Orang Acheh yang berstatus koruptor, sama saja moralnya dengan jawa ketoprak 
yang bersembunyi di balik Hindunesia. Kita paham identitas mereka walaupun 
besar omongannya dimana-mana. Insya Allah mereka akan berhadapan dengan kaum 
dhuafa, minimal di yaumil Akhir.





________________________________
From: Ibrahim Ahmad <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, March 1, 2010 7:15:50 PM
Subject: Re: |IACSF| Re: ANJING-ANJING JAWA NKRI SEMAKIN MEMPERLUAS 
PROPAGANDANYA DI ACEH

  
Bagaimana dengan maksiat2 yang dilakukan oleh orang Aceh dan kropsi dibayar 
oleh orang Jawa juga, he,he,he,he

--- On Mon, 3/1/10, Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com> wrote:


>From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com>
>Subject: |IACSF| Re: ANJING-ANJING JAWA NKRI SEMAKIN MEMPERLUAS PROPAGANDANYA 
>DI ACEH
>To: "Fadli Hasan" <fadliha...@yahoo. dk>
>Date: Monday, March 1, 2010, 8:31 PM
>
>
>>
>
>
>
>  >
>
> 
>>      
> 
>Dulu masa orde baru akan mendapat lavel SUPPERSIV  bagi siapa saja yang berani 
>mengkritisi kezaliman penguasa Hindunesia. Nampaknya politik "siluman" itu 
>mulai dipraktekkan oleh penguasa Hindunesia, Orde Baru Jilid II di Acheh - 
>Sumatra. Acheh tidak ada pilihan lain kecuali MERDEKA. Kalau tidak selalu 
>dibodoh-bodohi oleh antek-antek Hindunesia. Mereka dibayar dengan untuk tutup 
>mulut agar politik kejin itu dapat berjalan mulus.
>Angku di Tampok Donja.
>
>
>
>
>
>
________________________________
From: Fadli Hasan <fadliha...@yahoo. dk>
>To: Ahmad Sudirman <ah...@dataphone.
> se>; Risyaf Ristiawan <barakatak_jol_ l...@yahoo. com>
>Cc: Sekretariat KPA <sekretariat_ k...@yahoo. co.id>; subid...@indonesisk 
>aambassaden. se; subidk...@indonesis kaambassaden. se; Agoosh Yoosran 
><a_yoos...@yahoo. com>; Satria Pitpancal <baht...@gmail. com>; Ahmad Sudirman 
><ahmad_sudirman@ hotmail.com>; reda...@acehkita. com; agus_s...@hotmail. com; 
>amanha...@yahoo. com; arif...@yahoo. com; l4w_...@yahoo. com; agung_sitijenar@ 
>yahoo.com; abu_mamplamsaka@ yahoo.co. id; azua...@yahoo. com; abu_abdilhadi@ 
>yahoo.com; airlamb...@yahoo. com; [email protected]. id; ardi...@yahoo. com; 
>albir...@gmail. com; [email protected]. id; alasytar_acheh@ yahoo.com; 
>ahmed...@yahoo. com; ahmad_mattulesy@ yahoo.com; as_fitr...@yahoo. com; 
>Muhammad al qubra <acheh_karbala@ yahoo.no>; aneuk_pasee@ yahoo.com; 
>apalambak2000@ yahoo.ca;
> alexandra_raihan@ yahoo.com. sg; abup...@yahoo. com; asudir...@yahoo. co.uk; 
> arie...@yahoo. com; Acheh Merdeka <achehmerdeka@ yahoo.com>; abusi...@yahoo. 
> com; ari_li...@yahoo. dk; aliasn...@yahoo. com; agambeureugoh@ yahoo.com; 
> bu...@eramuslim. com; bay...@yahoo. com; bakhtia...@yahoo. com; 
> bujok_p...@yahoo. com; bias_agam2002@ yahoo.com; [email protected]. id; 
> [email protected]. id; best...@kompas. com; bambang...@re. rekayasa. co.id; 
> bambang...@rekayasa .co.id; Pos Bali <balip...@indo. net.id>; bukharipasi66@ 
> yahoo.no; chaerul_moenadi@ yahoo.com; central_maop@ yahoo.com; 
> commit...@freeacheh .info; cottr...@yahoo. com; chiraq_2002@ yahoo.com; 
> cara...@yahoo. com; cdhara...@ap. org; cici_s...@yahoo. com; Che Guevara 
> <cheli...@gmail. com>; choky_c...@yahoo. com; [email protected]. id; kunt...@brr. 
> go.id; arlan nur <arlan...@yahoo. com>; danny_kpg85@ yahoo.co. id; 
> albir...@gmail. COM
>Sent: Mon,
> March 1, 2010 8:17:47 AM
>Subject: ANJING-ANJING JAWA NKRI SEMAKIN MEMPERLUAS PROPAGANDANYA DI ACEH
>
>
>
>
>1 Maret 2010, 12:22
>Jaringan Teroris Meluas ke Bireuen
>* 2 Senjata AK dan Ribuan Peluru Ditemukan 
>Utama 
> 
>Memperlihatkan AK
>Kapolres Bireuen AKBP T Saladin SH, didampingi Waka Polres, Kompol Armaini, 
>bersama sejumlah Brimob Polda Aceh dan anggota polres setempat, Minggu (28/2), 
>memperlihatkan dua pucuk AK dan ribuan amunisi, serta sejumlah barang bukti 
>lainnya yang diduga milik sekelompok orang bersenjata yang diduga teroris 
>pelarian dari Aceh Besar. SERAMBI/FERIZAL HASANBIREUEN - Jaringan teroris Aceh 
>Besar diyakini mulai melebarkan sayapnya ke Kabupaten Bireuen. Asumsi itu 
>menguat setelah aparat jajaran Polres Bireuen bersama Satuan Brimob Polda Aceh 
>dalam sebuah penyisiran, Sabtu (27/2) sore, menemukan dua pucuk senjata AK-56 
>dan 58, peluru AK 7.476 butir, amunisi M16 sebanyak 1.245 butir, dan ratusan 
>butir peluru pistol.
>
>Selain itu, ditemukan juga pakaian loreng, baju koko, kaus oblong, Tabadul  
>Quran, buku doa, buku-buku tentang jihad, serta sejumlah barang bukti
> lainnya di kawasan desa pedalaman Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.  
> Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi dari berbagai sumber, Minggu 
> (28/2), kuat dugaan sejumlah barang bukti yang ditemukan aparat Polres 
> Bireuen yang dibantu satu peleton anggota Brimob Polda Aceh itu, terkait 
> dengan pelarian sekelompok orang bersenjata yang diduga sebagai teroris dari 
> wilyah Aceh Besar empat hari lalu.
>
>Kapolres Bireuen, AKBP T Saladin SH yang didampingi Wakapolres Kompol Armaini, 
>kepada Serambi di mapolres setempat kemarin mengungkapkan, awalnya polisi 
>mendapat informasi dari warga bahwa di desa pedalaman Kecamatan Samalanga dan 
>Simpang Mamplam terdapat sekelompok orang bersenjata. Laporan itu langsung 
>ditindaklanjuti. 
>
>Lagi pula, terkait dengan adanya sekelompok teroris bersenjata api di Aceh 
>Besar, Kapolda memerintahkan agar semua jajaran polres untuk lebih siaga, 
>karena tidak tertutup kemungkinan jaringan yang diduga teroris itu merebak
> ke wilayah polres lainnya. “Nah, apa yang disampaikan Kapolda itu kini hampir 
> dipastikan terbukti. Kawasan di wilayah Polres Bireuen diduga telah dijadikan 
> sebagai tempat pelarian dan ajang latihan oleh sekelompok orang bersenjata 
> yang diduga teroris,” ungkap Saladin yang juga didampingi Kabag Ops dan 
> Wakaden B Sat Brimob Polda Aceh, Kompol Rizkian SIK.
>
>Saladin menerangkan, empat hari setelah penyergapan sejumlah orang bersenjata 
>yang diduga teroris di Jalin, kawasan Jantho, Aceh Besar, sekira Kamis (25/2) 
>pagi, ia mendapat informasi dari masyarakat bahwa di wilayah pedalaman 
>Kecamatan Samalanga dan Simpang Mamplam, ada orang-orang yang dicurigai yang 
>berada di beberapa titik di daerah perbukitan atau perladangan, kecamatan 
>tersebut. Masyarakat melihat ada sekelompok orang yang bersenjata, namun tidak 
>mereka kenal. 
>
>“Setelah mendapat informasi tersebut saya laporkan ke Kapolda bahwa diduga di 
>Bireuen ada pelarian yang diduga teroris
> dari Aceh Besar. Kemudian Kapolda memerintahkan saya untuk lebih atensi. Saya 
> pun langsung memerintahkan Wakapolres Kompol Armaini dan tim lapangan untuk 
> melakukan penyelidikan semaksimal mungkin dengan menggalang semua potensi 
> masyarakat bersama polisi untuk membantu penyelidikan informasi terkait 
> teroris tersebut,” terang Teuku Saladin.
>
>Kemudian Wakapolres, Kabag Ops, Katim Walet, Katim Elang, dan Katim Rajawali 
>Polres Bireuen, lanjut Saladin, melaporkan bahwa informasi masyarakat tersebut 
>semakin santer dan mendekati kenyataan.  Dari semua informasi yang 
>dikumpulkan, ditambah dengan keyakinan Kapolres bersama sejumlah anggotanya, 
>disimpulkan bahwa informasi tentang adanya sekelompok orang bersenjata di 
>pedalaman Bireuen itu bukan isapan jempol semata. “Setelah kami yakin, kami 
>telepon lagi Kapolda untuk meminta BKO Brimob membantu kami melakukan 
>penyisiran, karena kami sudah yakin ada sekelompok orang yang mencurigakan dan 
>memiliki
> senjata,” terang Kapolres lagi.
>
>Penyisiran pun dilakukan selama dua hari. Akhirnya, pada Sabtu (27/2) sekira 
>pukul 16.00 WIB, di sebuah ladang ditemukan sebuah gubuk. Di sekeliling gubuk 
>tua berukuran 2x4 meter itu terdapat empat titik bekas galian yang baru 
>ditimbun dengan tanah.  Karena mencurigakan, dilakukan penggalian. Ternyata, 
>di empat lokasi galian itu ditemukan ribuan amunisi AK dan amunisi M16 yang 
>dimasukkan dalam jeriken ukuran 2 kilogram (kg), 5 kg, dan 25 kg. Selebihnya 
>dimasukkan ke dalam kaleng cat ukuran 25 kg juga ke dalam botol air kemasan 
>ukuran 1,5 kg. 
>
>Di dalam lubang berkedalaman 30 centimeter (cm) itu juga ditemukan belasan 
>magasin dan tas ransel.  Setelah dilakukan penyisiran lebih lanjut, sekira 100 
>meter dari gubuk itu aparat kepolisian menemukan dua pucuk senjata AK yang 
>disembunyikan di dalam semak-semak dekat ladang yang posisinya terjal dan 
>medannya lumayan berat. 
>
>Seterusnya di lokasi yang
> tak jauh dari tempat itu, ditemukan sejumlah pakaian loreng, baju koko, kaus 
> oblong, topi, peci, tas pinggang, tas samping, topi koplo, tas ransel, 
> Tabadul Quran, buku kumpulan doa, syal dan selendang, buku tentang jihad, 
> sejumlah sepatu sport, sepatu boot, tripod kamera, rompi, dan sebuah granat 
> asap. 
>
>Saat ini, sebagaimana diakui Kapolres, semua barang bukti yang ditemukan itu 
>telah diamankan di Mapolres Bireuen. Akan tetapi, belum seorang tersangka pun 
>berhasil ditangkap di wilayah hukum Bireuen, karena setelah menanam amunisi 
>dan senjata tersebut pelakunya menghilang. Namun, Kapolres T Saladin 
>menyatakan mereka akan terus diburu. Ia berharap bantuan dari masyarakat 
>menginformasikan keberadaan komplotan yang memiliki senjata api dan ditengarai 
>sebagai teroris itu.   
>
>Apa pun persepsi masyarakat, kata Saladin, dengan ditemukannya bukti-bukti 
>itu, diduga kawasan pedalaman telah dijadikan tempat persembunyian sekelompok 
>teroris
> yang lari dari Aceh Besar. Saladin menduga, kawasan pedalaman Bireuen itu 
> bakal dijadikan sebagai tempat latihan mereka, setelah “terusir” dari Aceh 
> Besar. “Oleh karenanya, mari kita bahu-membahu untuk memberikan informasi. 
> Apa pun jenis kejahatan, apalagi terorisme, harus ditumpas habis,” imbuh 
> Saladin. 
>
>Dengan temuan yang mengagetkan itu, kata Saladin, diharapkan semua elemen 
>masyarakat Bireuen, khususnya yang telah merasakan penderitaan pada masa 
>konflik, tsunami, dan kasus baru ini lagi, hendaknya menjadi “mata telinga” 
>polisi dalam memberikan informasi kepada polisi, sehingga konflik tidak 
>terulang lagi di kabupaten ini dan Aceh umumnya.
>
>Karena diyakini aktivitas teroris mulai merambah ke wilayah Bireuen, ia juga 
>berharap agar setiap desa di kabupaten itu menghidupkan kembali sistem 
>keamanan lingkungan (siskamling) pada siang dan malam hari. “Siskamling adalah 
>senjata paling ampuh untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal
> yang tidak kita inginkan, terutama pada malam hari,” demikian Teuku Saladin. 
>
>Produksi AS dan Rusia
>Berdasarkan data senjata api di laman Wikipedia, M16 adalah senapan serbu 
>buatan Amerika Serikat (AS). M16 menggunakan peluru 5,56 x 45 mm. Senapan ini 
>digunakan sebagai senapan serbu utama oleh infanteri AS sejak 1967. M16 juga 
>dipakai oleh 15 negara NATO lainnya dan merupakan senapan berkaliber 5,56 mm 
>yang paling banyak diproduksi.
>
>Adapun AK-56 dan 58 merupakan senapan serbu yang banyak digunakan dalam 
>peperangan modern. Bila AK-47 (singkatan dari Avtomat Kalashnikova 1947) 
>merupakan senapan serbu yang dirancang Mikhail Kalashnikov, diproduksi oleh 
>pembuat senjata Rusia, Izhmash, dan digunakan oleh banyak negara Blok Timur 
>semasa Perang Dingin, tidak demikian halnya dengan AK-56 dan 58. Persepsi umum 
>yang menganggap AK-56 dan 58 adalah versi yang lebih baru AK-47,
> tidak
> sepenuhnya benar. 
>
>Senapan ini diadopsi dan dijadikan senapan standar Uni Soviet pada tahun 1947. 
>Jika dibandingkan dengan senapan yang digunakan semasa Perang Dunia II, AK-47 
>mempunyai ukuran lebih kecil, dengan jangkauan yang lebih pendek, memakai 
>peluru dengan kaliber 7,62 x 39 mm yang lebih kecil, dan memiliki pilihan 
>tembakan (selective-fire) . AK-47 termasuk salah satu senapan serbu pertama 
>dan hingga kini merupakan senapan serbu yang paling banyak diproduksi.
>
>Adapun AK-56 dan 58 adalah senapan serbu dan banyak digunakan dalam peperangan 
>modern, bikinan Cina. AK-56 dan 58 merupakan tipe senapan serbu kopian Cina 
>untuk jenis AK-47. Angka 56 ataupun 58 merujuk pada tahun 1956 dan 1958, tahun 
>pertama senjata itu diproduksi. Ketiga senjata ini memiliki dimensi yang 
>serupa, tapi AK-56 tergolong senapan serbu yang agak ringan, beratnya 3,8 kg, 
>sedangkan bobot AK-47 mencapai 4,3 kg. Kedua jenis senjata ini menggunakan 
>peluru 7,62 mm dan
> memiliki 30 putaran sistem feed yang berarti satu magasinnya mampu menyimpan 
> hingga 30 peluru. 
>
>Kehebatan senjata jenis AK ini dapat digunakan hampir dalam segala jenis 
>medan, termasuk di bawah air dan di bawah lumpur. Karena desainnya sederhana 
>dan kehandalan yang tinggi, menjadikannya salah satu senjata yang dihasilkan 
>paling banyak di dunia. AK-56 senapan adalah senjata standar militer Cina 
>hingga tahun 1980-an. Banyak negara lain dan kelompok pembebasan menggunakan 
>AK-56 dalam perjuangan kemerdekaan. 
>
>Semasa konflik Aceh bergolak, senjata AK-47, 56, 58, dan M16 juga banyak jatuh 
>ke tangan gerilyawan GAM. Terbukti, pada masa darurat militer dan darurat 
>sipil, jenis-jenis senjata ini banyak diserahkan GAM yang menyerah kepada TNI 
>dan Polri. Belakangan, pada massa decommisioning senjata GAM oleh Aceh 
>Monitoring Mission (AMM) pasca-MoU Helsinki, jenis-jenis senjata ini termasuk 
>ke dalam kelompok senjata yang diserahkan GAM ke AMM untuk
> “disembelih”. (c38) 
> 
>____________ _________ _________ _________ _________ __
>Bruger du Yahoo!?
>Er du træt af spam?  Yahoo!Mail har den bedste spambeskyttelse, der findes 
>http://dk.mail. yahoo.com 
> 

 


      

Kirim email ke