Kansudah duluan kami katakan bahwa BRR itu merupakan perpanjangan tangan penjajah di Acheh - Sumatra. Alhamdulillah kami masih mampu melihat kedhaliman mereka sementara di milis Achehkita sepertinya main-main dalam mengkritisi BBR itu dan kadang - kadang terkesan macam orang sedang "meuchat", he he he.
alqbr,-
Mr Murizal <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
Mr Murizal <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
Indikasi Penyimpangan Puluhan Miliar di BRR Kompas
Sabtu, 26 Agustus, 2006
Total Nilai Pekerjaan Capai Rp 23,96 Miliar
Jakarta: Kinerja Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias disorot Indonesia Corruption Watch. Hasil investigasi ICW menemukan indikasi penyimpangan dan korupsi dalam lima bidang pekerjaan BRR dengan nilai total proyek mencapai Rp 23,96 miliar.
Informasi tersebut disampaikan Asisten Program Monitoring Aceh ICW-Komisi Darurat Kemanusiaan Firdaus Ilyas hari Jumat (25/8).
Proyek yang terindikasi disimpangkan dan dikorup itu, adalah, soal pencetakan buku, penyusunan pembangunan wilayah, pemusnahan obat kedaluwarsa, pengadaan inventaris kantor, dan penunjukan konsultan media.
Menurut Firdaus, konflik kepentingan terjadi karena sejumlah rekanan yang mendapatkan pekerjaan masih punya keterkaitan dengan petinggi BRR. Kepala BRR Kuntoro Mangkusubroto masih tercatat sebagai komisaris independen di Holcim sejak 11 Desember 2001. Sementara penunjukan PT Wastuwidyawan sangat dipertanyakan karena pemiliknya ternyata Deputi Perumahan BRR Andi Siswanto. Penunjukan PT Emerson Asia Pacific dan Semar Kembar Sakti ditengarai juga karena kedekatan pemiliknya dengan para petinggi BRR yang juga pengurus Masyarakat Transparansi Indonesia.
Adapun indikasi korupsi dalam pencetakan buku terlihat dari harga yang terlalu mahal dan adanya prosedur yang disalahi karena tak lewat tender terbuka. Bahkan ICW menemukan ada perusahaan rekanan pencetakan yang ditengarai sekadar pemburu rente. "Ada indikasi perusahaan bodong, masak perusahaan penyalur air minum galon yang ditunjuk?" kata Firdaus.
Juru bicara BRR T Mirza Keumala yang dikonfirmasi Jumat malam menyatakan terima kasih atas masukan yang disampaikan ICW. Semua masukan akan dijadikan bahan penelitian lebih mendalam. Khusus untuk pengadaan buku, misalnya, Mirza mengaku tidak bisa berkomentar lebih lanjut karena kasusnya memang sudah masuk dalam proses hukum. Hanya saja, Mirza menekankan bahwa BRR tetap teguh pada semangatnya untuk bekerja penuh integritas.
Mengenai penunjukan rekanan, Mirza menyebutkan bahwa BRR punya penilaian mendasar. Pemilihan rekanan dan pengerjaan proyek juga tidak bisa semata-mata dikesankan karena BRR ingin mengejar target daya serap anggaran. (dik)
--------------------- --------- ---
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.
[Non-text portions of this message have been removed]
__._,_.___
Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Asia business | Asia | Region mortgage company |
| Regions mortgage inc | Regions mortgage |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Lantak" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
