http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 1 Oktober 2006. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN AHMAD SUDIRMAN DARI SUDUT ROMATOR. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN AHMAD SUDIRMAN DARI SUDUT ROMATOR. Tetapi setelah terjadi beberapa peristiwa penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan. Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada persoalan peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, dimana kami tidak bisa kompromi sama sekali. Setelah tidak ada hubungan dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami. Tetapi setelah dia menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan. (Yusuf Daud, [EMAIL PROTECTED] , 83.251.20.204, 30 september 2006 23:34:41) Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB [62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm, Swedia. Setelah membaca pernyataan yang disampaikan oleh saudara Yusuf Daud kepada saudara Muhammad al Qubra yang didalamnya menyinggung Ahmad Sudirman, ternyata ditemukan beberapa masalah yang perlu diluruskan demi kebenaran jalannya jalur hasil cerita yang dipaparkan oleh saudara Yusuf Daud tersebut. Dimana saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa Ahmad Sudirman menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan. Nah, dari apa yang dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud tersebut adalah penuh dengan hasil dorongan subjektifitasnya saja. Mengapa ? Karena, kalau Ahmad Sudirman telah menggali, mempelajari, mendalami, menganalisa dan menyimpulkan sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI, kemudian dengan dasar fakta dan bukti pengetahuan dan sejarah tersebut Ahmad Sudirman menyatakan sikap penyokongan dan pendukungan penuh kepada perjuangan GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro, maka sikap dan tindakan politik Ahmad Sudirman tersebut adalah bukan sikap dan tindakan politik penyusupan kedalam GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Selanjutnya pimpinan tinggi GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah mengetahui dari sejak pertama kali mereka menginjakkan kakinya di bumi Swedia. Pimpinan tinggi GAM mengenal siapa Ahmad Sudirman dan Ahmad Sudirman juga mengenal siapa mereka. Jadi, kalau dukungan dan sokongan penuh Ahmad Sudirman yang diberikan kepada pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya itu adalah bukan merupakan sikap dan tindakan Ahmad Sudirman yang menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream seperti yang dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud, melainkan sikap dan tindakan politik yang terbuka secara umum dari pihak Ahmad Sudirman. Nah, kalau dari pihak saudara Yusuf Daud cs merasa dan berpikir bahwa dengan adanya sikap dan tindakan politik penyokongan penuh dari Ahmad Sudirman kepada pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dianggap sebagai suatu usaha penyusupan kedalam kelompok GAM, maka perasaan dan pikiran saudara Yusuf Daud cs itu masih berada ditingkat kulit-politik-nya saja. Kemudian, saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa setelah terjadi beberapa peristiwa penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan. Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya.. Nah, kalau memang ada beberapa peristiwa penting seperti yang disebutkan oleh saudara Yusuf Daud yang dijadikan alasan untuk memutuskan hubungan Yusuf Daud cs dengan pihak Ahmad Sudirman, maka dipersilahkan untuk dikemukakan dengan jelas dan terperinci di mimbar bebas ini agar supaya bisa diklarifikasikan kebenaran peristiwa penting tersebut dan agar supaya para pembaca di mimbar bebas ini mengetahui secara jelas dan benar. Seterusnya, saudara Yusuf Daud menuliskan: Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami. Nah, apa yang ditulis oleh saudara Yusuf Daud itu adalah diambil dari hasil analisa saudara Usman Harun di Jorpeland, Rogaland, Norway yang telah dijawab oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan Mereka hanya menafsirkan tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja ( http://www.dataphone.se/~ahmad/060815.htm ). Dimana dasar pemikiran yang menjadi pernyataan saudara Yusuf Daud tersebut juga adalah setelah ia membaca tulisan Ahmad Sudirman tentang Penyelesaian Aceh ditinjau dari UUM ( http://www.dataphone.se/~ahmad/990728.htm ) yang ditulis 7 tahun yang lalu. Dan Ahmad Sudirman telah memberikan tanggapan dan jawaban atas hasil pemikiran saudara Yusuf daud tersebut dalam tulisan Mereka hanya menafsirkan tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja. Selanjutnya, memang pada tahun 1990-an beberapa kali Ahmad Sudirman diundang oleh pihak Yusuf Daud cs untuk datang menghadiri maulid Nabi atau pertemuan dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi. Ahmad Sudirman datang menghadiri acara-acara tersebut adalah sebagai tamu dan pendengar saja, walaupun sekali-kali ada sedikit pembicaraan dan sedikit diskusi, tetapi tidak ada yang istimewa dalam pertemuan atau acara tersebut. Kemudian, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan tentang pernyataan yang disampaikan oleh pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka itu bukan berarti Ahmad Sudirman memulai perang terhadap pihak Yusuf Daud cs, melainkan Ahmad Sudirman memberikan tanggapan berdasarkan hasil galian, pemahaman, analisa dan kesimpulan Ahmad Sudirman tentang pernyataan PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic. Nah kalau pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic menganggap bahwa tanggapan Ahmad Sudirman tersebut bertentangan dengan garis politik dari pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka dipersilahkan untuk membantahnya secara jelas dan terbuka agar supaya bangsa dan semua rakyat Acheh mengetahui secara gamblang dan benar. Ahmad Sudirman sangat senang sekali kalau ada dari pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic yang memberikan tanggapannya secara terbuka atas apa yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman tersebut. Jadi, dalam masalah diskusi dan perdebatan yang terbuka ini adalah bukan dengan tujuan saling memusuhi, melainkan untuk mencari titik-titik yang bisa dijadikan garis lurus bersama. Tetapi, kalau pihak saudara Yusuf Daud menganggap bahwa tanggapan yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman itu sebagai suatu sikap ke arah perang, maka anggapan tersebut adalah anggapan yang dangkal dan sempit saja. Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman menulis seperti yang dinyatakan oleh saudara Yusuf Daud bahwa "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi permas "akan dijerat" adalah itu bukan suatu ancaman, melainkan kalau ada pihak yang menulis secara terbuka yang isinya fitnah dan penghinaan pribadi, misalnya seperti yang ditulis oleh Paya Bujok bahwa Ahmad Sudirman mengambil binik orang, Ahmad Sudirman kawin dengan janda tua, Ahmad Sudirman mencuri data dari komputer punya orang, maka tindakan orang tersebut adalah tindakan pidana penghinaan dan fitnah pribadi (bukan politik) yang bisa dijerat oleh pihak yang berwenang di Swedia. Kemudian soal PERMAS, kalau memang organisasi ini tidak didaftarkan secara resmi sebagai organisasi politik dan diakui resmi sebagai organisasi yang berasas dan bertujuan politik, kemudian dipakai alat untuk tindakan dan perjuangan politik yang melibatkan negara lain, maka sudah pasti akan terkena jeratan hukum di negara tersebut, misalnya di Swedia. Seterusnya soal MoU Helsinki. Ahmad Sudirman mendukung perjanjian yang dijalankan oleh pihak GAM dan pemerintah RI yang dituangkan dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Dimana MoU tersebut menurut Ahmad Sudirman adalah sebagai salah satu alat bagi pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya untuk mencapai tujuan penentuan nasib sendiri. Nah, kalau saudara Yusuf Daud cs bersama PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic tidak menerima MoU Helsinki, maka itu adalah hak politik saudara Yusuf Daud cs. Tidak ada paksaan dalam hal ini. Lagi pula saudara Yusuf Daud dan PERMAS serta Komite Free Acheh Democratic tidak ada memiliki hubungan secara lembaga atau institusi politik dengan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Saudara Yusuf Daud cs secara kelembagaan politik adalah berada diluar GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Jadi kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan terhadap mereka yang menentang MoU Helsinki, maka itu bukan berarti Ahmad Sudirman menjahannamkan secara agresif siapa saja, siapa saja, yang tidak sesuai dengan pikirannya atau mengkritisi MoU seperti yang ditulis oleh saudara Yusuf Daud, melainkan tanggapan Ahmad Sudirman itu adalah merupakan tanggapan politik dan hukum dilihat dari sudut isi MoU Helsinki hasil kesepakatan politik antara pihak GAM dan pemerintah RI. Selanjutnya lagi, kalau Ahmad Sudirman menyatakan bahwa saudara Yusuf Daud adalah secara fakta dan bukti hukum pengguna nama Paya Bujok dengan email [EMAIL PROTECTED] adalah memang benar secara hukum karena ada bukti hukumnya. Jadi, dalam hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi atau dibantah lagi. Hanya yang masih perlu pembuktian adalah masih adanya orang selain dari saudara Yusuf Daud yang memakai nama Paya Bujok dan email [EMAIL PROTECTED] dengan password yang sama untuk dipakai menyebarkan tulisan-tulisan yang isinya tidak senonoh, seperti saudara Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] dan terakhir ini saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134]. Dimana ketiga orang ini tidak akan mungkin bisa membaca emailnya lewat Yahoo.com kalau mereka bertiga tidak memiliki password yang sama, karena mereka bertiga memiliki email adres yang sama yaitu [EMAIL PROTECTED] yang hanya bisa diterima, dibuka dan dibaca melalui Yahoo.com yang diperlukan password dan username yang sama. Dan mereka yang memakai nama Paya Pujok dan email [EMAIL PROTECTED] yang isinya penuh fitnah dan penghinaan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan politik dan hukum. Dimana fitnah dan penghinaan pribadi inilah yang bisa dijerat oleh hukum di Swedia. Bukan masalah perbedaan pandangan atau pikiran politik yang bisa dijerat oleh hukum di Swedia, melainkan adanya fitnah dan penghinaan pribadi yang bisa divonis hukum dalam pengadilan di Swedia. Kalau dalam tulisan sebelumnya pernah disinggung saudara Yahya dan saudara Anwar yang menurut saudara Yusuf Daud adalah keduanya adik ipar saudara Yusuf Daud, maka dipersilahkan kepada saudara Yahya dan saudara Anwar dengan terbuka menyatakan diri bahwa tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan memakai email [EMAIL PROTECTED] . Dan pernyataan ini pernah Ahmad Sudirman juga kemukakan dalam tulisan sebelum ini, tetapi sampai detik sekarang ini tidak pernah ada tanggapan dan jawaban yang jelas dan pasti dari saudara Yahya dan Anwar ini kepada pihak Ahmad Sudirman. Kalau memang mereka berdua tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan email [EMAIL PROTECTED] , maka tidak perlu mereka takut untuk menyatakan secara terbuka di mimbar bebas ini. Misalnya contohnya saudara Yusuf Daud yang telah menyatakan dirinya secara terbuka bahwa ia adalah pemakai nama Paya Bujok dan pengguna email [EMAIL PROTECTED] . Terakhir, dengan telah diluruskannya apa yang telah disampaikan oleh sadara Yusuf Daud tersebut, diharapkan para pembaca di mimbar bebas ini memperoleh gambaran yang jelas dan terang dimana kedudukan Ahmad Sudirman dan dimana kedudukan saudara Yusuf Daud. Sehingga akan memberikan gambaran yang jelas tentang perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dikaitkan dengan pihak Ahmad Sudirman dan pihak saudara Yusuf Daud serta pihak PERMAS juga Komite Free Acheh Democratic. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- Received: from [83.251.20.204] by web26710.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Sat, 30 Sep 2006 23:34:41 CEST Fran: Yusuf Daud [EMAIL PROTECTED] Svarsadress: [email protected] Skickat: den 30 september 2006 23:34:41 Till: [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [email protected] Amne: [Lantak] SV: [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK Muhammad al qubra atau Husaini Daud? Saya tidak tahu kalau Husaini sudah pernah berjumpa dengan Ahmad Sudirman atau kenal dengan tulisan2 via emailnya saja. Saya kenal baik dengan Ahmad Sudirman dan isterinya, pernah ke rumah saya, pernah kami undang ke Menasah Aceh beberapa kali ketika ada kenduri2 maulid Nabi atau pertemuan dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi. Saya kenal juga beberapa kawan Ahmad Sudirman yang se ide dengan nya, dimana menurut mereka indonesia merupakan sebuah negara Islam yang terbesar di dunia, dan memecah belah indonesia itu sama dengan menghancurkan Islam - lebih kurang seperti yang ditulis Ahmad Sudirman dalam homepage nya. Tetapi setelah terjadi beberapa peristiwa penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan. Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada persoalan peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, dimana kami tidak bisa kompromi sama sekali. Setelah tidak ada hubungan dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami. Tetapi setelah dia menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan. Kamu Husaini harus ingat, Ahmad Sudirman yang memulai "perang" ini, mengcounter tulisan2 pribadi kami, termasuk pernyataan2 PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, yang orang Aceh sendiri yang berseberangan dengan kami jarang membantahnya; Ahmad Sudirman yang mula2 dan berkali kali menggunakan kata2 "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi permas "akan dijerat" dls sebelum orang lain menggunakan kata2 yang sama; dan dalam kaitan dengan MoU, Ahmad Sudirman yang sering menjahannamkan secara agresif siapa saja, siapa saja, yang tidak sesuai dengan pikirannya atau mengkritisi MoU. Secara pribadi saya tidak pernah berdiskusi dengan Ahmad Sudirman, sebab tidak ada yang bisa didiskusikan. Kadang2 ketika nama saya terus dibawa bawa, sejumlah email dikatakan milik saya, dan tulisan2 yang dibawah standard dikatakan saya berada dibelakangnya, maka perlu diluruskan dan diklarifikasikan. Sekarang Ahmad Sudirman sudah tahu bahwa email paya_bujok pernah saya pakai atau mungkin saya sendiri pemilik email paya_bujok yang sekarang dipakai orang lain? Ini kita serahkan kepadan Ahmad Sudirman untuk menyelidiknya. Kamu jangan terburu-buru menuduh orang tanpa bukti. Untuk menghadapi Ahmad Sudirman saya cukup bukti dan argumen, tidak harus memaki-maki, apa lagi mengancam. Kamu Husaini tidak akan bisa membuktikan kalau saya, Yusuf Daud, pernah mengancam orang. Tapi saya bisa membuktikan yang Ustaz kamu telah berkali kali mengancam saya. Kalau kamu memang orang yang jeli, .. lihat, teliti dan pelajari percakapan email saya (bukan diskusi) dengan Ahmad Sudirman dalam seminggu ini. Apa yang terjadi??? Semua orang yang normal dan tidak buta bisa melihat bahwa Ahmad Sudirman menuduh dan bertubi tubi mengancam saya untuk dipengadilankan. Reaksi saya: silakan, paparkan buktinya itu saja, bukan? Sekali sekali saya tegur kalau saya lihat Ahmad Sudirman sudah ngaur dan salah tebak, apa lagi bulan puasa: email dari Amerika dibilang dari Fittja-Norsborg, orang2 yang tidak pernah tinggal di Stockholm pun dibilang dari Fittja-Norsborg dst. Husaini, siapa yang harus tobat dibulan suci ini??? Husaini, baca baik baik tulisan Ahmad Sudirman yang dikirim tiga hari yang lalu: begitu optimis dan meyakinkan, bukan? ...artinya (email bujok_paya) bukan hanya dipakai oleh saudara Yusuf Daud, tetapi juga oleh sindikat atau bisa juga disebut keluarga dekat saudara Yusuf Daud seperti saudara Anwar dan saudara Yahya.Jadi, ketika saudara Yusuf Daud sedang sibuk bekerja di perusahaan mekanik ROMATOR AB yang terletak di sekitar daerah Bandhagen, Sockholm, maka saudara Yusuf Daud cs seperti saudara Anwar dan saudara Yahya siap memakai email [EMAIL PROTECTED] dengan menyambungkan internetnya ke server Telianet untuk bermain di sekitar PPDI dan di arena International Aceh Civil Society Forum Kenapa Ahmad Sudirman memilih kedua adik ipar saya sebagai korbannya dan dimulutnya selalu dimuntahkan kata2 Fittja-Norsborg walaupun email2 tersebut bukan dari Norsborg dan walaupun orang2 yang berkenaan tidak pernah tinggal di Norsborg? Ini terpulang kepada pembaca untuk menafsir sendiri. Tapi sayang dan kasihan juga . Bulan puasa, bulan suci Ramadhan, Ahmad Sudirman (Ustaz? Nauzubillah min zaalik) sanggup menuduh tanpa bukti dan memfitnah orang begitu saja. Dan selalu menggunakan nama Allah, Bismillah...., Assalamualaikum...dan mengakhiri dengan memohon doa kepada Allah? Sampai2 nama Allah pun sanggup dimonopoli untuk menipu para pembaca . Husaini, siapa yang harus bertobat sekarang??? Siapa2 yang ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Ahmad Sudirman, silakan kirim emailnya kepada saya. Mungkin masih ada tiga-empat hari lagi, setelah itu layanan untuk Ahmad Sudirman saya tutup buat sementara waktu. Mudah2an dengan sedikit penjelasan ini bisa terbuka mata mu dalam melihat fakta dan kebenaran. ---------- Received: from [83.108.160.68] by web86906.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Fri, 29 Sep 2006 21:23:17 CEST Fran: Muhammad al qubra [EMAIL PROTECTED] Svarsadress: [EMAIL PROTECTED] Skickat: den 29 september 2006 21:23:17 Till: [EMAIL PROTECTED], [email protected] Amne: [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK Dicatatan harian saya ada beberapa email yang saya palang tidak layak untuk kita layani yaitu atas nama Paya Bujok, Tgk Maad, Darwis Jiniep dan email-email dari Tarmizi alias Puteh sarong yang puluhan banyaknya dan demikian juga yang lain sebagainya. Email-email ini kerap kali menggunakan bahasa yang sangat tidak pantas. Kali ini saya benar-benar tersentak ketika ada keterangan bahwa email atas nama Paya Bujok itu tidak lain Yusuf Daud Sendiri. Sebab saya lihat sebelumnya Yusuf Daud ini agak sopan, namun belakangan ini ketika berdiskusi dengan Ustaz Ahmad Sudirman ternyata juga menggunakan bahasa yang lazim digunakan Paya Bujok. Wahai Tuan Yusuf Daud sebaiknya anda bertaubat sajalah mulai bulan Ramadhan ini. Sesungguhnya Allah senantiasa melihat tingkah laku kita. Kita mungkin saja menyembunyikan nama untuk mencela orang lain buat sementara waktu, namun suatu saat pasti kita kan mendapat balasannya. Kemudian kita takperlu mengancam orang lain, Malaikat Maut saja tak pernak mengancam orang yang memiliki kuasa (semoga Allah mengampuni saya dari berkata seperti ini). Kenapa kita tidak mengambil pelajaran pada hal yang demikian? Saya melihat baru-baru ini ada orang yang dulunya menuduh yang bukan-bukan terhadap Ustaz Ahmad Sudirman, malah sekarang itu orang sudah mulai pada memujinya. Mudah-mudahan itu orang benar-benar sudah insaf dari kesalahannya. Semoga Allah melindungi hambanya yang mau bertaubat serta takut kepadaNya. Aamin ya Rabbal 'aalamin,- Muhammad Al Qubra. ---------- From: abu meulaboh <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: [EMAIL PROTECTED] To: [email protected], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Subject: [www.aceh-online.com] Re: "GAM Xenofobi" Date: Sat, 30 Sep 2006 06:33:20 -0700 (PDT) MIME-Version: 1.0 X-Originating-IP: 216.252.111.221 X-Sender: [EMAIL PROTECTED] Received: from n15a.bullet.sc5.yahoo.com ([66.163.187.158]) by bay0-mc7-f7.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Sun, 1 Oct 2006 01:50:28 -0700 Received: from [66.163.187.120] by n15.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 2006 08:48:38 -0000 Received: from [66.218.66.58] by t1.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 2006 08:48:38 -0000 Received: from [66.218.66.61] by t7.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 2006 08:48:38 -0000 Received: (qmail 90603 invoked from network); 1 Oct 2006 08:45:01 -0000 Received: from unknown (66.218.66.216) by m35.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 1 Oct 2006 08:45:01 -0000 Received: from unknown (HELO n23.bullet.scd.yahoo.com) (66.94.237.52) by mta1.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 1 Oct 2006 08:45:00 -0000 Received: from [66.218.69.5] by n23.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 30 Sep 2006 18:23:49 -0000 Received: from [66.218.66.84] by t5.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 30 Sep 2006 18:23:49 -0000 Received: (qmail 87535 invoked from network); 30 Sep 2006 16:20:21 -0000 Received: from unknown (66.218.66.218) by m37.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 30 Sep 2006 16:20:21 -0000 Received: from unknown (HELO web57205.mail.re3.yahoo.com) (216.252.111.221) by mta3.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 30 Sep 2006 16:20:19 -0000 Received: (qmail 62607 invoked by uid 60001); 30 Sep 2006 13:33:20 -0000 Received: from [213.212.1.52] by web57205.mail.re3.yahoo.com via HTTP; Sat, 30 Sep 2006 06:33:20 PDT X-Message-Info: LsUYwwHHNt0zeqRibFplKx6VQJSlYSdNQAcbBnGMZ1E= Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; d=yahoogroups.com;b=rc5Br5IW9ryT4LkbEdXxarp2VGft9BqSiUK+kSXywCZQvBPK9/wahXjnzTuGwjB4lu3ok9Yq4mprWoR54DM+8RShn1rpOGD4s9MQvDrl4aDsHuqn1pcOU3cIkl1OuvgO; X-Yahoo-Newman-Property: groups-email X-Yahoo-Newman-Id: 11350788-m3084 X-Apparently-To: [EMAIL PROTECTED] X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0 X-eGroups-Approved-By: siwah_blang <[EMAIL PROTECTED]> via web; 30 Sep 2006 18:23:48 -0000 Mailing-List: list [EMAIL PROTECTED]; contact [EMAIL PROTECTED] Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED] List-Id: <achehnews.yahoogroups.com> Precedence: bulk List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Return-Path: [EMAIL PROTECTED] X-OriginalArrivalTime: 01 Oct 2006 08:50:28.0594 (UTC) FILETIME=[A5010520:01C6E536] Ahmat Jawa kurus kering rambut putih seluruh kepala Amat Jawa beristerikan perempuan batak tua dg gigi congol kelua Ahmat Jawa Isterimu bukan saja batak, tua, namun wajahnyapun lebih buruk dari kakak tua Ahmat Jawa penebar fitnah dan anjing glodok seperti kata Ria Ananda Ahmat Jawa seluruh bangsa aceh tau yang kamu adalah agen kbri dan hindunisia Ahmat Jawa lelaki kurus kering suka ngentot batak tua. ha ha ha ha ha ha ha ....... Kepada Allah kita berdoa dan berlindung setiap masa. Dan bagi yang ada minat bacalah tulisan2 Ahmat Jawa di http://www.dataphone.se/~fakyuahmatjawa.se Ahmad Hakim Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 23 September 2006. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. ORANG YANG IKUT-IKUTAN MEMUKUL GAM DENGAN MEMAKAI SAPU LIDI MERK XENOFOBI. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG IKUT-IKUTAN MEMUKUL GAM DENGAN MEMAKAI SAPU LIDI MERK XENOFOBI YANG DIBUAT DI DENMARK. "Yang berlaku di luar negeri ialah: pemimpin GAM menempatkan Ahmad Sudirman sebagai "anjing Boldok", yang memasok umpan "anjing Boldok" ini ialah bpk. Muzakkir Hamid (keponakan bpk Zaini Abdullah). "Anjing Boldok" milik bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah ini diberi tugas menggonggong dan menyalak, bahkan jika perlu menggit semua orang atau bayang-bayang yang melintas di depannya untuk melindungi Tuan-nya yang tengah nadak dengan sindrom Xenofobi. Ada petugas volunteer (bpk Husaini Daud dan bpk. Razali Abdullah), yang setia mengelus-ngelus bulunya agar tak berkutu dan memandikannya, agar suara gonggongan "anjing Boldok" tetap bergema dan merdu." (Ria Ananda, [EMAIL PROTECTED] , Date: 22 september 2006 12:47:34) Nah, sebulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 Agustus 2006 saudara Ria Ananda dengan memakai kedok "pemerhati tentang konflik" yang tinggal disekitar Silkeborg, Arhus, Denmark telah melambungkan hasil pemikirannya tentang GAM yang isinya penuh pikiran yang bersifat subjektif, sehingga tidak melahirkan hasil pemikiran yang objektif yang dibungkus dengan bungkusan yang diberi label "GAM Political Negaholic". Dimana dapat dibaca dalam tulisan "Mereka yang menganalisa politik GAM dari ranting-nya dengan memakai ilmu negaholic" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/060821.htm ). Begitu juga kemaren, Jumat, tanggal 22 September 2006, saudara saudara Ria Ananda yang kali ini memakai kedok "pemerhati di kawasan konfik" dan tinggal masih disekitar daerah Silkeborg, Arhus, Denmark mencoba ikut-ikutan memanaskan suhu udara Denmark yang sudah masuk musim gugur dengan melalui cara memecutkan sapu lidi yang bermerk "xenofobi" dengan dibalut memakai tali "GAM Xenofobi" hasil olahan pikirannya yang masih belum sampai ketingkat apa yang dinamakan "pemerhati" keatas tubuh GAM yang masih tetap kuat. Mengapa Ahmad Sudirman menyatakan bahwa saudara Ria Ananda dalam pemikirannya masih belum sampai ketingkat "pemerhati"? Karena isi hasil kumpulan pemikiran saudara Ria Ananda masih penuh dengan kumpulan asap hasil hembusan subjektifitasnya saja, bukan berisikan butiran-butiran pkiran yang objektif. Misalnya satu contoh ringan saja, saudara Ria Ananda menulis bahwa "pemimpin GAM menempatkan Ahmad Sudirman sebagai "anjing Boldok", yang memasok umpan "anjing Boldok" ini ialah bpk. Muzakkir Hamid (keponakan bpk Zaini Abdullah).". Kalau diteliti sedikit lebih kedalam dari apa yang ditulis oleh saudara Ria Ananda tersebut diatas, maka akan ditemukan dengan mudah bahwa saudara Ria Ananda memang tidak mengerti dan tidak mengetahui sejauh mana hubungan antara pihak pimpinan GAM baik dilihat secara organisatoris ataupun dilihat dari sudut pribadi dengan pihak Ahmad Sudirman dalam hal perjuangan GAM. Nah, kalau Ahmad Sudirman menyatakan sebagai seorang pendukung dan penyokong perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, maka itu artinya dilihat secara politis dan hukum bahwa status Ahmad Sudirman dihubungkan dengan GAM adalah tidak sama dengan status politik dan hukum "anjing Boldok" seperti yang dinyatakan oleh saudara Ria Ananda. Jadi dengan saudara Ria Ananda menyimpulkan bawa Ahmad Sudirman dihubungkan dengan GAM yaitu "pemimpin GAM menempatkan Ahmad Sudirman sebagai "anjing Boldok", yang memasok umpan "anjing Boldok" ini ialah bpk. Muzakkir Hamid" menunjukkan saudara Ria Ananda tidak mengerti dan tidak memahami sejauh mana hubungan secara politis dan hukum antara GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan pihak Ahmad Sudirman. Karena itu saran Ahmad Sudirman kepada saudara Ria Ananda kalau saudara ingin benar menyatakan diri sendiri sebagai "pemerhati di kawasan konfik", maka saudara harus mengerti dan memahami fenomena yang ada di kawasan konflik itu sendiri dan para pelakunya, bukan hanya menyuruk saja disekitar Silkeborg, Arhus, Denmark. Selanjutnya, saudara Ria Ananda menyatakan bahwa "Xenofobi berarti sindrom kekhawatiran atau ketakutan seseorang atau suatu kelompok (organisasi) terhadap tidak pastian (tidak menentunya) masa depan, hilangnya tanah air dan status kewarganegaraan. Sindrom Xenofobi ini tengah melanda pimpinnan GAM (Malik Mahmud & Zaini Abdullah) beserta pengikutnya yang masih saja ngeluyur di luar negeri (Swedia, North Jyland Denmark, Stavanger Norwegia, USA, Canada, Malaysia, New zaeland, Australia, Belanda dan German)." Nah, dengan saudara Ria Ananda menampilkan pecut yang bermerk "GAM Xenofobi" dengan tali tafsirannya untuk dipakai memecut pimpinan GAM menunjukkan bahwa saudara Ria Ananda memang tidak mengerti dan tidak memahami tentang misi dan visi perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Dimana visi perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang dirangkumkan dalam sikap dan langkah perjuangan untuk penentuan nasib sendiri, ternyata ditafsirkan oleh saudara Ria Ananda sebagai bentuk "xenofobi" yang diambil dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata, xenos dan fobi, yang diartikan rasa takut pada orang asing. Nah, kalau pengertian xenofobi dikenakan kepada orang-orang di Denmark tempat saudara Ria Ananda hidup dan tinggal sekarang, maka akan lahirlah istilah permusuhan kepada orang asing, misalnya anti orang asing yang tinggal di Denmark, seperti saudara Ria Ananda. Dimana tetangga saudara Ria Ananda yang orang Denmark merasa benci dan marah kepada saudara Ria Ananda karena saudara Ria adalah orang asing yang tinggal menyuruk disekitar daerah Silkeborg, Arhus, Denmark. Jadi, dengan berdasarkan apa yang diterangkan diatas tentang xenofobi, maka sudah bisa diambil garis lurus bahwa apa yang ditafsirkan oleh saudara Ria Ananda tentang xenofobi itu yang dikenakan kepada pimpinan GAM yang memiliki "kekhawatiran atau ketakutan terhadap tidak pastian (tidak menentunya) masa depan, hilangnya tanah air dan status kewarganegaraan" adalah penafsiran yang tidak memiliki fakta dan bukti pengetahuan yang kuat. Tetapi kalau istilah xenofobi GAM ditafsirkan dengan sikap dan tindakan pimpinan GAM yang kuat dan menentang terhadap sikap tindakan pihak pemerintah RI yang telah menganeksasi Acheh kedalam wilayah RI dengan cara ilegal, maka sikap dan tindakan pimpinan GAM yang menentang orang atau pihak asing di Acheh adalah cocok dan benar serta sesuai dengan pengertian xenofobi yang berasal dari dua kata bahasa Yunani itu. Atau dengan kata lain rakyat asli Denmark menentang keras kepada orang asing yang tinggal di Denmark, misalnya seperti saudara Ria Ananda hal itu disebabkan oleh rasa takut terhadap orang asing yang datang dan tinggal di Denmark. Sikap xenofobi inilah yang salah satunya merupakan faktor yang melahirkan rasisme di Denmark. Jadi, dalam hal xenofobi inipun saudara Ria Ananda harus banyak lagi belajar, terutama dalam hal pengertian istilah xenofobi dan penafsirannya, agar supaya tidak sekedar menafsirkan kekiri dan kekanan saja tanpa adanya isi kekuatan penunjang pengetahuan yang kuat. Selanjutnya, saudara Ria Ananda menyinggung "Kendati MoU Helsinki membolehkan mereka pulang ke Aceh kembali kepada pangkuan Ibu Pertiwi Indonesia (NKRI) mereka tetap takut pulang untuk hidup kembali seperti semua, karena tidak memiliki kualitas intelektual dan pengalaman dalam gelanggang politik dan perniagaan di Indonesia. Dalam bidang politik, bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah tidak berani pulang untuk tampil bertanding dalam Pilkada Aceh desember 2006 tahun ini, kendati obsesi menjadi pemimpin Aceh tetap bergelora dan belum ada anggota GAM luar negeri (warganegara asing) yang nyata- nyata melepaskan status kewarganegaraan asingnya." Nah, dari apa yang dilambungkan oleh saudara Ria Ananda diatas itu menunjukkan bahwa pertama, saudara Ria Ananda tidak mengerti dan tidak memahami tentang MoU Helsinki dan yang kedua, saudara Ria Ananda tidak mengerti dan tidak memahami apa yang menjadi isi dari UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahah Acheh buatan Pansus DPR RI. Karena saudara Ria Ananda tidak mengerti dan tidak memahami tentang MoU Helsinki yang dihubungkan dengan isi UU No.11 tahun 2006 maka dianggap bahwa pasca penandatanganan MoU Helsinki 15 Agustus 2005 adalah pihak GAM sudah melebur dan bubar sehingga harus tampil dalam istilah "pilkada" model UU No.11 tahun 2006 buatan Pansus DPR RI, sehingga ketika pimpinan tinggi GAM tidak maju dalam "pilkada" dianggap sebagai sikap dan tindakan "tidak berani pulang untuk tampil bertanding dalam Pilkada Aceh desember 2006 tahun ini". Padahal kalau saudara Ria Ananda mengerti dan memahami bahwa sebenarnya payung hukum UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh buatan Pansus DPR RI adalah sebagian besar pasal-pasalnya bertentangan dengan MoU Helsinki. Karena itu sampai detik sekarang, sebelum UU No.11 tahun 2006 direvisi, maka pihak pimpinan Tinggi GAM tetap menolak UU No.11 tahun 2006 tersebut. Jadi, kalau saudara Ria Ananda menyatakan bahwa pimpinan tinggi GAM "tidak berani pulang untuk tampil bertanding dalam Pilkada Aceh desember 2006 tahun ini" benar-benar menunjukkan bahwa saudara Ria Ananda sudah terobsesi dengan isi UU No.11 tahun 2006 buatan Pansus DPR RI tersebut. Atau dengan kata lain saudara Ria Ananda memang tidak mengerti dan tidak memahami MoU Helsinki dihubungkan dengan UU NO.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh buatan Pansus DPR RI. Kemudian, saudara Ria Ananda menyatakan juga bahwa "Yusuf+SBY tengah menghambur uang kepada anggota GAM, terutama kepada bekas panglima. Lihat saja, kator KPA seluruh Aceh ternyata disewa oleh Pemda masing- masing. Bpk T. Kamaruzzaman (resmi dalam kabinet Kuntor) dan bpk. Muzakkir Manaf, bpk. Zakarya Saman, bpk. Bazaruddin, bpk. Adi Laweuëng, dll lagi, kendati tidak resmi masuk dalam kabinet Kuntoro, tapi mereka diperkerjakan sebagai "ACEH KONTRAK (AKON)" yang tunduk dibawah ketiak Kontoro sampai tahun 2009." Nah, disini kelihatan bahwa saudara Ria Ananda yang menyebut dirinya sebagai "Pemerhati di kawasan konfik" ternyata memang tidak memahami isi perjanjian damai yang dituangkan dalam MoU Helsinki. Dimana bukan Jusuf Kalla dan Susilo Bambang Yudhoyono yang menghamburkan uang kepada anggota GAM, melainkan antara pihak GAM dan pemerintah RI ada kesepakatan hukum yang tertulis dalam MoU Helsinki bahwa akan diberikan hak-hak ekonomi bagi orang-orang yang telah diberikan amnesti atau dibebaskan dari Lembaga Permasyarakatan atau tempat penahanan lainnya. Juga akan diberikan kemudahan ekonomi bagi anggota TNA (Tentara Negara Acheh) yang sekarang telah berobah status menjadi KPA. Begitu juga akan diberikan dana yang memadai untuk kompensasi bagi semua anggota TNA (sekarang KPA), tahanan politik dan rakyat sipil yang terkena dampak konflik Acheh melalui Pemerintah Acheh. Jadi dengan adanya kesepakatan hukum dan politik serta ekonomi antara pihak GAM dan pemerintah RI tersebut diatas yang dituangkan dalam MoU Helsinki, maka isi kesepakatan tersebut bukan merupakan suatu usaha "Yusuf+SBY tengah menghambur uang kepada anggota GAM, terutama kepada bekas panglima" seperti yang dikemukakan oleh saudara Ria Ananda. Karena itu saran Ahmad Sudirman kepada saudara Ria Ananda kalau saudara mau memakai label sebagai "Pemerhati di kawasan konfik" Acheh, maka saudara Ria Ananda harus mengerti dan memahami MoU Helsinki terlebih dahulu, sebelum menggoreskan atau mengetikkan hasil pikiran saudara diatas keyboard. Seterusnya, perjuangan GAM tidak sama dengan apa yang diperjuangkan oleh Dalay Lama di Tibet dengan China-nya. Dari kedua pergerakan masing-masing memiliki jalur sejarah, politik dan hukum yang berbeda. Jadi, tidak tepat kalau saudara Ria Ananda menyuruh kepada pimpinan tinggi GAM untuk meniru dan berguru kepada Dalay Lama dalam hal perjuangan GAM. Oleh sebab itu saran Ahmad Sudirman kepada saudara Ria Ananda dalam hal perjuangan GAM adalah saudara Ria perlu menggali, mengerti dan memahami visi dan misi perjuangan GAM yang dipimpinan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro sebelum saudara Ria Ananda menampilkan pikiran tentang perjuangan GAM. Selanjutnya, karena hasil kesepakatan yang dituangkan MoU Helsinki masih dalam proses pelaksanaan dilapangan dan masih banyak yang belum dijalankan oleh pihak pemerintah RI, maka sudah barang tentu dari pihak GAM tidak begitu saja mempercayai apa yang ada dan sedang dijalankan oleh pihak pemerintah RI di Acheh. Jadi, kalau masih ada dari pihak GAM yang belum masuk Acheh itu bukan berarti bahwa mereka takut pulang ke Acheh, melainkan masih melihat dan memperhatikan sejauh mana kebenaran dan ketulusan dari pihak pemerintah RI dalam menjalankan apa yang telah disepakati dalam MoU Helsinki itu. Begitu juga soal mengapa pimpinan GAM tidak berganti kewarganegaraan mereka, hal ini disebabkan karena MoU Helsinki itu bukan merupakan tujuan, melainkan hanya sebagai alat dalam rangka unsaha mencapai dan melaksanakan visi dan misi perjuangan GAM. Soal MoU Helsinki tidak ada sangkut pautnya dengan masalah pergantian kewarganegaraan bagi pimpinan GAM. Selama isi MoU Helsinki masih banyak yang ditentang dan dihilangkan oleh pihak pemerintah RI dan DPR RI, maka selama itu makin kelihatan pihak pemerintah RI tidak tulus dan jujur dalam menjalankan isi MoU Helsinki yang telah disepakati oleh pihak GAM da pemerintah RI. Jadi, kalau pihak pimpinan GAM tidak melepaskan kewarganegaraan dan pihak GAM lainnya tidak masuk ke Acheh, itu semuanya adalah bukan disebabkan oleh adanya "sindrom xinofobi" seperti yang ditulis oleh saudara Ria Ananda. Melainkan karena MoU Helsinki masih belum dijalankan dan dilaksanakan secara konsekuen oleh pihak pemerintah RI dan DPR RI. Kemudian, adanya anggapan dari saudara Ria Ananda bahwa "Bpk. Malik Mahmud dan bpk. Zaini Abdullah sangat khawatir dan takut kalau masa depan karier politiknya hancur-luluh hanya disebabkan tidak terpilih menjadi Gub+Wa Gub Aceh dalam Pilkada. Keduanya ragu-ragu dan tak yakin akan dipilih oleh orang Aceh. Keduanya, siang-malam dihantui oleh bayangan ketidak pastian karier masa depan politiknya. Diramalkan, masa depan politik bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah akan tamat (undoing) sampai disini." Nah, dari apa yang dianggapkan oleh saudara Ria Ananda diatas membuktikan bahwa saudara Ria Ananda masih banyak melibatkan subjektifitasnya dalam menampilkan hasil tulisannya itu. Sehingga kelihatan sangat dangkal dan sangat tidak memiliki muatan isi yang objektif dalam kupasannya itu. Mengapa ? Karena, perjuangan GAM dengan dintandatanganinya MoU Helsinki untuk perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak bukan dipakai alat oleh pimpinan tinggi GAM untuk mencari keududukan kursi Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah Acheh, melainkan MoU Helsinki itu adalah hanya merupakan alat dalam usaha GAM menjalankan visi dan misi perjuangannya. Disamping MoU Helsinki adalah merupakan barometer untuk melihat sejauh mana keseriusan dan kesungguhan serta kejujuran pihak pemerintah RI dan DPR RI untuk menjalankan dan membangun perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak di Acheh. Seterusnya soal kebijaksanaan politik dan hukum yang dijalankan oleh pihak pimpinan tinggi GAM dalam hal penyokongan politik kepada pihak Hasbi Abdullah dan Humam Hamid adalah sesuai dengan fungsi, tugas dan status pimpinan GAM yang mendapat kepercayaan politik dan hukum yang penuh dari pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan sesuai dengan MoU Helsinki. Justru yang ditentang berdasarkan sudut pandang politik dan hukum GAM adalah mereka, seperti saudara Irwandi Yusuf, saudara Sofyan Dawood dan saudara Munawarliza Zein yang telah mempergunakan KPA dan tempat kedudukan KPA untuk dipakai sebagai tindakan politik menentang pimpinan tinggi dan pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Dimana tindakan politik dan hukum mereka itu adalah merupakan tindakan politik pembangkangan dan perebutan kekuasaan dari pimpinan tinggi GAM dan pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Selanjutnya, saudara Ria Ananda menyatakan bahwa "di Aceh, bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah sudah kehilangan kepercayaan dari mayoritas anggota GAM, kantor KPA seluruh Aceh sudah diségél (dibekukan) oleh penguasa Indonesia, tinggal kantor KPA di Banda Aceh, itupun sudah di coup's oleh kelompok muda yang inginkan reformasi (anti Malik Mahmud & Zaini Abdullah)." Nah, dengan adanya tuduhan bahwa pihak pemerintah RI menyegel atau membekukan kantor KPA seluruh Acheh menunjukkan bahwa bagaimana sebenarnya pihak pemerintah RI telah menjalankan kebijaksanaan politik yang sudah disepakati dalam MoU Helsinki dengan cara tidak konsekuen dan tidak jujur serta penuh kelicikan. GAM dan KPA tidak bisa dibubarkan oleh pemerintah RI dan tidak ada dasar hukumnya yang bisa dijadikan tempat pegangan hukum untuk membubarkan GAM dan KPA. Karena itu adalah suatu tindakan yang melanggar kesepakatan yang dituangkan MoU Helsinki apabila pihak pemerintah RI menyegel atau membekukan kantor KPA seluruh Acheh. Nah, kalau pihak pemerintah RI memang melakukan penyegelan atau pembekuan kantor KPA seluruh Acheh, maka itu merupakan suatu deklarasi pengrusakan perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat di Acheh yang juga sekaligus merobek-robek isi perjanjian MoU Helsinki yang akhirnya konflik baru akan timbul kembali di Acheh. Selanjutnya, GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro masih tetap wujud, tidak terhalang oleh adanya MoU Helsinki. Tidak ada kesepakatan yang dituangkan dalam MoU Helsinki bahwa pusat GAM di luar negeri ditutup setelah MoU Helsinki ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 2005. Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan Stafnya masih terus memimpin GAM di luar Negeri. Pimpinan tinggi GAM dan pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro tetap menjalankan visi dan misi perjuangan GAM dan melihat serta memperhatikan sejauh mana pihak pemerintah RI konsekuen menjalankan dan melaksanakan isi MoU Helsinki di Acheh. Perjuangan GAM masih jauh, MoU Helsinki adalah hanya sebagai salah satu alat untuk menjalankan visi dan misi perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Jadi, dengan masih adanya GAM dibawah komando pimpinan tertinggi GAM Tengku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya, maka itu bukan berarti bahwa "sindrom Xenofobi yang diderita Bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah sukar disembuhkan, kecuali masuk Camp Consentration pemulihan mental dan jiwa untuk membangun kembali rasa percaya diri", seperti yang ditulis oleh saudara Ria Ananda. GAM tetap berjalan dan GAM tidak bisa dibubarkan oleh siapapun. Pimpinan tinggi GAM masih terus berjalan menjalankan roda kebijaksanaan politik dan hukumnya. Pimpinan tinggi GAM terus melakukan usaha politik dan hukumnya yang telah disepakati dalam MoU Helsinki. GAM tetap konsekuen dengan apa yang telah disepakati dalam MoU Helsinki. Sekarang tinggal melihat dan memperhatikan sejauh mana kekonsekuenan dan kejujuran dari pihak pemerintah RI dalam menepati kesepakatan yang dituangkan dalam MoU Helsinki. Seterusnya lagi saudara Ria Ananda menulis bahwa "selebihnya, anggota GAM luar negeri disérét oleh bpk. Malik Mahmud dan bpk. Zaini Abdullah untuk memenangkan pasangan ini. Hebat kan? Sayangnya, rata- rata tingkat pendidikian anggota GAM di luar negeri (khususnya di Malaysia, Swedia, Stavanger Norwegia, North Jyland Denmark (Eropah), USA, Canada, New Zealand dan Australia hanya tamat SD dan berasal dari kalangan pharia Aceh (keluarga kelas bawah dan terbelakang). Anggota GAM yang bodoh-bodoh ini menjadi makanan empuk bpk Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah. Di luar negeri mereka sudah terbiasa dengan pola pikir (menerima uang santunan dari negara)." === message truncated === --------------------------------- Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)... beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Salam perjuangan. -------------- ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!! **UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK: kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED] http://lantak.cjb.net *PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
