http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 1 Oktober 2006.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN AHMAD SUDIRMAN 
DARI SUDUT ROMATOR.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN 
AHMAD SUDIRMAN DARI SUDUT ROMATOR.

“Tetapi setelah terjadi beberapa “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman 
itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, 
maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi 
keselamatan perjuangan.  Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya 
paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada 
persoalan peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, 
dimana kami tidak bisa kompromi sama sekali. Setelah tidak ada hubungan 
dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk 
Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, 
dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami. Tetapi setelah dia 
menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM mainstream” dan 
mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai 
dikait2kan.” (Yusuf Daud, [EMAIL PROTECTED] , 83.251.20.204,  30 
september 2006 23:34:41)

Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB 
[62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm, Swedia.

Setelah membaca pernyataan yang disampaikan oleh saudara Yusuf Daud kepada 
saudara Muhammad al Qubra yang didalamnya menyinggung Ahmad Sudirman, 
ternyata ditemukan beberapa masalah yang perlu diluruskan demi kebenaran 
jalannya jalur hasil cerita yang dipaparkan oleh saudara Yusuf Daud 
tersebut.

Dimana saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa Ahmad Sudirman “menyusup ke dalam 
kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM mainstream” dan mulailah ia 
membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan.”

Nah, dari apa yang dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud tersebut adalah penuh 
dengan hasil dorongan subjektifitasnya saja. Mengapa ?

Karena, kalau Ahmad Sudirman telah menggali, mempelajari, mendalami, 
menganalisa dan menyimpulkan sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses 
pertumbuhan dan perkembangan RI, kemudian dengan dasar fakta dan bukti 
pengetahuan dan sejarah tersebut Ahmad Sudirman menyatakan sikap penyokongan 
dan pendukungan penuh kepada perjuangan GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan 
Muhammad di Tiro, maka sikap dan tindakan politik Ahmad Sudirman tersebut 
adalah bukan sikap dan tindakan politik penyusupan kedalam GAM yang dipimpin 
oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Selanjutnya pimpinan tinggi GAM dibawah 
pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah mengetahui dari sejak pertama 
kali mereka menginjakkan kakinya di bumi Swedia. Pimpinan tinggi GAM 
mengenal siapa Ahmad Sudirman dan Ahmad Sudirman juga mengenal siapa mereka.

Jadi, kalau dukungan dan sokongan penuh Ahmad Sudirman yang diberikan kepada 
pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya itu 
adalah bukan merupakan sikap dan tindakan Ahmad Sudirman yang ”menyusup ke 
dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream” seperti yang 
dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud, melainkan sikap dan tindakan politik 
yang terbuka secara umum dari pihak Ahmad Sudirman.

Nah, kalau dari pihak saudara Yusuf Daud cs merasa dan berpikir bahwa dengan 
adanya sikap dan tindakan politik penyokongan penuh dari Ahmad Sudirman 
kepada pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dianggap 
sebagai suatu usaha penyusupan kedalam kelompok GAM, maka perasaan dan 
pikiran saudara Yusuf Daud cs itu masih berada ditingkat kulit-politik-nya 
saja.

Kemudian, saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa ”setelah terjadi beberapa 
“peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2, 
tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak 
berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan.  Peristiwa2 yang 
saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman 
sendiri menghendakinya.”.

Nah, kalau memang ada beberapa ”peristiwa” penting seperti yang disebutkan 
oleh saudara Yusuf Daud yang dijadikan alasan untuk memutuskan hubungan 
Yusuf Daud cs dengan pihak Ahmad Sudirman, maka dipersilahkan untuk 
dikemukakan dengan jelas dan terperinci di mimbar bebas ini agar supaya bisa 
diklarifikasikan kebenaran ”peristiwa” penting tersebut dan agar supaya para 
pembaca di mimbar bebas ini mengetahui secara jelas dan benar.

Seterusnya, saudara Yusuf Daud menuliskan: ”Ahmad Sudirman mulai 
mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah 
membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu 
jalannya perjuangan kami.”

Nah, apa yang ditulis oleh saudara Yusuf Daud itu adalah diambil dari hasil 
analisa saudara Usman Harun di Jorpeland, Rogaland, Norway yang telah 
dijawab oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan ”Mereka hanya menafsirkan 
tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja” ( 
http://www.dataphone.se/~ahmad/060815.htm ). Dimana dasar pemikiran yang 
menjadi pernyataan saudara Yusuf Daud tersebut juga adalah setelah ia 
membaca tulisan Ahmad Sudirman tentang ”Penyelesaian Aceh ditinjau dari UUM” 
( http://www.dataphone.se/~ahmad/990728.htm ) yang ditulis 7 tahun yang 
lalu. Dan Ahmad Sudirman telah memberikan tanggapan dan jawaban atas hasil 
pemikiran saudara Yusuf daud tersebut dalam tulisan ”Mereka hanya 
menafsirkan tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja”.

Selanjutnya, memang pada tahun 1990-an beberapa kali Ahmad Sudirman diundang 
oleh pihak Yusuf Daud cs untuk datang menghadiri ”maulid Nabi atau pertemuan 
dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi”. Ahmad Sudirman datang menghadiri 
acara-acara tersebut adalah sebagai tamu dan pendengar saja, walaupun 
sekali-kali ada sedikit pembicaraan dan sedikit diskusi, tetapi tidak ada 
yang istimewa dalam pertemuan atau acara tersebut.

Kemudian, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan tentang pernyataan yang 
disampaikan oleh pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka itu 
bukan berarti Ahmad Sudirman memulai ”perang” terhadap pihak Yusuf Daud cs, 
melainkan Ahmad Sudirman memberikan tanggapan berdasarkan hasil galian, 
pemahaman, analisa dan kesimpulan Ahmad Sudirman tentang pernyataan PERMAS 
dan Komite Free Acheh Democratic.

Nah kalau pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic menganggap bahwa 
tanggapan Ahmad Sudirman tersebut bertentangan dengan garis politik dari 
pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka dipersilahkan untuk 
membantahnya secara jelas dan terbuka agar supaya bangsa dan semua rakyat 
Acheh mengetahui secara gamblang dan benar.

Ahmad Sudirman sangat senang sekali kalau ada dari pihak PERMAS dan Komite 
Free Acheh Democratic yang memberikan tanggapannya secara terbuka atas apa 
yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman tersebut. Jadi, dalam masalah diskusi 
dan perdebatan yang terbuka ini adalah bukan dengan tujuan saling memusuhi, 
melainkan untuk mencari titik-titik yang bisa dijadikan garis lurus bersama. 
Tetapi, kalau pihak saudara Yusuf Daud menganggap bahwa tanggapan yang 
disampaikan oleh Ahmad Sudirman itu sebagai  suatu sikap ke arah ”perang”, 
maka  anggapan tersebut adalah anggapan yang dangkal dan sempit saja.

Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman menulis seperti yang dinyatakan oleh 
saudara Yusuf Daud bahwa "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi 
permas "akan dijerat" adalah itu bukan suatu ancaman, melainkan kalau ada 
pihak yang menulis secara terbuka yang isinya fitnah dan penghinaan pribadi, 
misalnya seperti yang ditulis oleh Paya Bujok bahwa Ahmad Sudirman mengambil 
binik orang, Ahmad Sudirman kawin dengan janda tua, Ahmad Sudirman mencuri 
data dari komputer punya orang, maka tindakan orang tersebut adalah tindakan 
pidana penghinaan dan fitnah pribadi (bukan politik) yang bisa dijerat oleh 
pihak yang berwenang di Swedia. Kemudian soal PERMAS, kalau memang 
organisasi ini tidak didaftarkan secara resmi sebagai organisasi politik dan 
diakui resmi sebagai organisasi yang berasas dan bertujuan politik, kemudian 
dipakai alat untuk tindakan dan perjuangan politik yang melibatkan negara 
lain, maka sudah pasti akan terkena jeratan hukum di negara tersebut, 
misalnya di Swedia.

Seterusnya soal MoU Helsinki. Ahmad Sudirman mendukung perjanjian yang 
dijalankan oleh pihak GAM dan pemerintah RI yang dituangkan dalam MoU 
Helsinki 15 Agustus 2005. Dimana MoU tersebut menurut Ahmad Sudirman adalah 
sebagai salah satu alat bagi pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan 
Muhammad di Tiro dan Stafnya untuk mencapai tujuan penentuan nasib sendiri.

Nah, kalau saudara Yusuf Daud cs bersama PERMAS dan Komite Free Acheh 
Democratic tidak menerima MoU Helsinki, maka itu adalah hak politik saudara 
Yusuf Daud cs. Tidak ada paksaan dalam hal ini. Lagi pula saudara Yusuf Daud 
dan  PERMAS serta Komite Free Acheh Democratic tidak ada memiliki hubungan 
secara lembaga atau institusi politik dengan GAM dibawah pimpinan Teungku 
Hasan Muhammad di Tiro. Saudara Yusuf Daud cs secara kelembagaan politik 
adalah berada diluar GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Jadi kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan terhadap mereka yang 
menentang MoU Helsinki, maka itu bukan berarti Ahmad Sudirman 
”menjahannamkan secara agresif siapa saja, siapa saja,  yang tidak sesuai 
dengan pikirannya atau mengkritisi MoU” seperti yang ditulis oleh saudara 
Yusuf Daud, melainkan tanggapan Ahmad Sudirman itu adalah merupakan 
tanggapan politik dan hukum dilihat dari sudut isi MoU Helsinki hasil 
kesepakatan politik antara pihak GAM dan pemerintah RI.

Selanjutnya lagi, kalau Ahmad Sudirman menyatakan bahwa saudara Yusuf Daud 
adalah secara fakta dan bukti hukum pengguna nama Paya Bujok dengan email 
[EMAIL PROTECTED] adalah memang benar secara hukum karena ada bukti 
hukumnya. Jadi, dalam hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi atau dibantah 
lagi. Hanya yang masih perlu pembuktian adalah masih adanya orang selain 
dari saudara Yusuf Daud yang memakai nama Paya Bujok dan email 
[EMAIL PROTECTED] dengan password yang sama untuk dipakai menyebarkan 
tulisan-tulisan yang isinya tidak senonoh, seperti saudara Paya Bujok 
Telianet [195.252.42.4] dan terakhir ini saudara Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134]. Dimana ketiga orang ini tidak akan mungkin bisa membaca 
emailnya lewat Yahoo.com kalau mereka bertiga tidak memiliki password yang 
sama, karena mereka bertiga memiliki email adres yang sama yaitu 
[EMAIL PROTECTED] yang hanya bisa diterima, dibuka dan dibaca melalui 
Yahoo.com yang diperlukan password dan username yang sama. Dan mereka yang 
memakai nama Paya Pujok dan email [EMAIL PROTECTED] yang isinya penuh 
fitnah dan penghinaan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan politik 
dan hukum. Dimana fitnah dan penghinaan pribadi inilah yang bisa dijerat 
oleh hukum di Swedia. Bukan masalah perbedaan pandangan atau pikiran politik 
yang bisa dijerat oleh hukum di Swedia, melainkan adanya fitnah dan 
penghinaan pribadi yang bisa divonis hukum dalam pengadilan di Swedia.

Kalau dalam tulisan sebelumnya pernah disinggung saudara Yahya dan saudara 
Anwar yang menurut saudara Yusuf Daud adalah keduanya adik ipar saudara 
Yusuf Daud, maka dipersilahkan kepada saudara Yahya dan saudara Anwar dengan 
terbuka menyatakan diri bahwa tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan 
memakai email  [EMAIL PROTECTED] . Dan pernyataan ini pernah Ahmad 
Sudirman juga kemukakan dalam tulisan sebelum ini, tetapi sampai detik 
sekarang ini tidak pernah ada tanggapan dan jawaban yang jelas dan pasti 
dari saudara Yahya dan Anwar ini kepada pihak Ahmad Sudirman. Kalau memang 
mereka berdua tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan email 
[EMAIL PROTECTED] , maka tidak perlu mereka takut untuk menyatakan secara 
terbuka di mimbar bebas ini. Misalnya contohnya saudara Yusuf Daud yang 
telah menyatakan dirinya secara terbuka bahwa ia adalah pemakai nama Paya 
Bujok dan pengguna email [EMAIL PROTECTED] .

Terakhir, dengan telah diluruskannya apa yang telah disampaikan oleh sadara 
Yusuf Daud tersebut, diharapkan para pembaca di mimbar bebas ini memperoleh 
gambaran yang jelas dan terang dimana kedudukan Ahmad Sudirman dan dimana 
kedudukan saudara Yusuf Daud. Sehingga akan memberikan gambaran yang jelas 
tentang perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro 
dikaitkan dengan pihak Ahmad Sudirman dan pihak saudara Yusuf Daud serta 
pihak PERMAS juga Komite Free Acheh Democratic.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Received: from [83.251.20.204] by web26710.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Sat, 
30 Sep 2006 23:34:41 CEST
Fran:  Yusuf Daud [EMAIL PROTECTED]
Svarsadress:  [email protected]
Skickat:  den 30 september 2006 23:34:41
Till:  [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [email protected]
Amne:  [Lantak] SV: [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK

Muhammad al qubra atau Husaini Daud?

Saya tidak tahu kalau Husaini sudah pernah berjumpa dengan Ahmad Sudirman 
atau kenal dengan tulisan2 via emailnya saja.

Saya kenal baik dengan Ahmad Sudirman dan isterinya, pernah ke rumah saya, 
pernah kami undang ke Menasah Aceh beberapa kali ketika ada kenduri2 maulid 
Nabi atau pertemuan dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi. Saya kenal 
juga beberapa kawan Ahmad Sudirman yang se ide dengan nya, dimana menurut 
mereka indonesia merupakan sebuah negara Islam yang terbesar di dunia, dan… 
memecah belah indonesia itu sama dengan menghancurkan Islam - lebih kurang 
seperti yang ditulis Ahmad Sudirman dalam homepage nya.

Tetapi setelah terjadi beberapa “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman itu 
tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka 
kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan 
perjuangan.  Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan 
disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada persoalan 
peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, dimana kami 
tidak bisa kompromi sama sekali.

Setelah tidak ada hubungan dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai 
mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah 
membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu 
jalannya perjuangan kami.

Tetapi setelah dia menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM 
mainstream” dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama 
saya pun mulai dikait2kan.

Kamu Husaini harus ingat, Ahmad Sudirman yang memulai "perang" ini, 
mengcounter tulisan2 pribadi kami, termasuk pernyataan2 PERMAS dan Komite 
Free Acheh Democratic, yang orang Aceh sendiri yang berseberangan dengan 
kami jarang membantahnya; Ahmad Sudirman yang mula2 dan berkali kali 
menggunakan kata2 "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi permas 
"akan dijerat" dls sebelum orang lain menggunakan kata2 yang sama; dan dalam 
kaitan dengan MoU, Ahmad Sudirman yang sering menjahannamkan secara agresif 
siapa saja, siapa saja,  yang tidak sesuai dengan pikirannya atau 
mengkritisi MoU.

Secara pribadi saya tidak pernah berdiskusi dengan Ahmad Sudirman, sebab 
tidak ada yang bisa didiskusikan. Kadang2 ketika nama saya terus dibawa 
bawa, sejumlah email dikatakan milik saya, dan tulisan2 yang dibawah 
standard dikatakan saya berada dibelakangnya, maka perlu diluruskan dan 
diklarifikasikan.

Sekarang Ahmad Sudirman sudah tahu bahwa email paya_bujok pernah saya pakai 
atau mungkin saya sendiri pemilik email paya_bujok yang sekarang dipakai 
orang lain? Ini kita serahkan kepadan Ahmad Sudirman untuk menyelidiknya.

Kamu jangan terburu-buru menuduh orang tanpa bukti. Untuk menghadapi Ahmad 
Sudirman saya cukup bukti dan argumen, tidak harus memaki-maki, apa lagi 
mengancam. Kamu Husaini tidak akan bisa membuktikan kalau saya, Yusuf Daud, 
pernah mengancam orang. Tapi saya bisa membuktikan yang Ustaz kamu telah 
berkali kali mengancam saya. Kalau kamu memang orang yang jeli,….. lihat, 
teliti dan pelajari percakapan email saya (bukan diskusi) dengan Ahmad 
Sudirman dalam seminggu ini. Apa yang terjadi???

Semua orang yang normal dan tidak buta bisa melihat bahwa Ahmad Sudirman 
menuduh dan bertubi tubi mengancam saya untuk dipengadilankan. Reaksi saya: 
silakan, paparkan buktinya – itu saja, bukan? Sekali sekali saya tegur kalau 
saya lihat Ahmad Sudirman sudah ngaur dan salah tebak, apa lagi bulan puasa: 
email dari Amerika dibilang dari ”Fittja-Norsborg”, orang2 yang tidak pernah 
tinggal di Stockholm pun dibilang dari ”Fittja-Norsborg” dst. Husaini, siapa 
yang harus tobat dibulan suci ini???

Husaini, baca baik baik tulisan Ahmad Sudirman yang dikirim tiga hari yang 
lalu: begitu optimis dan meyakinkan, bukan?
“...artinya (email bujok_paya) bukan hanya dipakai oleh saudara Yusuf Daud, 
tetapi juga oleh sindikat atau bisa juga disebut keluarga dekat saudara 
Yusuf Daud seperti saudara Anwar dan saudara Yahya.Jadi, ketika saudara 
Yusuf Daud sedang sibuk bekerja di perusahaan mekanik ROMATOR AB yang 
terletak di sekitar daerah Bandhagen, Sockholm, maka saudara Yusuf Daud cs 
seperti saudara Anwar dan saudara Yahya siap memakai email 
[EMAIL PROTECTED] dengan menyambungkan internetnya ke server Telianet 
untuk bermain di sekitar PPDI dan di arena International Aceh Civil Society
Forum”

Kenapa Ahmad Sudirman memilih kedua adik ipar saya sebagai korbannya dan 
dimulutnya selalu dimuntahkan kata2 ”Fittja-Norsborg” walaupun email2 
tersebut bukan dari Norsborg dan walaupun orang2 yang berkenaan tidak pernah 
tinggal di Norsborg?  Ini terpulang kepada pembaca untuk menafsir sendiri.
Tapi sayang dan kasihan juga………….
Bulan puasa, bulan suci Ramadhan, Ahmad Sudirman (Ustaz? Na’uzubillah min 
zaalik) sanggup menuduh tanpa bukti dan memfitnah orang begitu saja. Dan 
selalu menggunakan nama Allah, Bismillah...., Assalamualaikum...dan 
mengakhiri dengan memohon doa kepada Allah? Sampai2 nama Allah pun sanggup 
dimonopoli untuk menipu para pembaca….
Husaini, siapa yang harus bertobat sekarang???
Siapa2 yang ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Ahmad Sudirman, 
silakan kirim emailnya kepada saya. Mungkin masih ada tiga-empat hari lagi, 
setelah itu layanan untuk Ahmad Sudirman saya tutup buat sementara waktu.

Mudah2an dengan sedikit penjelasan ini bisa terbuka mata mu dalam melihat 
fakta dan kebenaran.
----------

Received: from [83.108.160.68] by web86906.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Fri, 
29 Sep 2006 21:23:17 CEST
Fran:  Muhammad al qubra [EMAIL PROTECTED]
Svarsadress:  [EMAIL PROTECTED]
Skickat:  den 29 september 2006 21:23:17
Till:  [EMAIL PROTECTED], [email protected]
Amne:  [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK

Dicatatan harian saya ada beberapa email yang saya palang tidak layak untuk 
kita layani yaitu atas nama Paya Bujok, Tgk Maad, Darwis Jiniep dan 
email-email dari Tarmizi alias Puteh sarong yang puluhan banyaknya dan 
demikian juga yang lain sebagainya. Email-email ini kerap kali menggunakan 
bahasa yang sangat tidak pantas. Kali ini saya benar-benar tersentak ketika 
ada keterangan bahwa email atas nama Paya Bujok itu tidak lain Yusuf Daud 
Sendiri. Sebab saya lihat sebelumnya Yusuf Daud ini agak sopan, namun 
belakangan ini ketika berdiskusi dengan Ustaz Ahmad Sudirman ternyata juga 
menggunakan bahasa yang lazim digunakan Paya Bujok.

Wahai Tuan Yusuf Daud sebaiknya anda bertaubat sajalah mulai bulan Ramadhan 
ini. Sesungguhnya Allah senantiasa melihat tingkah laku kita. Kita mungkin 
saja menyembunyikan nama untuk mencela orang lain buat sementara waktu, 
namun suatu saat pasti kita kan mendapat balasannya. Kemudian kita takperlu 
mengancam orang lain, Malaikat Maut saja tak pernak mengancam orang yang 
memiliki kuasa (semoga Allah mengampuni saya dari berkata seperti ini).  
Kenapa kita tidak mengambil pelajaran pada hal yang demikian?

Saya melihat baru-baru ini ada orang yang dulunya menuduh yang bukan-bukan 
terhadap Ustaz Ahmad Sudirman, malah sekarang itu orang sudah mulai pada 
memujinya. Mudah-mudahan itu orang benar-benar sudah insaf dari 
kesalahannya.   Semoga Allah melindungi hambanya yang mau bertaubat serta 
takut kepadaNya.  Aamin ya Rabbal 'aalamin,-

Muhammad Al Qubra.
----------



From: abu meulaboh <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [email protected], [email protected],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: [www.aceh-online.com] Re: "GAM Xenofobi"
Date: Sat, 30 Sep 2006 06:33:20 -0700 (PDT)
MIME-Version: 1.0
X-Originating-IP: 216.252.111.221
X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
Received: from n15a.bullet.sc5.yahoo.com ([66.163.187.158]) by 
bay0-mc7-f7.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Sun, 1 
Oct 2006 01:50:28 -0700
Received: from [66.163.187.120] by n15.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 01 
Oct 2006 08:48:38 -0000
Received: from [66.218.66.58] by t1.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 
2006 08:48:38 -0000
Received: from [66.218.66.61] by t7.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 
2006 08:48:38 -0000
Received: (qmail 90603 invoked from network); 1 Oct 2006 08:45:01 -0000
Received: from unknown (66.218.66.216)  by m35.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 
1 Oct 2006 08:45:01 -0000
Received: from unknown (HELO n23.bullet.scd.yahoo.com) (66.94.237.52)  by 
mta1.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 1 Oct 2006 08:45:00 -0000
Received: from [66.218.69.5] by n23.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 30 Sep 
2006 18:23:49 -0000
Received: from [66.218.66.84] by t5.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 30 Sep 
2006 18:23:49 -0000
Received: (qmail 87535 invoked from network); 30 Sep 2006 16:20:21 -0000
Received: from unknown (66.218.66.218)  by m37.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 
30 Sep 2006 16:20:21 -0000
Received: from unknown (HELO web57205.mail.re3.yahoo.com) (216.252.111.221)  
by mta3.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 30 Sep 2006 16:20:19 -0000
Received: (qmail 62607 invoked by uid 60001); 30 Sep 2006 13:33:20 -0000
Received: from [213.212.1.52] by web57205.mail.re3.yahoo.com via HTTP; Sat, 
30 Sep 2006 06:33:20 PDT
X-Message-Info: LsUYwwHHNt0zeqRibFplKx6VQJSlYSdNQAcbBnGMZ1E=
Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; 
d=yahoogroups.com;b=rc5Br5IW9ryT4LkbEdXxarp2VGft9BqSiUK+kSXywCZQvBPK9/wahXjnzTuGwjB4lu3ok9Yq4mprWoR54DM+8RShn1rpOGD4s9MQvDrl4aDsHuqn1pcOU3cIkl1OuvgO;
X-Yahoo-Newman-Property: groups-email
X-Yahoo-Newman-Id: 11350788-m3084
X-Apparently-To: [EMAIL PROTECTED]
X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
X-eGroups-Approved-By: siwah_blang <[EMAIL PROTECTED]> via web; 30 Sep 
2006 18:23:48 -0000
Mailing-List: list [EMAIL PROTECTED]; contact 
[EMAIL PROTECTED]
Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED]
List-Id: <achehnews.yahoogroups.com>
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Return-Path: 
[EMAIL PROTECTED]
X-OriginalArrivalTime: 01 Oct 2006 08:50:28.0594 (UTC) 
FILETIME=[A5010520:01C6E536]

Ahmat Jawa
kurus kering rambut putih seluruh kepala

   Amat Jawa
beristerikan perempuan batak tua
   dg gigi congol kelua

   Ahmat Jawa
Isterimu bukan saja batak, tua, namun wajahnyapun
   lebih buruk dari kakak tua

   Ahmat Jawa
penebar fitnah dan anjing glodok
seperti kata Ria Ananda

   Ahmat Jawa
seluruh bangsa aceh tau yang kamu
   adalah agen kbri dan hindunisia

   Ahmat Jawa
lelaki kurus kering suka ngentot
   batak tua.   ha ha ha ha ha ha ha .......

   Kepada Allah kita berdoa dan berlindung setiap masa. Dan bagi yang ada 
minat
bacalah tulisan2 Ahmat Jawa di  http://www.dataphone.se/~fakyuahmatjawa.se




Ahmad Hakim Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
   http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 23 September 2006.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


ORANG YANG IKUT-IKUTAN MEMUKUL GAM DENGAN MEMAKAI SAPU LIDI MERK
XENOFOBI.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG IKUT-IKUTAN MEMUKUL GAM DENGAN MEMAKAI
SAPU LIDI MERK XENOFOBI YANG DIBUAT DI DENMARK.

"Yang berlaku di luar negeri ialah: pemimpin GAM menempatkan Ahmad
Sudirman sebagai "anjing Boldok", yang memasok umpan "anjing Boldok"
ini ialah bpk. Muzakkir Hamid (keponakan bpk Zaini Abdullah). "Anjing
Boldok" milik bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah ini diberi
tugas menggonggong dan menyalak, bahkan jika perlu menggit semua
orang atau bayang-bayang yang melintas di depannya untuk melindungi
Tuan-nya yang tengah nadak dengan sindrom Xenofobi. Ada petugas
volunteer (bpk Husaini Daud dan bpk. Razali Abdullah), yang setia
mengelus-ngelus bulunya agar tak berkutu dan memandikannya, agar
suara gonggongan "anjing Boldok" tetap bergema dan merdu." (Ria
Ananda, [EMAIL PROTECTED] , Date: 22 september 2006 12:47:34)

Nah, sebulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 Agustus 2006 saudara
Ria Ananda dengan memakai kedok "pemerhati tentang konflik" yang
tinggal disekitar Silkeborg, Arhus, Denmark telah melambungkan hasil
pemikirannya tentang GAM yang isinya penuh pikiran yang bersifat
subjektif, sehingga tidak melahirkan hasil pemikiran yang objektif
yang dibungkus dengan bungkusan yang diberi label "GAM Political
Negaholic". Dimana dapat dibaca dalam tulisan "Mereka yang
menganalisa politik GAM dari ranting-nya dengan memakai ilmu
negaholic" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/060821.htm ).

Begitu juga kemaren, Jumat, tanggal 22 September 2006, saudara
saudara Ria Ananda yang kali ini memakai kedok "pemerhati di kawasan
konfik" dan tinggal masih disekitar daerah Silkeborg, Arhus, Denmark
mencoba ikut-ikutan memanaskan suhu udara Denmark yang sudah masuk
musim gugur dengan melalui cara memecutkan sapu lidi yang
bermerk "xenofobi" dengan dibalut memakai tali "GAM Xenofobi" hasil
olahan pikirannya yang masih belum sampai ketingkat apa yang
dinamakan "pemerhati" keatas tubuh GAM yang masih tetap kuat.

Mengapa Ahmad Sudirman menyatakan bahwa saudara Ria Ananda dalam
pemikirannya masih belum sampai ketingkat "pemerhati"?

Karena isi hasil kumpulan pemikiran saudara Ria Ananda masih penuh
dengan kumpulan asap hasil hembusan subjektifitasnya saja, bukan
berisikan butiran-butiran pkiran yang objektif. Misalnya satu contoh
ringan saja, saudara Ria Ananda menulis bahwa "pemimpin GAM
menempatkan Ahmad Sudirman sebagai "anjing Boldok", yang memasok
umpan "anjing Boldok" ini ialah bpk. Muzakkir Hamid (keponakan bpk
Zaini Abdullah).".

Kalau diteliti sedikit lebih kedalam dari apa yang ditulis oleh
saudara Ria Ananda tersebut diatas, maka akan ditemukan dengan mudah
bahwa saudara Ria Ananda memang tidak mengerti dan tidak mengetahui
sejauh mana hubungan antara pihak pimpinan GAM baik dilihat secara
organisatoris ataupun dilihat dari sudut pribadi dengan pihak Ahmad
Sudirman dalam hal perjuangan GAM.

Nah, kalau Ahmad Sudirman menyatakan sebagai seorang pendukung dan
penyokong perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di
Tiro, maka itu artinya dilihat secara politis dan hukum bahwa status
Ahmad Sudirman dihubungkan dengan GAM adalah tidak sama dengan status
politik dan hukum "anjing Boldok" seperti yang dinyatakan oleh
saudara Ria Ananda.

Jadi dengan saudara Ria Ananda menyimpulkan bawa Ahmad Sudirman
dihubungkan dengan GAM yaitu "pemimpin GAM menempatkan Ahmad Sudirman
sebagai "anjing Boldok", yang memasok umpan "anjing Boldok" ini ialah
bpk. Muzakkir Hamid" menunjukkan saudara Ria Ananda tidak mengerti
dan tidak memahami sejauh mana hubungan secara politis dan hukum
antara GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan
pihak Ahmad Sudirman.

Karena itu saran Ahmad Sudirman kepada saudara Ria Ananda kalau
saudara ingin benar menyatakan diri sendiri sebagai "pemerhati di
kawasan konfik", maka saudara harus mengerti dan memahami fenomena
yang ada di kawasan konflik itu sendiri dan para pelakunya, bukan
hanya menyuruk saja disekitar Silkeborg, Arhus, Denmark.

Selanjutnya, saudara Ria Ananda menyatakan bahwa "Xenofobi berarti
sindrom kekhawatiran atau ketakutan seseorang atau suatu kelompok
(organisasi) terhadap tidak pastian (tidak menentunya) masa depan,
hilangnya tanah air dan status kewarganegaraan. Sindrom Xenofobi ini
tengah melanda pimpinnan GAM (Malik Mahmud & Zaini Abdullah) beserta
pengikutnya yang masih saja ngeluyur di luar negeri (Swedia, North
Jyland Denmark, Stavanger Norwegia, USA, Canada, Malaysia, New
zaeland, Australia, Belanda dan German)."

Nah, dengan saudara Ria Ananda menampilkan pecut yang bermerk "GAM
Xenofobi" dengan tali tafsirannya untuk dipakai memecut pimpinan GAM
menunjukkan bahwa saudara Ria Ananda memang tidak mengerti dan tidak
memahami tentang misi dan visi perjuangan GAM dibawah pimpinan
Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Dimana visi perjuangan GAM dibawah
pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang dirangkumkan dalam sikap
dan langkah perjuangan untuk penentuan nasib sendiri, ternyata
ditafsirkan oleh saudara Ria Ananda sebagai bentuk "xenofobi" yang
diambil dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata, xenos dan fobi,
yang diartikan rasa takut pada orang asing. Nah, kalau pengertian
xenofobi dikenakan kepada orang-orang di Denmark tempat saudara Ria
Ananda hidup dan tinggal sekarang, maka akan lahirlah istilah
permusuhan kepada orang asing, misalnya anti orang asing yang tinggal
di Denmark, seperti saudara Ria Ananda. Dimana tetangga saudara Ria
Ananda yang orang Denmark merasa benci dan marah kepada saudara Ria
Ananda karena saudara Ria adalah orang asing yang tinggal menyuruk
disekitar daerah Silkeborg, Arhus, Denmark.

Jadi, dengan berdasarkan apa yang diterangkan diatas tentang
xenofobi, maka sudah bisa diambil garis lurus bahwa apa yang
ditafsirkan oleh saudara Ria Ananda tentang xenofobi itu yang
dikenakan kepada pimpinan GAM yang memiliki "kekhawatiran atau
ketakutan terhadap tidak pastian (tidak menentunya) masa depan,
hilangnya tanah air dan status kewarganegaraan" adalah penafsiran
yang tidak memiliki fakta dan bukti pengetahuan yang kuat.

Tetapi kalau istilah xenofobi GAM ditafsirkan dengan sikap dan
tindakan pimpinan GAM yang kuat dan menentang terhadap sikap tindakan
pihak pemerintah RI yang telah menganeksasi Acheh kedalam wilayah RI
dengan cara ilegal, maka sikap dan tindakan pimpinan GAM yang
menentang orang atau pihak asing di Acheh adalah cocok dan benar
serta sesuai dengan pengertian xenofobi yang berasal dari dua kata
bahasa Yunani itu. Atau dengan kata lain rakyat asli Denmark
menentang keras kepada orang asing yang tinggal di Denmark, misalnya
seperti saudara Ria Ananda hal itu disebabkan oleh rasa takut
terhadap orang asing yang datang dan tinggal di Denmark. Sikap
xenofobi inilah yang salah satunya merupakan faktor yang melahirkan
rasisme di Denmark.

Jadi, dalam hal xenofobi inipun saudara Ria Ananda harus banyak lagi
belajar, terutama dalam hal pengertian istilah xenofobi dan
penafsirannya, agar supaya tidak sekedar menafsirkan kekiri dan
kekanan saja tanpa adanya isi kekuatan penunjang pengetahuan yang
kuat.

Selanjutnya, saudara Ria Ananda menyinggung "Kendati MoU Helsinki
membolehkan mereka pulang ke Aceh –kembali kepada pangkuan Ibu
Pertiwi Indonesia (NKRI) – mereka tetap takut pulang untuk hidup
kembali seperti semua, karena tidak memiliki kualitas intelektual dan
pengalaman dalam gelanggang politik dan perniagaan di Indonesia.
Dalam bidang politik, bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah tidak
berani pulang untuk tampil bertanding dalam Pilkada Aceh desember
2006 tahun ini, kendati obsesi menjadi pemimpin Aceh tetap bergelora
dan belum ada anggota GAM luar negeri (warganegara asing) yang nyata-
nyata melepaskan status kewarganegaraan asingnya."

Nah, dari apa yang dilambungkan oleh saudara Ria Ananda diatas itu
menunjukkan bahwa pertama, saudara Ria Ananda tidak mengerti dan
tidak memahami tentang MoU Helsinki dan yang kedua, saudara Ria
Ananda tidak mengerti dan tidak memahami apa yang menjadi isi dari UU
No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahah Acheh buatan Pansus DPR RI.

Karena saudara Ria Ananda tidak mengerti dan tidak memahami tentang
MoU Helsinki yang dihubungkan dengan isi UU No.11 tahun 2006 maka
dianggap bahwa pasca penandatanganan MoU Helsinki 15 Agustus 2005
adalah pihak GAM sudah melebur dan bubar sehingga harus tampil dalam
istilah "pilkada" model UU No.11 tahun 2006 buatan Pansus DPR RI,
sehingga ketika pimpinan tinggi GAM tidak maju dalam "pilkada"
dianggap sebagai sikap dan tindakan "tidak berani pulang untuk tampil
bertanding dalam Pilkada Aceh desember 2006 tahun ini". Padahal kalau
saudara Ria Ananda mengerti dan memahami bahwa sebenarnya payung
hukum UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh buatan Pansus
DPR RI adalah sebagian besar pasal-pasalnya bertentangan dengan MoU
Helsinki. Karena itu sampai detik sekarang, sebelum UU No.11 tahun
2006 direvisi, maka pihak pimpinan Tinggi GAM tetap menolak UU No.11
tahun 2006 tersebut. Jadi, kalau saudara Ria Ananda menyatakan bahwa
pimpinan tinggi GAM "tidak berani pulang untuk tampil bertanding
dalam Pilkada Aceh desember 2006 tahun ini" benar-benar menunjukkan
bahwa saudara Ria Ananda sudah terobsesi dengan isi UU No.11 tahun
2006 buatan Pansus DPR RI tersebut. Atau dengan kata lain saudara Ria
Ananda memang tidak mengerti dan tidak memahami MoU Helsinki
dihubungkan dengan UU NO.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh
buatan Pansus DPR RI.

Kemudian, saudara Ria Ananda menyatakan juga bahwa "Yusuf+SBY tengah
menghambur uang kepada anggota GAM, terutama kepada bekas panglima.
Lihat saja, kator KPA seluruh Aceh ternyata disewa oleh Pemda masing-
masing. Bpk T. Kamaruzzaman (resmi dalam kabinet Kuntor) dan bpk.
Muzakkir Manaf, bpk. Zakarya Saman, bpk. Bazaruddin, bpk. Adi
Laweuëng, dll lagi, kendati tidak resmi masuk dalam kabinet Kuntoro,
tapi mereka diperkerjakan sebagai "ACEH KONTRAK (AKON)" yang tunduk
dibawah ketiak Kontoro sampai tahun 2009."

Nah, disini kelihatan bahwa saudara Ria Ananda yang menyebut dirinya
sebagai "Pemerhati di kawasan konfik" ternyata memang tidak memahami
isi perjanjian damai yang dituangkan dalam MoU Helsinki. Dimana bukan
Jusuf Kalla dan Susilo Bambang Yudhoyono yang menghamburkan uang
kepada anggota GAM, melainkan antara pihak GAM dan pemerintah RI ada
kesepakatan hukum yang tertulis dalam MoU Helsinki bahwa akan
diberikan hak-hak ekonomi bagi orang-orang yang telah diberikan
amnesti atau dibebaskan dari Lembaga Permasyarakatan atau tempat
penahanan lainnya. Juga akan diberikan kemudahan ekonomi bagi anggota
TNA (Tentara Negara Acheh) yang sekarang telah berobah status menjadi
KPA. Begitu juga akan diberikan dana yang memadai untuk kompensasi
bagi semua anggota TNA (sekarang KPA), tahanan politik dan rakyat
sipil yang terkena dampak konflik Acheh melalui Pemerintah Acheh.

Jadi dengan adanya kesepakatan hukum dan politik serta ekonomi antara
pihak GAM dan pemerintah RI tersebut diatas yang dituangkan dalam MoU
Helsinki, maka isi kesepakatan tersebut bukan merupakan suatu
usaha "Yusuf+SBY tengah menghambur uang kepada anggota GAM, terutama
kepada bekas panglima" seperti yang dikemukakan oleh saudara Ria
Ananda.

Karena itu saran Ahmad Sudirman kepada saudara Ria Ananda kalau
saudara mau memakai label sebagai "Pemerhati di kawasan konfik"
Acheh, maka saudara Ria Ananda harus mengerti dan memahami MoU
Helsinki terlebih dahulu, sebelum menggoreskan atau mengetikkan hasil
pikiran saudara diatas keyboard.

Seterusnya, perjuangan GAM tidak sama dengan apa yang diperjuangkan
oleh Dalay Lama di Tibet dengan China-nya. Dari kedua pergerakan
masing-masing memiliki jalur sejarah, politik dan hukum yang berbeda.
Jadi, tidak tepat kalau saudara Ria Ananda menyuruh kepada pimpinan
tinggi GAM untuk meniru dan berguru kepada Dalay Lama dalam hal
perjuangan GAM.

Oleh sebab itu saran Ahmad Sudirman kepada saudara Ria Ananda dalam
hal perjuangan GAM adalah saudara Ria perlu menggali, mengerti dan
memahami visi dan misi perjuangan GAM yang dipimpinan oleh Teungku
Hasan Muhammad di Tiro sebelum saudara Ria Ananda menampilkan pikiran
tentang perjuangan GAM.

Selanjutnya, karena hasil kesepakatan yang dituangkan MoU Helsinki
masih dalam proses pelaksanaan dilapangan dan masih banyak yang belum
dijalankan oleh pihak pemerintah RI, maka sudah barang tentu dari
pihak GAM tidak begitu saja mempercayai apa yang ada dan sedang
dijalankan oleh pihak pemerintah RI di Acheh.

Jadi, kalau masih ada dari pihak GAM yang belum masuk Acheh itu bukan
berarti bahwa mereka takut pulang ke Acheh, melainkan masih melihat
dan memperhatikan sejauh mana kebenaran dan ketulusan dari pihak
pemerintah RI dalam menjalankan apa yang telah disepakati dalam MoU
Helsinki itu. Begitu juga soal mengapa pimpinan GAM tidak berganti
kewarganegaraan mereka, hal ini disebabkan karena MoU Helsinki itu
bukan merupakan tujuan, melainkan hanya sebagai alat dalam rangka
unsaha mencapai dan melaksanakan visi dan misi perjuangan GAM. Soal
MoU Helsinki tidak ada sangkut pautnya dengan masalah pergantian
kewarganegaraan bagi pimpinan GAM. Selama isi MoU Helsinki masih
banyak yang ditentang dan dihilangkan oleh pihak pemerintah RI dan
DPR RI, maka selama itu makin kelihatan pihak pemerintah RI tidak
tulus dan jujur dalam menjalankan isi MoU Helsinki yang telah
disepakati oleh pihak GAM da pemerintah RI. Jadi, kalau pihak
pimpinan GAM tidak melepaskan kewarganegaraan dan pihak GAM lainnya
tidak masuk ke Acheh, itu semuanya adalah bukan disebabkan oleh
adanya "sindrom xinofobi" seperti yang ditulis oleh saudara Ria
Ananda. Melainkan karena MoU Helsinki masih belum dijalankan dan
dilaksanakan secara konsekuen oleh pihak pemerintah RI dan DPR RI.

Kemudian, adanya anggapan dari saudara Ria Ananda bahwa "Bpk. Malik
Mahmud dan bpk. Zaini Abdullah sangat khawatir dan takut kalau masa
depan karier politiknya hancur-luluh hanya disebabkan tidak terpilih
menjadi Gub+Wa Gub Aceh dalam Pilkada. Keduanya ragu-ragu dan tak
yakin akan dipilih oleh orang Aceh. Keduanya, siang-malam dihantui
oleh bayangan ketidak pastian karier masa depan politiknya.
Diramalkan, masa depan politik bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini
Abdullah akan tamat (undoing) sampai disini."

Nah, dari apa yang dianggapkan oleh saudara Ria Ananda diatas
membuktikan bahwa saudara Ria Ananda masih banyak melibatkan
subjektifitasnya dalam menampilkan hasil tulisannya itu. Sehingga
kelihatan sangat dangkal dan sangat tidak memiliki muatan isi yang
objektif dalam kupasannya itu. Mengapa ?

Karena, perjuangan GAM dengan dintandatanganinya MoU Helsinki untuk
perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua
pihak bukan dipakai alat oleh pimpinan tinggi GAM untuk mencari
keududukan kursi Kepala dan Wakil Kepala Pemerintah Acheh, melainkan
MoU Helsinki itu adalah hanya merupakan alat dalam usaha GAM
menjalankan visi dan misi perjuangannya. Disamping MoU Helsinki
adalah merupakan barometer untuk melihat sejauh mana keseriusan dan
kesungguhan serta kejujuran pihak pemerintah RI dan DPR RI untuk
menjalankan dan membangun perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan
dan bermartabat bagi semua pihak di Acheh.

Seterusnya soal kebijaksanaan politik dan hukum yang dijalankan oleh
pihak pimpinan tinggi GAM dalam hal penyokongan politik kepada pihak
Hasbi Abdullah dan Humam Hamid adalah sesuai dengan fungsi, tugas
dan status pimpinan GAM yang mendapat kepercayaan politik dan hukum
yang penuh dari pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro
dan sesuai dengan MoU Helsinki. Justru yang ditentang berdasarkan
sudut pandang politik dan hukum GAM adalah mereka, seperti saudara
Irwandi Yusuf, saudara Sofyan Dawood dan saudara Munawarliza Zein
yang telah mempergunakan KPA dan tempat kedudukan KPA untuk dipakai
sebagai tindakan politik menentang pimpinan tinggi dan pimpinan
tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Dimana tindakan politik
dan hukum mereka itu adalah merupakan tindakan politik pembangkangan
dan perebutan kekuasaan dari pimpinan tinggi GAM dan pimpinan
tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Selanjutnya, saudara Ria Ananda menyatakan bahwa "di Aceh, bpk. Malik
Mahmud & bpk. Zaini Abdullah sudah kehilangan kepercayaan dari
mayoritas anggota GAM, kantor KPA seluruh Aceh sudah diségél
(dibekukan) oleh penguasa Indonesia, tinggal kantor KPA di Banda
Aceh, itupun sudah di coup's oleh kelompok muda yang inginkan
reformasi (anti Malik Mahmud & Zaini Abdullah)."

Nah, dengan adanya tuduhan bahwa pihak pemerintah RI menyegel atau
membekukan kantor KPA seluruh Acheh menunjukkan bahwa bagaimana
sebenarnya pihak pemerintah RI telah menjalankan kebijaksanaan
politik yang sudah disepakati dalam MoU Helsinki dengan cara tidak
konsekuen dan tidak jujur serta penuh kelicikan.

GAM dan KPA tidak bisa dibubarkan oleh pemerintah RI dan tidak ada
dasar hukumnya yang bisa dijadikan tempat pegangan hukum untuk
membubarkan GAM dan KPA. Karena itu adalah suatu tindakan yang
melanggar kesepakatan yang dituangkan MoU Helsinki apabila pihak
pemerintah RI menyegel atau membekukan kantor KPA seluruh Acheh. Nah,
kalau pihak pemerintah RI memang melakukan penyegelan atau pembekuan
kantor KPA seluruh Acheh, maka itu merupakan suatu deklarasi
pengrusakan perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat
di Acheh yang juga sekaligus merobek-robek isi perjanjian MoU
Helsinki yang akhirnya konflik baru akan timbul kembali di Acheh.

Selanjutnya, GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro
masih tetap wujud, tidak terhalang oleh adanya MoU Helsinki. Tidak
ada kesepakatan yang dituangkan dalam MoU Helsinki bahwa pusat GAM di
luar negeri ditutup setelah MoU Helsinki ditandatangani pada tanggal
15 Agustus 2005. Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan Stafnya masih
terus memimpin GAM di luar Negeri. Pimpinan tinggi GAM dan pimpinan
tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro tetap menjalankan visi
dan misi perjuangan GAM dan melihat serta memperhatikan sejauh mana
pihak pemerintah RI konsekuen menjalankan dan melaksanakan isi MoU
Helsinki di Acheh. Perjuangan GAM masih jauh, MoU Helsinki adalah
hanya sebagai salah satu alat untuk menjalankan visi dan misi
perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Jadi, dengan masih adanya GAM dibawah komando pimpinan tertinggi GAM
Tengku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya, maka itu bukan berarti
bahwa "sindrom Xenofobi yang diderita Bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini
Abdullah sukar disembuhkan, kecuali masuk Camp Consentration
pemulihan mental dan jiwa untuk membangun kembali rasa percaya diri",
seperti yang ditulis oleh saudara Ria Ananda.

GAM tetap berjalan dan GAM tidak bisa dibubarkan oleh siapapun.
Pimpinan tinggi GAM masih terus berjalan menjalankan roda
kebijaksanaan politik dan hukumnya. Pimpinan tinggi GAM terus
melakukan usaha politik dan hukumnya yang telah disepakati dalam MoU
Helsinki. GAM tetap konsekuen dengan apa yang telah disepakati dalam
MoU Helsinki. Sekarang tinggal melihat dan memperhatikan sejauh mana
kekonsekuenan dan kejujuran dari pihak pemerintah RI dalam menepati
kesepakatan yang dituangkan dalam MoU Helsinki.

Seterusnya lagi saudara Ria Ananda menulis bahwa "selebihnya,
anggota GAM luar negeri disérét oleh bpk. Malik Mahmud dan bpk. Zaini
Abdullah untuk memenangkan pasangan ini. Hebat kan? Sayangnya, rata-
rata tingkat pendidikian anggota GAM di luar negeri (khususnya di
Malaysia, Swedia, Stavanger Norwegia, North Jyland Denmark (Eropah),
USA, Canada, New Zealand dan Australia hanya tamat SD dan berasal
dari kalangan pharia Aceh (keluarga kelas bawah dan terbelakang).
Anggota GAM yang bodoh-bodoh ini menjadi makanan empuk bpk Malik
Mahmud & bpk. Zaini Abdullah. Di luar negeri mereka sudah terbiasa
dengan pola pikir (menerima uang santunan dari negara)."


=== message truncated ===


---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1&cent;/min.




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke