini lho kami ini 
        bermaksud, sebetulnya, membahas dan berandai-andai
        seandainya nJenengan dijadikan menteri... paling tidak
        kan menteri muda.. karena usia kan Den....?"
RP: "Sruuuurpt.... oalah mBaaah.... mBah.. menteri itu tidak
        sembarangan comot dan angkat, kecuali memang ber-
        maksud bikin pagar kekuasaan. Lha kan pendukung-2
        pejabat presiden Megawati itu kan di partai-partai semua.
        Belum lagi kan mereka berlainan aliran dan kepentingan...
        pokoknya kalau pertimbangannya cuman sebatas partai-
        partai, tunggu saja kehancurannya. Menteri itu harus pro-
        pesional, kompeten, berintegritas dan kredibilitas-nya
        tinggi.. jangan sampek kayak kemarin, ahli daging jadi
        menteri kehutanan.... ya pasti nurut sama sekjennya kan?
        Atau doktor sastra arab jadi MenRisTek.. yaaa muncullah
        wacana penelitian Jin segala.. wis... ndak usah dirembug
        lhoh... gemblongnya mana Bu...?"
BR: "Lhaa ini calon menteri kredibilitas tinggi hihihihik... 
         maksudnya angka kredit Mas Ragil belum memenuhi 
         buat naik pangkat dan kredit KPR masih panjang 
         cicilannya...  gemblongnya ndak lewat Mas.. katanya 
         suaminya yang supir angkot ada urusan dengan pulisi, 
          mobilnya ditabrak anak-anak ngejar layangan....."
LO: "Hehehee.. bener juga ya kredibilitas.. kredibilitas.... tapi
        kan propesional to Den Putri.....         
BS: "Srrruuuupt.... heeeh... lha kuncinya kan tinggal diajak apa
         tidak... wong sistemnya masik 'glenikisme' semua gitu
         kok. Glenak-glenik, tahu-tahu jadi.... bye-bye.... 
         propesionalime, integritas.. kredibilitas.... yang ada 
         cumak probabilitas.... diajak atau ndak.. dikenal ata 
         kagak!"

(BS: mBah Soeloyo; LO: Lek Oein [Jiwo Winenang]; RP: Ragil
 Pamungkas; BS: Bu Ragil)

    Ki Denggleng Pagelaran
-------------------------------------------    



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke