http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 12 Agustus 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


MEMANG NEGARA RI ADALAH BERDIRI DIATAS MITOS BUATAN SOEKARNO CS.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


KALAU DITELUSURI SAMPAI KEDASAR, MAKA AKAN DITEMUKAN BAHWA BERDASARKAN 
FAKTA, BUKTI, SEJARAH DAN HUKUM NEGARA RI BERDIRI DIATAS MITOS BUATAN 
SOEKARNO CS.

“Setelah saya tahu pak Ahmad orang Sunda, saya menjadi panasaran untuk 
menanyakan hal-hal penting dalam tulisan yang Bapak buat dibawah ini. 1. 
Penyelenggaran PDRI hanya dari 19 Desember 1948 s/d 13 Juli 1949 dan 
penyelenggaran pemerintahan di Sumatera Barat bukan di Aceh ? Apakah Bapak 
sependapat dengan itu ? (jawabannya cuma dua ya atau tidak). 2. Syafruddin 
berada di Aceh sebagai Wakil Perdana Menteri Negara Republik Indonesia ? 
(ya/atau tidak). 3. Delegasi Republik Indonesia ke KMB yang dipimpin oleh 
Bapak Hatta atas Nama NKRI (ya/tidak). 4. Belanda Berunding secara defacto 
dengan NKRI dan yang lainnya adalah negara kecil dibawah Uni Belanda (Negara 
Boneka Belanda/negara ciptaan Belanda diatas kertas/negara tanpa portfolio)) 
(ya/tidak). 5. Jika Bapak dekat dengan Pak Hasan Tiro, tentunya pasti dapat 
menjawab pertanyaan ini yaitu Pak Hasan Tiro pernah bekerja sebagai Pegawai 
NKRI dan menjadi staf Syafruddin dengan Pimpinannya Bapak Batangtaris. 
Selebihnya terserah pendapat dari masing-masing peserta mimbar bebas apakah 
Pak Ahmad ini berbicara dengan facta sejarah yang otentik atau membuat 
sejarah dengan versi Pak Ahmad.” (Rasjid Prawiranegara,  [EMAIL PROTECTED] ,  
11 augusti 2006 23:17:13)

Terimakasih saudara Rasjid Prawiranegara di Jakarta, Indonesia.

Setelah membaca lima pertanyaan yang disampaikan oleh saudara Rasjid 
Prawiranegara  diatas, sebenarnya jawabannya sudah ditampilkan dalam 
tulisan-tulisan sebelum ini. Dan tentu saja jawabannya tidak akan berobah.

Mengenai jawaban untuk pertanyaan apakah penyelenggaran PDRI hanya dari 19 
Desember 1948 s/d 13 Juli 1949 dan penyelenggaran pemerintahan di Sumatera 
Barat bukan di Aceh ?

Jawabannya adalah penyelenggaran PDRI hanya dari 19 Desember 1948 s/d 13 
Juli 1949 adalah benar sedangkan penyelenggaran pemerintahan di Sumatera 
Barat bukan di Aceh adalah tidak benar. Karena didasarkan pada dasar hukum 
Resolusi PBB No.67(1949) 28 January 1949.

Seterusnya, pertanyaan apakah  Syafruddin berada di Acheh sebagai Wakil 
Perdana Menteri Negara Republik Indonesia ?

Jawabannya adalah tidak benar. Karena sejak 14 Desember 1949 negara RI telah 
menjadi salah satu dari 16 Negara Bagian Republik Indonesia Serikat (RIS). 
Jadi negara RI bukan satu negara yang berdaulat dan berdiri sendiri. Wilayah 
kekuasaan Negara Bagian RI adalah di Yogyakarta dan daerah sekitarnya 
menurut Perjanjian Renville 17 Januari 1948 sebagaimana yang diakui oleh PBB 
dalam Resolusi PBB No.67(1949) 28 January 1949.

Selanjutnya, pertanyaan apakah delegasi Republik Indonesia ke KMB yang 
dipimpin oleh Bapak Hatta atas Nama NKRI ?

Jawabannya tidak. Karena Mohammad Hatta memimpin delegasi negara RI, bukan 
NKRI. NKRI baru dijelmakan pada tanggal 15 Agustus 1950 diatas puing-puing 
15 Negara Bagian RIS.

Kemudian lagi, pertanyaan apakah Belanda berunding secara defacto dengan 
NKRI dan yang lainnya adalah negara kecil dibawah Uni Belanda (Negara Boneka 
Belanda/negara ciptaan Belanda diatas kertas/negara tanpa portfolio) ?

Jawabannya, tidak. Karena Belanda berunding dengan negara RI yang diakui 
secara politis. Adapun 15 Negara dan Daerah yang telah berdiri sendiri dan 
diakui Belanda yang pada tanggal 14 Desember 1949 membentuk Negara Republik 
Indonesia Serikat. Jadi 15 Negara dan Daerah yang telah berdiri sendiri 
tersebut adalah bukan negara boneka Belanda. Istilah negara boneka adalah 
hanya sekedar propaganda Soekarno dari RI. Sebab akhirnya RI juga masuk 
menjadi negara Bagian RIS. Dan tentu saja RI tidak disebut dengan negara 
boneka Belanda.

Terakhir, pertanyaan apakah Pak Hasan Tiro pernah bekerja sebagai Pegawai 
NKRI dan menjadi staf Syafruddin dengan Pimpinannya Bapak Batangtaris ?

Jawabannya adalah tidak benar. Sebab pada tahun 1949, ketika Teungku Hasan 
Muhammad di Tiro menginjak usia 19 tahun pindah ke Yogyakarta untuk belajar 
di Universitas Islam Indonesia jurusan hukum. Setahun kemudian, tahun 1950 
Teungku Hasan Muhammad di Tiro meninggalkan RI menuju Amerika untuk belajar 
di Universitas Columbia. Tetapi, benar sambil kuliah Teungku Hasan Muhammad 
di Tiro bekerja di Dinas Penerangan Delegasi Indonesia di Perserikatan 
Bangsa-Bangsa (PBB) hingga September 1954.

Dalam jangka waktu kurang dari 4 tahun di Amerika, Teungku Hasan Muhammad di 
Tiro telah berkembang pikirannya seperti terlibat dalam perjuangan 
pembebasan rakyat Acheh dibawah NII Pimpinan Teungku Muhammad Daud Beureueh, 
rakyat Jawa Barat dengan NII dibawah Imam Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, 
rakyat di Sulawesi Selatan dibawah Abdul Kahar Muzakar dan Kaso A. Ghani, 
rakyat daerah Kalimantan Selatan dibawah Ibnu Hajar.

Terbukti, Ketika Teungku Muhammad Daud Beureueh memaklumatkan Negara Islam 
Indonesia, pada 20 September 1953, dimana Kabinet NKRI dipegang oleh Kabinet 
Ali-Wongso dengan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo (PNI) dan Wakil Perdana 
Menteri Wongsonegoro (Partai Indonesia Raya) yang dilantik pada bulan 
Agustus 1953 menggantikan Kabinet Wilopo dengan Perdana Menteri Wilopo yang 
dilantik pada tanggal 3 April 1952 dan jatuh pada tanggal 3 Juni 1953 yang 
menggantikan Kabinet Soekiman. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, 
Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 65, 73). Ternyata Kabinet Ali-Wongso makin 
gencar menghancurkan gerakan NII Teungku Muhammad Daud Beureueh ini.

Kemudian, Teungku Hasan Muhammad di Tiro, yang pikirannya telah berkembang 
makin luas dan dalam mengenai perjuangan rakyat Acheh, Sulawesi Selatan, 
Jawa Barat, dan Kalimatan Selatan, ketika mendengar Kabinet Ali-Wongso makin 
gencar menghancurkan gerakan perjuangan rakyat Aceh, Sulawesi Selatan, Jawa 
Barat, dan Kalimatan Selatan itu, maka Teungku Hasan Muhammad di Tiro 
mengirimkan surat kecaman kepada Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo (PNI) 
atas tindakan penghancuran terhadap pihak rakyat rakyat Aceh, Sulawesi 
Selatan, Jawa Barat, dan Kalimatan Selatan.

Nah, akibat Teungku Hasan Muhammad di Tiro menentang kebijaksanaan politik 
Kabinet Ali-Wongso itulah, paspor milik Teungku Hasan Muhammad di Tiro 
dicabutnya.

Terakhir, itulah jawaban yang didasarkan pada fakta, bukti, sejarah dan 
hukum atas lima pertanyaan yang disampaikan oleh saudara Rasjid 
Prawiranegara.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

From:  Rasjid Prawiranegara [EMAIL PROTECTED]
Date: 11 augusti 2006 23:17:13
To:  "Ahmad Sudirman" <[EMAIL PROTECTED]>, <[email protected]>, 
<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, 
<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, 
<[email protected]>, <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED]
CC: <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: PERATURAN WAKIL PM PPP NO.8/DES/WKPM 17 DESEMBER 1949 ADALAH 
SUATU PENIPUAN....

Assalamu'alaikum wr wbr.

Setelah saya tahu pak Ahmad orang Sunda, saya menjadi panasaran untuk 
menanyakan hal-hal penting dalam tulisan yang Bapak buat dibawa ini

1.Penyelenggaran PDRI hanya dari 19 Desember 1948 s/d 13 Juli 1949 dan 
penyelenggaran pemerintahan di Sumatera Barat bukan di Aceh ? Apakah Bapak 
sependapat dengan itu ? (jawabannya cuma dua ya atau tidak).

2.Syafruddin berada di Aceh sebagai Wakil Perdana Menteri Negara Republik 
Indonesia ? (ya/atau tidak)

3.Delegasi Republik Indonesia ke KMB yang dipimpin oleh Bapak Hatta atas 
Nama NKRI (ya/tidak)

4.Belanda Berunding secara defacto dengan NKRI dan yang lainnya adalah 
negara kecil dibawah Uni Belanda (Negara Boneka Belanda/negara ciptaan 
Belanda diatas kertas/negara tanpa portfolio)) (ya/tidak)

5.Jika Bapak dekat dengan Pak Hasan Tiro, tentunya pasti dapat menjawab 
pertanyaan ini yaitu Pak Hasan Tiro pernah bekerja sebagai Pegawai NKRI dan 
menjadi staf Syafruddin dengan Pimpinannya Bapak Batangtaris. Selebihnya 
terserah pendapat dari masing-masing peserta mimbar bebas apakah Pak Ahmad 
ini berbicara dengan facta sejarah yang otentik atau membuat sejarah dengan 
versi Pak Ahmad.

Wassalam

Rasyid Prawiranegara

[EMAIL PROTECTED]
Jakarta, Indonesia
----------




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke