Hana komentar sapeue lagoe, tgk Warwick?
   
  Si William Liddle njan le teungeut ngen jaga. Njan tjunto ureueng careng tapi 
lugu meuseue hana takheun paleh.  lageenjankeuh njeng le tjonto makhluk donja 
djameun geutanjoe djinoe. Meusababnjankeuh donja handjroh-djroh bahthat na 
leumbaga teuhormat lagee PBB njeng tudjuandjih peuget Donja seusuai maknadjih 
njakni Peusaboh Bansa Bansa, tapi relitadjih djipeureuleh bansa-bansa le 
ureueng-ureueng lagee Si William Liddle njan
   
  Meuseubab le ureueng lagee tjunto si  William Liddle njan njeng pikeran 
absurd dan bias di leumbaga njeng seuharusdjih mulianjan, tapi ka 
djipeukeulabee le Amerika Seurikat dan Inggreh untok tjok legitimate lagee 
heutdjih untok seurang nanggroe-nangroe njeng hana meukeuneng ngen beue 
awaknjan.  Alasandjih  bahwa nangroe, Afganistan , Irak, Somalia dan Republik 
Islam Iran na seundjata peupunah massa dan le ureueng exstrem di 
nanggroe-nanggroenjan.  Meunankeuh Donjanjoe meuseue le ureueng njeng ka 
teulandjo djianggap tjareng padahai lugu, meuseue hana takheun paleh.
   
  Djipeugah le redaksi Acehkitanjan si  William Liddle njan meuphomthat peukara 
Hendon, padahai realitadjih sapeue hana djiteupeue kiban Hendonnjan keutjuali 
bagian kulet manteng.  Meunurot prediksi lon, si anoenjan teumasok "pak turot" 
njeng kajem marit seusuai seulera Hendon njeng istilahdjih 'berbicara ABS' 
alias asal bapak senang. 
   
  Meuseubab watee ka meugreb, insya Allah akan tasambong djika peureulee. 
Wassalamu 'alaikum wr wbr.
   
   
  

Ibnu Sakdan Abubakar <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
            ( www.acehkita.com )
   
  Minggu, 21 Januari 2007, 13:47 WIB
ARSIP WAWANCARA
William Liddle:
GAM Bisa Memerintah di Aceh
Reporter : Redaksi

  PENGANTAR REDAKSI: Prof. R. William Liddle bukanlah sosok asing di 
Indonesia
. Pria asal Amerika Serikat ini, termasuk orang yang sangat dekat dengan 
Indonesia
 dan penduduknya. Ini disebabkan karena sosok William Liddle adalah salah 
seorang asing yang sangat memahami 
Indonesia
. Bukan hanya itu, pria yang akrab disapa Bill ini, juga menjadi tempat bagi 
kandidat doktor dari 
Indonesia
, untuk menimba ilmu. Tak kurang beberapa doktor politik Indonesia, Eep 
Saefullah Fatah, Rizal Mallarangeng, Saiful Mujani, Affan Gafar, Salim Said, 
Denny JA, Makarim Wibisono dan Bachtiar Effendi, pernah menjadi mahasiswa Bill 
di Universitas Ohio, Amerika.
    Bill juga dikenal sebagai pengamat politik 
Indonesia
 yang kritis. Berbagai analisa politiknya tentang 
Indonesia
, acap dijadikan referensi banyak kalangan. Ketertarikannya terhadap 
Indonesia
, dimulai ketika ia mengambil S2 di Yale University. Sebelumnya, Bill remaja 
sama sekali tidak tahu tentang 
Indonesia
. Bahkan, pernah suatu kali, ketika Bill masih duduk di jenjang S1, ia 
kelabakan ketika dosennya bertanya tentang 
Indonesia
. Bahkan, ia sama sekali tidak tahu di mana letak 
Indonesia
 di dalam peta.
    Sejak itu, Bill remaja menjadi ingin tahu banyak tentang negara yang 
mayoritas penduduknya beragama Islam ini. Ketertarikannya terhadap 
Indonesia
, makin mengkristal ketika ia bertemu dengan Harry Benda yang ahli sejarah Asia 
Tenggara. Benda adalah orang pertama kali yang memperkenalkan 
Indonesia
 secara dalam, kepada Bill.
    Ketertarikan Bill untuk terus memperlajari 
Indonesia
, akhirnya mengantarkannya menjadi salah seorang Indonesianis di Amerika. 
Karenanya, ia kerap mengadakan berbagai penelitian tentang negara ini. Untuk 
lebih mendalami seluk-beluk nusantara, ia memilih untuk tinggal beberapa lama 
di 
Indonesia
. Jogyakarta, 
Medan
, dan Banda Aceh, hanyalah untuk menyebut beberapa saja daerah yang pernah 
didiami Bill dan keluarga.
    Di Serambi Mekkah, Bill menetap selama dua tahun (1985-1987). Di sini, ia 
menjadi peneliti di Pusat Latihan Penelitian dan Ilmu-ilmu Sosial (PLPIIS) di 
Universitas Syiah Kuala. Di lembaga yang didirikan Yayasan Ilmu-ilmu Sosial 
Jakarta yang dipimpin Selo Sumarjan ini, setiap tahunnya membimbing 12 sosiolog 
dan antropolog muda yang berasal dari seluruh Indonesia.
    Di Banda Aceh, ia tinggal di Geuceu Kompleks. Seorang anaknya lahir di 
sini. Namanya Caitlin atau sering disapa Cut Ca. Bill sekeluarga sangat 
menyukai masakan Aceh, khususnya gulee pliek. Ia sempat membuat resep dan 
membawa ke Amerika. “Tapi rasanya tidak sama,” katanya.
    Lalu, bagaimana komentarnya tentang Aceh dan separatisme? Untuk meredam dan 
menyelesaikan konflik yang menahun ini, Bill menyarankan Gerakan Aceh Merdeka 
(GAM) untuk mengubah orientasi perjuangan dari kekuatan senjata ke diplomasi. 
Bahkan, lebih keras lagi ia melihat sudah saatnya GAM mengakui kedaulatan 
Indonesia
. “GAM bisa memerintah di Aceh nanti kalau mereka bersedia menerima kedaulatan 
RI,” kata Bill kepada acehkita.com dalam wawancara khusus, Rabu, 30 Juni 2004.
    Ia juga memprediksikan Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati, akan lolos ke 
putaran kedua pemilihan presiden.
    Bagaimana komentarnya tentang pemilu presiden dan Aceh? Berikut petikannya.
    Bagaimana Anda melihat jalannya pemilu legislatif di 
Indonesia
? 
    Berhasil sebagai proses. Pada tahun 50-an, masa demokrasi pertama, 
Indonesia
 hanya mengadakan pemilu satu kali. Tetapi kini, dalam masa demokrasi kedua, 
pemilu sudah diadakan dua kali. Dari segi substansi, masyarakat sudah bicara 
dengan jelas. Mereka tidak senang dng partai lama, khususnya PDI-P, dan sedang 
mencari partai dan sosok baru.
    Anda pernah prediksikan PDIP akan keluar sebagai pemenang. Namun nyatanya 
Golkar menang. Fenomena apakah ini? Apakah Golkar mendapat kepercayaan lagi? 
    Memang, tahun lalu, sepertinya tidak ada partai yang bisa menandingi PDI-P 
menurut jajak pendapat yang saya lihat pada waktu itu. Saya tidak melihat 
pemilu 1999 sebagai kemenangan Golkar. Golkar bertahan saja, dengan persentase 
suara yg sama dengan 1999. Jadi Golkar tidak mendapat kepercayaan lagi. Yang 
terjadi adalah bahwa PDI-P hilang kepercayaan.
    Atau ini memang sebuah sikap masyarakat yang gampang lupa masa lalu dan 
bahkan rindu kondisi masa lalu, di saat Golkar berkuasa? 
    Masyarakat memang rindu pertumbuhan ekonomi yang 6% ke atas setiap tahun, 
dan juga keamanan pribadi yang lebih terjamin. Dua hal itu mereka dapat dari 
orde baru. Tetapi kerinduan mereka tidak berarti bahwa mereka ingin supaya orde 
baru kembali. Mereka tetap pro-demokrasi, pro-reformasi. Atau setidaknya 
begitulah kesan saya.
    Menurut Anda, kenapa suara PDIP bisa merosot di bawah Golkar? 
    Sebab Megawati dianggap gagal sebagai pemimpin.
    Bagaimana Anda melihat pemilu di Aceh yang diselenggarakan di bawah status 
darurat militer? Apakah Anda melihat ada yang janggal? 
    Sulit sekali mengikuti perkembangan di Aceh dari luar, sebab daerah itu 
dikuasai oleh tentara dan ditutup kepada orang luar. Pada prinsipnya, saya 
tidak percaya bahwa pemilu yang demokratis bisa diadakan di daerah yang sedang 
berperang.
    Pemilu presiden. Di antara lima calon, siapa yang lebih berpeluang untuk 
melaju ke babak kedua pemilihan? 
    Dari hasil survei mutakhir, nampaknya SBY dan Mega yang punya 
kans
 paling besar.
    Bagaimana dengan peluang megawati jika dibanding dengan SBY dan Wiranto? 
    Peluang Wiranto lebih kecil ketimbang mega. Peluang SBY besar sekali.
    Lalu, Amien Rais dan Hamzah Haz? 
    Amien Rais masih bisa berharap menjadi nomor dua. Kalau Hamzah Haz, 
dukungannya terlalu sedikit.
    Antara SBY dan Wiranto yang sama-sama militer. Siapa yang lebih unggul dan 
berpeluang untuk memenangkan pertarungan? 
    Saya melihat SBY punya 
kans
 yang besar dibanding Wiranto.
    Kenapa peluang SBY lebih besar ketimbang Wiranto?
    Memang hal ini merupakan sebuah misteri, sebab kedua-duanya adalah orang 
yang pinter, kapabel, dan mengerti dunia politik. Tetapi saya mendapat kesan 
bahwa Wiranto dianggap oleh pemilih sebagai figur lama, yang hilang dari 
perhatian masyarakat setelah dia dipecat oleh Gus Dur. Sementara SBY memainkan 
peranan yang cukup sentral dalam pemerintahan Megawati, dan sempat mengambil 
beberapa keputusan penting.
    SBY dan Wiranto disebut-sebut terlibat dalam beberapa kasus pelanggaran HAM 
berat. Seperti kasus semanggi, Trisakti dan Timor 
Timor
 untuk Wiranto. Lalu SBY tersandung dengan dibukanya kasus 27 juli 1996. 
Bagaimana peluang mereka? 
    Kesan saya adalah bahwa masyarakat lebih mempersoalkan rekor Wiranto 
ketimbang SBY. Memang Wiranto lebih menonjol dulu sebagai Panglima ABRI/TNI, 
Menteri Pertahanan, dan Menko Polkam pada masa-masa krisis. SBY 
kan
 bukan orang penting pada waktu itu. Coba dilihat, dalam iklan kampanye 
Wiranto, SBY ada di belakang, seakan-akan sedang tunduk kepada perintah 
panglimanya.
    Fenomena banyak yang mendukung SBY dan Wiranto, apakah ini bisa dikatakan 
bahwa masyarakat 
Indonesia
 cepat lupa atas kesalahan masa lalu atau political amnesia? 
    Tidak. Sebab mereka memang perhatikan apa yang pernah dibuat, atau dianggap 
umum dibuat, oleh Wiranto.
    Lalu, apa sebenarnya yang harus dilakukan presiden terpilih untuk 
menyelesaikan kasus Aceh yang menahun ini? 
    Pertama, pemerintah harus tegas, supaya gam mengerti bahwa kemerdekaan 
tidak merupakan pilihan. Kedua, pemerintah harus fleksibel dan bersedia 
menerima gam sebagai kontestan politik pada pemilu berikut sebagai kekuatan 
demokratis biasa.
    SBY mengatakan akan mereview ulang dialog dengan GAM, jika terpilih. 
Padalah dulu ia sangat ngotot menghentikan dialog. Bagaimana menurut Anda? 
    Di dalam politik, semua mungkin, termasuk dialog antara SBY dan GAM.
    Ataukah ini hanya kiat SBY dan tim suksesnya untuk meraih suara dari 
masyarakat Aceh? 
    Saya tidak tahu tentang itu. Maaf!
    Apakah ini bisa juga dikatakan bahwa dukungan internasional terhadap GAM 
memang tidak ada? 
    Memang tidak ada. Saya melihat begitu.
    Apa indikasi GAM tidak mendapat dukungan dari luar negeri?
    Maksud saya adalah bahwa saya yakin GAM tidak mendapat dukungan dari 
pemerintah Amerika atau negara-negara lain di Barat, yang semuanya ingin supaya 
Indonesia
 tetap utuh.
    Untuk menyelesaikan kasus Aceh. Apa sebenarnya yang harus dilakukan GAM? 
Merubah pola perjuangan dari senjata ke diplomasi? Atau bagaimana? 
    Merubah pola perjuangan dari senjata ke politik dalam negeri 
Indonesia
, seperti saya sebutkan di atas.
    Mengubah pola perjuangan ke politik dalam negeri. Apakah yang dimaksudkan 
GAM menjadi partai politik?
    Maksud saya adalah bahwa 
Indonesia
 sudah berubah. Pemerintahan demokrasi terpimpin dan Orde Baru bersifat sangat 
sentralistis dan dikuasai oleh satu orang. Tetapi sekarang setiap 
daerah–terlebih-lebih Aceh dan Papua pada prinsipnya (yang saya akui belum 
terwujud sepenuhnya)–bisa menguasai dirinya sendiri, tanpa harus meninggalkan 
republik 
Indonesia
. Dalam kerangka itu, GAM bisa memerintah di Aceh nanti kalau mereka bersedia 
menerima kedaulatan RI. Saya tentu maklum bahwa partai lokal tidak 
diperbolehkan di 
Indonesia
, tetapi kalau ada kemauan di dua belah pihak (GAM dan Pemerintah), pasti ada 
cara supaya GAM bisa ikut bersaing dalam pemilihan umum di Aceh.
    Darurat militer dan sipil menurut pemerintah adalah solusi terbaik bagi 
Aceh. Bagaimana menurut Anda? 
    Memang pemerintah terjepit antara batu dan tempat keras, seperti kata 
pepatah bahasa Inggris. Sebab kalau pemerintah tidak memperlakukan keadaan 
darurat, GAM akan tumbuh kembali. Tetapi keadaan darurat, baik militer maupun 
sipil, tidak cukup untuk penyelesaikan masalah.
    Dalam beberapa kali adanya teror bom, Aceh dan GAM selalu dipersalahkan. 
Seperti peladakan Atrium Senen dan BEJ 
Jakarta
 dan beberapa kasus bom di Medan. Bahkan, ketika bom Bali, ada indikasi untuk 
mengarahkan telunjuk polisi ke Aceh. Bagaimana menurut anda? 
    Tentu kita maklum bahwa setiap daerah yang rawan bisa saja menjadi sumber 
ancaman di daerah lain. Tetapi dalam kasus 
Bali
, telunjuk polisi hanya sebentar saja diarahkan ke Aceh.
    Bisakah itu dikatakan sebagai upaya untuk membunuh karakter masyarakat Aceh 
dan melemahkan perjuangan GAM? 
    Tidak, melainkan merupakan reaksi normal saja.
    Telunjuk polisi yang mengarah ke Aceh dalam setiap kasus Aceh, Anda bilang 
itu normal. Tapi bukankah itu akan membuat perasaan tertekan bagi masyarakat 
Aceh yang ada di Jakarta, atau daerah lain? Nah, apakah itu bukan dimaksudkan 
sebagai diskriminasi dalam bernegara?
    Anda benar, dan kenyataan itu harus disesalkan dan diatasi secepat mungkin. 
Saya teringat pada posisi orang Arab di negeri saya, yang umumnya dicurigai 
sebagai teroris, meskipun hanya sebuah minoritas yang sangat kecil yang 
betul-betul terlibat dalam kegiatan tercela tersebut. 
Ada
 orang Amerika yang berusaha supaya orang Arab tidak dicurigai tanpa bukti 
jelas, tetapi kiranya sulit berhasil sebelum masalah Palestina belum 
terpecahkan. Begitu juga dengan Aceh dan orang 
Indonesia
 lainnya. [A]
    
---------------------------------
  Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.





















































  

         

                                
---------------------------------

Klaustrofobisk innboks? Få deg en Yahoo! Mail med 250 MB gratis lagringsplass 
http://no.mail.yahoo.com

Kirim email ke