----- Forwarded Message ----
From: edwin edwin <[email protected]>
To: adrial <[email protected]>; riko <[email protected]>; riki 
<[email protected]>; msoekarni <[email protected]>; "@kYu Yayan" 
<[email protected]>; yasmi rita <[email protected]>; edwin 
live <[email protected]>; tasrief tarmizi <[email protected]>; safarzi 
a. nadri <[email protected]>; nisa <[email protected]>; nina 
<[email protected]>; imhardi <[email protected]>; iman 
<[email protected]>; okto ferizal <[email protected]>; radio prambors 
<[email protected]>; [email protected]; forismal chess 
<[email protected]>; zonny <[email protected]>
Sent: Sat, January 23, 2010 2:32:15 PM
Subject: [radio_prambors] MENGAPA ISLAM MENGHARAMKAN BABI

  
MENGAPA ISLAM MENGHARAMKAN BABI 
Berikut ini tulisan mengenai pengharaman darah dan babi dalam Islam, diulas 
dari sudut pandang logika dan ilmu kesehatan.
Semoga bermanfaat.

X: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan mengenai 
kata-kata "Halal" dan "Haram"; apa arti dari kata-kata tersebut?

Y: Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, dan apa-apa yang tak 
diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram, dan Al-Qur'an lah yang menggambarkan 
perbedaan antara keduanya.

X : Dapatkah anda memberikan contoh?

Y:Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat bahwa 
analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric 
acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan 
manusia.

X: Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia, 
senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu 
bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, 
dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Y: Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus dalam 
penyembelihan hewan dalam Islam.

X: Apa maksud anda?

Y: Begini... seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, 
membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan 
organ-organ lainnya utuh.

X: Oh begitu... Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah 
dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.

Y: Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan 
tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam 
urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging 
hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada 
masa kini lah, para ahli makanan baru menyadari akan hal ini.

X: Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa para muslim melarang 
pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dengan 
babi?

Y: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur'an dalam pengkonsumsian babi, bacon; 
pada kenyataannya dalam Bible juga, pada Leviticus bab 11, ayat 8, mengenai 
babi, dikatakan, "Dari daging mereka (dari "swine", nama lain buat "babi") 
janganlah kalian makan, dan dari bangkai mereka, janganlah kalian sentuh; 
mereka itu kotor buatmu." 
Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher 
karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Muslim 
beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, 
tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher. Namun 
diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek berbahaya dari 
komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon.

X: Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam 
penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit 
berbahaya.

Y: Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai kandungan 
uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem 
biochemistry babi mengeluarkan hanya
2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam 
tubuhnya.

Mohon diteruskan kepada semua rekan Muslim dan Non-Muslim.. . 
Ini dapat menjawab sebagian pertanyaan mereka, khususnya jika kalangan 
non-Muslim bertanya mengapa Umat Islam tidak boleh mengkonsumsi babi.

Sumber: Ibrahim Ali Ahmad




      

Kirim email ke