Stockholm, 1 Oktober 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB 
[62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm dan Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] di Reston, Virginia, USA.

Kelihatan saudara Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] untuk sementara 
diparkir dulu dan sebagai gantinya dipakai saudara Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] di Reston, Virginia, USA.

Setelah membaca isi komentar saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] 
ternyata isinya kosong, artinya gersang dari fakta, bukti hukum dan sejarah. 
Mengapa ?

Karena saudara  Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] hanya mampu memberikan 
tanggapan "Sudahlah mamat, jangan kau perbanyak lagi dosamu apatah lagi di 
bulan suci ini, lebih baik kau kurangi kemunafikanmu dengan memperbanyak 
bacaan asma Allah."

Nah model jawaban dan tanggapan diatas adalah hanya keluar dari orang yang 
memang sudah tidak memiliki lagi faka, bukti hukum dan sejarah yang bisa 
dipertangungjawabkan secara hukum dan ilmiah untuk menunjang pendapatnya.

Begitu juga dengan apa yang dituliskan oleh saudara  Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] bahwa "Orang pun sudah pada tahu jikalau kau adalah seorang 
piaraan intellijen Indonesia yang disusupkan ke Mesir, lalu mencari suaka ke 
Sweden untuk memperbaiki kehidupanmu sekaligus memonitor gerakan sosialis 
dan gerakan Aceh Merdeka di sana. Sayangnya GAM malek cs tak punya nalar 
yang tinggi untuk mengenal siapa lawan dan kawan."

Nah, disinipun saudara  Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] hanya sekedar 
membuka mulut saja. Mengapa ?

Karena tidak dijelaskan secara fakta, bukti dan hukum siapa yang disebut 
"Orang pun sudah pada tahu". Begitu juga tidak ada fakta, bukti hukum dan 
sejarah yang bisa dijadikan sebagai alat penunjang pada pernyataan bahwa 
Ahmad Sudirman "adalah seorang piaraan intellijen Indonesia yang disusupkan 
ke Mesir, lalu mencari suaka ke Sweden".

Kalau hanya sekedar memberikan tanggapan seperti saudara  Paya Bujok Verizon 
[68.237.19.134] ini, anak yang tidak mengenyam bangku sekolahpun bisa 
membuatnya. Artinya hanya sekedar membuka mulut dan tangannya diketikkan ke 
atas keyboard.

Saran Ahmad Sudirman kepada saudara Paya Bujok Verizon [68.237.19.134] kalau 
mau juga ikut berdiskusi di mimbar bebas ini, terlebih dahulu perlu 
meningkatkan pengetahuan tentang Acheh sendiri dan perjuangan GAM 
dihubungkan dengan jalur pertumbuhan dan perkembangan RI, bukan hanya 
sekedar mengkorek-korek saja, agar supaya kalau menulis pandangan dan 
pendapat bisa dimengerti dan dipahami oleh orang lain yang membacanya karena 
ditunjang oleh kekuatan fakta, bukti hukum dan sejarah yang bisa 
dipertanggungjawabkan.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

From: Paya Bujok <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [IACSF] Re: Mamat si tukang nujum yang putus asa
Date: Sun, 1 Oct 2006 01:49:24 -0700 (PDT)
MIME-Version: 1.0
X-Originating-IP: 206.190.48.114
X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
Received: from n20a.bullet.sc5.yahoo.com ([66.163.187.163]) by 
bay0-mc8-f9.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Sun, 1 
Oct 2006 01:54:44 -0700
Received: from [66.163.187.122] by n20.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 01 
Oct 2006 08:54:25 -0000
Received: from [66.218.69.3] by t3.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 
2006 08:54:15 -0000
Received: from [66.218.67.97] by t3.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 01 Oct 
2006 08:54:15 -0000
Received: (qmail 46430 invoked from network); 1 Oct 2006 08:49:38 -0000
Received: from unknown (66.218.66.166)  by m40.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 
1 Oct 2006 08:49:38 -0000
Received: from unknown (HELO web52111.mail.yahoo.com) (206.190.48.114)  by 
mta5.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 1 Oct 2006 08:49:38 -0000
Received: (qmail 58583 invoked by uid 60001); 1 Oct 2006 08:49:24 -0000
Received: from [68.237.19.134] by web52111.mail.yahoo.com via HTTP; Sun, 01 
Oct 2006 01:49:24 PDT
X-Message-Info: LsUYwwHHNt3660MmjhEvYg2f34OAemlKtU9j2Z7TuGo=
Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; 
d=yahoogroups.com;b=bYT3srJVnglWLxPxDeTQwWGTS8gxIRbL3v7Wsgwz7bPc+qi5LuulkkpWyHZhWOAMfrEXEj5yYjPWms4+qoihIt0LDxktvSqLyQKdCn9owQUeUojG95d3BrhzBfaVkGCU;
X-Yahoo-Newman-Property: groups-email
X-Yahoo-Newman-Id: 15440234-m2253
X-Apparently-To: [EMAIL PROTECTED]
X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
Mailing-List: list [EMAIL PROTECTED]; contact 
[EMAIL PROTECTED]
Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED]
List-Id: <IACSF.yahoogroups.com>
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Return-Path: 
[EMAIL PROTECTED]
X-OriginalArrivalTime: 01 Oct 2006 08:54:44.0582 (UTC) 
FILETIME=[3D95B060:01C6E537]

Sudahlah mamat, jangan kau perbanyak lagi dosamu apatah lagi di bulan suci 
ini, lebih baik kau kurangi kemunafikanmu dengan memperbanyak bacaan asma 
Allah.

Analisa dan apapun yang ianya untuk menunjukkan bahwasanya engkau itu sang 
ahli semuanya adalah tak berdasar. Kau katakan Yusuf Daud itu membuat fitnah 
atasnama pribadi lalu apa pula namanya ketika kau tuduh kedua iparnya Yusuf 
Daud hanya berdasarkan nujum pencarian IP-mu itu yang tak tepat sasaran itu? 
itu fitnah namanya mamat. Adakalanya kau perlu pergi ke Bangalore atau 
Silicon Valley untuk belajar bagaimana mendeteksi IP.

Orang pun sudah pada tahu jikalau kau adalah seorang piaraan intellijen 
Indonesia yang disusupkan ke Mesir, lalu mencari suaka ke Sweden untuk 
memperbaiki kehidupanmu sekaligus memonitor gerakan sosialis dan gerakan 
Aceh Merdeka di sana. Sayangnya GAM malek cs tak punya nalar yang tinggi 
untuk mengenal siapa lawan dan kawan. Sekarang kau katakan GAM masih dibawah 
komando Dr. Hasan yang sudah memasuki masa uzur, padahal dia sendiri tidak 
tahu apa yang terjadi dengan organisasi yang didirikannya saat ini.

Bagaimana kau hendak memperjuangkan hukum madinah yang suci itu sedangkan 
kau tak sanggup menjaga lidahmu dari berkata lancang, sok pandai dan 
takabur. Seolah-olah kau lah satu-satunya yang paling pintar di milis ini 
hanya berbekal perkataanmu yang berbelit-belit. seperti umumnya intelektual 
tempe jika telah menggunakan kata berakhiran tas..tas merasa sudah sangat 
pandai. Berapa banyak buku yang sudah kau terbitkan untuk menjelaskan 
pemikiranmu? Bertahun kau di swedia menggonggong tentang hukum madinah 
sementara implementasinya pun tak dapat kau lakukan. Bagaimana bisa jika kau 
hanya duduk didepan internet dan menghujat orang lain yang tak sependapat 
dengan kau. Memang kau mental tempe dan lalap meski telah makan keju 
berpuluh tahun. Kau lihat ke atas bangsamu sendiri, pulanglah kau ke bandung 
dan lihat bagaimana anak cucumu menjual diri begitu murah, urus itu, dari 
pada kau bermimpi mengurus Acheh, kami tak butuh snouck hugronje..




Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 1 Oktober 2006.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN AHMAD SUDIRMAN
DARI SUDUT ROMATOR.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN
AHMAD SUDIRMAN DARI SUDUT ROMATOR.

“Tetapi setelah terjadi beberapa “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman
itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan,
maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi
keselamatan perjuangan.  Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya
paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada
persoalan peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan,
dimana kami tidak bisa kompromi sama sekali. Setelah tidak ada hubungan
dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk
Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar,
dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami. Tetapi setelah dia
menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM mainstream” dan
mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai
dikait2kan.” (Yusuf Daud, [EMAIL PROTECTED] , 83.251.20.204,  30
september 2006 23:34:41)

Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB
[62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm, Swedia.

Setelah membaca pernyataan yang disampaikan oleh saudara Yusuf Daud kepada
saudara Muhammad al Qubra yang didalamnya menyinggung Ahmad Sudirman,
ternyata ditemukan beberapa masalah yang perlu diluruskan demi kebenaran
jalannya jalur hasil cerita yang dipaparkan oleh saudara Yusuf Daud
tersebut.

Dimana saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa Ahmad Sudirman “menyusup ke dalam
kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM mainstream” dan mulailah ia
membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan.”

Nah, dari apa yang dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud tersebut adalah penuh
dengan hasil dorongan subjektifitasnya saja. Mengapa ?

Karena, kalau Ahmad Sudirman telah menggali, mempelajari, mendalami,
menganalisa dan menyimpulkan sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses
pertumbuhan dan perkembangan RI, kemudian dengan dasar fakta dan bukti
pengetahuan dan sejarah tersebut Ahmad Sudirman menyatakan sikap penyokongan
dan pendukungan penuh kepada perjuangan GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan
Muhammad di Tiro, maka sikap dan tindakan politik Ahmad Sudirman tersebut
adalah bukan sikap dan tindakan politik penyusupan kedalam GAM yang dipimpin
oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Selanjutnya pimpinan tinggi GAM dibawah
pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah mengetahui dari sejak pertama
kali mereka menginjakkan kakinya di bumi Swedia. Pimpinan tinggi GAM
mengenal siapa Ahmad Sudirman dan Ahmad Sudirman juga mengenal siapa mereka.

Jadi, kalau dukungan dan sokongan penuh Ahmad Sudirman yang diberikan kepada
pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya itu
adalah bukan merupakan sikap dan tindakan Ahmad Sudirman yang ”menyusup ke
dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream” seperti yang
dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud, melainkan sikap dan tindakan politik
yang terbuka secara umum dari pihak Ahmad Sudirman.

Nah, kalau dari pihak saudara Yusuf Daud cs merasa dan berpikir bahwa dengan
adanya sikap dan tindakan politik penyokongan penuh dari Ahmad Sudirman
kepada pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dianggap
sebagai suatu usaha penyusupan kedalam kelompok GAM, maka perasaan dan
pikiran saudara Yusuf Daud cs itu masih berada ditingkat kulit-politik-nya
saja.

Kemudian, saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa ”setelah terjadi beberapa
“peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2,
tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak
berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan.  Peristiwa2 yang
saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman
sendiri menghendakinya.”.

Nah, kalau memang ada beberapa ”peristiwa” penting seperti yang disebutkan
oleh saudara Yusuf Daud yang dijadikan alasan untuk memutuskan hubungan
Yusuf Daud cs dengan pihak Ahmad Sudirman, maka dipersilahkan untuk
dikemukakan dengan jelas dan terperinci di mimbar bebas ini agar supaya bisa
diklarifikasikan kebenaran ”peristiwa” penting tersebut dan agar supaya para
pembaca di mimbar bebas ini mengetahui secara jelas dan benar.

Seterusnya, saudara Yusuf Daud menuliskan: ”Ahmad Sudirman mulai
mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah
membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu
jalannya perjuangan kami.”

Nah, apa yang ditulis oleh saudara Yusuf Daud itu adalah diambil dari hasil
analisa saudara Usman Harun di Jorpeland, Rogaland, Norway yang telah
dijawab oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan ”Mereka hanya menafsirkan
tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja” (
http://www.dataphone.se/~ahmad/060815.htm ). Dimana dasar pemikiran yang
menjadi pernyataan saudara Yusuf Daud tersebut juga adalah setelah ia
membaca tulisan Ahmad Sudirman tentang ”Penyelesaian Aceh ditinjau dari UUM”
( http://www.dataphone.se/~ahmad/990728.htm ) yang ditulis 7 tahun yang
lalu. Dan Ahmad Sudirman telah memberikan tanggapan dan jawaban atas hasil
pemikiran saudara Yusuf daud tersebut dalam tulisan ”Mereka hanya
menafsirkan tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja”.

Selanjutnya, memang pada tahun 1990-an beberapa kali Ahmad Sudirman diundang
oleh pihak Yusuf Daud cs untuk datang menghadiri ”maulid Nabi atau pertemuan
dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi”. Ahmad Sudirman datang menghadiri
acara-acara tersebut adalah sebagai tamu dan pendengar saja, walaupun
sekali-kali ada sedikit pembicaraan dan sedikit diskusi, tetapi tidak ada
yang istimewa dalam pertemuan atau acara tersebut.

Kemudian, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan tentang pernyataan yang
disampaikan oleh pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka itu
bukan berarti Ahmad Sudirman memulai ”perang” terhadap pihak Yusuf Daud cs,
melainkan Ahmad Sudirman memberikan tanggapan berdasarkan hasil galian,
pemahaman, analisa dan kesimpulan Ahmad Sudirman tentang pernyataan PERMAS
dan Komite Free Acheh Democratic.

Nah kalau pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic menganggap bahwa
tanggapan Ahmad Sudirman tersebut bertentangan dengan garis politik dari
pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka dipersilahkan untuk
membantahnya secara jelas dan terbuka agar supaya bangsa dan semua rakyat
Acheh mengetahui secara gamblang dan benar.

Ahmad Sudirman sangat senang sekali kalau ada dari pihak PERMAS dan Komite
Free Acheh Democratic yang memberikan tanggapannya secara terbuka atas apa
yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman tersebut. Jadi, dalam masalah diskusi
dan perdebatan yang terbuka ini adalah bukan dengan tujuan saling memusuhi,
melainkan untuk mencari titik-titik yang bisa dijadikan garis lurus bersama.
Tetapi, kalau pihak saudara Yusuf Daud menganggap bahwa tanggapan yang
disampaikan oleh Ahmad Sudirman itu sebagai  suatu sikap ke arah ”perang”,
maka  anggapan tersebut adalah anggapan yang dangkal dan sempit saja.

Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman menulis seperti yang dinyatakan oleh
saudara Yusuf Daud bahwa "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi
permas "akan dijerat" adalah itu bukan suatu ancaman, melainkan kalau ada
pihak yang menulis secara terbuka yang isinya fitnah dan penghinaan pribadi,
misalnya seperti yang ditulis oleh Paya Bujok bahwa Ahmad Sudirman mengambil
binik orang, Ahmad Sudirman kawin dengan janda tua, Ahmad Sudirman mencuri
data dari komputer punya orang, maka tindakan orang tersebut adalah tindakan
pidana penghinaan dan fitnah pribadi (bukan politik) yang bisa dijerat oleh
pihak yang berwenang di Swedia. Kemudian soal PERMAS, kalau memang
organisasi ini tidak didaftarkan secara resmi sebagai organisasi politik dan
diakui resmi sebagai organisasi yang berasas dan bertujuan politik, kemudian
dipakai alat untuk tindakan dan perjuangan politik yang melibatkan negara
lain, maka sudah pasti akan terkena jeratan hukum di negara tersebut,
misalnya di Swedia.

Seterusnya soal MoU Helsinki. Ahmad Sudirman mendukung perjanjian yang
dijalankan oleh pihak GAM dan pemerintah RI yang dituangkan dalam MoU
Helsinki 15 Agustus 2005. Dimana MoU tersebut menurut Ahmad Sudirman adalah
sebagai salah satu alat bagi pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan
Muhammad di Tiro dan Stafnya untuk mencapai tujuan penentuan nasib sendiri.

Nah, kalau saudara Yusuf Daud cs bersama PERMAS dan Komite Free Acheh
Democratic tidak menerima MoU Helsinki, maka itu adalah hak politik saudara
Yusuf Daud cs. Tidak ada paksaan dalam hal ini. Lagi pula saudara Yusuf Daud
dan  PERMAS serta Komite Free Acheh Democratic tidak ada memiliki hubungan
secara lembaga atau institusi politik dengan GAM dibawah pimpinan Teungku
Hasan Muhammad di Tiro. Saudara Yusuf Daud cs secara kelembagaan politik
adalah berada diluar GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Jadi kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan terhadap mereka yang
menentang MoU Helsinki, maka itu bukan berarti Ahmad Sudirman
”menjahannamkan secara agresif siapa saja, siapa saja,  yang tidak sesuai
dengan pikirannya atau mengkritisi MoU” seperti yang ditulis oleh saudara
Yusuf Daud, melainkan tanggapan Ahmad Sudirman itu adalah merupakan
tanggapan politik dan hukum dilihat dari sudut isi MoU Helsinki hasil
kesepakatan politik antara pihak GAM dan pemerintah RI.

Selanjutnya lagi, kalau Ahmad Sudirman menyatakan bahwa saudara Yusuf Daud
adalah secara fakta dan bukti hukum pengguna nama Paya Bujok dengan email
[EMAIL PROTECTED] adalah memang benar secara hukum karena ada bukti
hukumnya. Jadi, dalam hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi atau dibantah
lagi. Hanya yang masih perlu pembuktian adalah masih adanya orang selain
dari saudara Yusuf Daud yang memakai nama Paya Bujok dan email
[EMAIL PROTECTED] dengan password yang sama untuk dipakai menyebarkan
tulisan-tulisan yang isinya tidak senonoh, seperti saudara Paya Bujok
Telianet [195.252.42.4] dan terakhir ini saudara Paya Bujok Verizon
[68.237.19.134]. Dimana ketiga orang ini tidak akan mungkin bisa membaca
emailnya lewat Yahoo.com kalau mereka bertiga tidak memiliki password yang
sama, karena mereka bertiga memiliki email adres yang sama yaitu
[EMAIL PROTECTED] yang hanya bisa diterima, dibuka dan dibaca melalui
Yahoo.com yang diperlukan password dan username yang sama. Dan mereka yang
memakai nama Paya Pujok dan email [EMAIL PROTECTED] yang isinya penuh
fitnah dan penghinaan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan politik
dan hukum. Dimana fitnah dan penghinaan pribadi inilah yang bisa dijerat
oleh hukum di Swedia. Bukan masalah perbedaan pandangan atau pikiran politik
yang bisa dijerat oleh hukum di Swedia, melainkan adanya fitnah dan
penghinaan pribadi yang bisa divonis hukum dalam pengadilan di Swedia.

Kalau dalam tulisan sebelumnya pernah disinggung saudara Yahya dan saudara
Anwar yang menurut saudara Yusuf Daud adalah keduanya adik ipar saudara
Yusuf Daud, maka dipersilahkan kepada saudara Yahya dan saudara Anwar dengan
terbuka menyatakan diri bahwa tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan
memakai email  [EMAIL PROTECTED] . Dan pernyataan ini pernah Ahmad
Sudirman juga kemukakan dalam tulisan sebelum ini, tetapi sampai detik
sekarang ini tidak pernah ada tanggapan dan jawaban yang jelas dan pasti
dari saudara Yahya dan Anwar ini kepada pihak Ahmad Sudirman. Kalau memang
mereka berdua tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan email
[EMAIL PROTECTED] , maka tidak perlu mereka takut untuk menyatakan secara
terbuka di mimbar bebas ini. Misalnya contohnya saudara Yusuf Daud yang
telah menyatakan dirinya secara terbuka bahwa ia adalah pemakai nama Paya
Bujok dan pengguna email [EMAIL PROTECTED] .

Terakhir, dengan telah diluruskannya apa yang telah disampaikan oleh sadara
Yusuf Daud tersebut, diharapkan para pembaca di mimbar bebas ini memperoleh
gambaran yang jelas dan terang dimana kedudukan Ahmad Sudirman dan dimana
kedudukan saudara Yusuf Daud. Sehingga akan memberikan gambaran yang jelas
tentang perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro
dikaitkan dengan pihak Ahmad Sudirman dan pihak saudara Yusuf Daud serta
pihak PERMAS juga Komite Free Acheh Democratic.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Received: from [83.251.20.204] by web26710.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Sat,
30 Sep 2006 23:34:41 CEST
Fran:  Yusuf Daud [EMAIL PROTECTED]
Svarsadress:  [email protected]
Skickat:  den 30 september 2006 23:34:41
Till:  [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [email protected]
Amne:  [Lantak] SV: [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK

Muhammad al qubra atau Husaini Daud?

Saya tidak tahu kalau Husaini sudah pernah berjumpa dengan Ahmad Sudirman
atau kenal dengan tulisan2 via emailnya saja.

Saya kenal baik dengan Ahmad Sudirman dan isterinya, pernah ke rumah saya,
pernah kami undang ke Menasah Aceh beberapa kali ketika ada kenduri2 maulid
Nabi atau pertemuan dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi. Saya kenal
juga beberapa kawan Ahmad Sudirman yang se ide dengan nya, dimana menurut
mereka indonesia merupakan sebuah negara Islam yang terbesar di dunia, dan…
memecah belah indonesia itu sama dengan menghancurkan Islam - lebih kurang
seperti yang ditulis Ahmad Sudirman dalam homepage nya.

Tetapi setelah terjadi beberapa “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman itu
tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka
kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan
perjuangan.  Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan
disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada persoalan
peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, dimana kami
tidak bisa kompromi sama sekali.

Setelah tidak ada hubungan dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai
mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah
membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu
jalannya perjuangan kami.

Tetapi setelah dia menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM
mainstream” dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama
saya pun mulai dikait2kan.

Kamu Husaini harus ingat, Ahmad Sudirman yang memulai "perang" ini,
mengcounter tulisan2 pribadi kami, termasuk pernyataan2 PERMAS dan Komite
Free Acheh Democratic, yang orang Aceh sendiri yang berseberangan dengan
kami jarang membantahnya; Ahmad Sudirman yang mula2 dan berkali kali
menggunakan kata2 "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi permas
"akan dijerat" dls sebelum orang lain menggunakan kata2 yang sama; dan dalam
kaitan dengan MoU, Ahmad Sudirman yang sering menjahannamkan secara agresif
siapa saja, siapa saja,  yang tidak sesuai dengan pikirannya atau
mengkritisi MoU.

Secara pribadi saya tidak pernah berdiskusi dengan Ahmad Sudirman, sebab
tidak ada yang bisa didiskusikan. Kadang2 ketika nama saya terus dibawa
bawa, sejumlah email dikatakan milik saya, dan tulisan2 yang dibawah
standard dikatakan saya berada dibelakangnya, maka perlu diluruskan dan
diklarifikasikan.

Sekarang Ahmad Sudirman sudah tahu bahwa email paya_bujok pernah saya pakai
atau mungkin saya sendiri pemilik email paya_bujok yang sekarang dipakai
orang lain? Ini kita serahkan kepadan Ahmad Sudirman untuk menyelidiknya.

Kamu jangan terburu-buru menuduh orang tanpa bukti. Untuk menghadapi Ahmad
Sudirman saya cukup bukti dan argumen, tidak harus memaki-maki, apa lagi
mengancam. Kamu Husaini tidak akan bisa membuktikan kalau saya, Yusuf Daud,
pernah mengancam orang. Tapi saya bisa membuktikan yang Ustaz kamu telah
berkali kali mengancam saya. Kalau kamu memang orang yang jeli,….. lihat,
teliti dan pelajari percakapan email saya (bukan diskusi) dengan Ahmad
Sudirman dalam seminggu ini. Apa yang terjadi???

Semua orang yang normal dan tidak buta bisa melihat bahwa Ahmad Sudirman
menuduh dan bertubi tubi mengancam saya untuk dipengadilankan. Reaksi saya:
silakan, paparkan buktinya – itu saja, bukan? Sekali sekali saya tegur kalau
saya lihat Ahmad Sudirman sudah ngaur dan salah tebak, apa lagi bulan puasa:
email dari Amerika dibilang dari ”Fittja-Norsborg”, orang2 yang tidak pernah
tinggal di Stockholm pun dibilang dari ”Fittja-Norsborg” dst. Husaini, siapa
yang harus tobat dibulan suci ini???

Husaini, baca baik baik tulisan Ahmad Sudirman yang dikirim tiga hari yang
lalu: begitu optimis dan meyakinkan, bukan?
“...artinya (email bujok_paya) bukan hanya dipakai oleh saudara Yusuf Daud,
tetapi juga oleh sindikat atau bisa juga disebut keluarga dekat saudara
Yusuf Daud seperti saudara Anwar dan saudara Yahya.Jadi, ketika saudara
Yusuf Daud sedang sibuk bekerja di perusahaan mekanik ROMATOR AB yang
terletak di sekitar daerah Bandhagen, Sockholm, maka saudara Yusuf Daud cs
seperti saudara Anwar dan saudara Yahya siap memakai email
[EMAIL PROTECTED] dengan menyambungkan internetnya ke server Telianet
untuk bermain di sekitar PPDI dan di arena International Aceh Civil Society
Forum”

Kenapa Ahmad Sudirman memilih kedua adik ipar saya sebagai korbannya dan
dimulutnya selalu dimuntahkan kata2 ”Fittja-Norsborg” walaupun email2
tersebut bukan dari Norsborg dan walaupun orang2 yang berkenaan tidak pernah
tinggal di Norsborg?  Ini terpulang kepada pembaca untuk menafsir sendiri.
Tapi sayang dan kasihan juga………….
Bulan puasa, bulan suci Ramadhan, Ahmad Sudirman (Ustaz? Na’uzubillah min
zaalik) sanggup menuduh tanpa bukti dan memfitnah orang begitu saja. Dan
selalu menggunakan nama Allah, Bismillah...., Assalamualaikum...dan
mengakhiri dengan memohon doa kepada Allah? Sampai2 nama Allah pun sanggup
dimonopoli untuk menipu para pembaca….
Husaini, siapa yang harus bertobat sekarang???
Siapa2 yang ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Ahmad Sudirman,
silakan kirim emailnya kepada saya. Mungkin masih ada tiga-empat hari lagi,
setelah itu layanan untuk Ahmad Sudirman saya tutup buat sementara waktu.

Mudah2an dengan sedikit penjelasan ini bisa terbuka mata mu dalam melihat
fakta dan kebenaran.
----------

Received: from [83.108.160.68] by web86906.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Fri,
29 Sep 2006 21:23:17 CEST
Fran:  Muhammad al qubra [EMAIL PROTECTED]
Svarsadress:  [EMAIL PROTECTED]
Skickat:  den 29 september 2006 21:23:17
Till:  [EMAIL PROTECTED], [email protected]
Amne:  [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK

Dicatatan harian saya ada beberapa email yang saya palang tidak layak untuk
kita layani yaitu atas nama Paya Bujok, Tgk Maad, Darwis Jiniep dan
email-email dari Tarmizi alias Puteh sarong yang puluhan banyaknya dan
demikian juga yang lain sebagainya. Email-email ini kerap kali menggunakan
bahasa yang sangat tidak pantas. Kali ini saya benar-benar tersentak ketika
ada keterangan bahwa email atas nama Paya Bujok itu tidak lain Yusuf Daud
Sendiri. Sebab saya lihat sebelumnya Yusuf Daud ini agak sopan, namun
belakangan ini ketika berdiskusi dengan Ustaz Ahmad Sudirman ternyata juga
menggunakan bahasa yang lazim digunakan Paya Bujok.

Wahai Tuan Yusuf Daud sebaiknya anda bertaubat sajalah mulai bulan Ramadhan

=== message truncated ===


---------------------------------
  All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done 
faster.




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke