Omar Putéh menulis:
Mengapa British Royal Navy mengirimkan Destroyernya mengawasi Selat Philips
dekat Singapura, sebelum 1996?
Ini adalah dikarenakan laporan-laporan (konfidense) kegiatan "pirate" di Selat
Philips itu dipercayai dilakukan oleh mereka-mereka yang berbajukan
seragam unit tentara dengan jenis rifle/senapang tertentu terhadap kapal-kapal
dagang yang melewati selat itu.
Publisiti umum dengan lebih luas telah direlis lewat media-media di Malaysia,
mengenai hasil kerja pesawat terbang peronda lintas Selat Melaka, yang
dikendalikan oleh sebuah firma dengan kerja sama kementerian perhubungan, yang
dapat merekord ribuan kapal yang melintas setiap hari, termasuk
kapal-kapalan kecil dari bungkusan kacang gorèng badara-badaruk buangan Al
Chaidar.
Apa dan siapa "pirate/perompak laut itu?
Kita suka pula agaknya mendengarkan cerita kombor lain dari Al Chaidar, dengan
lagak Barus dari online-nya dengan tipèe=tipu Achèhnya dan lengkok S=Es
Pariaman?
Saya cukupkan disini dulu, dan biarlah saya dengan
Type=tipée=model Achèh, menyimpan dulu laporan konfidensial lain !
Omar Putéh
On 3/7/10, Mr Murizal <mrmuri...@yahoo. com.sg> wrote:
>
> Minggu, 07/03/2010 09:15 WIBal
> Teroris Aceh juga Mengincar Kapal yang Melintas di Selat Malaka
> Reza Yunanto - detikNews
> Jakarta - Kelompok teroris di Aceh Besar diduga terlibat sejumlah aktifitas
> teror dan peledakan bom di beberapa wilayah Indonesia. Selain cara-cara
> teror itu, kelompok ini juga menyasar kapal-kapal di perairan Selat Malaka
> sebagai target pembajakan mereka.
>
> "Bagi mereka Selat Malaka salah satu target. Mereka berencana juga melakukan
> teroris maritim dengan membajak kapal-kapal niaga," demikian pengamat
> terorisme Al Chaidar dalam perbincangan telepon dengan detikcom, Minggu
> (7/3/2010).
>
> Terkait pemilihan Aceh Besar sebagai markas mereka, menurutnya hal ini
> didasari pertimbangan lokasi tersebut strategis sebagai tempat pelatihan dan
> terletak di ujung barat sehingga memudahkan akses ke perairan menuju
> Thailand selatan dan Malaysia.
>
> "Dari situ mereka memperoleh pasokan senjata," katanya.
>
> Kelompok teroris di Aceh ini diduga memiliki hubungan dengan jaringan
> gembong teror Noordin M Top. Mereka juga memiliki kekuatan persenjataan yang
> cukup besar (Rez/Rez)