DEMOKRASI
Oleh: jaffaniel.alamsyah
http://freeacheh.info/A/
Pemerintah pusat Indonesia memberikan janji-janji kemudahan bagi suatu propinsi yang ada didaerah nusantara Indonesia apabila pemerintah sudah tidak sanggup lagi membendung atas desakan dan perlawanan yang keras dari rakyat setempat. Ketidak iklasan pemerintah pusat menjawab apa yang dituntut rakyat didaerah Acheh tergambar dari beberpa kegagalan atas pembentukan otonomi mulai dari pemberlakuan Daerah Istimewa di zaman Tgk.Daud Bereueh hingga ke UU No.8 2001 tentang otonomi khusus.
Statement MUO yang sudah ditanda tangani antara kedua belah pihak yang bertikai yang berlangsung di Helsinki merupakan suatu pernyataan persetujuan yang semestinya tidak ada lagi kendala ⠓ kendala untuk diiplementasikan dilapangan. Artinya kedua belah pihak yang bertikai seharusnya tidak ada salah satu yang merasa lebih diatas atau merasa dirinya mempunyai hak yang lebih besar dari pada lawan nya.
Kenyataan yang kita perhatikan dalam implimetasinya di lapangan , ketidak iklasan RI masih sangat jelas terlihat,sehinnga rakyat masih harus menjerit-jerit agar supaya RUU PA yang sudah dirumuskan sepihak oleh pemerintah pusat RI harus menggambarkan semangat MOU Helsinki. Butir ⠓ butir MOU yang tergambar dalam RUU PA yang dihasilakan berdasarkan godoan pemerintah RI dengan parlemen nya adalah gambaran ketidak iklasan dan ketakutan mereka atas kehilangan hak ⠓ hak pusat untuk mengatur Acheh. Jadi dalam hal ini keyakinan saya atas keberhasilan RUU PA sama sekali tak beralasan.
Sejumlah pasal yang ada didalam undang-undang tersebut sama sekali tidak mencerminkan kesepakatan yang dicapai di Helsinki. Di antaranya soal pembagian kewenangan antara pemerintahan Aceh dan Pusat. Pemerintah pusat tidak serius dalam melepaskan kewenangannya di Aceh. Padahal, MoU jelas-jelas menyebutkan bahwa kewenangan Pusat di Aceh hanya pada enam poin saja, di antaranya pertahanan luar, kebijakan luar negeri, dan agama. Tapi, dalam MoU Pusat ada kewenangan lain, seperti masalah Pusat bisa mengurus pemerintahan yang bersifat nasional di Aceh. Ini tidak jelas, selain soal kewenangan juga soal pengadilan HAM yang tidak berlaku surut, kejahatan sipil yang dilakukan militer yang tidak diadili di pengadilan sipil, dan perimbangan keuangan antara pemerintah dan Aceh yang dinilai terlalu timpang. Tugas-tugas TNI juga menjadi tidak jelas dalam UU Pemerintahan Aceh. Padahal dalam MoU jelas bahwa TNI bertugas untuk pertahanan luar. Banyak substansi krusial yang menjadi roh RUU PA yang bertentangan dengan MoU Helsinki. Malah, ibarat mundur dari UU 18/2001 tentang Otonomi Khusus.
Sejak awal saat ada berita bahwasanya akan ada MOU antara GAM dengan RI saya sudah menduga akan ada kekeliruan yang sangat besar dari pihak GAM. seandainya MUO tersebut disetujui . Karena jauh hari kita semua sudah tahu kalau RI sudah berulang kali menyatakan yang mana mereka tidak pernah ada toleransi sedikitpun kalau tuntutan merdeka yang menjadi tujuan akhir dari GAM. Semestinya Profesionalisme GAM dalam bermain politik sangat di tuntut, kepekaannya untuk menjawab segala tantangan dan masalah adalah mutlak di pertahankan. Sebagaimana dengan pandangan pihak Indonesia yang masih terdapat keraguan kalau kalau pemerintahan sendiri Aceh akan mendatang kerugian bagi Indonesia.Mereka merasa kebebasan rakyat Aceh memiliki pemerintahan sendiri merupakan bagian dari strategi GAM memisahkan Aceh dari Indonesia. Jadi Self Government yang sudah disetujui bersama antara kedua belah pihak yang bertikai akan berujung dengan kegagalan.
Trik-trik politik semakin jelas dan nyata dimainkan oleh RI di Acheh sebagaimana yang dinyatakan oleh salah seorang kaki tangan nya yang berdomilisi di Acheh menyatakan "UU PA itu harapan masyarakat Aceh. 99,9 persen aspirasi mereka sudah tertampung dalam undang undang itu. Cuma memang ada teman teman GAM yang berharap agar kewenangan daerah lebih besar lagi seperti pengelolaan sumber daya alam. Namun undang undang menentukan sumber daya alam dikelola bersama oleh pemerintah daerah dan pusat. Mengenai partai local akan diperkenalkan pada tahun 2007 dan partai itu harus ikut pemilu nasional ditahun 2009. Mengenai pilkada pada bulan Desember, ada dua jalan yang bisa ditempuh petinggi GAM. Jalur pertama adalah menjadi calon independent atau menjadi wakil salah satu partai politik."
RI masih saja beranggapan bahwa Acheh tersebut masih harus mereka atur sekalipun tidak berdasarkan butir ⠓ butir MOU Helsinki. Sementara pihak GAM sendiri masih agak berat unuk menjawab semua tantangan RI dilapangan. dalam keberpura-puraannya memutar balik butir-butir MOU. Kalaupun seandainya di Acheh harus adanya pilkada, kenapa sistim politiknya tidak berurutan. Seharusnya pihak GAM dituntut sedikit lebih bijak dan teliti untuk mengkritisi lawan politilknya. Tidak pernah ada Pilkada kalau tahap RUU PA tidak sesuai dengan butir-butir perjanjian MOU Helsinki. Terjadinya lompatan tahap dari RUU PA ke pilkada adalah suatu kerancuan politik yang harus betul-betul di selesaikan terlebih dahulu. Sebelum menuju ke tahab berikutnya.
Tapi yang harus digaris bawahi.seharusnya bangsa Acheh tidak perlu lagi merengek-rengek mengemis-ngemis pada pemerintah RI agar harus begini dan begitu! Karena dalam hal ini kepiawan GAM lah yang menentukan semuanya sesudah MOU ditandatangani bersama. Pemerintah Indonesia seharusnya tidak boleh merasa lebih penting dari GAM. Tapi kenapa kenyataannya dilapangan begitu..? jawaban nya Sistem perang urat syaraf yang dimainkan oleh GAM akhir-akhir ini adalah bukti kelemahan GAM. Apakah kelemahan itu disadari ataupun tidak akan menuai kefatalan yang sangat buruk bagi rakyat Acheh kalau kiranya GAM tidak bijak dan cepat bertindak dalam menjawab segala tantangan. Belum lagi terdapatnya dua kubu GAM dalam mejagokan calon gubernur Acheh. Kritikan demi kritikan dari masyarakat Aceh agar supaya merefisi kembali apa yang sudah terjadi di tubuh GAM agar supaya rakyat tidak bingung nantinya dalam menentukan sikapnya. Response yang dingin oleh pihak GAM merupkan pukulan yang sangat berat bagi rakyat. Seakan-akan pupus sudah hasrat untuk merdeka. Kekecewaan rakyat dan putus harapanya rakyat semestinya tidak terjadi kalau seandainya GAM agak lebih bijak dalam menjalankan politik urat saraf menurut mereka.
Nampak-nampaknya pihak pemerintah RI semakin lega dan semakin terbuka peluang untuk menggagalkan niat GAM menuju ke kemerdekaan Acheh. Perpecahan dan dukungan rakyat Acheh ke GAM sudah ternodai dengan adanya kesilapan yang kalau tidak diantisipasi secepatnya akan berdampak sangat negative bagi rakyat Acheh itu sendiri.
Wahai rakan-rakan yang masih cinta kepada kemerdekaan Acheh, mari kita sama-sama singsingkan lengan baju. Jangan hanya menonton menanti apa yang akan terjadi. Karena kegagalan sudah berada diambang pintu. kalau tidak penjajahan akan lebih merajalela di tanah Acheh yang sangat kita cintai bersama.
============================================================================
Genocide in Liberia

Former Liberian president Charles Taylor, April 2006, has flown from Freetown to the Netherlands where he will stand trial for war crimes (AFP/File)
 
 



Geonocide in Bosnia
Trial of Slobodan Milosevic in Den Haag
_____________

Salah saboh cell teumpat tinggai Charles Taylor dan Milosovic di den Haag. (Ho ka urg tjarong2 dan njang haraih2 droë peumimpin Atjèh atji ba SBY, Wiranto, dll keunoe uléh seubab peuë njang djipeulaku ateuëh bgs atjèh silama 30 thôn)
Genocide in Acheh
 
Penjahat2 Prang di bekas Jugoslavia, Afrika Barat, Burundi-Rwanda telah dibawa ke Mahkamah International. Bagaimana dengan "Algojo2" Indonesia ???

Wiranto Cs

Susilo Cs
 
 
     

A mass grave has been unearthed
"The darkest chapter in Indonesia's history" Grim evidence of the army's campaign against separatism in Aceh is only now being uncovered. Only now can the real grieving begin. The BBC's Jonathan Head
:



A family returns to its burned-out house by Indonesian military
 

Indonesian troops shot dead up to 60 people and wounded 10 last Friday in two villages in Beutong Ateuh of West Aceh. And the bodies were thrown into an abandoned well


Investigators have found a number of mass graves in Acheh committed by the Indonesian regime


       
       

"BEUGI KEUTURÔNAN ATJÈH, HUDÉP ATEUËH RHUËNG DÔNJA NJOË KON ASAI NA HUDÉP MANTONG; GEUTANJOË LEUBÈH DJROH MATÉ NIBAK HUDÉP HINA DIMIJUB PEURINTAH BANSA GOB! WN
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

Massacred in KNPI Lhokseumawe, 60 civilians were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces


Massacred in Simpang KKA, 250 villagers were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces


The Victims tortures before they kills


KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

Local police chief Said Huseini said three "separatist rebels" were shot dead Saturday on the outskirts of the provincial capital Banda Aceh. A civilian was killed in the crossfire, he said.


MASYARAKAT ACEH BERBARING DI TANAH PADA SAAT TNI AD MELEPASKAN TEMBAKAN PERINGATAN PADA RIBUAN PENGUNJUK RASA DI LHOKSEUMAWE, PROPINSI ACEH 21 APRIL 1999. DUA ORANG PENDUDUK TEWAS SETELAH POLISSI DAN TENTARA MEMBUBARKAN UNJUK RASA RIBUAN PELAJAR SEKOLAH YANG MEMINTA DILEPASKANNYA 300 ORANG PELAJAR YANG TERTANGKAP SAAT UNJUK RASA MENDUKUNG KEMERDEKAAN ACEH BEBERAPA HARI SEBELUMNYA. (en/str: REUTERS)


Seorang ibu menangis setelah anak kandungnya dibunuh
secara sangat kejam dan keji oleh babi jawa


Seorang anak dan ibunya kembali kerumah yang baru saja dibakar oleh anjing jawa

Setelah dibunuh Anjing TNI menyuruh masyarakat kampung untuk mengambilnya


KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh, Kamis, 9 Augustus 2001, Avdelning 4, PT Bumi Flora, Desa Alue Rambôt, Kec. Bandar Alam Aceh Timur









Just In One Day, Over 100 Unarmed Achehnese Civilianswere Unlawfully Killed by TNI

KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

Men in Aceh are questioned by
Indonesian soldiers

KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


BABI-BABI JAWA MENGADAKAN PEMERIKSAN KEPADA SETIAP KENDARAAN YANG AKAN MENUJU KOTA BANDA ACEH TEMPAT DI ADAKANNYA SIDANG RAYA RAKYAT ACEH UNTUK KEDAMAIAN, 10 NOVEMBER 2000. TINDAKAN KERAS APARAT KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MENGHADIRI SIDANG ITU MENGAKIBATKAN BELASAN ORANG MENINGGAL DUNIA. (AP Photo/Ismael)


Seorang student berdiri didepan rumah sekolahnya yang baru saja dibakar hangus oleh anjing-anjing TNI

Salah seorang masyarakat biasa yg
dibunuh secara begitu keji dan kejam oleh babi dan anjing jawa-TNI di Kecamatan Nilam, Aceh Utara


Press Release

To News Editors
July 21, 1999
For Immediate Release
ACEH REBEL LEADER CALLS INDONESIAN RULE ABSURD
In a rare interview from his exile in Sweden, the leader of the movement fighting for independence in Indonesia's northernmost province of Aceh, Hasan di Tiro, says Indonesia has no right to govern Aceh. The exclusive interview with the FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW appears in its July 29 issue, published Thursday, July 22.
The uncompromising di Tiro calls Indonesia another name for the Dutch East Indies with new rulers, Javanese instead of Dutch. Di Tiro, who declared Aceh's independence in 1976 but fled to Sweden three years later, dismisses Indonesia's new autonomy legislation as irrelevant. The notion of Indonesia is absurd, he says. He also ridicules the Bahasa Indonesia language as "pidgin Malay" and calls the Javanese "barbaric and uncivilized."
Di Tiro puts the overall strength of separatist forces operating in Aceh at around 5,000. Asked what sort of message would he send to a new Indonesian government, perhaps one headed by Megawati Sukarnoputri whose party won the largest number of votes in June's parliamentary elections, Di Tiro says: "No message. They're all the same. Uneducated fools."
The REVIEW obtained the interview amid mounting concern that Aceh may be posing a serious challenge to Indonesian unity. The REVIEW reports Indonesian military concerns that outside support makes Aceh's rebels much more dangerous than the ragtag, poorly armed independence fighters of East Timor and Irian Jaya.
Two battalions of troops--backed by 1,700 paramilitary police from Jakarta--have renewed operations in Aceh response to a wave of ambushes, assassinations and arson attacks in recent weeks. In one of the worst incidents so far, guerrillas killed five soldiers and wounded 20 in a July 19 ambush on a military convoy. More than 70,000 refugees have scattered across Aceh.

For further information, please contact:
Michael Vatikiotis
Far Eastern Economic Review
Tel 852 2508 4420
Fax 852 2503 1530

The death of the charismatic Syafii, 54, his wife Fatimah alias Aisyah and five bodyguards were killed in the head and chest on Tuesday during fierce battle. Indonesia accused of treachery over Syafii's killing. (AT)

The remains of great and charismatic Abdullah Syafei (L), 54, his wife Fatimah alias Aisyah (R) were taken to their house after verification of identities by his brother Zakaria at Sigli hospital on 24 January 2002. Abdullah Syafei was the Free Acheh Movement (GAM)' s War Commander who was killed by Indonesian troops on 22 January. GAM has accused Indonesian military of treachery over Syafii's killing. (AT)


 

Almarhum Sjahid Jafar Siddiq Hamzah, murdered by Indonesian regime

"KEBIADABAN KAFIR indonesia jawa tidak akan kita maafkan oleh kita Bangsa Aceh.
Lihat dalam foto, bagaimana kafir laknat penjajah indonesia jawa membunuh anak2 Bangsa Aceh di depan ibu2 mereka yang telah tua. Kemudian kafir laknat indonesia jawa itu telah mengikat tangan2 ibu mereka.....Demi Allah, kita Bangsa Aceh wajib terus memerangi kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila. KITA BANGSA ACEH JANGAN SEKALI-KALI PATAH SEMANGAT dalam memerangi kafir laknat indonesia jawa yang biadab itu.
Wassalam,
Puteh


All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. __._,_.___

Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
Asia business Asia Region mortgage company
Regions mortgage inc Regions mortgage


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke