Liputan6.com, Banda Aceh: Sebanyak 49 anggota Aceh Monitoring Mission (AMM), Kamis (14/9), meninggalkan Nanggroe Aceh Darussalam untuk pulang ke negara masing-masing. Pasalnya masa tugas mereka memantau implementasi Perjanjian Helsinki telah berakhir. Di antara mereka adalah Deputi bidang reintegrasi dan hak asasi manusia, Renata Tardioli asal Italia. Kini, tinggal 36 anggota AMM yang bertugas hingga 15 Desember nanti.
Dengan pemulangan ini berarti AMM tak memantau pemilihan kepala daerah di Bumi Serambi Mekah ini. Sebab pilkada akan berlangsung tahun depan. Selain itu AMM akan menutup kantor regional mereka di berbagai daerah di antaranya Lhokseumawe dan Sigli. Pihak Uni Eropa akan membentuk tim pemantau baru yang bisa berkiprah di Aceh jika pemerintah Indonesia tidak keberatan.
Sementara itu dana reintegrasi Aceh sejak dikucurkan Mei silam ternyata tak jelas nasibnya. Dana tahap kedua pun dibatalkan dengan alasan sebagian mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tidak transparan memberikan pertanggungjawaban. Sebaliknya sejumlah bekas Tentara Nasional Aceh mengaku tidak menikmati dana itu.
Tengku Yahya Muad, contohnya. Mantan TNA ini tidak mendapatkan sepeser pun dari Rp 25 juta yang telah dijanjikan. Padahal Yahya harus bekerja keras dengan membuka jalan di hutan untuk mendapatkan dana reintegrasi bagi dirinya dan para anak buahnya. Rencananya dana itu akan digunakan oleh Yahya dan anak buahnya untuk mengelola hutan seluas 400 hektare. Faktanya janji itu omong kosong. "Mimpilah," kata Yahya.
Nasib berbeda dialami Sjarjani. Mantan panglima GAM wilayah Pidie ini menerima dana sebesar Rp 1,4 miliar. Dana yang diterima sebagian dan diserahkan untuk 113 anak buahnya. Kini Sjarjani menjalankan usaha penyewaan truk dan menjadi kontraktor sejak dua bulan silam. Dia pun membantah tudingan Badan Reintegrasi Aceh (BRA) kalau dana itu tak mengucur ke anggotanya. "Kami bergiliran bekerja," ujar Sjarjani.
Kantor BRA di Banda Aceh mencatat, tiap tahun pemerintah menyediakan dana Rp 200 miliar untuk korban konflik Aceh dan mantan TNA. Sebagian anggaran 2005 telah dibagikan, sementara dana Rp 500 miliar lebih untuk tahun 2006 juga belum dikucurkan. BRA meragukan kesahihan tanda tangan para mantan panglima GAM penerima dana itu. "Beberapa kelompok kok tanda tangannya meragukan," ungkap Hanief Asmara, Sekretaris BRA.
Senior Representative GAM di AMM Irwandi Yusuf mengatakan tudingan yang dilayangkan BRA tak berdasar. Menurut dia, penundaan distribusi dana hanya menguntungkan pemerintah. Sejauh ini, BRA menjanjikan mengucurkan dana Rp 215 miliar bagi korban konflik Tanah Rencong, November mendatang sebesar Rp 10 juta per orang. Kini, BRA sibuk mengaudit agar dana diterima oleh yang berhak, bukan segelintir orang.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Dengan pemulangan ini berarti AMM tak memantau pemilihan kepala daerah di Bumi Serambi Mekah ini. Sebab pilkada akan berlangsung tahun depan. Selain itu AMM akan menutup kantor regional mereka di berbagai daerah di antaranya Lhokseumawe dan Sigli. Pihak Uni Eropa akan membentuk tim pemantau baru yang bisa berkiprah di Aceh jika pemerintah Indonesia tidak keberatan.
Sementara itu dana reintegrasi Aceh sejak dikucurkan Mei silam ternyata tak jelas nasibnya. Dana tahap kedua pun dibatalkan dengan alasan sebagian mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tidak transparan memberikan pertanggungjawaban. Sebaliknya sejumlah bekas Tentara Nasional Aceh mengaku tidak menikmati dana itu.
Tengku Yahya Muad, contohnya. Mantan TNA ini tidak mendapatkan sepeser pun dari Rp 25 juta yang telah dijanjikan. Padahal Yahya harus bekerja keras dengan membuka jalan di hutan untuk mendapatkan dana reintegrasi bagi dirinya dan para anak buahnya. Rencananya dana itu akan digunakan oleh Yahya dan anak buahnya untuk mengelola hutan seluas 400 hektare. Faktanya janji itu omong kosong. "Mimpilah," kata Yahya.
Nasib berbeda dialami Sjarjani. Mantan panglima GAM wilayah Pidie ini menerima dana sebesar Rp 1,4 miliar. Dana yang diterima sebagian dan diserahkan untuk 113 anak buahnya. Kini Sjarjani menjalankan usaha penyewaan truk dan menjadi kontraktor sejak dua bulan silam. Dia pun membantah tudingan Badan Reintegrasi Aceh (BRA) kalau dana itu tak mengucur ke anggotanya. "Kami bergiliran bekerja," ujar Sjarjani.
Kantor BRA di Banda Aceh mencatat, tiap tahun pemerintah menyediakan dana Rp 200 miliar untuk korban konflik Aceh dan mantan TNA. Sebagian anggaran 2005 telah dibagikan, sementara dana Rp 500 miliar lebih untuk tahun 2006 juga belum dikucurkan. BRA meragukan kesahihan tanda tangan para mantan panglima GAM penerima dana itu. "Beberapa kelompok kok tanda tangannya meragukan," ungkap Hanief Asmara, Sekretaris BRA.
Senior Representative GAM di AMM Irwandi Yusuf mengatakan tudingan yang dilayangkan BRA tak berdasar. Menurut dia, penundaan distribusi dana hanya menguntungkan pemerintah. Sejauh ini, BRA menjanjikan mengucurkan dana Rp 215 miliar bagi korban konflik Tanah Rencong, November mendatang sebesar Rp 10 juta per orang. Kini, BRA sibuk mengaudit agar dana diterima oleh yang berhak, bukan segelintir orang.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
| Genocide in Liberia Former Liberian president Charles Taylor, April 2006, has flown from Freetown to the Netherlands where he will stand trial for war crimes (AFP/File) | Geonocide in
Bosnia _____________ Salah saboh cell teumpat tinggai Charles Taylor dan Milosovic di den Haag. (Ho ka urg tjarong2 dan njang haraih2 droë peumimpin Atjèh atji ba SBY, Wiranto, dll keunoe uléh seubab peuë njang djipeulaku ateuëh bgs atjèh silama 30 thôn |
| ||
| A mass grave has been unearthed "The darkest chapter in Indonesia's history" Grim evidence of the army's campaign against separatism in Aceh is only now being uncovered. Only now can the real grieving begin. The BBC's Jonathan Head: |
A family returns to its burned-out house by Indonesian military | Indonesian troops shot dead up to 60 people and wounded 10 last Friday in two villages in Beutong Ateuh of West Aceh. And the bodies were thrown into an abandoned well | Investigators have found a number of mass graves in Acheh committed by the Indonesian regime |
|
Why keep checking for Mail? The all-new Yahoo! Mail shows you when there are new messages. __._,_.___
Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Asia business | Asia | Region mortgage company |
| Regions mortgage inc | Regions mortgage |
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
