Tanggapan tgk Charba bagus, demikian juga tanggapan tgk Aroem Jeram.
Tapi tgk haji Umar masih harus merenungkan kembali hakikat perjuangan.
Bukankah setiap perjuangan itu tidak sunyi dari pengorbanan? Pintu syahid baru
terbuka bila ada perjuangan membela kaum dhu'afa. Jadi orang yang korban (baca
Syahid) itu lebih baik daripada pejuang yang masih hidup, mengingat mereka
masih dihadapkan Allah pada percobaan-percobaan lainnya. Mungkin saja niat
perjuangan suci mereka jadi sirna ketika mereka di uji dengan materi paska
Tsunami. Sementara para syuhada sudah final. Allah sendiri memberitahukan kita
agar tidak mengatakan mati kepada para Syuhada tapi mereka tetap hidup dan
mendapat kebutuhannya di alam yang lain.
(muhammad al Qubra)
suryadi adi <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
Saem dame,,,,
Na saja jawaban tengku charba,,hehehehheeh
vande charba <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kaloe ada yang hebat, hana ditipee aceh njoe dari jameun keu jameun..kalo
nak banding2kan tak ada guna. Aceh jeut ta bandeng ngeun Indon, lagee kanda
aroen tuleh. bek tajak peu bandeng GAM ngeun PRA atawa SIRA. hana keu reuja
laen, ka jak leet bui leu manfaat keu peutani.
Pada tanggal 10/02/08, aroen jeram <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
mana ada sira sehebat itu.
tau nggak dari mana gagasan referendum itu muncul?
tau nggak siapa yang organisir di bawah?
kalau gam lumoi satu
maka lumoi satu dalam periode yang mana?
lalu, mau apa lagi kalau udah lumoi satu?
----- Original Message ----
From: Haji Umar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, February 10, 2008 9:26:52 PM
Subject: Re: [IACSF] BETAPAPUN GAM LEBIH BAIK DIBANDINGKAN ORGANISASI MANAPUN
DI ACHEH - SUMATRA
Masih ada organisasi lain terlebih baik, yaitu: SIRA. SIRA karena terdiri
dari orang-orang berpendidikan, 2 juta umat dipanggil ke B.Aceh untuk mencari
solusi merdeka dari Indonesia tidak 1semut yang mati, Giliran GAM menuntut
kemerdekaan lebih 15000 nyawa melayang dalam kurun waktu 30 tahun seribu macam
kesedihan dirasakan rakyat aceh- Hanya Otomoni yang tidak jelas bagi hasil
sampai sekarang yang ditanda tangani oleh Mr.IdiotSingapura dan konconya di
Helsinki.
Muhammad al qubra <acheh_karbala@ yahoo.no> wrote: Masyarakat mana yang
menolak panglima sagoe dan panglima wilayah?
Masyarakat seperti itu perlu diselidiki. Sebab berbicara perjuangan Acheh -
Sumatra ada dua model masyarakat. Yang pertama pro Acheh - Sumatra dan yang
kedua pro Indonesia. Mengapa yang satu pro Acheh - Sumatra dan yang satu lagi
pro Indonesiua?? ? Jawabannya sudah tst, alias tau sama tau.
Justru itu tulisan tersebut patut dipertanyakan kebenarannya. Ketika saya di
Acheh dulu masa perang, sebagian orang Aceh mengadu sama saya bahwa ada
pemerasan dari GAM. Ketika saya selidiki ternyata orang yang mengadu itu
terdiri dari penguasa yang senang dalam bingkai Indonesia. Justru itulah mereka
menuduh GAM memeras mereka. Kepada salah seorang dari mereka saya katakan bahwa
anda menikmati hasil perusahaan itu tanpa penderitaan sedikitpun, sementara GAM
masuk hutan keluar hutan dan tidur malam digigit nyamuk serta penderitaan
lainnya. Apakah tidak wajar anda berikan kepada mereka sedikit, andaikata anda
merasa orang Acheh yang tanah air kita sedang dijajah pihak Indonesia? Mereka
itu rela tinggal dihutan demi memperjuangkan tanah air kita, Acheh - Sumatra.
Kebanyakan dari mereka pejuang itu adalah anak yatim dimana orang tuanya telah
syahid melawan penjajah itu.
Memang ada juga oknum GAM yang berbuat salah tapi kalau dibandingkan dengan
TNI dan Polri yang gajinbya dibayar tiap bulan dengan hasil bumi di Acheh -
Sumatra, mereka masih wajar tersalah, namun kita harapkan kepada atasannya
supaya menggarisbawahi untuk dapat dituntaskan kesalahan mereka (baca oknum
GAM). Selidiki sedalam-dalamnya kenapa mereka merampok, siapakah korbannya
(orang pro Indonesia atau bukan). Andaikata ternyata mereka merampok akibat
kehidupan mereka terbengkalai, wajar. Justru anda - anda yang sudah hidup mewah
tapi lupa kepada rakyat jelata, konompula lupa kepada bawahannya. Kalau
demikian realitanya justru anda GAM atasanlah "penyakit" yang tidak saja
merusak hubungan sesama TNA tapi juga telah menjejaskan Perjuangan Acheh -
Merdeka. Andaikada benar adanya sebagaimana perandaian terakhir ini, bukan
tidak mungkin akhirnya anda juga ikut "menendang bola kegawang sendiri".
Di medan Internet sebagian orang hanya menyampaikan sisi negatif saja
terhadap GAM, dengan memfokuskan pada kesalahan oknum, bukan pada intuisinya
GAM. Kalau kita masih jujur, betapapun GAM lebih baik dari organisasi manapun
di Acheh. Mereka telah berjuang walaupun belum berhasil. Kita harus hati - hati
dan waspada terhadap orang - orang yang selalu mendiskreditkan intuisi GAM.
Mereka itu umumnya anak-anak dimana orang tuanya terdiri dari pegawai tinggi
Indonesia, kalau bukan pejabatnya. Ini terpaksa kita infokan. Saya memahami
persis ide mereka yang materialis itu.
Kalau ada yang merasa lebih baik daripada organisasi GAM, sialakn kemukakan
baik secara organisasi maupun perorangan.
Kepada petinggi GAM saya mohon memperbaiki kesalahan-kesalahan dimasa lalu
dan berdaya upayalah untuk "dekat" dengan bawahan dan masyarakat kampung,
terutama sekali kaum dhu'afa dimana kepedulian kita kepada merekalah sebagai
"anak kunci Sorga", Shalat dan doa tidak ada gunanya tanpa ibadah Sosial,
nyakni melepaskan penderirtaan kaum dhu'afa dari belenggu yang menimpa
kuduk-kuduk mereka. Haji juga tidak ada arti samasekali sebelum kita
menafkahkan sebahagian rizki yang dianugerahkan Allah untuk membebaskan kaum
Dhu'afa dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka (Q.S,7:157 &
Q.S,90:12-18) . Ini juga bermakna bahwa orang-orang Acheh yang sadar mampu
mengidentifikasi diri sebagai "Hussain-hussain" di Medan Karbala, menyirami
pohon Islam dengan darah, airmata dan harta.
Manusia itu bukan saja diperlukan berhujjah untuk mencari kebenaran, tapi
juga berperang satu sama lainnya sebagaimana yang diaplikasikan GAM di Acheh.
Kalau kita meyakini bahwa Al Qur-an itu sebagai pedoman Hidup, mari kita lihat
apa kata Allah didalam Al Qur-an mengenai perang: "Diwajibkan atas kamu
berperang, sedangkan berperang itu adalah suatu yang kamu benci. dan boleh jadi
kamu membenci akan sesuatu , padahal ia lebih baik bagimu. dan boleh jadi kamu
menyenangi sesuatu, padahal ia adalah mudharat bagi kamu. dan Allah mengetahui,
tetapi kamu tidak mengetahui". (Q.S, 2: 216).
Selanjutnya mari kita simak lagi apa kata Allah berikut ini:
"......Seandainya Allah menghendaki tidaklah mereka saling berperang, akan
tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki Nya" (Q.S, 2: 153). Hal itu
diperjelaskan lagi ketika para Malaikat menayakan kepada Allah untuk apa
dijadikan (Adam) wakil Nya kalau memang natinya akan membuat kerusakan dan
pertumpahan darah di Bumi. Allah menjawab bahwa Dia mengetahui apa yang tidak
diketahui para Malaikat. Ketika para Malaikat bernegosiasi dengan Wakil Tuhan
(Adam) ternyata Adam lebih unggul daripada Malaikat . Hebatnya Malaikat
mengakui langsung atas keunggulan Adam (Manusia wakil Tuhan). Hal itu
dibuktikan dengan sujutnya semua Malaikat kepada Adam. Ketika kita saksikan
bahwa dunia ini tidak pernah sunyi daripada peperangan Mualai dari Qbil - Habil
samapi sekarang ini hampir seluruh dunia, kita dapat memahami benarnya apa yang
dikhawatirkan para Malaikat itu, tinggallagi para Malaikat tidak memahami
"Hikmahnya" ketika itu.
Hikmahnya adalah Ujian Allah buat manusia, siapa yang berperang karena Allah
dan siapa yang berperang karena Thaghut (selain karena Allah). Bangsa Acheh
berperang karena Allah sedangkan Sipa-i berperang karena Thaghut (karena
kedudukan, gaji, egois dan sebagainya)
Billahi fi sabililhaq
Muhammad Al Qubra
di
Ujung Dunia
"\"Napoleon Bonaparte\"" <[EMAIL PROTECTED] ca> skrev:
Anggota KPA Pidie Merampok di Aceh Barat.
http://www.serambin ews.com/old/ index.php?
aksi=bacaberita&beritaid=42164&rubrik=1&kategori=1&topik=2
Topik: MASYARAKAT MENOLAK KEBERADAAN PANGLIMA SAGO DAN PANGLIMA WILAYAH
28 Januari 2008 dari Nektu
Setelah kami mencermati perkembangan idiologi di Aceh yang saat ini sudah
hampir mencapai puncaknya, KPA sudah mulai mengemas sedemikian rupa sehingga
idiologi ini dapat diperjuangkan melalui perjuangan politik melalui Partai
Lokal yang sudah dipersiapkan yang dapat menggiring masyarakat untuk masuk
kedalamnya.
Kami Masyarakat merasa diperalat oleh GAM hingga bertahun-tahun dengan
pengorbanan yang sangat luar biasa hingga kehilangan keluarga yang menjadi
kebanggaannya. Sebagai bukti nyata setelah KPA duduk menjadi pejabat tidak
satupun teringat kepada masyarakat pendukungnya bahkan sudah berupaya
menghianati disisi lain masyarakat hidup serba kekurangan. Hampir sepanjang
tahun diselimuti rasa ketakutan akibat tekanan, ancaman yang sangat menakutkan
dan ini baru berakhir setelah nota kesepakatan damai (MoU) yang telah
ditandatangani antara pemerintah RI-GAM pada tanggal 15 Agustus 2005 di
Helsinki, yang isinya antara lain adalah GAM dibubarkan dan kembali menjadi
masyarakat biasa melalui wadah KPA, ini sangat disambut gembira oleh lapisan
masyarakat dari berbagai lapisan dengan harapan perjanjian damai yang
berlangsung ini dapat kedamaian masyarakat sepanjang masa. Namun baru saja
perdamaian mulai berlangsung harapan ini mulai hilang sedikit demi sedikit
karena damai yang telah
tercipta tersebut tidak dapat merubah prilaku KPA (Eks GAM). GAM yang sudah
berganti nama KPA berpura-pura berbuat baik dengan memberikan santunan kepada
anak yatim untuk menutupi prilaku yang tidak beda dengan GAM, masyarakat sudah
mengetahui KPA mempunyai tujuan yang sama dengan GAM dengan berupaya membentuk
Parlok GAM, Hal ini memberikan isyarat yang jelas bahwa GAM tidak surut untuk
menuntut Aceh Merdeka walaupun sudah berubah menjadi warga masyarakat biasa.
Tuntutan KPA ini akan diperkuat oleh KPA yang ada didaerah yang telah
diorganisir dan siap dimobilisasi oleh para Panglima Sago yang ada diseluruh
Aceh.
Oleh karena itu kami atas nama masyarakat tidak menginginkan adanya Panglima
Sago yang ada diseluruh Aceh termasuk Panglima Wilayah, Panglima Daerah maupun
Panglima tertinggi KPA yang dapat memperkuat KPA untuk memenangkan Parlok GAM
dan sejenisnya yang mempunyai tujuan yang sama yang dapat merusak tatanan
kehidupan masyarakat dan keutuhan wilayah NKRI. Masyarakat sudah sangat merasa
trauma akan peristiwa konflik yang lalu oleh sebab itu kami meminta kepada
aparat keamanan untuk meniadakan istilah Panglima, baik Panglima Sago, Panglima
Wilayah, Panglima Daerah maupun Panglima tertinggi GAM termasuk pejabatnya yang
nyata-nyata jabatan tersebut illegal dan harus dihilangkan dengan alasan
jabatan tersebut digunakan untuk mengorganisir dan memobilisasi KPA yang dapat
memperkuat dan memperbesar KPA yang dapat mengancam keselamatan bila aparat
keamanan tidak dapat memenuhi permintaan kami, kami akan melakukan dengan
caranya sendiri, masyarakat telah sepakat untuk meniadakan
mereka, kami mengetahui aparat banyak terikat dengan aturan tapi kami sebagai
masyarakat sudah tidak tahan lagi dijadikan sapi perahan yang setiap saat
diperas, diancam, diteror yang membuat hidup serba salah dan jangan salahkan
kami bila kami berbuat, apabila aparat tidak segera bertindak. Kami atas nama
masyarakat sudah tidak merasa takut menghadapi mereka soal mati hidup sudah ada
yang menentukan dari pada hidup dalam tekanan.
---------------------------------
Looking for the perfect gift? Give the gift of Flickr!
---------------------------------
Alt i ett. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og notisblokk.
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Alt i ett. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og notisblokk.