SANGAT DISESALKAN APA YANG TELAH DILAKUKAN OLEH PIHAK POLISI DAN TNI INDONESIA YANG BERTUGAS DI ACEH MELAKUKAN INTIMINASI TERHADAP RAKYAT SIPIL DENGAN BERBAGAI CARA MEREKA LAKUKAN PENANGKAPAN MASYARAKAT SIPIL SEPERTI AKTIFIS SIRA,SEMALAM,DEMIKIAN JUGA TERHADAP PEMILIK TOKO KEDAI MEREKA TNI DAN POLISI MENDATANGI SATU PERSATU TOKO MEREKA UNTUK MEMBUKA KEDAI SECARA PAKSA,INIKAH DINALAI DEMOKRASI YANG DIBERIKAN INDONESIA PADA RAKYAT ACEH?????INDONESIA ADALAH NEGARA PELANGGAR HAK HAK ASASI MANUSIA DI MATA INTERNATIONAL YANG TIDAK HENTI HENTINYA MELAKUKAN PELANGGARAN,MEREKA LAKUKAN ATAS ARAHAN Kapolda INDONESIA Bahrumsyah SH YANG BERTUGAS DI ACEH, INIKAH KEDAIMAIN YANG DIRASAKAN MASYARAKAT ACEH SEKARANG???INI BUKTINYA APA YANG DILAKUKAN OLEH TNI DAN POLISI YANG INGIN MERUSAK PERDAMAIAN DI ACEH,MENGAPA MEREKA TIDAK MENANGKAP PELAKU PENEMBAK TERHADAP ANGGOTA KPA YANG TEWAS DI PAYA BAKONG YANG DILAKUKAN OLEH TNI ???BUKAN KAH TNI MEMPUNYAI SENJATA ILEGAL SEPERTI YANG DIRAMPAS DI RUMAH SERDADUNYA DI JAKARTA????MASYARAKAT ACEH HARUS MENGAMBIL SIKAP YANG TEGAS TERHADAP TNI DAN POLISI DI ACEH YANG MELAKUKAN PELANGGARAN HAK HAK SIPIL.
http://www.liputan6.com/view/1,125652,1,0,1152614488.html
 
Polisi dan tentara mengimbau pemilik toko untuk tetap beraktivitas.
Polisi dan tentara mengimbau pemilik toko untuk tetap beraktivitas.
 

Liputan6.com, Aceh Utara: Aktivitas ekonomi dan transportasi di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam macet. Sebagian pertokoan tutup, angkutan umum pun tidak beroperasi. Alhasil, situasi di sebagian besar wilayah Serambi Mekah sepi. Demikian hasil pantauan SCTV di Aceh, Selasa (11/7).
Suasana lengang amat terasa di Aceh Utara dan Bireun. Masyarakat di sana tak mau beraktivitas setelah mereka menerima imbauan dan pesan dari sejumlah kalangan untuk menghentikan kegiatan selama enam jam, mulai pukul 06.00 sampai 12.00 WIB. Langkah ini sebagai bentuk protes atas rencana pengesahan Rancangan Undang-undang Pemerintahan Aceh (RUU PA).
Aksi di atas membuat repot polisi dan tentara. Mereka, pagi tadi, sibuk mengimbau pemilik toko dan kendaraan umum untuk tetap beraktivitas. Bahkan mereka sampai mendatangi satu per satu toko yang tutup agar buka seperti biasa.
Di Jakarta, anggota Dewan memang segera mengesahkan RUU PA. Apalagi, mereka akhirnya menyepakati sejumlah pasal yang sebelumnya ditengarai bisa memincu masalah di kemudian hari [baca: DPR Akan Mengundangkan RUU Kewarganegaraan].
Beberapa pasal yang sebelumnya alot dibahas di antaranya tentang calon independen, pemilihan kepala daerah, calon yang bisa maju dalam pilkada serta partai lokal. Sementara mengenai sumber daya alam dan gas bumi akhirnya pemerintah pusat beserta pemerintah Aceh sepakat mengelola bersama. Komposisinya 55 persen untuk pemerintah Aceh dan 45 persen untuk pemerintah pusat.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV
  • BANDA ACEH - Tiga aktivis Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA), dilaporkan diperiksa oleh aparat kepolisian di dua lokasi terpisah, di Tamiang dan Aceh Barat Daya, Senin (10/6). Mereka diperiksa terkait dengan aksi penyebaran selebaran berisi ajakan mogok massal selama setengah hari, Selasa (11/6).

    Koordinator OC Panitia Bersama Mogok Massal Damai, Muhammad Taufik Abda kemarin mengatakan, di Aceh Tamiang, polisi menangkap Hanafiah dan Samsul Bahri saat sedang menyebarkan selebaran ajakan mogok massal di kabupaten tersebut. Kedua aktivis ini ditangkap polisi di Simpang Opak, Kecamatan Bendahara pada pukul 12.45 WIB. Sekitar pukul 13.15 WIB, kedua aktivis ini dibawa ke Mapolres Kota Langsa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Sementara dari Aceh Barat Daya dilaporkan, aparat kepolisian di kabupaten tersebut, menangkap ketua SIRA Konsulat Aceh Barat Daya, Saharuddin, ketika yang bersangkutan sedang menempel sejumlah selebaran di Kecamatan Manggeng. Polisi dari Polsek Manggeng kemudian membawa Saharuddin ke Polres Aceh Barat Daya.

    Taufik Abda mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan aksi penangkapan yang dilakukan polisi terhadap tiga rekan mereka. Pasalnya, para aktivis tersebut tidak melakukan perbuatan yang bersifat anarkis dan kekerasan, dan juga tidak melakukan tekanan terhadap warga dalam menyebarkan selebaran tersebut. “Kami memprotes tindakan polisi. Kami hanya menyebarkan selebaran ajakan mogok. Dan kita sudah tegaskan bahwa imbauan mogok ini tidak disertai dengan pemaksaan. Yang setuju silahkan ikut, yang tidak setuju juga silahkan,” kata Taufik.

    Dia juga menilai bahwa penangkapan terhadap tiga aktivis ini sebagai tindakan untuk menghalang-halangi aspirasi dari kelompok sipil yang menuntut penyempurnaan RUU PA yang dijadwalkan akan diparipurna hari ini di Senayan, Jakarta. “Mogok ini bukan bertujuan untuk menolak RUU-PA. Kita hanya inginkan agar DPR-RI dan Pemerintah serta pihak lainnya melakukan penyempurnaan, hingga RUU-PA yang akan disahkan sesuai dengan butir-butir dalam MoU,” katanya.

    Kabid Humas Polda NAD, Kombes Pol Drs Jodi Heriyadi, yang dikonfirmasi Serambi terkait dengan kabar tersebut mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari Polres Persiapan Abdya, Saharuddin hanya dimintai keterangan oleh polisi terkait laporan bahwa, yang bersangkutan memprovokasi masyarakat ketika membagi-bagikan selebaran berisi ajakan mogok massal dimaksud.

    “Bukan ditangkap, tapi hanya dimintai keterangan. Karena ada laporan mereka memprovokasi, ya kita tanya, kan begitu. Kita kan hanya mau tau, apa tujuan mereka hingga memprovokasi masyarakat,” katanya.

    Sementara tentang kejadian di Tamiang sebagaimana dikatakan oleh Taufik Abda, Kombes Jodi Heriyadi mengaku belum menerima laporan. “Kalau dari Taming belum ada laporan. Tapi intinya ini bukan penangkapan, hanya dimintai keterangan, siapa yang memprovokasi. Karena untuk kegiatan (mogok) besok (hari ini) kita tidak ada pemberitahuan sama sekali,” katanya.

    Kapolres Abdya, Komisaris Polisi Sumardi yang dihubungi terpisah, membenarkan bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari seorang aktivis yang sedang menyebarkan selebaran berisi imbauan mogok massal tersebut. Menurut Sumardi, Saharuddin dimintai keterangan, karena dinilai telah menyalahi aturan dan mekanisme dalam menyebarkan selebaran berisi seruan mogok massal.

    “Seharusnya kalau dia menyebarkan selebaran untuk mengajak orang untuk mogok itukan ada mekanisme yang harus dipatuhi. Apalagi, ini juga tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada kita selaku penanggungjawab keamanan di sini,” katanya. “Sampai sejauh ini belum ada upaya untuk melakukan penahanan terhadap dia (Saharuddin),” tambah Sumardi.

    Perihal tentang tidak adanya pemberiatahuan tentang akan adanya mogok massal hari ini kepada polisi juga diungkap oleh Kabid Humas Polda NAD, Kombes Jodi Heriyadi. “Aturannya harus ada pemberitahuan ke polisi, sehingga polisi bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

    Memang sebetulnya mogok itu boleh-boleh saja, tapi ya kita harus pertimbangkan berbagai kemungkinan, apalagi kalau mogok massal. Misalnya kalau besok ada seorang keluarga mau melahirkan atau mau dioperasi, terus kenderaan tidak ada yang berani jalan, lalu bagaimana ini. Nah hal-hal seperti inilah yang harus kita pertimbangkan,” ujar Jodi.(nal)



  • SIRA Presidium <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Pantauan Sementara Mogok Massal
    Jam 07.00 – 11.00 WA
    Hasil pantauan SIRA di beberapa wilayah di Aceh menunjukkan bahwa meskipun ada ancaman dari aparat
    keamanan, para warga tetap melakukan mogok dan tidak mengindahkan imbauan polisi yang meminta
    mereka tidak mogok.
    Berikut ini, www.sirareferendum.org menulis beberapa temuan di lapangan terkait dengan kegiatan
    mogok, yang terlihat di beberapa wilayah di Aceh.

    Banda Acheh:
    Suasana kota Banda Acheh seperti terlihat di Pasar Aceh, Peunayong, Setui dan sekitarnya sedikit
    sepi, warga memilih tidak melakukan aktivitas hanya terlihat mengamati kondisi di sekelilingnya,
    di mana sekita 85% pedagang toko melakukan
    mogok. Terlihat sebagian besar toko- toko ditutup.

    Sementara di seputar jalan-jalan protokol di Banda Aceh, warga sudah mulai beraktivitas kembali,
    hal ini terkait dengan imbauan Kapolda dan patroli aparat keamanan yang meminta agar warga tidak
    mengindahkan seruan mogok serta diminta untuk membuka toko mereka, karena mogok merugikan
    perekonomian mereka. Mobil labi-labi belum beroperasi seperti terlihat di Simpang Surabaya sampai
    ke arah timur. Tak terlihat aktivitas yang berarti di sana.

    Di kampus IAIN Ar Raniry dan UNSYIAH Darussalam terjadi mogok total, para mahasiswa dan karyawan
    kampus memilih melakukan mogok. Mereka turut berpartisipasi dalam aksi mogok untuk penyempurnaan
    RUU PA. Hanya sebagian kecil mahasiswa yang pergi ke kampus karena tidak mengetahui adanya aksi
    mogok. Aktivitas belajar tidak berjalan seperti biasanya karena mahasiswa yang ada di Kampus
    memilih nongrong di luar.

    Wilayah Aceh Besar
    Suasana mogok juga terlihat di Lambaro, Indrapuri, Sibreh, Seulimuem, Tungkop, Cot keueung dan
    sekitarnya terlihat sepi. Masyarakat memilih melakukan mogok total. Sementara
    di Jantho pegawai kantor juga enggan masuk kerja.

    Wilayah Pidie
    Pada pukul 06:00-08:00 aparat militer TNI\ Polri dalam jumlah ribuan
    melakukan show of force dengan melengkapi peralatan militer seperti dalam suasana perang.
    Pegeralan pasukan yang tidak seperti biasanya ini, dan baru sekali pasca MoU Helsinki membuat
    masyarakat ketakutan. Masyarakat mengaku takut akan terjadi aksi penembakan oleh aparat keamanan.
    Sehingga banyak warga di Kota Sigli memilih mengintip dari balik jendela toko masing-masing.

    Selain itu, Koramil KOta Sigli terlihat sepi. Karena sebagian dari anggota Koramil melakukan show
    of force dan mendatangi toko di wilayah Kota Sigli untuk memaksa masyarakat membuka toko meraka.

    Wilayah Baté Iliek :
    Di Kota Bireuen dan sekitarnya, banyak toko-toko masyarakat yang biasanya ramai pengunjung memilih
    tutup. Tidak ada aktivitas warga yang berarti. Kondisi jalan juga lengang dan sepi dari lalu
    lintas kendaraan.

    Wilayah Pasé :
    Warga di Lhokseumawe juga melakukan mogok total. Kota Lhokseumawe yang biasanya sangat ramai tapi
    pada hari mogok terlihat seperti kota mati karena sepi pengunjung. Pedagang di Kota Lhoksemawe dan
    sekitarnya memilih melakukan mogok total dengan menutup toko mereka.

    Jalan-jalan juga terlihat sepi, tak ada kendaraan umum yang beroperasi kecuali mobil ambulan, PLN
    dan Honda pedagang Ikan.

    Meski ada pemaksaan dari aparat keamanan kepada pedagang untuk membuka toko mereka, namun sampai
    siang tak ada masyarakat yang membeli.

    Sementara di Panton Labu Aceh Utara, sekitar pukul 09.20 WA, aparat TNI/Polri memaksa pedagang
    untuk buka toko. Aparat mengancam akan mengambil tindakan tegas jika warga tidak mau membuka toko
    mereka.

    Wilayah Peureulak
    Di kota Langsa dilaporkan aparat polisi dan TNI melakukan pemaksaan kepada pedagang untuk membuka
    toko mereka dengan mengedor pintu semua
    toko agar dibuka dan melakukan aktivitas seperti hari- hari kemarin. Tak hanya menggedor, aparat
    polisi juga mengancam pedagang agar membuka tokonya.
    Pada pukul 10:00 WA aparat TNI\Polri juga melakukan pemaksaan terhadap warga di salah satu tempat
    bongkar muat barang di Langsa untuk tidak melakukan mogok dan beraktivitas seperti biasanya.

    Di kota Idi juga terjadi hal yang sama, Brimob dan Koramil Idi melakukan
    pemaksaan kepada warga yang melakukan mogok total untuk membuka toko-toko yang telah ditutup.
    Warga mengaku mendapat ancaman dari aparat keamanan jika tidak mau membuka toko mereka dengan
    membakar toko mereka.
    Di kota lhok Nibong, Simpang Ulim, aparat koramil dan Polsek memaksa warga untuk membuka kembali
    toko-toko yang ditutup.

    Wilayah Teumieng:
    Pada pukul 08:00-10.00 WA Kantor Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) Tamiang digerebek dan
    diobrak abrik oleh aparat dari Polres Persiapan Tamiang. Dalam aksi penggerebekan itu juga, aparat
    menangkap Ketua SIRA Wilayah Teuming Samsul Bahri beserta 2 pengurus SIRA lainnya, yaitu Hanafiah
    dan satu lagi belum diketahui identitasnya. Mereka dibawa ke Kantor Polres Persiapan Tamiang
    Kuala.
    Informasi terakhir yang diperoleh dari Dawan Gayo, Juru Bicara SIRA, Samsul Bahri sudah
    dilepaskan. Namun dua temannya belum diketahui.

    Informasi terakhir yang diperoleh dari lapangan menyebutkan bahwa sekitar pukul 07.00 sampai pukul
    09.00 WA, ratusan kendaraan yang dari pagi berhenti di Perbatasan Aceh-Medan karena tidak mau
    melakukan perjalanan karena ada seruan mogok di Aceh dipaksa oleh polisi setempat untuk segera
    memasuki Aceh dan melakukan perjalanan seperti biasanya.

    Wilayah Bener Meriah
    Di Bener Meriah, pihak polres meminta bantuan dari GAM Linge menertibkan
    selebaran agar tidak ada mogok hari ini. Namun aksi mogok berjalan meski hanya sekitar 50 %
    pedagang yang melakukan mogok.

    Wilayah Gayo Luwes
    Kondisi kontras justru terjadi di Gayo Lues, di mana masyarakat melakukan mogok total.

    Sementara di wilayah Barat Selatan, aksi mogok massal kurang berjalan maksimal. Hal ini terjadi
    karena massif-nya aparat keamanan melakukan pemaksaan terhadap warga untuk membuka toko-toko
    mereka. Selain itu, kondisi seperti ini terjadi karena kejadian yang menimpa Saharuddin, Ketua
    Konsulat Blang Pidie yang ditangkap kemarin (10/7).




    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com


    ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
    Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
    http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/3hSolB/TM
    --------------------------------------------------------------------~->

    ------------------------------------------------------------------
    TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
    ------------------------------------------------------------------
    Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini.

    Mailing bebas => [EMAIL PROTECTED]
    -untuk membuat posting kirimkan ke: [EMAIL PROTECTED]

    **************************************************************
    -Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
    : [EMAIL PROTECTED]
    **************************************************************
    FOR THE LATEST NEWS link to us: http://PPDi.cjb.net/
    http://groups.yahoo.com/group/PPDi/messages

    ALL ADVERTISERS THAT HAVE NOTHING TO DO WITH condemning indon WILL BE BANNED WITHOUT WARNING!!!
    Yahoo! Groups Links

    <*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/PPDi/

    <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

    <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/






    Do you Yahoo!?
    Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta.


    Do you Yahoo!?
    Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___

    Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
    beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

    Salam perjuangan.
    --------------
    ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
    **UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
    kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
    http://lantak.cjb.net
    *PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]





    SPONSORED LINKS
    Dvd region free Region free dvd All regions dvd player
    Regions mortgage Region free dvd player Region mortgage company


    YAHOO! GROUPS LINKS




    __,_._,___

    Kirim email ke