HANYA INDINDONESIA YANG SELALU MELAKUKAN KORUPSI DI BERBAGAI BIDANG TERMASUK BANTUAN JALAN YANG DIBERIKAN OLEH BANK DUNIA TERPAKSA DITARIK BALIK KARENA PEMERINTAH INDONESIA MELAKUKAN KORUPSI,600 JUTA TELAH DIKURAS OLEH MENTERI PU,APAKAH DI ACEH MAMPU MEMBANGUN ACEH TANPA KORUPSI SELAGI ADANYA INDONESIA YANG DIPERINTAH OLEH SONTOLOYO JAWA JAKARTA,SAMPAI DUNIA KIAMAT PUN  TIDAK MUNGKIN BISA MEMBANGUN TANPA KORUPSI,KARENA KORUPSI SUDAH MENDARAH DAGING BAGI INDONESIA TERMASUK ORANG ACEH YANG BERDARAH JAWA YANG DOYAN KORUPSI,BUKAN?
Membangun Aceh Tanpa Korupsi?
EMPAT kata yang menarik perhatian: Membangun Aceh Tanpa Korupsi. Itu dicanangkan di Banda Aceh lima hari lalu dalam suatu acara yang tergolong penuh arti. Sebab hadir dua figur yang menangani masalah korupsi yakni Jaksa Agung Abdurrahman Saleh dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Taufiequrahman Ruki. Empat kata itu sangat menarik perhatian karena pemilihan kata yang enak didengar, mudah diucapkan dan menjadi dambaan banyak pihak. Tetapi, apakah mampu diimplementasikan? Ini sebuah pertanyaan yang lahir bukan dari pihak-pihak yang terkait dengan penanganan korupsi tetapi justru dari masyarakat. Mengapa?
Saat ini, ada sejumlah Undang Undang, ada pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), ada peraturan, ada ketentuan, ada Surat Edaran dan macam-macam lagi, yang semuanya untuk memberantas korupsi atau dapat digunakan untuk penanganan kasus yang diduga terindikasi korupsi. Tetapi dalam kenyataan bagaimana? Terus terang, dengan jiwa besar harus diakui, hanya satu-dua kasus yang sampai ke sidang pengadilan. Selebihnya, hanya diproses dua-tiga kali, lalu seolah-olah terpendam dalam laci sebelum tiba di pengadilan. Bahkan lebih ironis, pelaku yang sudah menjadi rahasia umum dan dinyatakan tersangka oleh instansi berwajib, bagai tidak tersentuh hukum.
Hal yang menyedihkan lagi, perlindungan hukum terhadap pelapor mengenai kasus yang terindikasi penyimpangan uang negara atau korupsi. Justru pelapor atau saksi-saksi itu yang bolak-balik dipanggil untuk dimintai keterangan. Perlindungan terhadap saksi-saksi/pelapor sangat memprihatinkan. Akibatnya, sebagian besar dari mereka lebih memilih diam daripada melapor kasus itu kepada pihak berwajib. Ini diketahui pemerintah. Tetapi mengapa seolah-olah dibiarkan? Jujur saja, sejumlah kasus diketahui karena ada surat kaleng yang diproses sebagai informasi awal. Kadangkala surat kaleng dianggap sebagai laporan yang akurat dan pesakitan menjadi sasaran pemeriksaan, padahal sebagian surat kaleng adalah fitnah sesuai dengan sebutannya, surat kaleng. Info lain dari berita media massa. Ini juga dijadikan informasi awal untuk pemanggilan seseorang. Tetapi, sudahkah aparat bekerja secara profesional?
Khusus kondisi di Aceh, semua orang sudah tahu. Pemberitaan media dalam enam bulan terakhir begitu gencar dengan sorotan pada penyimpangan dana, adanya korupsi dan pembangunan perumahan yang amburadul serta raibnya uang jatah hidup pengungsi. Berulangkali media mengungkapkan kasus-kasus dengan indikator terjadinya korupsi. Tetapi apa yang terjadi? Justru yang muncul bantahan, pelurusan berita. Penjelasan antar instansi yang bagai saling menutupi. Nah, sekarang dicanangkan “Membangun Aceh Tanpa Korupsi”. Apa benar akan begitu atau hanya hiasan bibir (lips service) belaka? Atau, pencanangan itu memang dengan konsep yang jitu?
Adalah hal yang sangat menggembirakan, kalau yang dicanangkan tersebut merupakan hasil kesepakatan antar departemen/lembaga penegak hukum yang telah matang dengan berbagai langkah dan konsistensi. Artinya, konsep untuk membangun Aceh dengan menendang tiap langkah penyimpangan. Apakah ada keberanian dalam hal ini? Keberanian dalam arti sesungguhnya, yakni siapa pun yang coba-coba menilep dana, barang atau apapun bentuknya, langsung ditindak. Jangan jika terkena pada anggota instansi/lembaga tertentu, langsung dilakukan upaya menutupi dengan berbagai dalih. Sepanjang tiada keberanian dan tiada konsep yang jelas tentang apa arti Membangun Aceh Tanpa Korupsi, agaknya tiada berlebihan jika dikatakan, pencanangan tersebut tidak lebih hanya berupa wacana semata?
Sikap pesimis ini mungkin tidak disetujui sementara orang. Namun jika kita dengan jujur melihat apa yang sekarang terjadi di Aceh, agaknya untuk optimis, masih merupakan sebuah impian. Begitupun, boleh saja semua pihak berbuat yang terbaik, sebagai upaya walau harus dengan kerja keras. Mari kita lihat, bagaimana nasib pencanangan “Membangun Aceh Tanpa Korupsi”. Kita boleh berharap. Tetapi kenyataannya adalah fakta yang sukar untuk ditipu. Masyarakat Aceh sudah kritis, mereka tidak ingin dibohongi lagi. ****


All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. __._,_.___

Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
Dvd region free Region free dvd All regions dvd player
Regions mortgage Region free dvd player


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke