Perbaikan untuk tulisan saya, tetapi yang ini saja: Dalam bulan Juni, 1999 ketika dalam perjalanan kami ke kediaman saudara Yusra Habib Abdul Gani di Danmark dengan mengawali kunjungan Wali Negara Tengku Hasan Muhammad di Tiro dikediaman Wali Negara di Swedia, Wali Negara langsung sebaik saja saya menyapa salam beliau, lantas beliau menyebutkan kedua nama: HH dan DH.
Sepatutnya tertulis: Dalam bulan Juni, 1999 ketika dalam perjalanan kami ke kediaman saudara Yusra Habib Abdul Gani di Danmark, dengan mengawali kunjungan kami kehadapan Wali Negara: Tengku Hasan Muhammad di Tiro, dikediaman Wali Negara di Swedia, maka sebaik saja saya menyapa salam kepada beliau, lantas beliaupun menyebutkan kedua nama: HH dan DH. Dan satu lagi terkirim nama sebuah alamat asing yang tidak tersengaja, yang tidak lagi terkirim ulang sekarang ________________________________ From: omar puteh <[email protected]> To: [email protected]; ppdi <[email protected]>; lantak <[email protected]>; eddy lamno suheri <[email protected]>; acsa <[email protected]>; bakhtiar 59 <[email protected]>; Yusra Habib Abd Gani Yusra Habib <[email protected]>; muzakkir hamid <[email protected]>; politisksekretariat stavanger <[email protected]>; Seramoe Acheh <[email protected]> Sent: Thu, April 15, 2010 12:24:19 AM Subject: [Lantak] Re: |IACSF| PEMBOHONGAN TERHADAP WALI NEGARA Omar Putéh menulis: Saya kutip saja yang sealinea kiriman tulisan dari: Seramoe Acheh <seramoe_acheh@ yahoo.com> Kisah lain lagi,ketika TENGKU M.HASAN DI TIRO mengirim surat kepada saudara YUSRA HABIB yang bernada mengadu dan isinya sangat memeranjatkan : SAUDARA YUSRA SIAPA YANG AKAN MENGGANTIKAN JIKA SAYA MENINGGAL DUNIA NANTI,ORANG ORANG TERDEKAT DAN SAYA PERCAYAI SUDAH NAMPAK TANDA TANDA AKAN MENGKHIANATI SAYA. Saya telah menjelaskan orang yang dimaksudkan diatas adalah HH dan DH! DH telah diisolasikann sejak 1985 dan surat pengisolasiannya dikeluarkan pada tahun kwartal pertama? 1999. Sedangkan DH, mulai menggoreskan perasaan Wali Negara disekitar March, 1988 di Kampus Akademi Militer Tajura dan mendalam goresan itu sekitar 1997. Dalam bulan Juni, 1999 ketika dalam perjalanan kami ke kediaman saudara Yusra Habib Abdul Gani di Danmark dengan mengawali kunjungan Wali Negara Tengku Hasan Muhammad di Tiro dikediaman Wali Negara di Swedia, Wali Negara langsung sebaik saja saya menyapa salam beliau, lantas beliau menyebutkan kedua nama: HH dan DH. Jadi Seramoe Acheh seramoe_acheh@ yahoo.com, di Swedia, bisa membaca kembali tulisan saya dalam merespon kiriman tulisan yang sama bunyinya. Dengan ingatan agar selanjutnya Seramoe Acheh seramoe_acheh@ yahoo.com, mengikuti pendekatan-pendekat an yang sedang dibuat oleh saudara Idris Karim dari Tjahaja Achèh Merdèehka, dalam membangun perjuangannya dengan menjauhi diri dari membuat atau menyampaikan bentuk kerja-kerja tulisan konyol! Omar Putéh Meunasah Reudeuep Achèh Rajeuk ________________________________ From: Seramoe Acheh <seramoe_acheh@ yahoo.com> To: ia...@yahoogroups. com Sent: Wed, April 14, 2010 6:28:26 PM Subject: |IACSF| PEMBOHONGAN TERHADAP WALI NEGARA Pembohongan telah berlaku atas diri beliau antara rentan masa januari-juli 2005,di mana juru runding GAM memberi komentar,semua perkembangan yang terjadi di meja runding (HELSINKI)tetap di laporkan kepada WALI NEGARA.ternyata draft MOU baru di ketahui pada tgl.5.agustus 2008.jam 18.30.dalam dunia politik tidak mustahil jadi pengkhianat. Kisah lain lagi,ketika TENGKU M.HASAN DI TIRO mengirim surat kepada saudara YUSRA HABIB yang bernada mengadu dan isinya sangat memeranjatkan : SAUDARA YUSRA SIAPA YANG AKAN MENGGANTIKAN JIKA SAYA MENINGGAL DUNIA NANTI,ORANG ORANG TERDEKAT DAN SAYA PERCAYAI SUDAH NAMPAK TANDA TANDA AKAN MENGKHIANATI SAYA. Baktiar abdullah dan Iqbal Ilyas leube menangis ter isak isak saat YUSRA memperlihatkan surat rahasia ini dan kemudian memerajatkan Zakaria saman dan malek mahmud.WALI NEGARA tetap mengigatkan syarat utama jadi wali negara adalah :ORANG YANG BERSANGKUTAN TIDAK MENYERAH KEPEDA KEHENDAK MUSUH. Kita semua menghendaki perdamaian,tetapi dalam dalam dokrin GAM,damai bukan substansi perjuagan,oleh karna itu soal status ACEH,struktur pemerintah dan TNA tidak semudah itu di leburkan,MOU Helsinki bukanlah``SURAT KERAMAT``yang bisa di pakai oleh juru runding,untuk menggadaikan aceh dengan dalih apapun.tapi milik Bangsa Aceh yang perubahannya mesti persetujuan rakyat Aceh lewat REFERENDUM. ``JADIKAN PERANG UNTUK DAMAI,TETAPI DAMAI YANG MENANG``
