----- Forwarded Message ---- From: omar puteh <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, April 6, 2010 12:25:26 AM Subject: Re: |IACSF| PLURALISME NO, PLURALITAS YES Omar Putéh menulis: Saudara Yusrizal Zainal, Kalau anda tertarik dengan istilah pluralitas agar tidak disamakan dengan pluralisme memang suatu yang tergaris bawahi, walaupun Prof Dr Amien Rais tidak "sempat" menggunakan istilah itu, walaupun begitu beliau sudah menjelaskan perbedaan sisi yang (masih) bisa ditoleransi sebagai gambaran bentuk pluralitas dan perbedaan mutlak yang musti ditolak, karena Islam, sebagai addiin, sudah tentu bukan bersedia untuk diseret kesana, pada kretaria budaya dan ini sudah saya jelaskan, walapun dengan tulisan pendek. Kalau juga anda mau menjelaskan kepada rakan-rakan diskusi yang saya lihat memang tidak memahami dengan pemahaman yang betul, malahan istilahnya sendiri misalnya dengan memakai kata "wajah garang" atau menyerupainyapun tidak betul. Begitu juga perlu saya perbetulkan ambilan istilah social pluralism dan religious pluralism, yang bagi Islam sebagai addiin-pun tidak tepat, karena sayapun sudah jelaskan apa itu budaya dan apa itu addiin dan inipun agak panjang sedikit saya tanggapi ketika merespon tulisan saudaraku Wanwinnur dalam Achèh Institute. Makanya kitapun sebagai Islam, sebagai addiin, tidak mau juga disertakan kedalam religous pluralism. Saudara Yusrizal Zainal, ingat ini dan camkan dengan baik agar kapanpun anda juga tidak asal kutip istilah dari orang yang tidak bisa memahami apa itu Islam sebagai addiin berbanding dengan agama atau religion ataupun religere yang bisa dihimpun dalam pluralisme! Saya sempati membaca tulisan Zahrul Bawady M. Daud , selintas saja, tetapi saya lihat tulisan rakan itu, hampir sama seperti apa yang saya sudah responin dan melihat gambar rajah dari logo-logo dari beberapa agama dan logo simbolis dari Islam atau addiin yang disertakan dalam tulisan rakan kita dari Mesir itu, yang mengingatkan saya lagi, kepada seorang rakan diskusi saya dari George University, USA, yang saya teguri, dikarenakan rakan itu, walaupun dari Islam, tetapi memahami "Islam"-nya itu sebagai kecemplung kedalam budaya, yang telah membawa "Islam-nya" kedalam kantong pluralisme. Saya masih heran, karena kalau tidak salah saya pernah membaca dalam milis IACSF, yang disana kalau tidak salah ada terkabarkan bahwa, seminar pluralisme sedang berlangsung, yang diantara pemaparnya ajo Indra Jaya Piliang, tetapi mengapa para peserta seminar itu, tidak mau mengunjungi diskusi ini, yang terbaca seolah-olah diskusi mengenai pluralisme mentah kembali?! Omar Putéh Meunasah Reudeuep Ach\eh Rajeuk Dimintakan dengan sangat, tetapi hormat, agar saudara Indra Jaya Piliang hadir kembali dalam diskusi ini. ________________________________ From: HELB <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, April 5, 2010 6:49:28 AM Subject: |IACSF| PLURALISME NO, PLURALITAS YES PLURALISME NO, PLURALITAS YES (Tanggapan terhadap Teuku Zulkhairi dan Teuku Harist Muzani) Paradigma Written by Yusrizal Zainal, Anggota PPI Malaysia (USM), saat ini berdomisili di Kota Bharu, Kelantan Darul Naim. Monday, 05 April 2010 11:44 Problem dilematis terma pluralisme selama ini terjadi karena dua fakta pemahaman dikacaukan dengan penggunaan istilah yang sama yaitu pluralisme. Sebenarnya kerancuan ini bisa dihindari dengan menggunakan isltilah yang berbeda. Ketika kita sedang berbicara tentang deskripsi realitas bahwa ada keanekaragaman agama, maka akan lebih tepat konsepsi ini diwakili dengan istilah Pluralitas, yang menunjuk fakta kemajemukan. Sedangkan Pluralisme lebih pada perspektif atau pendirian filosofis tertentu menyikapi realitas keanekaragaman agama yang ada. Bagaimana pandangan filosofis kaum pluralis? Ini dapat dipahami dari seruan-seruan penganjurnya yang memandang bahwa semua keimanan, nilai, dan klaim kebenaran, adalah sama/setara (equal). Dengan demikian tanpa tumpang tindih dapat dengan mudah dikatakan bahwa pluralitas adalah fitrah atau sunnatullah. Sedangkan Pluralisme? Silahkan merujuk pada Fatwa MUI No.7 Tahun 2005 yang berisikan haramnya mengikuti Pluralisme, Liberalisme dan Sekularisme agama! debat plaralisme di web AI: http://id.acehinsti tute.org/
