Dalam system negara Indonesia, koruptor meraja lela dan bahkan sudah mendarah 
daging. Hukuman kepada para koruptor masuk bui alias jerejak besi andaikata 
terbukti. Realitanya para koruptor itu lebih licik dibandingkan para hakim. 
Justru itu para koruptor kelas kakap tidak akan terkena jaringan hukum kecuali 
koruptor kelas teri. Hukum seperti itupun bukan hukum Hindunesia tapi hukum 
laba-laba juga, dimana yang terjaring adalah golongan capung, kupu-kupu, 
belalang dan sebagainya (baca rakyat biasa). Begitu hukum laba-laba itu 
berhadapan dengan tikus, elang, anjing, babi, serigala lembu dan kerbau, 
hukumpun dikoyaknya dan bahkan di injak-injak. (baca golongan penguasa, 
pejabat, tentara dan polisi, pegawai tinggi dan semacamnya)

Lalu datanglah orang yang berpenampilan pakaian Rasulullah dan berjenggot tapi 
lugu macam "Abu Hurairah dan Abu Musa al Asy'ari" hendak menerapkan keadilan 
dalam system yang dikuasai penguasa dhalim (baca Muawiyah atau "Yazid-yazid" 
modern). Apa yang terjadi?  Bukan saja hukum itu tidak dapat diterapkan 
keadilannya, malah mereka sendiri masuk perangkap "Yazid" tanpa mereka sadari. 
Bagaimana mungkin kita disatu sisi mentaati Penguasa dhalim yang mempermainkan 
hukum Allah sementara pada saat yang sama diperintahkan Allah untuk 
mentaatinya? Allah berfirman: 

"Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah, Rasul Nya dan ulul amri mingkum 
(wali diantara kamu). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, 
maka kembalikanlah (ia)kepada Allah (Al Qur-an) dan RasulNya (Sunnah nya),jika 
kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu 
lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisaa',4: 59)

Apakah terlalu dhaif buat kita yang hidup di jaman modern ini hingga gak mampu 
mengambil i'tibar dimana system Indonesia itu sama dengan system Muawiyah dan 
Yazid? Kalau kita berasumsi bahwa Yudhoyono itu pemimpin Islam yang 
diperintahkan Allah untuk kita taati disebabkan dia itu masih shalat, Muawiyah 
dan Yazid anaknya, kan masih shalat juga?  Kalau orang lugu macam Abu Hurairah 
dan Abu Musa al Asy'arie, orang "alim" yang dimanfaatkan Muawiyah hingga begitu 
taatnya kepadanya, bukankah MUI dan juga orang-orang alimpalsu lainnya mentaati 
penguasa dhalim mereka? Apa Dhalimya Youdhoyono?

Ketika koruptor nomor wahid di Dunia, dimana kekayaan hasil korupsi dan 
manipulasinya diperwariskan kepada anak-anaknya sekarang, Youdhoyono 
bertanggung jawab untuk tegaknya hukum atas Suharto tsb. Realitanya Yudhoyono 
percaya saja pada hakim-hakim "laba-laba" itu. Inilah yang membuat Umar Said 
menulis bahwa negara dalam kekuasaan Yudhoyono adalah Orde Baru Jilid 2. 

Yang paling penting dipahami adalah, bahwa sejak Soekarno menyulap Piagam 
Jakarta menjadi Pancasila sampai diteruskan penguasa-penguasa lainnya sampai 
hari ini di Indonesia takpernah menggunakan hukum yang diturunkan Allah dimana 
perintahNya cukup jelas sebagaimana tertera dalam Surah al Maidah ayat 44, 45 
dan 47.

Allah berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat berisi 
petunjuk dan cahaya yang menerangi. dengan Kitab itu ditetapkan perkara 
terhadap orang-orang Yahudi oleh Nabi-nabi yang telah sama-sama berserah diri 
kepada Tuhan dan oleh Ulama-ulama serta Pendeta-pendeta mereka dengan mana 
mereka telah diminta untuk memelihara Kitab Allah di samping mereka bertindak 
pula sebagai saksi terhadapnya. Oleh karena itu janganlah kamu takut kepada 
manusia tetapi takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar 
keterangan-keterangan-Ku dengan nilai yang rendah. Barangsiapa yang memutuskan 
perkara bukan menurut apa yang diturunkan Allah, mereka itu adalah orang-orang 
kafir. (QS, 5 : 44)

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalam Taurat bahwa jiwa dibalas 
jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi 
dengan gigi bahkan luka pun ada hukum balas yang setimpal. Namun barangsiapa 
yang rela melepaskan hak balasnya, maka perbuatan itu menjadi penebus dosa 
baginya. Barangsipa tidak memutuskan perkara menurut yang diturunkan Allah, 
maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS, 5 : 45)

Dan hendaklah kaum pengikut Injil mengadili perkara menurut apa yang diturunkan 
Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak mengadili perkara menurut apa yang 
diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. (QS, 5 : 47)

Ayat muhkamat diatas sebagai indikasi bahwa kita dituntut Allah untuk 
mendirikan system Allah atau Negara Islam. Kalau system tidak Islam macam 
Indonesia, bagaimana mungkin hukum Allah di gunakan didalamnya? Justru itu 
bagaimana mungkin PKS hendak menerapkan Syariah Islam di Acheh yang nota 
benenya   masih bahagian dari system Taghut Indonesia yang dhalim hipokrit dan 
korrupt itu. Bukankah PKS itu sama lugunya macam Abu Hurairah dan Abu Musa al 
Asyari?

Jadi apa juga yang harus dilakukan PKS kalau mereka konsekwen dengan ajaran 
Islam?  Beradaya upayalah sedapat mungkin agar system di Acheh - Sumatra 
terbebas dari system Taghut Indonesia. Itu adalah platformnya, tempat hukum 
Allah atau Syariat Islam murni diterapkan dengan benar. Itulah yang haq mereka 
(baca PKS dan orang Acheh yang sama lugunya macam mereka) , Barulah mereka itu 
"okey" dan tidak lugu lagi. 

Bagaimana mungkin kambing mau ditempatkan dalam kandang anjing?  Bagaimana 
mungkin kerbau mau ditempatkan dalam kandang harimau? Tidakkah anda mampu 
berpikir wahai PKS?  Jadi tuduhan kalian kepada orang yang tidak setuju syariat 
Islam diterapkan di Acheh adalah kafir, justru menimpa diri kalian sendiri ( . 
. . . . . .Afala ta'qilun? . . . . . . Afala yatazakkarun, ya PKS?)

 Selanjutnya ada lagi orang lugu yang menganjurkan agar mengambil contoh ke 
Saudi Arabia. Orang yang lugu seperti ini memang wajar disebabkan sudah menjadi 
keyakinan orang awam bahwa apapun yang berbau arab adalah Islam. Mereka lupa 
bahwa yang namanya Arab bukan Saja negerinya Rasulullah tapi juga negerinya Abu 
Lahab. Sebelum Rasulullah di utus Allhah ke Dunia, kawasan yang terdhalim 
adalah Arab dimana dedongkot Abu Lahab, Abu Jahal dan Abu Sofyan bin Harb 
berkuasa. Merekalah penguasa terdhalim dikala itu. Justru itulah Allah 
menurunkan utusanNya di sana dimana hablum minallah dan hablum minannas hancur 
luluh. 

Sayangnya setelah Rasulullhah berpulang ke hadhirat Allah, mayoritas 
pengikutnya berpatah balik seperti berpatah baliknya ummat nabi Musa dan Harun 
dulu hingga Samiri mengambil alih kepemimpinannya atas mayoritas ummat nabi 
Musa dan Harun. Di jaman nabi Muhammad juga terkenal "samiri-samiri" type yang 
sama, yang membuat mayoritas ummat Muhammad terpengaruh dengan sepakterjang 
samiri-samiri tersebut hingga membenci ahlulbayt Rasulullah sendiri, sebaliknya 
bergabung dalam system yang membunuh, meracuni dan membantai keluarga 
Rasulullah sendiri. Ironisnya mereka masih menamakan diri atas nama Pengikut 
Sunnah Rasulullah saww.

Penguasa Saudi Arabia itu adalah keturunan Muawiyah atau keturunan Yazid 
anaknya. Agama mereka adalah agama Wahabi. Kami pengikut Ahlulbayt Rasulullah 
menamakan Yaziddin kepada Wahabi. Jadi wajarlah kalau mereka sangat anti kepada 
kami pengikut Ahlulbayt Rasulullah. Sebab mereka adalah pengikut keturunan Abu 
Sofyan bin Harb, Muawiyah bin Abi Sofyan dan Yazid bin Muawiyah (baca bani 
Umaiyah) 

Andaipun kita tidak memiliki keterangan tentang sesatnya mereka, bagi kita yang 
hidup di jaman Internet ini pun mapu menganalisa, kenapa Saudi Arabia itu tidak 
setuju ketika dalam sidang khusus untuk menggunakan Minyak Bumi sebagai senjata 
untuk membungkam Kaum Zionis Israel. Kenapa ketika negara - negara lainnya
mengusulkan agar Senjata Migas digunakan untuk melawan kesewenang
wenangan Barat, justru Saudi Arabia duluan yang menentangnya?. 

Selanjutnya bacalah bukti-bukti berikut ini:

Bukti 1. Di Saudi Arabia kalau seseorang mencuri ayam akan
dipotong tangannya tapi kalau pejabat menggaet Petro Dollar, diberikan
tanda jasa. 

Bukti 2. Daging korban Haji tidak diberikan kepada
fakir miskin tapi dikalengkan oleh pedagang untuk diperdagangkan.
Andaikata negara itru Islam sudah barang pasti daging itu akan
didistribusikan kepada orang - orang miskin di Sudan dan negara -negara
Afrika lainnya, sehingga kita takkan menyaksikan di telivisi anak-anak
orang Islam yang badannya tinggal tulang yang terbungkus kulit serta
dikerumuni lalat hijau lagi. 

Bukti 3. Andaikata Saudi Arabia
Itu Islam justru bangsa Acheh yang dijajah Indonesia akan ditawarkan
untuk hijrah kesana agar terlindungi dari kedhaliman Indonesia. Namun
realitanya justru pihak Saudi Arabia membantu Indonesia serta membangun
pesantren-pesantren ala Wahabi Saudi Arabia bahkan sampai ke Acheh
dibangun pesantren ala wahabi yang sangat benci kepada keluarga
Rasulullah. 

Bukti 4 TKI yang dikirim Indonesia ke Saudi Arabia
menjadi bulan-bulanan majikan untuk berzina, hingga orang-orang yang
sadar di Indoinesia membuat pernjataan bahwa pejabat Indonesia
memperdagangkan perempuannya. 

Bukti 5. Ketika Irak diserang
Amerika Serikat, justru Saudi Arabia memihak AS serta memberikan
fasilitasnya untuk menjerang Irak baik ketika Irak berperang dengan
Quwait atau ketika dituduh sebagai pemilik senjata pembunuh massal
beberapa tahun yang lalu. 

Bukti 6. Ketika Hizbullah bertempur melawan Israel, justru Pihak Saudi Arabia
membuat hubungan dengan Israel secara sembunyi-sembunyi. Masyarakat
dunia mengetahui bahwa justru AS yang menjadi penyokong nomor wahid
terhadap Israel, tapi Saudi Arabia tetap bersedia menjadi anak Mas AS. 

Bukti 7. Di Saudi Arabia, kuburan yang mulia bunda Rasulullah Sity Aminah
dijadikan pompa Bensin sementara rumah Ummul Mukminin Sity Khadijah
dimana Sity Fatimah Az Zahara di lahirkan dan dibesarkan dihancurkan
untuk dijadikan Toilet, Saya kira cukup sekian dulu, semoga ada
manfaatnya bagi orang-orang yang mau berfikir.

Kenapa kita tidak mampu menganalisa fenomena ini? Kenapa kita tenggelam dalam 
kefanatikbutaan kita? Kenapa kita lugu macam Abu Hurairah dan Abu Musa al 
Asy'arie? Maafkan saya, memang pahit bagaikan pil knine atau mahoni tapi itulah 
yang dapat menyembuhkan "penyakit malarianya" seseorang. Saya berpedoman pada 
Hadist Rasulullah: "Qulil haq walau kana murra" (katakan yang benar walau pahit)

Billahi fi sabililhaq
Muhammad al Qubra
Acheh -- Sumatra
http://achehkarbala.blogspot.com/







________________________________
Fra: Mukarram Ibrahim <[email protected]>
Til: [email protected]
Sendt: Tirsdag, september 15, 2009 9:23:11
Emne: Re: Bls: SV: [IACSF] Agen Asing Tolak Qanun Jinayah

  
Asslamu'alaikum Sdr Jaka,
 
Yang perlu 
kita renungkan hanyalah status kita dimata ALLAAH, 
Apa artinya sebutan mukmin dari manusia jika 
ALLAAH menetapkan kita kafir dan kekal dineraka selama2nya.
Sebaliknya jka ALLAAH telah ridha pada 
diri kita maka jutaan hujatan manusia taklah berarti sama 
sekali.
Jadi yang mestinya kita renungkan 
adalah apakah ALLAAH Ridha atau Murka, hanya itu.
 
Ada baiknya kita 
berdiskusi bagaimana cara menyikapinya yang di Ridhai 
ALLAAH.
Bisa jadi penerapan segera (hukum rajam) 
yang diridhai ALLAAH?
Atau bisa jadi penundaan sementara karena 
kondisi tertentulah yang diridhai ALLAAH, Wallaahu'alam.
Tentu saja pembahasannya harus didasari pada 
kaidah syar'i merujuk tuntunan ALLAAH & Rasulullaah dgn pemahaman para 
sahabat ridwanullaah' alaihim.
 
Sebaiknya PEMDA menanyakan solusi nya 
kpd Lajnah Ad-daimmah Lilbuhul wal ifta (Lembaga kajian ilmiyah dan fatwa, MUI 
nya Saudi),
karena disana markas banyak para 
ulama yg berkhitman untuk Ad-Dien & Ummat berlandaskan ilmu (Qur'an 
& Sunnah). 
 
Wallaahu'alam.
 
----- Original Message ----- 
>From: jaka 
>To: ia...@yahoogroups. com 
>Sent: Tuesday, September 15, 2009 9:50 
>  AM
>Subject: Re: Bls: SV: [IACSF] Agen Asing 
>  Tolak Qanun Jinayah
>
>  
>kerja mereka selalu membuat ketidak nyamanan
>bila menolak pasti di sebut kafir
>hahahahaha,jadi gelombang aksi yang menolak qanun itu disebut 
>  kafir.
>
>
>Pada 14 September 2009 17:32, Muhajir Pemulung <muhajir...@yahoo. com> >  
>menulis:
>
>  
>>Karena gerakan 
>>          mahasiswa sudah dkuasai oleh kepentingan golongan-golongan tertentu 
>>          dan partai politik. Sudah menjadi rahasia umum kalau yang membuat 
>> aksi 
>>          mendukung qanut jinayat itu kan anak-anak LDK "domba" nya PKS. 
>>          Pengennya syariat islam secara kaffah tapi qanun itu tak kaffah, 
>> kian 
>>          dile di seumike aneuk mit LDK, KAMMI, Fosma nyan..
>>
>>Makanya 
>>          kepentingan yang diangkat bukan kepantingan rakyat Aceh, tapi 
>>          kepentingan PKS. Palestina, Syariat Islam, sampai menolak pemantau 
>>          asing ketika pemilu kemaren itu kan kerjaannya PKS..
>>
>>Jawaban 
>>          dari pertanyaan Bang Mustafa Bambi, kampus sudah dikuasia 
>> kepentingan 
>>          politik PKS. Itu 
>>          jawabannya..
>>
>>Saleum..
>>
>>
>>--- Pada Sen, 
>>          14/9/09, MUSTAFA BAMBI <mustafa_bambi@ yahoo.dk> menulis:
>>
>>
>>>Dari: 
>>>            MUSTAFA BAMBI <mustafa_bambi@ yahoo.dk>
>>>Judul: SV: 
>>>            [IACSF] Agen Asing Tolak Qanun Jinayah
>>>Kepada: 
>>>            ia...@yahoogroups. .com
>>>Tanggal: Senin, 14 September, 2009, 
>>>            9:53 AM
>>>
>>>
>>>  
>>>ada apa dgn mahasiswa Aceh selama ini yg selalu 
>>>                  kontroversial 
>>>dgn aspirasi rakyat Aceh setiap aksi2 yg dilakukan 
>>>                  ,,
>>>kemudian aksi yg penuh otoriter dan sarat memaksakan 
>>>                  kehendak ,
>>>main musuh-musuhan ...lagi,,
>>>
>>>
>>>--- Den man 14/9/09 skrev Mr Murizal 
>>> <mrmuri...@yahoo. .com.sg>:
>>>
>>>
>>>>Fra: Mr 
>>>>                    Murizal <mrmuri...@yahoo. com.sg>
>>>>Emne: [IACSF] Agen Asing 
>>>>                    Tolak Qanun Jinayah
>>>>Til: aceh_institute@ yahoogroups. 
>>>>                    com, ia...@yahoogroups. com
>>>>Dato: mandag 14. september 
>>>>                    2009 07.53
>>>>
>>>>
>>>>  
>>>>dear all
>>>>yg setuju atau 
>>>>                          tolak
>>>>baca dulu qanun tsb
>>>>baru 
>>>>                          bicara.
>>>>ditemukan byk pertentangan dg 
>>>>                          UUPA
>>>>disahkan diakhir masa tugas dewan he he 
>>>>                          he
>>>>
>>>>saleum
>>>>MH
>>>>
>>>>
>>>>Agen Asing Tolak 
>>>>                          Qanun Jinayah
>>>>
>>>>hMag Satu | The Globe Journal | 
>>>>                          Senin, 14 September 2009
>>>>
>>>>Banda Aceh – Mahasiswa 
>>>>                          yang tergabung dalam massa Forum Komunikasi Untuk 
>>>>                          Syariah (Fokus), Senin (14/9) kembali mendatangi 
>>>>                          Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk 
>>>>                          mendukung disahkannya Qanun Jinayat oleh pihak 
>>>>                          legislatif.
>>>>
>>>>www.tgj.co.id
>>>> 
>>>>________________________________
 Get your preferred Email name! 
>>>> 
>>>>Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 
>>>>  
>>>
________________________________
 
>>>
>>>Find din nye laptop på kelkoo.dk. Se de gode tilbud her!  
>>________________________________
 >>    Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!  
>
   


      __________________________________________________
Dårlig plass? Få Yahoo! Mail med 250 MB gratis lagringsplass. 
http://no.mail.yahoo.com

Kirim email ke