Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 29 Juli 2006
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKILAS MELIHAT NII-MUHAMMAD DAUD BEUREUEH & GAM-HASAN MUHAMMAD DI TIRO &
HUBUNGANNYA DENGAN NII-KARTOSOEWIRJO.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
SEDIKIT MENGUPAS NII-TEUNGKU MUHAMMAD DAUD BEUREUEH DAN GAM-TEUNGKU HASAN
MUHAMMAD DI TIRO SERTA HUBUNGANNYA DENGAN NII-SM KARTOSOEWIRJO.
Pak Ustadz Ahmad Sudirman, saya telah membaca beberapa artikel dan jawaban2
yang diberikan Pak Ustadz namun saya masih bingung mengenai sejarah Aceh,
yaitu mengenai : Teungkeu Daud Beureueh pernah memaklumatkan Negara Islam
Indonesia (NII / TII) di Aceh pada tahun 1953 yang dalam sejarah DI/TII
disebut2 bahwa Aceh merupakan wilayah NII (DI/TII) Kartosuwiryo sejak 1953,
apakah teungku Daud Beureueh memaklumatkan Aceh sebagai bagian dari NII
(DI/TII) Kartosuwiryo di JaBar, hal ini juga dijelaskan oleh bapak bahwa
Abdul Fatah Wirananggapati (Pejabat DI/TII) tertangkap di Jakarta setelah
kembali dari Aceh (membaiat teungku Daud Beureueh menjadi Panglima TII di
Aceh). Lalu yang menjadi pertanyaan saya . 1. Apakah perjuangan GAM
merupakan kelanjutan perjuangan dari Teungku Daud Beureueh. 2. Bagaimana
hubungan antara GAM dan NII (Kartosuwiryo) yang pada saat ini masih terus
berjuang membebaskan wilayahnya yang dikuasai RI (Ibnu Oemar,
[EMAIL PROTECTED] , Fri, 28 Jul 2006 23:05:25 -0700 (PDT))
Terimakasih saudara Ibnu Oemar di Doha, Ad Dawhah, Qatar.
Sebenarnya tentang masalah berdirinya NII di Acheh yang dimaklumatkan oleh
Teungku Muhammad Daud Beureueh pada tanggal 20 September 1953 dan hubungan
antara GAM dan NII-Teungku Muhammad Daud Beureueh telah sering dikupas di
mimbar bebas ini. Adapun hubungan antara GAM dan NII-Sekarmadji Maridjan
Kartosoewirjo memang tidak banyak disinggung di mimbar bebas ini.
Walaupun memang sering dikupas tentang masalah NII- Teungku Muhammad Daud
Beureueh hubungannya dengan GAM-Teungku Hasan Muhammad di Tiro, tetapi
sekarang ini sebagai suatu gambaran singkat akan dikupas secara singkat
saja.
Dimana salah satu yang menjadi akar utama timbulnya maklumat Negara Islam
Indonesia di Acheh oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh pada tanggal 20
September 1953 adalah ketika Soekarno dengan Republik Indonesia Serikat
(RIS)-nya menetapkan Peraturan Pemerintah RIS Nomor 21 Tahun 1950 Tentang
Pembentukan Daerah Propinsi pada tanggal 14 Agustus 1950 dan pembuatan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang
pembentukan Propinsi Sumatera-Utara, yang memasukkan wilayah daerah Acheh
yang melingkungi Kabupaten-Kabupaten 1. Acheh Besar, 2. Pidie, 3.
Acheh-Utara, 4. Acheh-Timur, 5. Acheh-Tengah, 6. Acheh-Barat, 7.
Acheh-Selatan dan Kota Besar Kutaraja kedalam lingkungan daerah otonom
Propinsi Sumatera-Utara.
Kemudian disusul dengan ketika Kabinet Ali-Wongso yang dipimpin oleh Perdana
Menteri Ali Sastroamidjojo dari PNI dan Wakil PM Wongsonegoro dari Partai
Indonesia Raya (PIR) yang duduk didalamnya juga wakil dari NU (Nahdlatul
Ulama), sedangkan dari Masyumi tidak ada wakilnya, dilantik pada tanggal 1
Agustus 1953, dan menjalankan program Kabinetnya untuk melakukan serangan
besar-besaran, salah satunya kepada pihak NII Imam Sekarmadji Maridjan
Kartosoewirjo.
Nah, pada saat itulah muncul pada tanggal 20 September 1953 Maklumat Negara
Islam Indonesia oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh di Acheh yang berada
dibawah NII Imam SM Kartosuwirjo. Yang sebagian isi maklumat itu berbunyi:
Dengan Lahirnja Peroklamasi Negara Islam Indonesia di Atjeh dan daerah
sekitarnja, maka lenjaplah kekuasaan Pantja Sila di Atjeh dan daerah
sekitarnja, digantikan oleh pemerintah dari Negara Islam.
Jadi, dengan dimaklumatkannya NII di Acheh oleh Teungku Muhammad Daud
Beureueh bukan menunjukkan sebagai tindakan pemberontakan terhadap RI atau
melakukan gerakan separatis dari RI, melainkan melakukan penentuan nasib
sendiri di Acheh, dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila RI atau NKRI.
Karena Negeri Acheh yang tiga tahun sebelumnya telah dianeksasi oleh
Soekarno melalui RIS dan NKRI-nya hasil leburan Republik Indonesia Serikat
(RIS) pada tanggal 15 Agustus 1950.
Seterusnya, langkah yang ditempuh oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh adalah
pada tanggal 8 Februari 1960 diputuskan untuk membentuk Republik Persatuan
Indonesia (RPI) yang berbentuk federasi yang anggota Negaranya adalah
Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dipimpin oleh
Sjafruddin Prawiranegara dan M. Natsir Cs, NII Teungku Muhammad Daud
Beureueh, Perjuangan Semesta (Permesta). Dimana RPI ini dipimpin oleh
Sjafruddin Prawiranegara.
Disini kelihatan hubungan antara pihak NII- Teungku Muhammad Daud Beureueh
dan NII-Imam SM Kartosuwirjo tidak nampak. Sehingga akibatnya terlihat pihak
Teungku Muhammad Daud Beureueh ikut bersama dalam Republik Persatuan
Indonesia (RPI).
Nah, tujuan membangun Negara yang berbentuk federasi RPI ini yang didalamnya
terdiri dari berbagai aliran yang terdapat dalam setiap Negara bagian
Federasi, yang disponsori oleh M.Natsir dan Sjafruddin Prawiranegara adalah
untuk menampung sebanyak mungkin Daerah-Daerah lainnya yang menginginkan
berdiri sendiri dan bergabung dalam RPI, guna menghadapi pihak RI dibawah
Soekarno.
Dimana penggalangan RPI ini berjalan sampai tanggal 17 Agustus 1961, hal ini
disebabkan pihak pimpinan RPI menyerah kepada Soekarno, tetapi Teungku
Muhammad Daud Beureueh dengan NII-nya, sebelum RPI menyerah pada Soekarno
pada tanggal 17 Agustus 1961, maka NII keluar dari RPI, dan membentuk
Republik Islam Aceh (RIA) pada tanggal 15 Agustus 1961. Hanya pada bulan
Desember tahun 1962, Teungku Muhammad Daud Beureueh dapat dijerat dengan
Musyawarah Kerukunan Rakyat Acheh yang diselenggarakan oleh Panglima Kodam
I/Iskandar Muda, Kolonel M.Jasin.
Adapun proses timbulnya Musyawarah Kerukunan Rakyat Acheh adalah ketika
Soekarno memberikan abolisi kepada mereka yang dianggap memberontak kepada
NKRI dengan batas akhir 5 Oktober 1961.
Diawali pada tanggal 4 Oktober 1961 datang 28 orang delegasi dari
wakil-wakil lapisan masyarakat, para ulama, pemuda, pedagang, tokoh-tokoh
adat, termasuk wakil pemerintah resmi sipil dan militer menjumpai Teungku
Muhammad Daud Beureueh di Markasnya dengan misi meminta kepada Teungku
Muhamad Daud Beureueh demi untuk kepentingan masyarakat Acheh seluruhnya
agar sudi kembali ketengah-tengah masyarakat untuk memimpin mereka. Batas
waktu tanggal 5 Oktober berakhir, dengan mempertimbangkan harapan rakyat
Acheh yang tulus dan jaminan-jaminan kebebasan beliau untuk melanjutkan
perjuangan telah membuka pintu untuk perundingan.
Dimana perundingan-perundingan ini berlangsung sampai sepuluh bulan. Dan
pada 9 Mei 1962 Teungku Muhammad Daud Beureueh bersama stafnya kembali
ketengah-tengah masyarakat. Dan pada bulan Desember tahun 1962 Panglima
Kodam I/Iskandar Muda, Kolonel M.Jasin mengadakan Musyawarah Kerukunan
Rakyat Acheh.
Nah, dengan ikutnya Teungku Muhammad Daud Beureueh dalam Musyawarah
Kerukunan Rakyat Acheh yang diadakan oleh Panglima Kodam I/Iskandar Muda,
Kolonel M.Jasin, maka secara de-jure dan de-facto Republik Islam Acheh
lenyap dari muka bumi ditelan mbah Soekarno dari RI.
Sekarang, mengapa dengan ikutnya Teungku Muhammad Daud Beureueh dalam
Musyawarah Kerukunan Rakyat Acheh yang diadakan oleh Panglima Kodam
I/Iskandar Muda, Kolonel M.Jasin, secara de-jure dan de-facto Republik Islam
Acheh lenyap dari muka bumi ?
Karena, ketika dalam dialog yang dilakukan pada 4 Oktober 1961 antara
Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan 28 orang delegasi dari wakil-wakil
lapisan masyarakat, para ulama, pemuda, pedagang, tokoh-tokoh adat, termasuk
wakil pemerintah resmi sipil dan militer, dan dalam dialog selanjutnya
antara pihak RIA dengan pihak Soekarno, tidak dicapai kesepakatan politik
dalam hal kelangsungan hidup Republik Islam Acheh ini. Melainkan hanya
didasarkan kepada janji demi untuk kepentingan masyarakat Acheh seluruhnya
agar sudi kembali ketengah-tengah masyarakat untuk memimpin mereka.
Nah, apa yang disepakati itu bukan merupakan hasil kesepakatan politis yang
mengikat dan menjamin kelangsungan hidup RIA, melainkan merupakan janji
diberi abolisi kemudian bebas dan bisa bersama-sama lagi dengan masyarakat
lainnya di Acheh.
Dan memang benar, setelah Teungku Muhammad Daud Beureueh kembali dan
mengikuti Musyawarah Kerukunan Rakyat Acheh, maka habislah riwayat RIA dan
Teungku Muhammad Daud Beureueh tidak bisa lagi bergerak. Semuanya sudah
dikurung oleh Soekarno dengan TNI-nya.
Berbeda dengan perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.
Dimana14 tahun kemudian ketika Teungku Hasan Muhammad di Tiro pertama
kalinya, setelah 25 tahun di exil di Amerika, menginjakkan kakinya di bumi
Acheh pada tanggal 30 Oktober 1976 mulailah perjuangan rakyat Acheh kembali
menggelora, sebagai penerus perjuangan para nenek moyangnya dulu yang telah
menentang penjajah Belanda, dan pada waktu itu menghadapi pihak penjajah RI
di bawah Jenderal Soeharto penerus Soekarno yang digulingkannya.
Keadaan politik itulah yang terlihat oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro,
sehingga Teungku Hasan Muhammad di Tiro mendeklarasikan ulang Negara Acheh
sebagai lanjutan dari Negara Acheh yang telah dinyatakan lenyap
kedaulatannya karena telah dijajah Belanda, Jepang dan RI. Artinya Deklarasi
Negara Acheh Sumatera pada tanggal 4 Desember 1976 adalah deklarasi ulangan
Negara Acheh Sumatera yang secara de-facto telah diduduki dan dijajah oleh
Belanda, Jepang dan diteruskan oleh pihak RI.
Deklarasi ulangan Negara Acheh Sumatera pada 4 Desember 1976 ini adalah
sebagai penerus dan pelanjut Negara Acheh Sumatera yang pada waktu itu
dipimpin oleh Panglima Perang Teungku Tjheh Maat yang meninggal dalam perang
Alue Bhot, Tangse tanggal 3 Desember 1911. Dimana Teungku Tjheh Maat ini
adalah cucu dari Teungku Tjhik di Tiro atau paman dari Teungku Hasan
Muhammad di Tiro. Sejak gugurnya Panglima Perang Teungku Tjheh Maat ditembak
serdadu Belanda pada tanggal 3 Desember 1911, berakhirlah secara de-jure dan
de-facto kekuasaan Panglima Perang Teungku Tjheh Maat yang memimpin Negara
Acheh Sumatera dan jatuh secara de-facto dan de-jure ke tangan Belanda.
Sebagai pelanjut dari Negara Acheh Sumatera yang telah hilang secara
de-facto dan de-jure pada tanggal 3 Desember 1911 dari tangan Panglima
Perang Teungku Tjheh Maat inilah, Teungku Hasan Muhammad di Tiro pada
tanggal 4 Desember 1976 meneruskan dan menghidupkan kembali Negara Acheh
Sumatera melalui deklarasi ulangan Negara Acheh Sumatera yang bebas dari
pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau RI yang telah menduduki dan
menjajah Negeri Acheh dari sejak tanggal 14 Agustus 1950 melalui tangan
Presiden RIS Soekarno dengan menggunakan dasar hukum PP RIS No. 21/1950 dan
PERPPU No.5/1950.
Nah, dari uraian diatas tergambar bahwa adanya perbedaan dasar hukum
lahirnya NII yang dimaklumatkan oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh dengan
Deklarasi ulang-nya Teungku Hasan Muhammad di Tiro.
NII-Teungku Muhammad Daud Beureueh lahir pada 20 September 1953 karena usaha
penentuan nasib sendiri akibat pihak Soekarno dengan RIS dan NKRI-nya
menganeksasi Acheh dengan cara ilegal melalui PP RIS No. 21/1950 dan PERPPU
No.5/1950. Sedangkan Teungku Hasan Muhammad di Tiro mendeklarasikan ulang
berdirinya Acheh pada tanggal 4 Desember 1976 sebagai kelanjutan dari Negara
Acheh Sumatera yang diduduki Belanda sejak 3 Desember 1911 ketika Panglima
Perang Teungku Tjheh Maat menghadapi syahidnya.
Kemudian sejak 15 Agustus 2005 telah ditandatangani kesepakatan politik
perdamaian antara pihak Negara Acheh Sumatra melalui ASNLF (Acheh Sumatera
National Liberation Front) atau GAM dan Pemerintah Republik Indonesia (RI)
yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, Finlandia.
Dimana kesepakatan politik yang tertuang dalam MoU ini bukan merupakan satu
penyerahan kedaulatan dari pihak ASNLF atau GAM kepada pihak Pemerintah RI,
melainkan suatu kesepakatan politik yang menjamin kesamaan martabat kedua
belah pihak. Dimana hak-hak politik, keamanan, ekonomi, sosial pihak bangsa
Acheh yang ada dibawah Pemerintah Sendiri Acheh atau Self-Government dijamin
penuh oleh pihak RI.
Disini kelihatan bahwa keberhasilan dari perjuangan Teungku Hasan Muhammad
di Tiro yang berbeda dengan apa yang telah dijalankan oleh Teungku Muhammad
Daud Beureueh dengan RIA-nya ketika menghadapi Soekarno.
Jadi, kalau Teungku Muhammad Daud Beureueh dijerat abolisi oleh Soekarno
sehingga RIA-nya lenyap, sedangkan Teungku Hasan Muhammad di Tiro menjerat
Susilo Bambang Yudhoyono & Jusuf Kalla dengan tali Self-Government. Adapun
tentang hubungan antara GAM dan NII-Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo sampai
detik sekarang ini memang tidak ada.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------
Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Lantak/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__._,_.___
Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]
| Dvd region free | Region free dvd | All regions dvd player |
| Regions mortgage | Region free dvd player |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Lantak" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
- [Lantak] SEKILAS MELIHAT NII-MUHAMMAD DAUD BEUREUEH &... Ahmad Sudirman
- Re: [Lantak] SEKILAS MELIHAT NII-MUHAMMAD DAUD BEUR... indonesia teroris
