Membaca keterangan dari Mr Murizal ini, perlu kita pertanyakan kembali pernyataan Polisi terhadap Panji Utomo ini. Kalau betul apa yang disampaikan Mr Murizal, sungguh keterlaluan Polisi itu. Memang yang namanya Polisi itu kerapkali merugikan rakyat jelata atau kaum dhu'afa. Hal ini tentu kontra dengan dr Panji Utama yang sangat peduli terhadap Kaum dhu'afa. Ketika membaca info dari Mr Murizal ini, saya teringat ketika seorang relawan yang dihajar TNI dengan tuduhan bahwa relawan tersebut mencuri TNI punya barang. Walaupun kita tidak melihat persis, kita tentu tidak semudah itu percaya kepada sang TNI itu. Apalagi yang namanya TNI senantiasa membuat mudharat kepada rakyat sipil. Ironisnya relawan tsb tetap saja masuk bue setelah dihajar TNI hingga mukanya bengkak-bengkak.
Itulah Indonesia Hipokrit dan Genocide, Polisi, Tentara, Hakim, DPR, Pejabat semuanya menjadi "parasit" bagi kaum dhu'afa. Tuduhan Polisi termasuk agar bantuan dari BRR
harus masuk kekas Forak perlu kita teliti kembali. Sebab yang namanya polisi bukan manusia yang dapat kita percaya. Kalau tidak percaya saya "Achehkita" boleh buat angket tentang kebencian kaum dhuafa terhadap polisi supaya lebih trasparan kita melihat bagaimana keberadaan polisi ditengah-tengah rakyat jelata.
"Kullihaq walaukana murra"
alqbr,-
Mr Murizal <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
http://www.rakyataceh.com/
Kaget Ketika Mengetahui Sang Dokter Dicari Polisi
Sosok Direktur Forum Antar Barak (Forak) dr Panji Utomo kini populer. Relawan yang mengabdi di tengah pengungsi itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi. Bagaimana para pengungsi melihat Panji.
RUANG sekira 3 x 4 meter itu terasa pengab dan agak gelap. Di dalamnya terdapat dua kamar yang disekat terpisah. Tidak ada pintu, yang ada hanya kain yang tergerai menjulur ke bawah sebagai penutup. Tapi, tidak sembarang orang boleh masuk ke kamar itu, kecuali para petugas.
Di bagian tengah ada sebuah kursi dan meja yang menghadap ke arah pintu masuk. Ada sejumlah kertas dan beberapa bundel dokumen terletak diatas meja itu. Puluhan kotak dan toples berisi berbagai jenis obat tersusun rapi di sebuah tempat khusus berupa lemari yang menempel di dinding kamar.
Di tempat inilah dr Panji Utomo yang dikenal sebagai Direktur Forak sejak setahun lalu membuka praktek medis mengobati masyarakat korban tsunami yang membutuhkan pertolongan. Tempat itu terletak di kawasan Jalan Imam Bonjol 7, Keluruhan Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman.
Ketika wartawan koran ini menjambangi lokasi itu kemarin, dr Panji tidak terlihat di sana. Pria itu keburu menghilang tiba-tiba menyusul aksi demo ke Kantor BRR Aceh-Nias yang berakhir rusuh, Rabu lalu. Polisi menetapkan dokter kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Dia dinyatakan terlibat dan ikut bertanggung jawab atas aksi massa itu. Sejak pak Panji tidak ada, kantor di sini sudah sepi, kata Adi (25), pemuda yang sehari-hari tinggal bersama dr Panji. Di tempat itu pula dokter Panji memimpin Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Antar Barak (Forak). Kondisi kantor Sekretariat Forak ini sendiri jauh dari rasa nyaman. Mereka hanya kebagian ruangan paling belakang dari sebuah rumah di kawasan itu.
Sementara bagian depannya sudah disewakan kepada salah satu LSM. Karena terletak di bagian belakang, membuat ruangan itu terlihat sedikit pengab dan kurang cahaya. Termasuk ruang yang menjadi tempat praktek umum dr Panji juga lebih pengab.
Biar pun begitu, pak Panji mau tinggal di sini. Dia orangnya sangat perhatian kepada siapa saja. Terutama kepada pengungsi barak yang kadang langsung datang ke sini menemuinya, kata Adi.
Selama berada di sana, wartawan koran ini hanya melihat seorang wanita paruh baya bersama dua lelaki. Mereka saling berbincang di dalam ruangan yang digunakan dr Panji sebagai tempat praktek.
Sesekali telepon seluler milik wanita ini berdering. Sejurus kemudian sebuah percakapan via telpon pun terjadi. Tapi hanya berapa saat saja. Setelah itu mereka kembali terlibat perbincangan.Tidak sempat terekam persis apa yang mereka bicarakan.
Yang jelas si wanita dengan dua lelaki di ruangan itu tengah berdiskusi serius soal nasib para pengungsi di Aceh pasca aksi kerusuhan di Kantor BRR. dr Panji Utomo memang dikenal luas dikalangan pengungsi barak di seluruh Aceh.
Bukan karena menghormati lembaga yang dipimpinnya, akan tetapi kepribadian sang dokter yang kerap membela kepentingan korban tsunami di Aceh telah membuat mereka, para korban tusnmi, terlanjur jatuh hati kepada dr Panji . Panji bersama LSM Forak sudah lama terlibat dalam berbagai forum pertemuan baik dengan pemerintah maupun dengan lembaga lain.
Satu hal yang diperjuangkan Forak adalah bagaimana nasib pengungsi di Aceh agar segera dapat terselesaikan secepat mungkin. Bersama LSM Forak pula Panji bersafari ke barak-barak pengungsi untuk menggalang konsolidasi.
Terkadang beliau langsung turun sendiri menemui para pengungsi dan mendengarkan berbagai keluhan mereka. Karena itu Pak Panji sangat dikenal oleh orang-orang barak, kata seorang pengurus Forak yang tidak ingin namanya di korankan.
Karena ketulusannya membantu para pengungsi itu, nama dr Panji Utomo kesohor bak seorang pahlawan. Dia pun kemudian membangun jaringan di hampir seluruh barak-barak pengungsi dengan membentuk satu lembaga Forak yang diketuai oleh seorang koordinator di setiap barak.
Keistimewaan lain dari kepribadianya karena dia juga dikenal sebagai seorang dokter muda yang diperkirakan berusia sekira 30 tahun. Karena dilatarbelakangi pendidikan kedokteran, lelaki yang mirip dengan aktor sinetron Syahrul Gunawan ini juga kerap membantu mengobati para pengungsi di Aceh.
Dia sudah datang ke Aceh sejak dua hari setelah tsunami. Sampai sekarang masih membatu siapa saja yang membutuhkan pengobatan darinya, papar pria itu. Tak jarang Panji langsung turun ke barak dan memberi pelayanan pengobatan kepada pengungsi di Aceh.
Karena ketulusan hati sang dokter itu pula membuat Rosdiani (34), seorang wanita asal Krueng Raya, Aceh Besar, kemarin ingin menemui dr Panji di Sekeretariat Forak.
Maksud kedatangan wanita ini untuk melaporkan seorang anaknya yang mengalami kesulitan buang air kecil. Tapi apa dinyana dr Panji yang hendak dia temui tidak lagi berada di sana. Keheranan wanita ini pun bukan kepalang.
Hari Rabu lalu saya sudah ketemu. Sampai saya diberi makan siang oleh dokter Panji di sini (Sekeretariat Forak, red).
Tapi sekarang kok tidak ada, ujar Rosdiani menyiratkan keheranan. Lantas seorang lelaki disampingnya memberi penjelasan. Pak Panji sekarang sedang dicari polisi. Sudah dua hari tidak di sini lagi, kata lelaki itu seraya memperlihatkan surat kabar yang memuat berita polisi yang tengah mencari sang dokter itu.
Awalnya Rosdiani sangat berharap dapat menemui Panji. Karena menurutnya dokter itu sudah menyatakan bersedia untuk membantu mengeluarkan surat rekomendasi agar anaknya yang bernama Dodi (7) bisa mendapat perawatan di RSU Zainal Abidin. Terus terang saya tidak punya uang untuk ke rumah sakit. Sebab itu saya datang ke sini untuk minta bantu ke dokter Panji, ujarnya lirih. Akhirnya wanita ini pun memilih pulang setelah mendapat kabar tidak menyenangkan itu.
Nanti saya akan datang lagi kalau dr Panji sudah ada. Tolong bilang ke pak Panji ya bang, kata Rosdiani menitipkan pesan seraya berlalu pergi. Menurut cerita orang banyak, dr Panji kerap membantu siapa saja yang butuh pengobatan. Bukan hanya para pengungsi, warga sekitar juga kerap mendatanginya.
Kesan yang tidak pernah dilupakan dari sang dokter adalah karena dia sering membebaskan biaya pengobatan kepada para pasien yang tidak mampu. Banyak pasien yang datang. Kalau mereka tidak mampu pak Panji sering tidak memungut biaya. Karena itu orang-orang barak sering datang ke sini untuk berobat, kata pemuda Adi.
Pasca kerusuhan di kantor BRR Rabu lalu, membuat pengurus Forak bagai kehilangan induk.
Apatah lagi kini sang dokter tengah dalam pencarian aparat kepolisian. Tentu saja ini membuat semua pengurus merasa tidak bergairah bekerja.
Menurut salah seorang pengurus Forak, tuduhan kepada dr Panji sebagai pemicu kerusuhan belum benar terbukti.
Sebab, saat aksi berlangsung, massa yang datang kebanyakan atas inisiatif sendiri yang dikoordinir oleh pengurus barak masing-masing. Kami hanya ingin menuntut hak kepada BRR. Seperti saya sampai sekarang rumah pun belum ada. Sementara dua bulan lagi masa pakai barak sudah habis. Kemana lagi kami mau tinggal, kata Jhon Efendi, Koordinator Hunian Sementara 1 Sibreh, Aceh Besar.
Demikian pula halnya dengan M Yusuf Daud juga menuntut hal yang sama. Rumah lelaki ini juga belum dibangun di kawasan Lampaseh Aceh.
BRR hanya bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Coba liat berapa rumah yang sudah dibangun. Lebih baik bubarkan saja BRR kalau tidak mampu. Sudah dua tahun kami hidup di barak. Belum ada apa-apa, kata pria yang dulu sebagai pengusaha tempe dan tahu itu yang kini menjadi pengganguran setelah tempat usahanya disapu tsunami.
Bagaimanapun, pasca peristiwa itu telah menyisakan sebuah misteri. Setidaknya keberadaan dr Panji hingga kemarin masih menimbulkan tanda tanya. Kami sendiri tidak tahu kemana Pak Panji, ujar Adi yang sejak sepekan lalu tinggal bersama sang dokter muda itu. (*)
--------------------- --------- ---
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know.
[Non-text portions of this message have been removed]
__._,_.___
Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Asia business | Asia | Region mortgage company |
| Regions mortgage inc | Regions mortgage |
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
