Pue hana saban ngen PANGLIMA2 TNA ?????
Tuléh beugoet kirem kee si MUZAKIR ÈK PAMM

ngak jituoeh tanggoeng jaweb Panglima.





--- Muhammad al qubra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>  
>    
>   Al-Hurr: mengapa kita melupakannya? 
> 
> Cinta Rasul Oleh : Erros Jafar 15 Feb 2006 - 3:00 pm
>   
> 
> Salah satu panglima perang bernama Al Hurr sadar &
> tobat serta bergabung ke kubu Imam Hussein, beliau
> mengajak panglima Umar bin Saad untuk juga ikut
> sadar bersamanya, namun nasihat nasihat baliau tidak
> didengar bahkan mereka semakin bertambah beringas
> untuk segera membunuh Imam Husein dan rombongannya
> 
> Hurr adalah nama salah seorang panglima tinggi
> tentera ‘Umar bin Sa’ad yang menghadapi cucu Nabi
> Saw, Husain bin ‘Alî, atas perintah dari Yazid bin
> Muawiyah untuk melaksanakan salah satu dari dua
> perintahnya, yaitu mendapatkan baiat (sumpah setia)
> Husain bagi kekhalifahannya yang korup, atau
> membunuh Husain dan semua sahabatnya. Adalah Hurr
> dan tenteranya yang mula-mula menghadapi Imam
> Husain, dan kemudian mengepungnya, serta menghalangi
> beliau dan para sahabatnya untuk mendapatkan air
> minum. 
> 
> Pada hari ‘Asyura, Hurr membuat sebuah keputusan
> yang besar. Persis sebelum pertempuran dimulai, dia
> meninggalkan posisi dan pasukan yang sedang
> dipimpinnya, dan bergabung dengan Imam Husain. Dan
> menjadi syahid pertama yang terbunuh di jalan Allah
> oleh tentera yang beberapa jam sebelumnya masih
> berada di bawah komandannya. Nama Hurr bererti
> “merdeka, lahir sebagai orang merdeka, mulia, orang
> bebas.” 
> 
>   
> Takdir terkadang melakukan sebuah permainan. Pabrik
> penciptaan terus-menerus memproduksi makhluk-makhluk
> yang tak terhitung jumlahnya: batu-batu,
> pohon-pohon, sungai-sungai, serangga-serangga,
> manusia, dan terkadang memperlihatkan sebuah adegan
> humor, menciptakan sebuah inovasi atau kekecualian:
> ia menulis puisi, menggambar sebuah lukisan, atau
> melakukan sesuatu yang unik. Dalam satu kata, dapat
> dikatakan bahawa benda-benda ciptaan tersebut
> mempunyai “karakter”. Dari antara rumah-rumah, ada
> Ka’bah, dari antara semua tembok, ada Tembok Besar
> Cina; dari antara planet-planet yang mengelilingi
> matahari, ada bumi, dan dari semua syuhada, ada
> Hurr. 
> 
> Tangan artistik takdir telah menyusun adegan ini
> dengan tingkat ketepatan dan ketelitian yang paling
> tinggi. Dan seolah-olah hendak menekankan pentingnya
> ceritera yang sedang terjadi, ia memilih semua
> pemain lakonnya dari pemain-pemain yang berkarakter
> absolut, alias mutlak, dengan tujuan untuk
> menjadikan ceritanya lebih efektif. 
> 
> Cerita yang sedang kita bicarakan ini adalah tentang
> sebuah “pilihan”, sebuah manifestasi terpenting dari
> arti menjadi seorang manusia. Tetapi, pilihan macam
> apa? Kita semua dihadapkan pada beberapa pilihan
> dalam kehidupan kita sehari-hari: karier, teman,
> isteri, rumah, bidang studi. Tetapi dalam cerita
> ini, pilihannya jauh lebih sulit: antara baik dan
> buruk. Dan di samping itu, pilihan tersebut juga
> bukan dari sudut pandang filosofis, ilmiah, ataupun
> teologis. Sungguh, pilihan yang sedang kita
> bicarakan di sini adalah pilihan antara agama yang
> benar dan agama yang lancung, antara politik yang
> adil dan politik yang zalim, dengan nyawa sebagai
> harga yang harus dibayar untuk pilihan yang diambil.
> 
> 
> Untuk menekankan lebih jauh sensitifnya situasi,
> pencipta lakon cerita ini tidak menempatkan sang
> pahlawan di tengah-tengah antara yang benar dan yang
> bathil. Alih-alih, si pahlawan adalah pemimpin dari
> pasukan tentera yang berdiri di pihak yang jahat. Di
> lain pihak, sutradara lakon ini harus mencari
> lambang-lambang bagi ceritanya untuk membuatnya
> efektif. Akankah dia menempatkan Prometheus di satu
> pihak dan beberapa setan di pihak yang lain? Tapi
> pemilihan tokoh-tokoh seperti ini akan menjadikan
> ceritanya terlalu berbau mitos. Bagaimana dengan
> Spartacus dan Crasius? Tidak, nama-nama ini akan
> membuat ceritanya bercorak nasionalistis dan
> memberikan kepadanya sifat bergantung pada kelas
> sosial. Bagaimana dengan Ibrahim dan Namrud? Mûsâ
> dan Fir’aun? Yesus dan Judas? Tidak juga. Sebab bagi
> kebanyakan orang nama-nama ini adalah tokoh-tokoh
> yang bersifat metafisik dan terlalu “tinggi”, jauh
> berbeda dengan orang kebanyakan. Memasang mereka
> sebagai pemain utama akan mengurangi efek
>  cerita, dan menjadikan orang mengagumi mereka, tapi
> tidak akan berpikir untuk mengikuti contuh teladan
> mereka dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, tujuan
> utama cerita ini adalah untuk mengajar, menunjukkan
> kemampuan manusia untuk berubah, untuk menunjukkan
> bahawa adalah mungkin bagi seorang awam, bahkan
> seorang yang berdosa, untuk memutuskan semua ikatan
> sosial, kekeluargaan dan kelasnya, dan
> memperlihatkan perubahan yang suci. 
> 
> Sejarah Islam penuh dengan fenomena kontradiksi.
> Kedua garis pertentangan yang berawal dari Habil dan
> Qabil dan yang terus ada di sepanjang sejarah,
> secara berhadapan dalam berbagai wajah, juga terus
> berlanjut di dalam Islam. Nah, dalam cerita ini
> kedua aliran ini sama-sama mengenakan baju Islam,
> tapi dengan arah menghadap yang berlawanan.
> Ironisnya, pahlawan kita diharuskan memilih antara
> ujung-ujung yang paling ekstrim pada masing-masing
> pihak, iaitu: Yazid vs. Husain. Sungguh, seandainya
> cerita ini dikarang oleh seorang pengarang, niscaya
> dia akan segera boleh dikenali dan diakui kerana
> keaslian dan kualitas seninya... 
> 
> Siapa nama pahlawan ini? Bagi seorang tokoh sejarah,
> apa yang penting adalah peranan yang dimainkannya,
> bukan namanya. Sebab namanya adalah sesuatu yang
> dipilihkan untuknya oleh keluarganya, sesuai dengan
> selera orangtuanya. Di lain pihak, jika cerita ini
> diciptakan oleh seorang pengarang yang memiliki
> originaliti, niscaya dia akan memilih sebuah nama
> yang relevan dengan peranan yang dimainkan oleh
> pahlawannya. Tetapi dalam cerita ini pahlawan kita
> telah diberi nama Hurr oleh ibunya, seolah-olah
> ibunya telah melihat peranan sangat peka yang akan
> dimainkan oleh anaknya nanti. Maka, ketika sang
> Pemimpin kemerdekaan memandangi tubuhnya yang
> berlumuran darah sesaat sebelum dia menghembuskan
> nafas yang terakhir, beliau mengatakan kepadanya:
> “Wahai Hurr, semoga Allah merahmatimu! Engkau adalah
> seorang yang merdeka di dunia ini dan juga di
> akhirat nanti, persis sebagaimana arti nama yang
> diberikan ibumu kepadamu!” 
> 
> Meskipun Hurr telah memainkan peranan yang unik
> dalam sejarah, namun esensi peranannya tidaklah
> terbatas hanya pada dirinya saja. Makna tindakannya,
> dalam kenyataannya, mencakup semua manusia, malahan
> dapat dikatakan mendefinisikan “kemanusiaan”.
> Tindakannya itulah yang membedakan manusia dari
> makhluk-makhluk lainnya, yang menggaris-bawahi
> tanggung jawab manusia dan terhadap Tuhan, terhadap
> sesama manusianya dan terhadap dirinya sendiri. Dan
> Hurr telah memainkan peranannya tidak dengan
> kata-kata dan konsep-konsep, tetapi dengan cinta dan
> darah. Jika kita menangkap kedalaman kata-kata Imam
> Shâdiq bahawa “Setiap hari adalah hari ‘Asyura dan
> setiap tempat adalah Karbala, dan setiap bulan
> adalah bulan Muharram”, maka kita akan segera
> mengerti perluasan kata-kata ini, iaitu: “dan setiap
> orang adalah Hurr!” 
> 
> Sejarah kita, yang berawal dari Habil dan Qabil,
> adalah manifestasi dari pertentangan abadi antara
> kubu Tuhan dan kubu Syaitan, meskipun dalam
> masing-masing zaman kedua kubu ini diselubungi
> samaran yang berbeda. Kerana itu, dalam setiap masa,
> setiap orang mendapati dirinya berada pada posisi
> yang sama dengan Hurr: sendirian, di tengah-tengah,
> ragu-ragu, di antara dua pasukan tentera yang sama.
> Di satu pihak, komandan tentera kejahatan berseru
> kepada pasukannya: “Wahai tentera Allah! Serbu!” dan
> di pihak lain, seorang Imam, dengan suara yang
> bergema sepanjang sejarah, bertanya - bukan
> memerintah - “Adakah orang yang mau membela aku?”
> Dan anda, orang itu, mesti memilih. 
> 
> Dengan pilihan inilah Anda menjadi manusia. Sebelum
> menjatuhkan pilihan, Anda bukan apa-apa. Anda hanya
> suatu eksistensi tanpa esensi, anda berdiri di
> tengah-tengah. Jadi, orang yang mendapatkan
> eksistensi melalui kelahiran, menemukan “esensi”
> melalui pilihan. Dengan pilihan inilah penciptaan
> manusia menjadi sempurna, dan inilah tepatnya saat
> ketika manusia merasakan beban berat di pundaknya
> dan mendapati dirinya sendirian, kerana Tuhan dan
> alam telah membiarkannya berdiri sendiri dalam
> membuat keputusan yang penuh bahaya ini. 
> 
> Sekarang kita boleh menilai pahlawan kita, kita
> boleh merasakan perjalanan panjang apa yang telah
> ditempuhnya dalam waktu singkat itu, perjalanan
> untuk mengubah dirinya dari seorang Hurr yang
> berdiri di pihak Yazid menjadi Hurr yang membela
> Husain. Jika dia tetap berada bersama tentera Yazid,
> maka dunianya akan terjamin. Dan jika dia bergabung
> dengan pasukan Husain yang jumlahnya kecil, maka
> kematiannya dapat dipastikan. Saat itu adalah pagi
> di hari ‘Asyura, dan meskipun pertempuran belum
> dimulai di lapangan, Hurr menyedari bahawa
> kesempatan baginya tidak akan lama. Waktu berjalan
> cepat, dan detik-detik yang berlalu sangat bererti.
> Badai telah mulai bergolak di dalam dirinya. 
> 
> Sejak mula, Hurr telah berharap bahawa
> insiden-insiden 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke