Hal itu menunjukkan keyakinan saya, hingga mampu meninggalkan Sunni untuk Syiah
Imamiah 12. Sebagaimana saya melihat anda juga menuangkan adonan Sunninya
tapi anda tidak sadar sebab anda tidak memahami apa itu Syiah., Contohnya anda
hanya mengekspose masalah maulid doang tapi anda meninggalnya lanjutannya yaitu
Kesyahidan Imam Hussein sebagai cucu kesayangan Rasulullah sendiri. Melalui
peringatan "'Asyura" dapat menggetarkan hati manusia yang sadar untuk melawan
setiap bentuk kezaliman yang dilakukan di jamannya walau oleh mereka yang
menamakan diri Islam sekalipun.
Lihatlah betapa Zainuddin MZ , Aa Gym dan lain-lainnya berkeok-keok setiap
bulan maulid tapi tetap "berjingkrak-jingkrak" dalam "ketiak" penguasa zalim.
Dengan Idiology Hussein, kita mampu mengenal persis prototipe-prototipe manusia
model Yazid bin Muawiyah seperti Soekarno, Suharto, Megawati, Yudhoyono dan
segenap manusia yang bersatupadu dalam system Hindunesia yang Hipokrit dan
Zalim itu. Kendatipun mereka menamakan diri Islam tapi Allah mengatakan: ". . .
. . . .wa ma hum bimuk minin"
Perjuangan bangsa Acheh terinspirasi Idiology Hussein, hingga sadar untuk
melawan kezaliman penguasa Hindunesia dan systemnya. Taukah anda bagaimana
kejinya perlakuan penguasa Yaziz bin Muawiyah terhadap keluarga Rasulullah di
padang Karbala? Taukah anda bagaimana kejinya perlakuan mereka terhadap
perempuan dan anak-anak yang masih dibawah umur oleh orang yang menamakan diri
Islam itu? Kalau tidak tau, lihat saja bagaimana kejinya perlakuan penguasa
Hindunesia terhadap bangsa Acheh - Sumatra melalui "kuku besinya" yang bukan
saja menganianya dan membantai penduduk sipil tapi juga orang perempuan dan
anak-anak bahkan bayi sekalipun. Apa perlu saya kirim gambarnya yang sering di
forward oleh tgk Tarmizi?
Maaf tgk Sisia, jangan dianggap saya marah. Saya hanya marah kepada orang
zalim bukan kepada anda, ha ha ha.
alqbr,-
abusisia <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
Assalammualaikum wr.wb.
Judul Subject di atas sudah bagus : "PERSOALAN KITA ADALAH
PENJAJAHAN DAN KEZALIMAN BUKAN PERBEDAAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN."
Yang kurang mengena adalah sering sekali Sdr.Muhammad al qubra
menuangkan adonan Syiahnya sebagai subject dan tulisannya. Bukankah
hal ini memancing yang bukan syiah utk menanggapi..?
Jika Muhammad al qubra mau konsern kepada persaudaraan sesama muslim
yang berucap "mengaku bahwa tiada tuhan selain Allah dan mengaku
bahwa Muhammad adalah RasullNya" maka sebaiknya menjauhi hal-hal yg
bisa menimbulkan perpecahan sesama umat Islam dengan menampilkan
khilafiah atau yg sejenisnya.
Tidak ada yang menjamin Syiah atau Suni akan masuk surga kecuali
dengan taqwa dan amal ibadahnya saja,itupun jika Allah swt ridha
padanya. Janji Allah swt adalah pasti, dan bahwa Allah swt
berkehendak atas tiap tiap sesuatu.
Iblis dulu dilaknat Allah swt karena satu hal saja, yaitu karena
menganggap dirinya lebih dari Adam AS.
Semoga Allah selalu menambahkan ketaqwaan dan memberi kita kekuatan
untuk menjalankan amal-ibadah dan mejauhkan dari sikap sikap sombong
dan dengki.
Semoga ada manfaatnya.
Wassalam
Abusisia
--------
--- In [email protected], Muhammad al qubra <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Kami harap tuan Atjeh Post sadar bahwa persoalan agama itu sudah
selesai dengan firman Allah: "lakum dinukum waliadin", yang artinya
bagi kamu agamamu dan bagi saya agama saya. Realitanya di Islam itu
ada agama Islam Syi'ah Imamiah 12 atau mazhab Jakfari, Ahluss Sunnah
(Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i). Di Nasrani ada Kristein Katolik,
Kristein Protestant. Kemudian ada lagi Yahudi, Hindu, Budha dan
sebagainya. Justru itu silakan anda memilih mana yang anda yakini
tanpa paksaan. Nanti setelah dunia ini kiamat barulah persoalan
tersebut selesai. Ketika itu semua orang yang keliru agamanya
(Petunjuk atau Pedoman Hidup) akan dimasukkan Allah ke dalam Neraka
(Na'uzu billahi min zalik). Allah hanya akan memasukkan orang-orang
yang benar agamanya saja ke dalam Syurga yang penuh keni'matan, di
bawahnya mengalir sungai-sungai. Didalam Syurga itu, orang-orang
yang benar agamanya kekal dalam ni'mat Syurga selama-lamanya.
>
> Yang menjadi persoalan bagi bangsa Acheh - Sumatra dan West
Papua sekarang ini adalah sejauh mana daya upaya kita untuk
melepaskan diri dari belenggu penjajahan Hindunesia yang Zalim dan
Hipokrit. Dimana pihak Hindunesia itu juga berdaya upaya untuk
menipu kita (baca bangsa-bangsa yang sadar untuk tidak berada
dibawah kaki berbagai jenis penjajahan dunia).
>
> Kalau persoalan musuh sudah selesai, barulah kita dapat
mendiskusikan persoalan agama dengan aman dari pengaruh poenjajah
yang selalu menggunakan isue agama untuk menutupi kebrobrokan
mereka. Dengan diskusi tanpa arogansilah kita memiliki kemungkinan
untuk meraih iman yang sesungguhnya.
>
> Kalau anda tidak setuju apa yang saya katakan ini, alternatif
lainnya adalah terpaksa kita bermubahalah sebagaimana pernah di
lakukan Rasulullah dulu bersama Imam 'Ali (satu-satunya murid
Rasulullah yang juga serumah dengan beliau sampai dikawinkan Allah
dan Rasulnya dengan anaknya sendiri), Fatimah Az Zahara (isteri
Imam 'Ali sebagai wanita terbaik bukan saja di jamannya tapi juga di
Dunia dimana Rasul sendiri bersabda bahwa siapa yang menyakiti hati
Fatimah samadengan telah menyakiti hatiku dan siapa yang menyayangi
Fatimah sama dengan telah menyayangiku), Imam Hasan (korban
konspirasi jahat Muawiyah bin Abu Sofyan) dan Imam Hussein yang
Syahid di Karbala oleh persekongkolan manusia hipokrit dibawah
penguasa zalim Yazid bin Mu'awiyah bin Abu Sofyan, musuh bebuyutan
Islam sebagai prototipe penguasa Hindunesia sejak jaman Soekarno
hingga Yudhoyono - Kalla hari ini.
>
> Itulah alternatif yang ada kalau hendak menuntaskan persoalan
Syi'ah - Sunnah di Dunia. Bersediakah anda? Saya sarankan untuk
berfikir dulu sedalam-dalamnya sebelum terlkanjur "basah".
>
> Sebagai representan negara Islam sekarang adalah Republik Islam
Iran yang mayoritas Islam Syiah. Realitanya jutaan kaum Islam Sunni
disana mendapat perlakuan sebagai saudara daripada kaum Islam Syiah
sendiri (tidak pernah ada tutuhan yang tidak wajar sebagaimana
tuduhan anda ke Syi'ah yang mengundang permusuhan antar agama hingga
menguntungkan pihak penjajah itu sendiri. (saya khawatir jangan-
jangan yang menamakan email Atjeh Post ini termasuk pihak yang exis
dalam status quo)
>
> Di RII bukan saja terhadap penganut Sunni yang mendapat
perlindungan negara tapi juga terhadap penganut agama manapun
termasuk yahudi sekalipun. Yang menjadi musuh bagi Islam Syi'ah
adalah kafir harbi, yaitu komunitas manusia yang memusuhi system
Islam, kendatipun mereka menamakan diri pejuang Islam sekalipun. Hal
ini dipahami secara idiologis. Fenomena negara Islam semacam itu
menggambarkan rahmatan lil 'alaminya Islam, sebagai Islam sejati
yang tidak pernah arogan tapi tetap Realitis Sistematis,Optimis,
Kreatif dan Dinamis.
>
> Dalam setiap persoalan, manusia Qabil membuat propaganda-
propaganda, bahwa kita Islam extrem, fanatic, fundamentalis,
radikal, teroris dan lain-lain istilah yang membingungkan orang
awam. Kita harus tau persis bahwa istilah extrem dan fanatic
adalah dua sifat yang pasti ada pada setiap Rasul/Utusan Allah, Imam-
Imam, Ulama warasatul ambia', Penye ru-Penyeru kebenaran (Pendakwah
Sejati) dan orang-orang Mu'min sejati. Extrem dan fanatic berarti
mujaddid dan istiqamah. Mujaddid berarti bersungguh - sungguh dalam
beramar ma'ruf dan nahi mungkar, sedangkan fanatic berarti teguh
pendirian bagai kan ikan di laut, kendatipun lingkungannya asin,
ikan itu tetap tawar. Bukan seperti bunglow yang selalu tergantung
kepada siapa saja yang mempengaruhinya. Andaikata kedua sifat
tersebut dapat digusur dari komunitas Islam dengan berbagai macam
propaganda, sirnalah Ideologi Islam di permukaan bumi ini, yang
tinggal hanyalah buih-buih di lautan, bak kata Rasul.
>
> Islam fundamentalis adalah orang-orang Islam yang memiliki
pijakan kuat pada platformnya, pada fondasinya, pada fundamentnya
(pada Aqidahnya/Ideologinya). Mereka adalah orang-orang yang
berIdeologi Islam, Islam yang hidup dalam suatu komunitas secara
bersaudara bukan karena sedarah, sekeluarga dan seketurunan, tetapi
disebabkan se aqidah/seideologi. Namun Islam sejati njuga rahmatan
lil 'alamin yang juga bersaudara secara kemanusuiaan.
>
> Mereka itu adalah orang-orang yang memahami serta meyakini bahwa
Qur'an itu adalah pedoman hidup dalam berkeluarga, bermasyarakat dan
bernegara. Mereka itu adalah orang-orang yang meyakini bahwa hukum-
hukum yang diturunkan Allah bukan hanya sebatas dipahami saja,
tetapi untuk direalisasikan dalam kehidupan bernegara. Mereka
senantiasa memperjuangkan suatu system yang mendapat redha Allah di
negerinya masing-masing, bukan dinegeri orang non Muslim.
>
> Billahi fi sabililhaq
> Muhammad Al Qubra
> Acheh - Sumatra
> Sandnes, Norwegia
>
>
>
>
> Atjeh Post <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
> Aliran Syiah mengagung agungkan Saidina Ali
> http://www.utusan. com.my/utusan/ content.asp?
y=2007&dt=0209&pub=Utusan_Malaysia&sec=Bicara_Agama&pg=ba_03.htm
10 Februari 2007
> 22 Muharam 1428 SOALAN:
> Apakah yang dimaksudkan dengan Syiah? Kenapa ia bukan tergolong
dalam Ahli Sunah wal Jamaah?
> JAWAPAN:
> Syiah atau Shi'a merujuk kepada satu aliran dalam Islam yang
mengagungkan Ali bin Abi Thalib dan keturunannya. Golongan ini
berpendapat Ali patut menjadi khalifah pertama selepas kewafatan
Nabi Muhammad s.a.w.
> Golongan ini merupakan golongan yang kedua terbesar dalam Islam
selepas Sunah. Menurut terminologi (istilah) syarak, Syiah
bermaksud: "Sesiapa yang mengangkat kepimpinan Ali radiallahu `anhu
serta memberi taat setia kepada kepimpinannya dan anak- anaknya."
(Husien al-Zahabiy:al- Tafsir wa al-Mufassirun, jld:2, hlm:5).
> Dan apabila disebut si fulan itu Syiah, maka dia menganut atau
berfahaman Syiah. Mereka terkeluar dari golongan Ahli Sunah wal
Jamaah kerana ajaran dalam mazhab banyak perbezaannya dengan ajaran
Ahli Sunah wal Jamaah.
> Di antara pegangan mereka ialah: Rukun iman Syiah berbeza dengan
rukun iman Ahli Sunah wal Jamaah kerana rukun iman Syiah hanya lima
perkara iaitu: Beriman kepada keEsaan Allah, beriman kepada
Keadilan, beriman kepada Kenabian, beriman kepada Imam, beriman
kepada Hari Kiamat.
> Apabila kita melihat kepada rukun iman aliran mazhab Syiah
adalah berbeza dengan mazhab Ahli Sunah wal Jamaah. Ini menunjukkan
pemahaman mereka di antaranya ialah beriman kepada keadilan dan
beriman kepada Imam.
> Golongan ini mendakwa Ali r.a adalah lebih utama menjadi
khalifah selepas kewafatan Rasulullah s.a.w. Golongan ini juga
menuduh Abu Bakar, Umar dan Othman merampas jawatan yang layak bagi
Ali r.a. malahan sahabat-sahabat Nabi s.a.w. yang besar ini telah
ditak firkan (mengkafirkan), perkara ini boleh didapati dalam karya-
karya ulama Syiah , di antaranya ialah Abu Ja'far berkata yang
bermaksud: "Semua manusia (kaum muslimin Ahli Sunah wal Jamaah)
menjadi Ahli Jahiliah kecuali empat orang, Ali, Miqdad, Salman dan
Abu Dzar." (Baqir al-Majlisi, Tafsir al-Safi, jld:1, hlm:389 )
> Dalam pada itu, Muhammad bin Ya'kob al-Kulaini menyifatkan Abu
Bakar, Umar dan Uthman telah terkeluar dari kalangan orang yang
beriman lantaran tidak melantik Ali sebagai khalifah setelah
Rasulullah s.a.w wafat. (al-Kulaini, al-Usul min al-Kafi, jld:1,
hlm: 488)
> Malah al-Kulaini mengkafirkan seluruh penduduk Mekah dan
Madinah. Menurut Kulaini, penduduk Madinah lebih buruk dari penduduk
Mekah dan penduduk Mekah telah kufur kepada Allah dengan terang-
terang. (al-Kulaini, al-Usul min al-Kafi, jld:1, hlm: 488)
> Imamah
> Al-Kulaini juga menetapkan dalam kitabnya al-Kafi: "Sesiapa yang
tidak beriman kepada Imam Dua Belas, maka dia adalah kafir walaupun
dia keturunan Ali atau Fatimah." (al-Kulaini, al-Usul min al-Kafi,
jld:1, hlm: 372)
> Adapun rukun iman mereka berkaitan dengan Imam ataupun
pentingnya soal Imamah. Kaum Syiah memandang soal Imamah termasuk
keyakinan asas. Mereka mengkafirkan orang yang tidak mengakui
keimanan dan memandang orang yang mengakuinya sebagai Muslim.
> Soal Imamah dianggap mempunyai kaitan langsung dengan soal-soal
keimanan, seperti beriman kepada Allah dan beriman kepada Rasul-Nya.
> Hal ini diriwayatkan oleh Al- Kulaini di dalam Al Kafiy, bahawa
Abul Hasan Al `Atthar berkata: "Aku mendengar Abu `Abdullah
mengatakan: Hendaklah kamu sertakan para penerima wasiat dengan para
Rasul dalam hal taat." (al-Kulaini, Al Kafiy, Jilid I hal. 186 )
> Al Kulaini mengemukakan sebuah riwayat yang lebih terang dan
lebih tegas lagi mengenai hal itu. Beliau berkata: "Aku mendengar
Abu `Abdullah menegaskan: Kamilah yang ditetapkan Allah supaya wajib
ditaati. Kemaafan tidak akan diperoleh kecuali dengan mengenal kami,
dan orang yang tidak mengenal kami, tidak memperoleh maaf. Siapa
yang mengenal kami, ia mukmin dan siapa yang mengingkari kami, ia
kafir. Sedangkan orang yang tidak mengenal dan tidak mengingkari
kami, ia sesat selagi ia tidak kembali kepada hidayat Allah yang
telah menetapkan orang wajib taat kepada kami." (al-Kulaini, Al
Kafiy, Jilid I, hal. 187)
> Al-Kulaini juga mengemukakan sebuah riwayat berasal dari Jabir
yang mengatakan: "Aku mendengar Abu Ja'far a.s. berkata:
> Orang yang mengenal Allah dan menyembah-Nya hanyalah orang yang
mengenal Allah dan mengenal Imam-Nya dari kalangan kami Ahlul Bait.
Sesiapa yang tidak mengenal Allah dan tidak mengenal Imam dari
kalangan kami Ahlul Bait, sesungguhnya orang itu menyembah selain
Allah. Itu merupakan kesesatan." (al-Kulaini, Al Kafiy,, jld:1,hal.
181. I).
> Imam al-Ghazali dalam bukunya Mustazhiri menentang keras Syiah
ghulat kerana ia mengandungi pengajaran Batiniah. Imam Ja'far as-
Sadiq as pula menyatakan Syiah ghulat tidak boleh dikahwini dan
diadakan sebarang urusan keagamaan kerana akidah mereka bertentangan
dengan al-Quran dan hadis.
> Syiah al-Zaidiyyah juga dikira aliran fahaman syiah yang hampir
kepada mazhab Ahli Sunah wal Jamaah.
> Justeru, berdasarkan pegangan serta pemahaman yang dapat dipetik
menggambarkan mazhab Syiah tidak tergolong dalam ajaran Ahli Sunah
wal Jamaah.
> SOALAN: Adakah jatuh talak apabila si isteri memohon diceraikan
tetapi si suami memberi jawapan dengan mengatakan "jika awak hendak
bercerai dengan saya, tunggu sehingga selepas raya, saya uruskan."
Adakah talak itu jatuh ke atas si isteri selepas raya?
> JAWAPAN: Walaupun ungkapan dari suami itu berbentuk janji, yang
terikat dengan masa iaitu janjinya untuk menceraikan isterinya
selepas raya, justeru terpulang pada suami untuk menceraikan
isterinya ataupun tidak.
> Ini kerana suami baru berjanji, maka lafaz janji tidak dikira
sebagai lafaz taklik.
> Maksudnya taklik ialah perceraian yang dikaitkan dengan sesuatu
keadaan yang akan berlaku dengan mengguna beberapa perkataan
seperti, apabila berlaku, sekiranya berlaku, jika berlaku, setiap
kali berlaku dan sebagainya.
> Contohnya, suami berkata kepada isterinya: "Sekiranya kamu
keluar rumah hari ini, kamu tercerai".
> Dalam persoalan ini dapatlah ustaz simpulkan bahawa si suami
hanya berjanji untuk menguruskan perceraian, itu pun jika dia mahu.
> Kalau si suami tidak menguruskannya, maka tidak ada proses
perceraian.
> Oleh itu, si isteri tidak perlu risau kerana tidak berlaku cerai
selepas raya, ini kerana apa yang disebut oleh si suami tidak boleh
dianggap sebagai lafaz taklik.
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Live Search delivers results the way you like it. Try live.com
now!
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
>
> Klaustrofobisk innboks? Få deg en Yahoo! Mail med 250 MB gratis
lagringsplass http://no.mail.yahoo.com
>
---------------------------------
Klaustrofobisk innboks? Få deg en Yahoo! Mail med 250 MB gratis lagringsplass
http://no.mail.yahoo.com