http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 20 Oktober 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. TERJERAT OLEH JARINGNYA SENDIRI DENGAN MENYAMAKAN IDEOLOGI DENGAN AQIDAH. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. AKHIRNYA TERJERAT OLEH JARINGNYA SENDIRI DENGAN MENYAMAKAN IDEOLOGI DENGAN AQIDAH. Nah, disinilah kalau tidak mengerti dan tidak memahami tentang apa yang diyakininya dan kalau masih mentah dalam hal apa yang dianutnya akhirnya terperangkap oleh jaring yang dipasang sendiri. Mari kita teliti secara bersama, ketika kita membahas masalah aali Muhammad atau ahli keluarga Muhammad, ternyata Rasulullah saw dalam bershalawat ini tidak hanya dikhususkan istilah aali Muhammad (ahli keluarga Muhammad) dengan dikhususkan hanya kepada Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra. Karena kalau aali Muhammad dikhususkan hanya kepada Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra, maka itu tidak ada dasar nash-nya yang kuat dan sahih. Dan memang hadits sahih yang mengkhususkan aali Muhammad hanya kepada Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra adalah tidak ada dan tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah saw. Rupanya yang dinyatakan diatas itu dianggap tidak betul, yang betul katanya bahwa aali atau keluarga Muhammad tidak dilihat berdasarkan hubungan darah dan perkawinan, tapi dilihat secara Idiology atau Aqidah. Kemudian, ketika dilambungkan bahwa ideologi adalah tidak sama dengan aqidah. Ideologi adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk konsep bersistem yang menjadi dasar atau asas teori yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup manusia. Sedangkan aqidah adalah bukan lahir dari hasil pemikiran manusia, melainkan lahir karena Islam yang diturunkan oleh Allah SWT. Kemudian kalau ideologi dan aqidah dihubungkan dengan aali Muhammad atau ahli keluarga Muhammad, maka anggota keluarga Rasulullah saw adalah semua umat Islam yang beraqidah Islam dan semua umat Islam yang memiliki ideologi Islam, bukan hanya sekedar keluarga yang diikat oleh tali perkawinan dan darah keturunan Rasulullah saw saja. Ternyata dibantahnya, bahwa Aqidah adalah bahasa Arab sedangkan Idiology adalah bahasa Inggeris, keduanya merupakan flatform atau asas tempat seseorang bergantung atau berpijak dalam Hidupnya didunia ini. Nah, rupanya bantahannya itu adalah menjerat lehernya sendiri. Mengapa ? Karena, akhirnya menyimpulkan bahwa ahlulbayt Rasulullah itu termasuk seluruh orang yang beriman.. Mengapa seluruh orang beriman, karena aali Muhammad (ahli keluarga Muhammad) dilihat dari ideologi dan aqidah. Hanya ditambah dengan aqidah syiah. Setelah terjerat lehernya oleh pernyataannya sendiri, akhirnya ia kembali merobah haluannya lagi yang menjurus kelobang ahlul bait yang empat orang saja, yaitu Ali bin Abi Thalib, Fatimah Zahrah, Hasan bin Ali bin Abi Thalib dan Husen bin Ali bin Abi Thalib. Padahal ketika mengupas karena aali Muhammad (ahli keluarga Muhammad) dilihat dari ideologi dan aqidah. Padahal sudah jelas tidak diajarkan dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw ketika membaca shalawat dengan menyebutkan Ya Allah, limpahkanlah sejahtera kepada Muhammad dan Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra, sebagaimana Engkau telah melimpahkan kesejahteraan kepada keluarga nabi Ibrahim Dan tentu saja, yang namanya ahlul bait itu bukan yang empat orang itu saja, melainkan juga termasuk istri-istri Rasulullah saw. Jadi tidak ada dasarnya nash yang sahih yang bisa dijadikan sebagai argumentasi untuk menyatakan bahwa ahlul bait itu hanyalah Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra. Begitu juga yang dinyatakan dalam ayat 33 surat Al-Ahzab, yang dimaksud ahlul bait itu mencakup istri-istri Rasulullah saw sebagaimana yang difirmankan dalam ayat-ayat sebelumnya, ayat 28 sampai 32. Baru Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra dimasukkan kedalam ahlul bait ketika ayat 33 surat Al-Ahzab diturunkan dirumah Ummu Salamah ra istri Rasulullah saw. Dimana dalam ayat 33 surat Al-Ahzab itu yang artinya: dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud untuk menghilangkan dosa dari kamu, ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS Al Ahzab, 33: 33). Nah dalam ayat 33 diatas tidak menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan ahlul bait itu adalah empat orang yaitu Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra, melainkan istri-istri Rasulullah saw, sebagaimana yang dicantumkan dalam ayat 28-32 sebelumnya. Nah, baru yang berempat ini, Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra dimasukkan kedalam golongan ahlul bait setelah Rasulullah saw menerima wahyu ayat 33 surat Al-Ahzab ini dengan cara langsung memanggil Fatimah, Hasan dan Husen dan menyelimuti mereka termasuk Ali dengan Kisa. Kemudian berdoa yang isi doanya adalah mereka (Ali, Fatimah, Hasan dan Husen) adalah juga ahlul bait-nya semoga dihilangkan dosa mereka dan dibersihkan sebersih-bersihnya. Nah, inilah dasar pengklaiman bahwa ahlul bait itu hanyalah empat orang saja yaitu Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra. Padahal itu tidak ada kekuatan nashnya yang sahih. Nah kemudian, yang makin menyimpangnya itu ketika istri-istri Rasulullah saw yang dalam ayat 28-32 digolongkan oleh Allah SWT kedalam ahlul bait, disingkirkannya dengan mengajukan argumen bahwa ketika istri Rasulullah saw, yaitu Ummu Salamah ra bertanya kepada Rasulullah saw: Dan aku bersama mereka wahai Nabi Allah? Kemudian dijawab oleh Rasulullah saw: Engkau tetap pada kedudukan engkau dan engkau selalu dalam kebaikan. Rupanya jawaban Rasulullah saw yang demikian itu ditafsirkan bahwa Ummu Salamah ra adalah bukan termasuk ahlul bait. Padahal Ummu Salamah ra mengajukan pertanyaan tersebut adalah disebabkan beliau belum mengetahui isi dari ayat 33 surat Al-Ahzab, karena Rasulullah saw belum membacakannya kehadapan Ummu Salamah ra pada waktu itu. Nah, jawaban Rasulullah saw tersebut merupakan jawaban yang didasarkan pada surat 28 sampai ayat 32 yang diturunkan sebelumnya, dimana Ummu Salamah ra adalah istri Rasulullah saw yang termasuk dalam ahlul bait. Jadi Ummu Salamah ra adalah memang salah seorang dari ahlul bait. Sedangkan Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra adalah tidak dimasukkan kedalam ahlul bait, sebelum turunnya ayat 33 surat Al-Ahzab dan Rasulullah saw memanggil Fatimah, Hasan dan Husen dan menyelimuti mereka juga Ali dengan Kisa dan berdoa bahwa mereka (Ali, Fatimah, Hasan dan Husen) adalah Ahl al-Bait-nya. Jadi, sebenarnya justru melalui doa Rasulullah saw itulah Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra masuk kedalam ahlul bait bersama istri-istri Rasulullah saw. Dan yang lebih penting lagi bahwa berdasarkan ayat 33 surat Al-Ahzab itu ahlul bait adalah tidak maksum. Karena Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra adalah tidak maksum, mengapa Rasulullah saw mendoa kepada Allah SWT untuk membersihkan mereka dengan sebersih-bersihnya. Kalau Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra adalah maksum, maka tidak perlu Rasulullah saw berdoa agar mereka itu dibersihkan sebersih-bersihnya, karena memang mereka sudah bersih dari dosa. Jadi tidak logis dan tidak ada nashnya yang sahih kalau menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra adalah maksum. Itu alasan yang diada-adakannya saja. Kalau Rasulullah saw menyatakan Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra dengan panggilan ahlul bait itu bukan berarti mereka berempat telah dikhususkan oleh ayat 33 surat Al-Ahzab, tetapi mereka pada asalnya adalah tergolong kedalam keumuman istilah ahlul bait saja. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- From: Muhammad al qubra <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: [email protected] To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Subject: [Lantak] Vedr. APAKAH IDEOLOGI DIARTIKAN DENGAN AQIDAH KALAU DILIHAT DARI SUDUT ISLAM?. Date: Fri, 20 Oct 2006 20:19:25 +0200 (CEST) MIME-Version: 1.0 X-Originating-IP: 217.12.13.59 X-Sender: [EMAIL PROTECTED] Received: from n24.bullet.scd.yahoo.com ([66.94.237.53]) by bay0-mc8-f13.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Fri, 20 Oct 2006 11:24:09 -0700 Received: from [66.218.66.59] by n24.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 20 Oct 2006 18:22:31 -0000 Received: from [66.218.66.35] by t8.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 20 Oct 2006 18:22:31 -0000 Received: (qmail 27611 invoked from network); 20 Oct 2006 18:19:32 -0000 Received: from unknown (66.218.67.35) by m29.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 20 Oct 2006 18:19:32 -0000 Received: from unknown (HELO web86907.mail.ukl.yahoo.com) (217.12.13.59) by mta9.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 20 Oct 2006 18:19:30 -0000 Received: (qmail 19084 invoked by uid 60001); 20 Oct 2006 18:19:25 -0000 Received: from [83.108.187.17] by web86907.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Fri, 20 Oct 2006 20:19:25 CEST X-Message-Info: LsUYwwHHNt1dPB9vH9Mefm0ljd/NG2c21LqfWd8G00w= Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; d=yahoogroups.com;b=Y0lgzDxk5wFLYUi5udyU4cSRzWMzzRNzePpUKb6O1KPbDPa6Qn34IXbpt3ikDvLLsuwyOFfoREdGiYEhcv8aYR1aZBixXB7g2hEZ0NYt8r2EhjmPKx77DzD4xCbpm9q7; X-Yahoo-Newman-Id: 3332471-m9401 X-Apparently-To: [email protected] X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0 X-Yahoo-Profile: acheh_karbala Mailing-List: list [email protected]; contact [EMAIL PROTECTED] Delivered-To: mailing list [email protected] List-Id: <Lantak.yahoogroups.com> Precedence: bulk List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> X-Yahoo-Newman-Property:groups-email-trad Return-Path: [EMAIL PROTECTED] X-OriginalArrivalTime: 20 Oct 2006 18:24:09.0608 (UTC) FILETIME=[EF603080:01C6F474] JURUS SILAT BERPUTAR - PUTAR SEDANGKAN JURUS KARATE LANGSUNG SAJA, GE DEGAP. Aqidah adalah bahasa Arab sedangkan Idiology adalah bahasa Inggeris, keduanya merupakan flatform atau asas tempat seseorang bergantung atau berpijak dalam Hidupnya didunia ini. Andaikata seseorang berpegang teguh benar-benar pada Al Qur-an, berarti flatformnya atau dasar tempat berpijaknya adalah Al Qur-an. Dengan kata lain berarti orang tersebut menggunakan Al Qur-an sebagai Idiologynya atau berIdiology Al Qur-an. Realitanya banyak orang yang beridiology Pancasila, tapi menggunakan Al Qur-an hanya sebagai bahan bacaan untuk orang mati, untuk memperoleh pahala, bahan Musabaqah dan seni Kaligrafi. Yang jelas orang tersebut tidak menggunakan Al Qur-an sebagai Idiology atau Aqidah. Selanjutnya dapat dipahami bahwa Idiology Syiah atau Aqidah Syiah tentu berbeda dengan 'Aqidah atau Idiology Sunni. Idiology Syiah menggunakan Al Qur-an dan Ahlulbayt sebagai platformnya sementara Idiology Sunni menggunakan Al Qur-an dan Hadist Nabi sebagai platformnya. Ahlulbayt Rasulullah bagi Syiah selain berfungsi untuk mendampingi Al Qur-an agar tidak salah tafsir, juga merupakan filter untuk menjaga agar hadist Nabi tidak dipalsukan. Sedangkan bagi Sunni tidak memiliki filter untuk menjaga kemurnian Sunnah Rasulullah kecuali dengan menggunakan istilah sahehnya Kitab Bukhari - Muslim, hingga siapapun yang merasa dirinya berkemampuan boleh saja menafsirkan Al Qur-an sebagimana yang dilakukan oleh orang itu. Orang itu keliru 180 derajat ketika mengatakan bahwa ahlulbayt Rasulullah itu termasuk seluruh orang yang beriman. Untuk memudahkan pemahaman saya umapamakan seperti berikut: Secara loghat ahlulbayt itu terdiri dari seorang Suami dan beberapa orang Isteri serta beberapa orang anaknya. Jadi hanya terbatas kepada Suami Isteri plus anak-anaknya saja, tidak termasuk orang lain. Secara Idiology atau Aqidah tentunya ada diantara anak-anak itu atau Isteri-isteri itu yang tidak dapat dianggap sebagai anggota ahlulbayt atau keluarga, disebabkan tidak tundukpatuh kepada Allah dan Rasulnya (keliruAqidahnya). Contohnya Kanan anak Nabi Nuh yang dinyatakan Allah bukan anaknya. Pastinya dalam keluarga Rasulullah juga ada orang yang karakternya relatif sama dengan anak Nabi Nuh tersebut Jelasnya diantara Isteri-isteri Nabi Muhammad itu ada yang bukan Isterinya menurut kaca mata AlQur-an atau menurut Allah sendiri. Jangankan orang yang relatif sama dengan Kanan, Ummu Shalamah saja yang pasti termasuk orang yang beriman atau benar Aqidahnya sesuai ketearangan Rasulullah sendiri, tidak termasuk dalam golongan Ahlulbayt. Justru itulah ketika Rasulullah memasukkan Imam Ali as, Fatimah Az Zahara, Imam Hassan dan Imam Hussein as kebawah kain kisa tidak membenarkan Ummu Shalamah bersama mereka dengan sabdanya kamu tetap ditempatmu dalam kebaikan. Bagi orang yang arif tentu dengan mudah dapat mengambil kesimpulan yang benar kenapa dalam ayat Mubahalah Rasulullah tidak membawa Isteri-isterinya untuk ikut serta, kecuali pribadi yang berempat itu saja. Hal ini diperjelas lagi ketika Rasulullah mengintruksikan agar semua pintu-pintu yang menghala keMesjid ditutup semua kecuali pintu Imam Ali as dimana didalamnya hanya pribadi yang berempat tadi juga. Demikianlah para pembaca sekalian semoga Allah memberi hidayah kepada kita sekalian sehingga tidak mengalami nasib yang sial ketika menghadapi sakratul maut sebagaimana dialami Abubakar dan Umar cs. Aamin ya Rabbal alamain,- Billahi fi sabililhaq Muhammad Al Qubra [EMAIL PROTECTED] Sandnes, Norwegia Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> skrev: http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 20 Oktober 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. APAKAH IDEOLOGI DIARTIKAN DENGAN AQIDAH KALAU DILIHAT DARI SUDUT ISLAM?. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. SEKILAS MENGGALI IDEOLOGI DIHUBUNGKAN DENGAN AQIDAH DILIHAT DARI SUDUT ISLAM. Dalam tulisan kali ini selama bulan Ramadhan akan disajikan masalah yang menyangkut ideologi dihubungkan dengan aqidah dilihat dari kacamata Islam. Agar supaya pembicaraan kita ini tidak meluas kesegala penjuru, maka disini perlu ada pemagaran, yaitu melalui batasan-batasan yang diformulasikan kedalam bentuk pertanyaan yang bentuknya adalah apakah ideologi itu adalah aqidah kalau dilihat dari sudut pandang Islam? Nah, dengan adanya formulasi pertanyaan diatas, kita akan mudah untuk berjalan menuju kearah tujuan guna mendapatkan jawabannya. Sekarang kita mulai menggali apa yang disebut dengan panggilan atau penamaan ideologi itu. Pertama kita bertanya, apa arti ideologi itu? Nah, jawabannya adalah pengertian ideologi adalah rancangan yang tersusun didalam pikiran atau gagasan atau cita-cita yang membentuk dasar bangunan misalnya dalam teori politik atau ekonomi atau sosial kalau mengikuti apa yang tertuang dalam The Oxford guide to the English language. Atau dengan kata lain pengertian ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup kalau mengikuti apa yang tertuang dalam kamus besar bahasa Indonesia. Nah sekarang, dengan membaca dan menggali pengertian yang terkandung dalam istilah atau kata ideologi, maka kita sudah dapat mengambil poin-poin atau butiran-butiran yang ada dan terkandung dalam istilah ideologi itu, yaitu ideologi didalamnya mengandung pertama, rancangan yang tersusun dalam pikiran, atau gagasan-gagasan, atau cita-cita. Kedua, bangunan atau asas atau dasar teori. Ketiga, pemberi arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Jadi, lahirnya ideologi itu adalah karena adanya hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk konsep bersistem yang menjadi dasar atau asas teori yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup manusia. Nah sekarang, kita telah menemukan inti utama dari ideologi yaitu ideologi adalah hasil pemikiran manusia. Selanjutnya, karena kita akan mencari hubungan dan kaitan antara ideologi dengan aqidah, maka kita perlu menggali apa yang dimaksud atau diartikan dengan aqidah itu. Nah, pengertian aqidah adalah kepercayaan atau keyakinan. Dilihat dari sudut Islam maka ditemukan bahwa aqidah yang dimaksud dalam Islam adalah kepercayaan atau keyakinan kepada Islam sebagai agama yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya Muhammad saw. Jadi, aqidah atau kepercayaan atau keyakinan ini menurut kacamata Islam adalah bukan lahir dari hasil pemikiran manusia, melainkan lahir karena Islam yang diturunkan oleh Allah SWT. Nah sekarang, dapat kita mengambil poin-poin yang berbeda antara ideologi dan aqidah yaitu ideologi lahir karena hasil pemikiran manusia, sedangkan aqidah lahir karena Islam yang diturunkan oleh Allah SWT. Jadi dapat kita menyimpulkan sekarang yaitu ideologi adalah buatan manusia, sedangkan aqidah lahir karena Allah SWT. Nah disinilah sekarang kita sudah dapat memperoleh gambaran yang jelas bahwa ideologi adalah tidak sama dengan aqidah. Karena itu kalau ada orang yang menulis bahwa persaudaraan atau kekeluargaan itu adalah didasarkan pada ideologi atau aqidah, maka penggunaan kata ideologi sama dengan istilah aqidah adalah tidak benar dan tidak tepat dalam penggunaannya. Mengapa ? Karena kalau kekeluargaan atau persaudaraan didasarkan kepada ideologi, maka akan lahir pengertian persaudaraan dibawah bendera ideologi sosialisme atau persaudaraan dibawah bendera ideologi pancasila atau kekeluargaan dibawah bangunan ideologi kapitalisme. Begitu juga kalau istilah aqidah diterapkan dalam kekeluargaan atau persaudaraan, maka akan ditemukan kekeluargaan atau persaudaraan berdasarkan aqidah Islam. Nah, sekarang kalau kita hubungkan istilah ideologi dan aqidah ini dengan Sahih Muslim: 614 yang didalamnya menyinggung kata-kata Allahumma shalli alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad, maka yang dinamakan dengan aali Muhammad atau ahli keluarga Muhammad adalah semua umat Islam yang memiliki aqidah Islam atau kepercayaan atau keyakinan kepada Islam. Jadi, yang namanya aali Muhammad atau ahli keluarga Muhammad adalah makin luas, bukan hanya keluarga Nabi Muhammad yang diikat dengan perkawinan dan darah saja, melainkan seluruh maum muslimin dan muslimat yang memiliki aqidah Islam. Kemudian, kalau juga aali Muhammad atau ahli keluarga Muhammad dihubungkan dengan istilah ideologi, maka akan lahir ahli keluarga Muhammad adalah orang-orang yang memiliki ideologi Islam, yaitu orang-orang yang mendasarkan konsepsi pikirannya kepada Islam bukan hanya orang-orang yang ada hubungannya dengan tali perkawinan atau turunan darah dengan Nabi Muhammad saw saja. Jadi sekarang dapat diambil kesimpulan yaitu kalau pengertian ideologi dan aqidah dijadikan sebagai dasar acuan untuk mengerti dan memahami bangunan kata kata aali Muhammad atau ahli keluarga Muhammad, maka akan ditemukan bahwa anggota keluarga Rasulullah saw adalah semua umat Islam yang beraqidah Islam dan semua umat Islam yang memiliki ideologi Islam, bukan hanya sekedar keluarga yang diikat oleh tali perkawinan dan darah keturunan dengan Rasulullah saw saja. Terakhir, dengan berdasarkan pada apa yang dijelaskan diatas, maka sekarang kita sudah dapat memberikan jawaban atas pertanyaan apakah ideologi itu adalah aqidah kalau dilihat dari sudut pandang Islam? Maka jawabannya yaitu ideologi adalah tidak sama dengan aqidah. Ideologi adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk konsep bersistem yang menjadi dasar atau asas teori yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup manusia. Sedangkan aqidah adalah bukan lahir dari hasil pemikiran manusia, melainkan lahir karena Islam yang diturunkan oleh Allah SWT. Kemudian kalau ideologi dan aqidah dihubungkan dengan aali Muhammad atau ahli keluarga Muhammad, maka anggota keluarga Rasulullah saw adalah semua umat Islam yang beraqidah Islam dan semua umat Islam yang memiliki ideologi Islam, bukan hanya sekedar keluarga yang diikat oleh tali perkawinan dan darah keturunan Rasulullah saw saja. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.408 / Virus Database: 268.13.7/488 - Release Date: 2006-10-19 _________________________________________________________________ Prova nya Live Messenger! http://get.live.com/messenger/overview Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)... beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Salam perjuangan. -------------- ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!! **UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK: kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED] http://lantak.cjb.net *PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
