http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 9 Agustus 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


MENGUPAS DAN MENGULITI KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


SEKILAS MENGUPAS DAN MENGULITI KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK.

“Apakah Komite ini mempunyai hubungan dengan Acheh Merdeka yang didirikan 
DR. Hasan Tiro? Sudah tentu ada. Komite ini adalah kesinambungan dari 
perjuangan Acheh Merdeka yang dinyatakan pada 4 Desember 1976. Maka perlu 
kita deklarasikan dan umumkan kembali, sebab ramai yang berpikir bahwa 
perjuangan Acheh Merdeka sudah habis atau tidak ada lagi pihak yang 
melanjutkannya, setelah pihak GAM di bawah pimpinan Malik Mahmud 
menandatangani MoU di Helsinki dan menyerahkan diri kepangkuan RI. Karena 
Acheh Merdeka adalah perjuangan Rakyat Acheh, jadi siapa saja berhak 
melanjutkan perjuangan ini, tidak mesti keluarga Di Tiro saja.” (Komite 
Persiapan Acheh Merdeka Demokratik, Fri Feb 17, 2006  10:26 pm)

Membaca apa yang ditulis diatas oleh pihak Komite Persiapan Acheh Merdeka 
Demokratik timbul pertanyaan, apakah memang benar pihak Komite Persiapan 
Acheh Merdeka Demokratik yang dideklarkan pada tanggal 15 Januari 2006 
bertepatan dengan hari perayaan Martin Luther King Day di Amerika mempunyai 
hubungan formal dan organisatoris dengan ASNLF atau GAM yang dibangun oleh 
Teungku Hasan Muhammad di Tiro ?

Nah, kalau membaca apa yang ditulis oleh pihak Komite Persiapan Acheh 
Merdeka Demokratik tersebut diatas, katanya “sudah tentu ada” hubungan 
dengan ASNLF atau GAM yang dibangun oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. 
Tetapi, yang dipertanyakan lagi adalah hubungan apa ?

Dari fakta, bukti dan hukum yang ada, justru Komite Persiapan Acheh Merdeka 
Demokratik tidak memiliki hubungan, apakah itu hubungan secara politik, 
organisasi, pemerintahan dan negara dengan pihak ASNLF atau GAM atau 
Pemerintahan Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia dibawah pimpinan Wali 
Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

ASNLF atau GAM dan Pemerintahan Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia 
dibawah pimpinan Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan 
Kabinetnya tetap wujud. ASNLF atau GAM tidak bubar. MoU Helsinki adalah 
merupakan pakta perjanjian damai antara pihak Pemerintahan Negara Acheh 
dalam pengasingan di Swedia dibawah pimpinan Wali Negara Teungku Hasan 
Muhammad di Tiro dan pihak Pemerintah RI melalui para juru-runding-nya 
masing-masing. PM Malik Mahmud ketua juru-runding dari  Pemerintahan Negara 
Acheh dalam pengasingan di Swedia dan Hamid Awwaluddin ketua juru-runding 
dari pihak Pemerintah RI.

Dalam MoU Helsinki tidak ada disepakati menggadaikan Acheh atasnama aman dan 
damai, atau menghilangkan lembaga Negara (Wali Negara, Majlis Negara, Dewan 
Menteri dan TNA) seperti yang ditulis oleh pihak Komite Persiapan Acheh 
Merdeka Demokratik. Yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu oleh 
pihak Pemerintahan Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia dalam hal ini 
pihak GAM dan pihak Pemerintah RI adalah berkomitmen ”untuk penyelesaian 
konflik Acheh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi 
semua”. (MoU Helsinki 15 Agustus 2005).

Nah, apakah dalam kalimat tersebut diatas mengandung isi yang tersurat 
menggadaikan Acheh atasnama aman dan damai, atau menghilangkan lembaga 
Negara (Wali Negara, Majlis Negara, Dewan Menteri dan TNA), sebagaimana yang 
dianggap oleh pihak Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik?

Jelas, jawabannya adalah kesepakatan MoU Helsinki 15 Agustus 2005 antara 
pihak GAM dan Pemerintah RI tidak ada hubungannya dengan masalah penggadaian 
Acheh atasnama aman dan damai, atau penghilangan lembaga Negara (Wali 
Negara, Majlis Negara, Dewan Menteri dan TNA). Mengapa ?

Karena lembaga Negara (Wali Negara, Majlis Negara, Dewan Menteri dan TNA) 
tetap wujud sebagai Pemerintahan dalam pengasingan di Swedia yang dipimpin 
oleh Wali Negara Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Adapun 840 pucuk senjata 
milik TNA dilucuti dan dihancurkan, juga 3000 pasukan TNA di-demobilisasikan 
adalah sebagai akibat ditandatanganinya perjanjian penarikan pasukan tentara 
non-organik dan polisi non-organik dari Acheh dan yang dibenarkan tetap 
berada di Acheh adalah hanya tentara organik sejumlah 14.700 orang dan 
polisi organik sejumlah 9.100 orang. Selanjutnya, persoalan TNA dirobah 
menjadi Komite Peralihan Acheh (KPA) adalah akibat demobilisasi TNA 
sebagaimana yang tertuang dalam MoU Helsinki. Atau dengan kata lain, pasukan 
Tentara Negara Acheh yang asalnya memakai baju militer, sekarang diganti 
bajunya dengan baju sipil, karena dalam keadaan aman dan damai.

Nah, karena Pemerintahan Acheh dalam pengasingan di Swedia, dalam hal ini 
Wali Negara, Majlis Negara dan Dewan Menteri sebagaimana yang tertuang dalam 
MoU Helsinki masih wujud, maka tidak ada alasan untuk menyatakan bahwa 
karena MoU Helsinki ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 2005, maka 
hilanglah Pemerintahan Acheh dalam pengasingan di Swedia.

Jadi, kalau pihak Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik menyatakan bahwa 
”MoU Helsinki telah dapat menghilangkan lembaga Negara dan struktur 
pemerintahaan sebuah pihak yang mengklaim setingkat Negara di dalam 
perundingan” adalah tidak benar. Mengapa? Karena tidak ada fakta, bukti dan 
dasar klausul hukumnya yang tertuang dalam MoU Helsinki yang menyatakan 
Pemerintahan Acheh dalam pengasingan di Swedia dalam hal ini GAM hilang 
setelah MoU Helsinki ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 2005.

Selama semua isi butiran-butiran yang tertuang dalam MoU Helsinki belum 
dilaksanakan semuanya dilapangan baik oleh pihak GAM maupun oleh pihak RI, 
maka selama itu kedua pihak tetap harus mengambil tindakan yang konsisten 
dengan MoU Helsinki.

Nah, inilah yang dimaksudkan dalam MoU Helsinki dengan komitmen untuk 
penyelesaian konflik Acheh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan dan 
bermartabat bagi semua. Jadi, bukan menggadaikan Acheh atas nama aman dan 
damai atau menghilangkan  lembaga Negara dan struktur pemerintahaan Acheh 
dalam Pengasingan di Swedia, seperti yang dianggap oleh pihak Komite 
Persiapan Acheh Merdeka Demokratik.

Selanjutnya, Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik yang berbentuk 
kepemimpinan bersama dengan membawahi tujuh buah komisi dan sejumlah 
sub-komisi ditambah sekretariat dengan beberapa cabangnya adalah semacam 
organisasi, tetapi tidak diakui sah baik oleh Pemerintah Amerika, Australia, 
Swedia, Norwegia, Malaysia atau Afrika Selatan. Mengapa? Karena kalau Komite 
Persiapan Acheh Merdeka Demokratik didaftarkan sebagai satu organisasi 
politik, maka jelas akan ditolak oleh Pemerintah Amerika, Australia, Swedia, 
Norwegia, Malaysia dan Afrika Selatan. Dinegara-negara tersebut tidak 
dibenarkan membentuk organisasi yang bersifat politik, kecuali membentuk 
partai politik baru yang sah atau menjadi pendukung partai politik yang ada.

Nah, Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik adalah bisa digolongkan 
kepada satu organisasi yang non politik dan non government, dimana untuk 
diakui sah atau tidaknya harus didaftarkan di departemen sosial atau 
departemen kebudayaan di masing-masing negara tempat Komite Persiapan Acheh 
Merdeka Demokratik berada.

Jadi, sebenarnya Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik adalah satu 
organisasi yang bersifat sosial dan budaya saja, bukan organisasi yang 
bersifat politik. Mengapa ? Karena tidak dibenarkan membentuk organisasi 
yang bersifat politik apalagi memakai nama Komite Persiapan Acheh Merdeka 
Demokratik di Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, Malaysia dan Afrika 
Selatan.

Atau bisa juga, misalnya, membentuk organisasi sosial masyarakat Acheh 
Amerika dengan aturan dasar dan aturan rumah tangganya, kemudian didaftarkan 
ke Departemen Sosial atau Departemen Budaya di Amerika, misalnya di negara 
bagian New York. Tetapi, organisasi sosial masyarakat Acheh Amerika ini 
tidak bisa disulap dan digantikan dengan memakai nama Komite Persiapan Acheh 
Merdeka Demokratik. Mengapa ? Karena kalau ketahuan oleh Pemerintah Negara 
Bagian di Amerika, tempat dimana organisasi sosial masyarakat Acheh Amerika 
didaftarkan, akan kena jeratan hukum.

Jadi, sebenarnya yang namanya Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik yang 
dideklarkan di New York pada tanggal 15 Januari 2006 adalah komite atau 
organisasi ilegal yang tidak sah dan tidak didaftarkan ke pihak Pemerintah 
negara bagian New York.

Nah, kalau Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik adalah organisasi 
ilegal baik di New York atau di Stockholm, maka Komite Persiapan Acheh 
Merdeka Demokratik tidak mempunyai kekuatan hukum, apalagi sampai ingin 
membentuk Pemerintahan Acheh Merdeka Demokratik. Jadi, bagaimana mungkin 
bisa memperjuangkan kemerdekaan Acheh melalui jalur politik dan diplomasi 
melalui hukum internasional dengan cara-cara yang demokratik dan aman kalau 
Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik adalah organisasi ilegal baik di 
New York atau di Stockholm. Atau dengan kata lain bagaimana bisa 
memperjuangkan kemerdekaan Acheh melalui jalur politik dan diplomasi melalui 
hukum internasional dengan cara-cara yang demokratik dan aman kalau hanya 
mempergunakan organisasi sosial dan budaya saja.

Terakhir, Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik tidak memiliki dasar 
hukum yang kuat kalau dihubungkan dengan GAM dibawah Teungku Hasan Muhammad 
di Tiro dan hanya mencomot reproklamasi Acheh Merdeka 4 Desember 1976 yang 
direproklamasikan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan Acheh Sumatera 
National Liberation Front atau GAM-nya. Komite Persiapan Acheh Merdeka 
Demokratik tidak memiliki garis organisasi langsung dengan GAM. Komite 
Persiapan Acheh Merdeka Demokratik tidak memiliki hubungan politik dan 
perjuangan dengan pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro. 
Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik adalah bukan organisasi atau 
komite yang bersifat dan berstatus meliter baik di Amerika, Australia, 
Swedia, Norwegia, Malaysia, Afrika Selatan ataupun di Acheh. Komite 
Persiapan Acheh Merdeka Demokratik adalah bukan organisasi atau komite yang 
bersifat dan berstatus politik baik di Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, 
Malaysia ataupun Afrika Selatan. Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik 
adalah organisasi atau komite yang tidak mendapat dukungan politik dari 
pemerintah Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, Malaysia dan Afrika 
Selatan. Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik yang berbasis di New York 
dan di Stockholm tidak mendapat dukungan penuh dari seluruh bangsa dan 
rakyat Acheh di Acheh.

Kesimpulan yang dapat diambil dari apa yang diuraikan diatas, yaitu Komite 
Persiapan Acheh Merdeka Demokratik adalah bukan ”kesinambungan dari 
perjuangan Acheh Merdeka yang dinyatakan pada 4 Desember 1976”, melainkan 
satu organisasi atau Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik yang ilegal 
yang tidak diakui baik oleh Pemerintah Amerika, Australia, Swedia, Norwegia, 
Malaysia atau Afrika Selatan.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik
Sekretariat:
New York, United States Tel/Fax. +1 718 337 8843
Stockholm, Scandinavia Tel. + 46 739 756532
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
website: www.freeacheh.info

Pertanyaan-pertanyaan yang sering dialamatkan

1. Apakah tujuan dari komite ini? Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik 
ini diantaranya adalah bertujuan untuk memberitahukan kepada bangsa Acheh 
dan seluruh bangsa di dunia bahwa perjuangan kemerdekaan Acheh masih 
berlanjut, biarpun para elit politik Acheh sedang sibuk dengan persoalan MoU 
Helsinki. Untuk membangkitkan kembali sebagian bangsa Acheh yang sedang 
larut dalam mempertimbangkan perjanjian Helsinki, dan usaha untuk 
mengumpulkan kembali bangsa Acheh yang masih setia terhadap amanah leluhur, 
setia pada proklamasi 1976, dan khususnya kepada Angkatan Acheh Merdeka yang 
masih setia pada sumpahnya untuk mengembalikan kedaulatan bangsa yakni 
merdeka di atas tanah air sendiri. Dalam hal ini, Komite akan menyusun 
agenda dan rencana perjuangan, cara-cara memulai perjuangan kembali, 
memperjuangkan suara rakyat Acheh yang selama ini terbiarkan, mendirikan 
suatu pemerintahan dan majelis yang mengawal tindakan pemerintah, 
menjalankan demokrasi dan hal-hal lain yang diperlukan untuk mencapai tujuan 
perjuangan.

2. Kenapa Komite ini tidak dideklarasikan di Acheh? Ada tiga alasan penting 
kenapa kami tidak melahirkan deklarasi ini di Acheh, diantaranya adalah 
sebagai berikut: Pertama, Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik ini 
adalah bersifat sementara saja yang bertujuan untuk mempersiapkan suatu 
Pemerintahan Acheh Merdeka Demokratik di masa depan. Jadi disebabkan ianya 
bersifat sementara, maka persoalan tempat atau lokasi menjadi tidak begitu 
penting. Kedua, karena keadaan di Acheh sekarang sedang aman dan 
tenang—dalam artian tenang sebelum datangnya badai--, dan agar proses damai 
yang sedang berlangsung tidak terganggu, kami memutuskan untuk mempersiapkan 
pekerjaan besar ini dari luar dulu. Meskipun dalam hal ini kami selalu 
berkonsultasi dengan rekan-rekan kami di Acheh. Ketiga, perkara tekhnis, 
komunikasi, dan keselamatan membuat kami harus memutuskan pendeklarasian 
dari luar.

3. Rakyat Acheh sedang haus akan perdamaian, sedang dapat bernafas sedikit 
lega, kenapa kita ganggu? Ada sebagian pihak yang salah mengerti tentang 
berdirinya Komite ini dan perjuangan Acheh Merdeka Demokratik yang tengah 
kita jalankan. Mereka pikir kami berusaha menghancurkan perdamaian atau 
menggangu proses perdamaian dan pelbagai alasan lainnya. Perlu kami jelaskan 
di sini bahwa semua itu adalah pemahaman yang salah. Suatu gerakan yang 
berasaskan demokrasi adalah tidak menggangu keamanan dan kedamaian. Malah 
ikut membantu usaha-usaha perdamaian di Acheh ke arah yang lebih bersih, 
berjalan baik dan bebas dari aksi penipuan di balik kata damai. Sebab suatu 
usaha, apapun bentuknya, jika dikerjakan dengan tidak jujur, tidak 
transparan dan berbelit, maka hasilnya berbuah penipuan atau akan ada banyak 
pihak yang tertipu. Dengan adanya suatu komite yang kuat dan demokratik, 
kami berharap ianya menjadi suatu pagar tempat berlindung, menjadi suatu 
mimbar tempat di mana rakyat boleh bersuara dan berpikir secara bebas, dan 
menjadi suatu tekanan terhadap penguasa-penguasa yang zalim dan korup baik 
di Acheh maupun Indonesia.

Kami melihat jelas bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam usaha damai di 
Acheh tidak sedikitpun memperdulikan tentang perkara demokrasi dan keadilan. 
Padahal jika kedua perkara ini tidak dapat ditegakkan, maka keadilan yang 
akan datang atas rakyat Acheh di masa depan adalah tetap di bawah telapak 
sepatu TNI/Polri, dan perdamaian yang akan kekal di Acheh adalah damai ala 
Orde Baru dan Demokrasi Terpimpin ala Orde Lama. Adakah kita setuju 
membiarkan Acheh tergadai atasnama aman dan damai? Cukup sudah sejarah Acheh 
di masa lalu, seperti ketika Habib Abdurrahman Az-Zahir yang menggadaikan 
Acheh sewaktu perundingan dengan Belanda di Pulau Pinang. Sesudah 
mendapatkan pelbagai fasiliti dari Belanda, kemudian  dia mengasingkan diri. 
Dari Saudi Arabia dia mengirimkan surat ke pihak Belanda tentang bagaimana 
caranya supaya Acheh dapat aman dan damai. Yaitu dengan memberikan jabatan, 
gelar, dan uang kepada siapa saja yang patut. Itulah obat penenang bagi 
orang Acheh, katanya. Sekarang hal itu sudah terlihat di Acheh. Komite ini 
adalah pagar terakhir rakyat Acheh yang akan menahan dan melawan RI untuk 
tidak melakukan apapun kehendak bejatnya di Acheh dan terhadap bangsa Acheh. 
Menjadi suatu wadah oposisi yang disegani lawan dan dihormati oleh 
masyarakat internasional. Suatu wadah yang Insya Allah akan dapat 
merealisasi tujuan dan cita-cita bangsa Acheh untuk bebas dan merdeka di 
atas tanah leluhurnya.

4. Siapakah pemimpin komite saat  ini? Sistem kepemimpinan dalam Komite ini 
untuk sementara berbentuk collective leadership, yaitu kepemimpinan bersama. 
Di sini tidak ada seorang pemimpin tunggal, tetapi tiap-tiap komisi akan 
dipimpin oleh salah seorang anggota komite, begitu juga dengan sekretariat. 
Semua keputusan penting diambil dengan musyawarah dengan rumusan demokrasi 
di tingkat forum komite yang kami namakan Joint Forum, sedangkan menyangkut 
keputusan yang tidak begitu penting dapat diputuskan oleh masing-masing 
komisi di forum setingkat komisi.

5. Bagaimana sistem pelaksanaan komite ini? Untuk saat ini, komite terdiri 
dari tujuh buah komisi dan sejumlah sub-komisi, sekretariat dengan beberapa 
cabangnya, dan seorang jurubicara.

6. Berapa lama semua anggota yang ada sekarang akan bertugas? Sebetulnya 
semua anggota yang ada sekarang sifatnya bukan permanen dan tidak ditetapkan 
hanya untuk 25 anggota saja. Komite ini akan kita jalankan sampai kita siap 
untuk mendirikan Pemerintahan Acheh Merdeka Demokratik. Oleh karena itu, 
komite ini selalu membuka pintu untuk para calon anggota baru sampai cukup 
korum untuk kita adakan suatu kongres besar. Kesempatan itu akan kita 
gunakan untuk melibatkan semua komponen rakyat Acheh, dalam proses 
mendapatkan legitimasi untuk tujuan tersebut di atas.

7. Kenapa dideklarasikan pada 15hb Januari? Karena yang kita deklarasikan 
adalah Komite Persiapan, bukannya sebuah pemerintahan, juga disebabkan oleh 
terdesaknya waktu, maka kita tidak dapat menyesuaikan dengan haribulan 
bersejarah bagi bangsa Acheh. Namun di masa yang akan datang ketika kita 
hendak mendirikan suatu pemerintahan, adalah penting untuk memilih hari dan 
bulan yang baik dan bersejarah. Adapun demikian, dikarenakan Komite ini kita 
deklarasikan dari kota New York, Amerika Serikat, ini dapat kita hubungkan 
dengan Hari Hak-Hak Masyarakat Sivil (civil rights) yang jatuh pada 
haribulan tersebut dan dikenal sebagai Martin Luther King Day.

8. Kenapa kita tidak dapat menerima hasil MoU Helsinki yang sudah ada? Atas 
dasar apa kita dapat menerima MoU Helsinki? Perjanjian tersebut telah 
menghilangkan lembaga Negara (Wali Negara, Majlis Negara, Dewan Menteri dan 
TNA). Adalah tidak pernah kejadian di dunia ini di mana sebuah perjanjian 
antara dua pihak dapat menghilang konstitusi salah satu pihak, inilah yang 
pertama kali terjadi ketika MoU Helsinki telah dapat menghilangkan lembaga 
Negara dan struktur pemerintahaan sebuah pihak yang mengklaim setingkat 
Negara di dalam perundingan. Begitu hilangnya lembaga dan pemerintahan, 
bermakna Negara atau pemerintahan yang didirikan sudah tiada. Ianya sudah 
tergadai di tangan  para juru runding GAM sendiri.

Kami yang telah memahami isi perjanjian Helsinki tersebut dan membandingkan 
dengan perjuangan bangsa-bangsa lain di dunia, seperti Bouganville, Moro, 
Palestina dan lainnya, jelas kami lihat bahwa apa yang dijanjikan kepada 
Acheh dalam MoU itu adalah sangat rapuh, tidak punya pegangan dan berbagai 
cara dapat ditafsirkan oleh RI. Persis seperti kita lihat kejadian yang 
sedang berlaku saat ini. RI tetap mengatur kita, tentara dan polisi yang 
telah membunuh ayah, ibu, anak dan saudara-saudara kita tetap bebas bergerak 
dan tidak seorangpun yang  diadili. Tiada sebarispun dari MoU tersebut yang 
memaparkan perkara pelaku kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM selama 
30 tahun perang di Acheh akan dibawa ke Mahkamah Internasional. Lebih 
penting lagi adalah dengan menerima MoU (baca: otonomi) bermakna kita sudah 
mengkhianati Proklamasi Acheh Merdeka, Sumpah Acheh Merdeka dan niat suci 
perjuangan kita selaku sebuah bangsa yang hendak merdeka. Jadi logika pihak 
Juru Runding yang berkampanye di Acheh di mana kita akan merdeka tahun 2009, 
dan MoU hanya strategi politik adalah propaganda. Sebab bagaimana 
kemerdekaan dapat dicapai apabila sesuatu yang telah kita dirikan seperti 
lembaga dan konstitusi Negara sebagai dasar perjuangan telah kita hancurkan?

9. Apakah Komite ini mempunyai hubungan dengan Acheh Merdeka yang didirikan 
DR. Hasan Tiro? Sudah tentu ada. Komite ini adalah kesinambungan dari 
perjuangan Acheh Merdeka yang dinyatakan pada 4 Desember 1976. Maka perlu 
kita deklarasikan dan umumkan kembali, sebab ramai yang berpikir bahwa 
perjuangan Acheh Merdeka sudah habis atau tidak ada lagi pihak yang 
melanjutkannya, setelah pihak GAM di bawah pimpinan Malik Mahmud 
menandatangani MoU di Helsinki dan menyerahkan diri kepangkuan RI. Karena 
Acheh Merdeka adalah perjuangan Rakyat Acheh, jadi siapa saja berhak 
melanjutkan perjuangan ini, tidak mesti keluarga Di Tiro saja.

10. Jika perjuangan ini adalah kelanjutan dari AM apakah Komite ini akan 
menggunakan senjata pula seperti GAM? Seperti yang tertulis dalam deklarasi, 
kita akan menggunakan perjuangan politik dan diplomasi melalui hukum 
internasional dengan cara-cara yang demokratik dan aman. Tetapi apabila 
lawan politik kita, Indonesia, tidak memahami aturan, maka kesabaran rakyat 
Acheh yang akan menentukan nantinya. Dalam hukum internasional, bangsa Acheh 
punya hak untuk mempertahankan diri (self-defence), dan itu bukan prioriti 
Komite untuk sekarang ini.

11. Adakah Komite ini berhubungan dengan MP/MB-GAM, PERMAS, ASNA dan 
organisasi rakyat Acheh lainnya? Komite ini adalah suatu wadah baru yang 
berdiri sendiri dan bersifat independen. Pada saat Komite ini kita dirikan, 
kita berharap dan bermaksud untuk menyatukan seluruh kekuatan bangsa Acheh 
dalam rangka melawan pihak musuh dan mengembalikan kedaulatan. Kita tidak 
mempersoalkan aliran dan garis politik anggota-anggota Komite di masa lalu, 
tetapi yang tidak dapat kita terima adalah mereka yang tidak setia kepada 
ideologi perjuangan, pelaku kejahatan atau kriminal dan mereka yang 
melakukan pembunuhan di luar hukum.

12. Bagaimana tentang dukungan internasional terhadap Komite ini? Sesuatu 
wadah yang masih baru tidak langsung mendapat sokongan dari masyarakat 
internasional. Masih banyak hal yang perlu dikerjakan dan dipersiapkan 
sebelum kita mencapai target yang diharapkan. Langkah yang paling penting 
saat ini adalah mencari dukungan dari bangsa Acheh untuk membangkitkan 
kembali perjuangan ini dengan sebaik mungkin. Jangan lagi kita hembuskan 
propaganda kepada rakyat bahwa berpuluh Negara telah mendukung perjuangan 
Acheh Merdeka, apabila perbuatan atau realiti tidak dapat kita buktikan. Hak 
untuk menentukan nasib sendiri bagi setiap bangsa di dunia adalah suatu 
perbuatan yang mulia, baik di segi agama, begitu juga menurut hukum 
internasional. Apabila kita rakyat Acheh punya niat untuk merdeka, maka 
tiada sesiapa yang dapat menghalang maksud tersebut, asalkan kita berdiri di 
atas garis perjuangan. Kita mulakan dengan usaha kita sendiri, selanjutnya 
baru kita dapatkan dukungan dari bangsa-bangsa lain yaitu masyarakat 
internasional.

Deklarasi.

Kepada bangsa kami dan semua bangsa di dunia serta institusi-institusi 
internasional:
Kami yang tergabung dalam Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik dengan 
ini menyatakan bahwa akan tetap meneruskan perjuangan untuk suatu konteks 
demokrasi yang lebih luas dan merata di tanah leluhur kami, Acheh, dengan 
penghormatan terhadap hukum-hukum international.

Diakui bahwasanya terdapat aspek positif dari Perjanjian yang telah ditanda 
tangani oleh Gerakan Acheh Merdeka (GAM) di bawah kepemimpinan Malik Mahmud 
dan perwakilan Indonesia di Helsinki pada 15 Agustus 2005, dan proses 
perdamaian yang sedang berlangsung telah menurunkan tingkat kekerasan di 
Acheh. Akan tetapi pada proses kelahirannya perjanjian tersebut adalah tidak 
memiliki kriteria demokrasi dan keterbukaan.

Meskipun terdapat banyak permintaan dari pelbagai pihak termasuk dari 
masyarakat sivil termasuk anggota GAM sendiri untuk menjadi bagian dari 
proses perundingan dan dibenarkan untuk memberi masukan dalam pembahasan 
kesepakatan tersebut, namun hanya beberapa saja yang terpilih dan 
dilibatkan.

Proses perundingan Helsinki dan hasil kesepakatan tersebut adalah tidak 
memiliki fondasi yang kokoh baik itu secara politik maupun demokrasi, dan 
tidak mempunyai justifikasi secara moral. Oleh sebab itu perjanjian tersebut 
tidak akan mampu bertahan dalam tempo yang lama.

Kami para pejuang setia Acheh Merdeka telah berdiri tegak dan bersatu dalam 
barisan Komite ini untuk: melanjutkan perjuangan kemerdekaan; mengembalikan 
kedaulatan Negara dan Bangsa; mempersiapkan berdirinya suatu pemerintahan 
yang bebas dan demokrat di Acheh; memperjuangkan aspirasi bangsa Acheh yang 
tertindas dan terabaikan. Semua maksud tersebut akan kami jalankan demi 
kebaikan bangsa kami agar dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa maju di 
dunia dalam kontribusinya untuk memperjuangkan perdamaian dunia, hak asasi 
manusia, kemerdekaan, keadilan, dan demokrasi.

Kami percaya bahwa tidak ada suatu alasanpun yang dapat menghalangi 
kelanjutan perjuangan ini. Aspirasi Bangsa Acheh telah jelas tertulis dalam 
Proklamasi Acheh Merdeka 4 Desember 1976, dan terpahat dalam setiap jiwa 
bangsa Acheh, khususnya mereka yang telah berjuang tak kenal lelah untuk 
mencapai cita-cita tersebut.

Dengan ini kami memanggil semua bangsa Acheh di mana pun berada agar bangkit 
bersama dalam suatu barisan untuk merebut kembali kedaulatan serta marwah 
bangsa dan Negara Acheh. Dalam rangka menyusun kembali perjuangan besar yang 
kita warisi ini, telah kita dirikan Komite Persiapan Acheh Merdehka 
Demokratik yang akan mengambil langkah-langkah penting dalam meraih maksud 
tersebut.

New York, 15 January 2006
Komite Persiapan Acheh Merdehka Demokratik

Affan Madjid (Acheh, Pereulak)
Aiman Zulkarnaen (Acheh)
Amir Tereusep  (Acheh Rayek)
Amirul Mu'minin Nya' Tjut Ali (Acheh)
Arifin Amin Syech (Australia)
Asnawi Ali (Sweden)
Eddy L. Suheri (United States)
Fuadi Azmi (South Africa)
Ghazali Abdul Hamid (Malaysia)
Guree Rahman Ismail (Sweden)
Hafizzul Majid (Acheh)
Hanafiah Ahmad (Norway)
Hasan Kumbang (Acheh)
Ibnu Hasan Abdullah (Acheh)
Ichlas Ramadhan (United States)
Inong Zhahir Ramadhani (Acheh)
Ishak Beulama (Acheh, Mereuhom Daya)
Jaffaniel Alamsyah (Acheh)
Khusairi Ismail (Acheh)
Mustafa Krueng (United States)
Syahbuddin Rauf (Sweden)
Syuhada Linge (Acheh, Linge)
Tgk. Lahmuddin Pang Teh (Malaysia)
Yusuf Daud (Sweden)
----------




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke