http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 20 Oktober 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


TERJERAT OLEH JARINGNYA SENDIRI DENGAN MENYAMAKAN IDEOLOGI DENGAN AQIDAH.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


AKHIRNYA TERJERAT OLEH JARINGNYA SENDIRI DENGAN MENYAMAKAN IDEOLOGI DENGAN 
AQIDAH.

Nah, disinilah kalau tidak mengerti dan tidak memahami tentang apa yang 
diyakininya dan kalau masih mentah dalam hal apa yang dianutnya akhirnya 
terperangkap oleh jaring yang dipasang sendiri.

Mari kita teliti secara bersama, ketika kita membahas masalah ”aali 
Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad”, ternyata Rasulullah saw dalam 
bershalawat ini tidak hanya dikhususkan istilah ”aali Muhammad” (ahli 
keluarga Muhammad) dengan dikhususkan hanya kepada  Ali bin Abi Thalib ra, 
Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi 
Thalib ra. Karena kalau ”aali Muhammad” dikhususkan hanya kepada Ali bin Abi 
Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali 
bin Abi Thalib ra, maka itu tidak ada dasar nash-nya yang kuat dan sahih. 
Dan memang hadits sahih yang mengkhususkan ”aali Muhammad” hanya kepada  Ali 
bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen 
bin Ali bin Abi Thalib ra adalah tidak ada dan tidak pernah diajarkan oleh 
Rasulullah saw.

Rupanya yang dinyatakan diatas itu dianggap tidak betul, yang betul katanya 
”bahwa ”aali” atau keluarga Muhammad tidak dilihat berdasarkan hubungan 
darah dan perkawinan, tapi dilihat secara Idiology atau ”Aqidah”.

Kemudian, ketika dilambungkan bahwa ”ideologi adalah tidak sama dengan 
aqidah. Ideologi adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk 
konsep bersistem yang menjadi dasar atau asas teori yang memberikan arah dan 
tujuan untuk kelangsungan hidup manusia. Sedangkan aqidah adalah bukan lahir 
dari hasil pemikiran manusia, melainkan lahir karena Islam yang diturunkan 
oleh Allah SWT. Kemudian kalau ideologi dan aqidah dihubungkan dengan ”aali 
Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad”, maka anggota keluarga Rasulullah 
saw adalah semua umat Islam yang beraqidah Islam dan semua umat Islam yang 
memiliki ideologi Islam, bukan hanya sekedar keluarga yang diikat oleh tali 
perkawinan dan darah keturunan Rasulullah saw saja.

Ternyata dibantahnya, bahwa ”Aqidah adalah bahasa Arab sedangkan Idiology 
adalah bahasa Inggeris, keduanya merupakan flatform atau asas tempat 
seseorang bergantung atau berpijak dalam Hidupnya didunia ini.”

Nah, rupanya bantahannya itu adalah menjerat lehernya sendiri. Mengapa ?

Karena, akhirnya menyimpulkan bahwa ”ahlulbayt Rasulullah itu termasuk 
seluruh orang yang beriman.”. Mengapa seluruh orang beriman, karena  ”aali 
Muhammad” (ahli keluarga Muhammad) dilihat dari ideologi dan aqidah. Hanya 
ditambah dengan aqidah syiah.

Setelah terjerat lehernya oleh pernyataannya sendiri, akhirnya ia kembali 
merobah haluannya lagi yang menjurus kelobang ahlul bait yang empat orang 
saja, yaitu Ali bin Abi Thalib, Fatimah Zahrah, Hasan bin Ali bin Abi Thalib 
dan Husen bin Ali bin Abi Thalib. Padahal ketika mengupas karena  ”aali 
Muhammad” (ahli keluarga Muhammad) dilihat dari ideologi dan aqidah.

Padahal sudah jelas tidak diajarkan dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah 
saw ketika membaca shalawat dengan menyebutkan ”Ya Allah, limpahkanlah 
sejahtera kepada Muhammad dan Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan 
bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra, sebagaimana 
Engkau telah melimpahkan kesejahteraan kepada keluarga nabi Ibrahim”

Dan tentu saja, yang namanya ahlul bait itu bukan yang empat orang itu saja, 
melainkan juga termasuk istri-istri Rasulullah saw. Jadi tidak ada dasarnya 
nash yang sahih yang bisa dijadikan sebagai argumentasi untuk menyatakan 
bahwa ahlul bait itu hanyalah Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan 
bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra.

Begitu juga yang dinyatakan dalam ayat 33 surat Al-Ahzab, yang dimaksud 
ahlul bait itu mencakup istri-istri Rasulullah saw sebagaimana yang 
difirmankan dalam ayat-ayat sebelumnya, ayat 28 sampai 32.

Baru Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib 
ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra dimasukkan kedalam ahlul bait ketika 
ayat 33 surat Al-Ahzab diturunkan dirumah Ummu Salamah ra istri Rasulullah 
saw.

Dimana dalam ayat 33 surat Al-Ahzab itu yang artinya:

”dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan 
bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah 
shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya 
Allah bermaksud untuk menghilangkan dosa dari kamu, ahlul bait dan 
membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS Al Ahzab, 33: 33).

Nah dalam ayat 33 diatas tidak menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan ahlul 
bait itu adalah empat orang yaitu Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, 
Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra, melainkan 
istri-istri Rasulullah saw, sebagaimana yang dicantumkan dalam ayat 28-32 
sebelumnya.

Nah, baru yang berempat ini,  Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan 
bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra dimasukkan 
kedalam golongan ahlul bait setelah Rasulullah saw menerima wahyu ayat 33 
surat Al-Ahzab ini dengan cara langsung memanggil Fatimah, Hasan dan Husen 
dan menyelimuti mereka termasuk Ali dengan Kisa. Kemudian berdo’a yang isi 
do’anya adalah mereka (Ali, Fatimah, Hasan dan Husen) adalah juga ahlul 
bait-nya semoga dihilangkan dosa mereka dan dibersihkan sebersih-bersihnya.

Nah, inilah dasar pengklaiman bahwa ahlul bait itu hanyalah empat orang saja 
yaitu Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib 
ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra. Padahal itu tidak ada kekuatan nashnya 
yang sahih.

Nah kemudian, yang makin menyimpangnya itu ketika istri-istri Rasulullah saw 
yang dalam ayat 28-32 digolongkan oleh Allah SWT kedalam ahlul bait, 
disingkirkannya dengan mengajukan argumen bahwa ketika istri Rasulullah saw, 
yaitu Ummu Salamah ra bertanya kepada Rasulullah saw: ”Dan aku bersama 
mereka wahai Nabi Allah?” Kemudian dijawab oleh Rasulullah saw: ”Engkau 
tetap pada kedudukan engkau dan engkau selalu dalam kebaikan.”

Rupanya jawaban Rasulullah saw yang demikian itu ditafsirkan bahwa Ummu 
Salamah ra adalah bukan termasuk ahlul bait. Padahal Ummu Salamah ra 
mengajukan pertanyaan tersebut adalah disebabkan beliau belum mengetahui isi 
dari ayat 33 surat Al-Ahzab, karena Rasulullah saw belum membacakannya 
kehadapan Ummu Salamah ra pada waktu itu.

Nah, jawaban Rasulullah saw tersebut merupakan jawaban yang didasarkan pada 
surat 28 sampai ayat 32 yang diturunkan sebelumnya, dimana Ummu Salamah ra 
adalah istri Rasulullah saw yang termasuk dalam ahlul bait. Jadi Ummu 
Salamah ra adalah memang salah seorang dari ahlul bait. Sedangkan Ali bin 
Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin 
Ali bin Abi Thalib ra adalah tidak dimasukkan kedalam ahlul bait, sebelum 
turunnya ayat 33 surat Al-Ahzab dan Rasulullah saw memanggil Fatimah, Hasan 
dan Husen dan menyelimuti mereka juga Ali dengan Kisa dan berdo’a bahwa 
mereka (Ali, Fatimah, Hasan dan Husen) adalah Ahl al-Bait-nya.

Jadi, sebenarnya justru melalui do’a Rasulullah saw itulah Ali bin Abi 
Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali 
bin Abi Thalib ra masuk kedalam ahlul bait bersama istri-istri Rasulullah 
saw. Dan yang lebih penting lagi bahwa berdasarkan ayat 33 surat Al-Ahzab 
itu ahlul bait adalah tidak maksum. Karena Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah 
Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra 
adalah tidak maksum, mengapa Rasulullah saw mendoa kepada Allah SWT untuk 
membersihkan mereka dengan sebersih-bersihnya. Kalau Ali bin Abi Thalib ra, 
Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi 
Thalib ra adalah maksum, maka tidak perlu Rasulullah saw berdoa agar mereka 
itu dibersihkan sebersih-bersihnya, karena memang mereka sudah bersih dari 
dosa.

Jadi tidak logis dan tidak ada nashnya yang sahih kalau menyebutkan bahwa 
Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, 
Husen bin Ali bin Abi Thalib ra adalah maksum. Itu alasan yang 
diada-adakannya saja.

Kalau Rasulullah saw menyatakan Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, 
Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra dengan 
panggilan ahlul bait itu bukan berarti mereka berempat telah dikhususkan 
oleh ayat 33 surat Al-Ahzab, tetapi mereka pada asalnya adalah tergolong 
kedalam keumuman istilah ahlul bait saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------



From: Muhammad al qubra <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [email protected]
To: [email protected], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Lantak] Vedr. APAKAH IDEOLOGI DIARTIKAN DENGAN AQIDAH KALAU 
DILIHAT DARI SUDUT ISLAM?.
Date: Fri, 20 Oct 2006 20:19:25 +0200 (CEST)
MIME-Version: 1.0
X-Originating-IP: 217.12.13.59
X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
Received: from n24.bullet.scd.yahoo.com ([66.94.237.53]) by 
bay0-mc8-f13.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Fri, 20 
Oct 2006 11:24:09 -0700
Received: from [66.218.66.59] by n24.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 20 Oct 
2006 18:22:31 -0000
Received: from [66.218.66.35] by t8.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 20 Oct 
2006 18:22:31 -0000
Received: (qmail 27611 invoked from network); 20 Oct 2006 18:19:32 -0000
Received: from unknown (66.218.67.35)  by m29.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 
20 Oct 2006 18:19:32 -0000
Received: from unknown (HELO web86907.mail.ukl.yahoo.com) (217.12.13.59)  by 
mta9.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 20 Oct 2006 18:19:30 -0000
Received: (qmail 19084 invoked by uid 60001); 20 Oct 2006 18:19:25 -0000
Received: from [83.108.187.17] by web86907.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Fri, 
20 Oct 2006 20:19:25 CEST
X-Message-Info: LsUYwwHHNt1dPB9vH9Mefm0ljd/NG2c21LqfWd8G00w=
Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; 
d=yahoogroups.com;b=Y0lgzDxk5wFLYUi5udyU4cSRzWMzzRNzePpUKb6O1KPbDPa6Qn34IXbpt3ikDvLLsuwyOFfoREdGiYEhcv8aYR1aZBixXB7g2hEZ0NYt8r2EhjmPKx77DzD4xCbpm9q7;
X-Yahoo-Newman-Id: 3332471-m9401
X-Apparently-To: [email protected]
X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
X-Yahoo-Profile: acheh_karbala
Mailing-List: list [email protected]; contact 
[EMAIL PROTECTED]
Delivered-To: mailing list [email protected]
List-Id: <Lantak.yahoogroups.com>
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
X-Yahoo-Newman-Property:groups-email-trad
Return-Path: 
[EMAIL PROTECTED]
X-OriginalArrivalTime: 20 Oct 2006 18:24:09.0608 (UTC) 
FILETIME=[EF603080:01C6F474]

JURUS SILAT BERPUTAR - PUTAR SEDANGKAN JURUS KARATE LANGSUNG SAJA, GE DEGAP.

   Aqidah adalah bahasa Arab sedangkan Idiology adalah bahasa Inggeris, 
keduanya merupakan flatform atau asas tempat seseorang bergantung atau 
berpijak dalam Hidupnya didunia ini. Andaikata seseorang berpegang teguh 
benar-benar pada Al Qur-an, berarti flatformnya atau dasar tempat 
berpijaknya adalah Al Qur-an. Dengan kata lain berarti orang tersebut 
menggunakan Al Qur-an sebagai Idiologynya atau berIdiology Al Qur-an. 
Realitanya banyak orang yang beridiology Pancasila, tapi menggunakan Al 
Qur-an hanya sebagai bahan bacaan untuk orang mati, untuk memperoleh pahala, 
bahan Musabaqah dan  seni Kaligrafi. Yang jelas orang tersebut tidak 
menggunakan Al Qur-an sebagai Idiology atau ‘Aqidah.  Selanjutnya dapat 
dipahami bahwa Idiology Syi’ah atau ‘Aqidah Syiah tentu berbeda dengan 
'Aqidah atau Idiology Sunni. Idiology Syiah menggunakan Al Qur-an dan 
Ahlulbayt sebagai platformnya sementara Idiology Sunni menggunakan Al Qur-an 
dan Hadist Nabi sebagai platformnya. Ahlulbayt Rasulullah
  bagi Syi’ah selain berfungsi untuk mendampingi Al Qur-an agar tidak salah 
tafsir, juga merupakan filter untuk menjaga agar hadist Nabi tidak 
dipalsukan.  Sedangkan bagi Sunni tidak memiliki filter untuk menjaga 
kemurnian Sunnah Rasulullah kecuali dengan menggunakan istilah sahehnya 
Kitab Bukhari - Muslim, hingga siapapun yang merasa dirinya berkemampuan 
boleh saja menafsirkan Al Qur-an sebagimana yang dilakukan oleh orang itu.

   Orang itu keliru 180 derajat ketika mengatakan bahwa ahlulbayt Rasulullah 
itu termasuk seluruh orang yang beriman. Untuk memudahkan pemahaman saya 
umapamakan seperti berikut:  Secara loghat ahlulbayt itu terdiri dari  
seorang Suami dan beberapa orang Isteri serta beberapa orang anaknya. Jadi 
hanya terbatas kepada Suami –Isteri plus anak-anaknya saja, tidak termasuk 
orang lain. Secara Idiology atau ’Aqidah tentunya ada diantara anak-anak itu 
atau Isteri-isteri itu yang tidak dapat dianggap sebagai anggota ahlulbayt 
atau keluarga, disebabkan tidak tundukpatuh kepada Allah dan Rasulnya 
(keliru’Aqidahnya). Contohnya Kan’an anak Nabi Nuh yang dinyatakan Allah 
bukan anaknya. Pastinya dalam keluarga Rasulullah juga ada orang yang 
karakternya relatif sama dengan anak Nabi Nuh tersebut  Jelasnya diantara 
Isteri-isteri Nabi Muhammad itu ada yang bukan Isterinya menurut kaca mata 
AlQur-an atau menurut Allah sendiri. Jangankan orang yang relatif sama 
dengan Kan’an, Ummu Shalamah saja
  yang pasti termasuk orang yang beriman atau benar Aqidahnya sesuai 
ketearangan Rasulullah sendiri, tidak termasuk dalam golongan Ahlulbayt. 
Justru itulah ketika Rasulullah memasukkan Imam ’Ali as, Fatimah Az Zahara, 
Imam Hassan dan Imam Hussein as kebawah kain kisa tidak membenarkan Ummu 
Shalamah bersama mereka dengan sabdanya kamu tetap ditempatmu dalam 
kebaikan.  Bagi orang yang ’arif tentu dengan mudah dapat mengambil 
kesimpulan yang benar kenapa dalam ayat Mubahalah Rasulullah tidak membawa 
Isteri-isterinya untuk ikut serta, kecuali pribadi yang berempat itu saja. 
Hal ini diperjelas lagi ketika Rasulullah mengintruksikan agar semua 
pintu-pintu yang menghala keMesjid ditutup semua kecuali pintu Imam ’Ali as 
dimana didalamnya hanya pribadi yang berempat tadi juga.

   Demikianlah para pembaca sekalian semoga Allah memberi hidayah kepada 
kita sekalian sehingga tidak mengalami nasib yang sial ketika menghadapi 
sakratul maut sebagaimana dialami Abubakar dan Umar cs. Aamin ya Rabbal 
‘alamain,-

   Billahi fi sabililhaq
   Muhammad Al Qubra
   [EMAIL PROTECTED]
   Sandnes, Norwegia




Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> skrev:             
http://www.dataphone.se/~ahmad
   [EMAIL PROTECTED]

   Stockholm, 20 Oktober 2006

   Bismillaahirrahmaanirrahiim.
   Assalamu'alaikum wr wbr.


   APAKAH IDEOLOGI DIARTIKAN DENGAN AQIDAH KALAU DILIHAT DARI SUDUT ISLAM?.
   Ahmad Sudirman
   Stockholm - SWEDIA.


   SEKILAS MENGGALI IDEOLOGI DIHUBUNGKAN DENGAN AQIDAH DILIHAT DARI SUDUT 
ISLAM.

   Dalam tulisan kali ini selama bulan Ramadhan akan disajikan masalah yang 
menyangkut ideologi dihubungkan dengan aqidah dilihat dari kacamata Islam.

   Agar supaya pembicaraan kita ini tidak meluas kesegala penjuru, maka 
disini perlu ada pemagaran, yaitu melalui batasan-batasan yang 
diformulasikan kedalam bentuk pertanyaan yang bentuknya adalah apakah 
ideologi itu adalah aqidah kalau dilihat dari sudut pandang Islam?

   Nah, dengan adanya formulasi pertanyaan diatas, kita akan mudah untuk 
berjalan menuju kearah tujuan guna mendapatkan jawabannya.

   Sekarang kita mulai menggali apa yang disebut dengan panggilan atau 
penamaan ideologi itu.
   Pertama kita bertanya, apa arti ideologi itu?

   Nah, jawabannya adalah pengertian ideologi adalah rancangan yang tersusun 
didalam pikiran atau gagasan atau cita-cita yang membentuk dasar bangunan 
misalnya dalam teori politik atau ekonomi atau sosial kalau mengikuti apa 
yang tertuang dalam The Oxford guide to the English language. Atau dengan 
kata lain pengertian ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang 
dijadikan asas pendapat yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan 
hidup kalau mengikuti apa yang tertuang dalam kamus besar bahasa Indonesia.

   Nah sekarang, dengan membaca dan menggali pengertian yang terkandung 
dalam istilah atau kata ideologi, maka kita sudah dapat mengambil poin-poin 
atau butiran-butiran yang ada dan terkandung dalam istilah ideologi itu, 
yaitu ideologi didalamnya mengandung pertama, rancangan yang tersusun dalam 
pikiran, atau gagasan-gagasan, atau cita-cita. Kedua, bangunan atau asas 
atau dasar teori. Ketiga, pemberi arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup.

   Jadi, lahirnya ideologi itu adalah karena adanya hasil pemikiran manusia 
yang dituangkan dalam bentuk konsep bersistem  yang menjadi dasar atau asas 
teori yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup manusia.

   Nah sekarang, kita telah menemukan inti utama dari ideologi yaitu 
ideologi adalah hasil pemikiran manusia.

   Selanjutnya, karena kita akan mencari hubungan dan kaitan antara ideologi 
dengan aqidah, maka kita perlu menggali apa yang dimaksud atau diartikan 
dengan aqidah itu.

   Nah, pengertian aqidah adalah kepercayaan atau keyakinan. Dilihat dari 
sudut Islam maka ditemukan bahwa aqidah yang dimaksud dalam Islam adalah 
kepercayaan atau keyakinan kepada Islam sebagai agama yang diturunkan oleh 
Allah SWT melalui Rasul-Nya Muhammad saw.

   Jadi, aqidah atau kepercayaan atau keyakinan ini menurut kacamata Islam 
adalah bukan lahir dari hasil pemikiran manusia, melainkan lahir karena 
Islam yang diturunkan oleh Allah SWT.

   Nah sekarang, dapat kita mengambil poin-poin yang berbeda  antara 
ideologi dan aqidah yaitu ideologi lahir karena hasil pemikiran manusia, 
sedangkan aqidah lahir karena Islam yang diturunkan oleh Allah SWT.

   Jadi dapat kita menyimpulkan sekarang yaitu ideologi adalah buatan 
manusia, sedangkan aqidah lahir karena Allah SWT.

   Nah disinilah sekarang kita sudah dapat memperoleh gambaran yang jelas 
bahwa ideologi adalah tidak sama dengan aqidah. Karena itu kalau ada orang 
yang menulis bahwa persaudaraan atau kekeluargaan itu adalah didasarkan pada 
”ideologi atau aqidah”, maka penggunaan kata ideologi sama dengan istilah 
aqidah adalah tidak benar dan tidak tepat dalam penggunaannya. Mengapa ?

   Karena kalau kekeluargaan atau persaudaraan didasarkan kepada ideologi, 
maka akan lahir pengertian persaudaraan dibawah bendera ideologi sosialisme 
atau persaudaraan dibawah bendera ideologi pancasila atau kekeluargaan 
dibawah bangunan ideologi kapitalisme.

   Begitu juga kalau istilah aqidah diterapkan dalam kekeluargaan atau 
persaudaraan, maka akan ditemukan kekeluargaan atau persaudaraan berdasarkan 
aqidah Islam.

   Nah, sekarang kalau kita hubungkan istilah ideologi dan aqidah ini dengan 
Sahih Muslim: 614 yang didalamnya menyinggung kata-kata ”Allahumma shalli 
’alaa Muhammad wa ’alaa aali Muhammad“, maka yang dinamakan dengan ”aali 
Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad” adalah semua umat Islam yang 
memiliki aqidah Islam atau kepercayaan atau keyakinan kepada Islam.

   Jadi, yang namanya   ”aali Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad” adalah 
makin luas, bukan hanya keluarga Nabi Muhammad yang diikat dengan perkawinan 
dan darah saja, melainkan seluruh maum muslimin dan muslimat yang memiliki 
aqidah Islam.

   Kemudian, kalau juga ”aali Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad” 
dihubungkan dengan istilah ideologi, maka akan lahir ”ahli keluarga 
Muhammad” adalah orang-orang yang memiliki ideologi Islam, yaitu orang-orang 
yang mendasarkan konsepsi pikirannya kepada Islam bukan hanya orang-orang 
yang ada hubungannya dengan tali perkawinan atau turunan darah dengan Nabi 
Muhammad saw saja.

   Jadi sekarang dapat diambil kesimpulan yaitu kalau pengertian ideologi 
dan aqidah dijadikan sebagai dasar acuan untuk mengerti dan memahami 
bangunan kata kata ”aali Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad”, maka akan 
ditemukan bahwa anggota keluarga Rasulullah saw adalah semua umat Islam yang 
beraqidah Islam dan semua umat Islam yang memiliki ideologi Islam, bukan 
hanya sekedar keluarga yang diikat oleh tali perkawinan dan darah keturunan 
dengan Rasulullah saw saja.

   Terakhir, dengan berdasarkan pada apa yang dijelaskan diatas, maka 
sekarang kita sudah dapat memberikan jawaban atas pertanyaan apakah ideologi 
itu adalah aqidah kalau dilihat dari sudut pandang Islam?

   Maka jawabannya yaitu ideologi adalah tidak sama dengan aqidah. Ideologi 
adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk konsep bersistem 
yang menjadi dasar atau asas teori yang memberikan arah dan tujuan untuk 
kelangsungan hidup manusia. Sedangkan aqidah adalah bukan lahir dari hasil 
pemikiran manusia, melainkan lahir karena Islam yang diturunkan oleh Allah 
SWT. Kemudian kalau ideologi dan aqidah dihubungkan dengan ”aali Muhammad“ 
atau ”ahli keluarga Muhammad”, maka anggota keluarga Rasulullah saw adalah 
semua umat Islam yang beraqidah Islam dan semua umat Islam yang memiliki 
ideologi Islam, bukan hanya sekedar keluarga yang diikat oleh tali 
perkawinan dan darah keturunan Rasulullah saw saja.

   Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

   Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

   Wassalam.

   Ahmad Sudirman

   http://www.dataphone.se/~ahmad
   [EMAIL PROTECTED]
   ----------

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.408 / Virus Database: 268.13.7/488 - Release Date: 2006-10-19

_________________________________________________________________
Prova nya Live Messenger! http://get.live.com/messenger/overview



Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke