IRAN TIDAK PUNYA NUKLIR.  KENAPA DITANYA?

Manusia yang mulia dan beradap (baca orang shaleh) tidak memfokuskan persoalan 
Dunia pada kekuatan semata akan tetapi pada kebenaran sebagai dambaan fitrah 
manusia. Kalau negara yang anti senjata nuklir hingga jauh dari niat untuk 
memproduksinya, berperang dengan negara yang memiliki senjata nuklir sepertinya 
yang punya nuklir keluar sebagai pemenang. Tapi ingat kalau senjata nuklir 
digunakan bukan saja negara yang diserang mengalami kehancuran, namun termasuk 
negara pemilik nuklir itu sendiri. Yang punya nuklir bukan hanya AS tetapi juga 
Cina dan Rusia dimana keduanya anti terhadap Israel yang zionis itu.

Betapa hebatnya dulu kekuasaan Firaun, namun akhirnya ditenggelamkan Allah di 
laut Merah. Negara yang arogan tidak lagi mendapat dukungan masyarakat 
Internasional di zaman sekarang ini. Orang sudah mulai berpikir dengan kepala 
yang dingin dan berperadaban. Jadi tidak senantiasa kita dapat mengandalkan 
kekuatan.  Andaipun kita berbicara kekuatan, kekuatan Allahlah akhirnya yang 
menentukan, sedangkan manusia hanya pandai berencana saja.

 
"Alif
Lam Mim, Bangsa Rumawi telah dikalahkan di negara tetangga. Namun
setelah mereka mengalami kekalahan, mereka akan mengalami kemenangan
kembali pada sepuluh tahun kemudian. Soal kemenangan pertama dan
kemenangan terakhir adalah urusan Allah. Disaat itu orang-orang beriman
merasa gembira" (QS. Ar Rum 1 - 4)






________________________________
From: Frank Tanos <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, May 19, 2010 7:04:00 AM
Subject: [ambon.com] Al-Quds al-Arabi: Iran Sarangkan Gol ke Gawang AS dan 
Israel di detik-detik Terakhir

  

IRAN itu tidak bakal memang dengan bangsa Israel maupun Amerika.... berapa 
kekuatan Nuclear Iran?...

 

Frank

 

--- On Tue, 5/18/10, Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com> wrote:


>From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com>
>Subject: [ambon.com] Al-Quds al-Arabi: Iran Sarangkan Gol ke Gawang AS dan 
>Israel di detik-detik Terakhir
>To:
> gamrms...@yahoogrou ps.com
>Date: Tuesday, May 18, 2010, 8:37 PM
>
>
>>
>
>
>
>  >
>
> 
>>      
> 
>"Alif
>Lam Mim, Bangsa Rumawi telah dikalahkan di negara tetangga. Namun
>setelah mereka mengalami kekalahan, mereka akan mengalami kemenangan
>kembali pada sepuluh tahun kemudian. Soal kemenangan pertama dan
>kemenangan terakhir adalah urusan Allah. Disaat itu orang-orang beriman
>merasa gembira" (QS. Ar Rum 1 - 4)
>
>klik disini lanjutannya:  http://achehkarbala .blogspot. com/2010/ 
>01/keturunan- rasulullah- yang-membawa. html
>
>Al-Quds al-Arabi: Iran Sarangkan Gol ke Gawang AS dan Israel di detik-detik 
>Terakhir >
>
>
>
>
>
>
>
>
>Koran
>al-Quds al-Arabi cetakan London menulis, Republik Islam Iran dengan
>menandatangani kesepakatan pertukaran bahan bakar nuklir di wilayah
>Turki telah menembakkan bola ke gawang Amerika Serikat (AS) dan Rezim
>Zionis Israel di detik-detik terakhir.
>
> 
>Menurut
>laporan IRNA, Koran al-Quds al-Arabi edisi Selasa (18/5) dalam
>tajuknya, Gol Iran di detik-detik terakhir menyebutkan, Iran telah
>membuktikan kemampuan luar biasanya untuk bermanuver dan mencuri waktu.
>Iran juga mampu menekan AS dan Israel terkait program nuklirnya serta
>menghadapi tuntutan Barat agar menyerah dan menghentikan secara penuh
>pengayaan uraniumnya.
>
>
>Oleh
>karena itu, menurut koran ini langkah terbaru Iran menggalang
>kesepakatan dengan Turki dan Brazil untuk melakukan pertukaran bahan
>bakar nuklir di wilayah Turki bukan hal yang baru.
>Dengan
>demikian Iran tampil sebagai pemenang dan deklarasi Tehran merupakan
>pukulan telak bagi AS dan Israel. Di sisi lain AS telah ketinggalan
>dari Iran, karena negara adidaya ini belum juga berhasil menggalang
>dukungan untuk menerapkan sanksi lebih berat terhadap Tehran.
>
>
>Pejabat
>Iran dengan baik memahami bagaimana memainkan kartu as di waktu yang
>tepat tanpa merugikan diri sendiri. Iran dengan menerima perjanjian
>pertukaran uranium yang diperkaya sebesar 3,5 persen dengan uranium
>diperkaya 20 persen tanpa berjanji akan menghentikan proses pengayaan
>uraniumnya telah memberikan nafas baru kepada Rusia dan Cina untuk
>menolak sanksi anti-Tehran gagasan AS. 
>
>
>
>Deklarasi
>Tehran paling tidak membuat diplomasi AS untuk menarik simpati negara
>dunia agar bersedia menjatuhkan sanksi lebih berat terhadap Iran
>menjadi berat dan untuk sementara waktu proses ini akan kembali ke
>titik awal, karena deklarasi ini berada dalam koridor prakarsa yang
>sebelumnya diajukan AS dan Perancis. Perbedaannya hanya terletak pada
>tempat pertukaran tersebut yaitu Turki.
>
>
>Pengamat
>di Koran al-Qods al-Arabi menambahkan, deklarasi Tehran telah
>memungkinkan Iran menembakkan satu peluru untuk dua sasaran. Pertama,
>melepas anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa
>(DK-PBB) khususnya Rusia dan Cina dari tekanan AS. Kedua, sikap Iran
>yang memberi konsesi kepada Turki dan Brazil yang juga anggota tak
>tetap DK-PBB membuat kekutan Tehran semakin kokoh dengan merangkul
>keduanya untuk berpihak ke Iran.
>Wajar
>jika AS merasa kecolongan dengan penandatanganan deklarasi Tehran oleh
>Iran, Brazil dan Turki. Washington kini mulai ragu terkait tujuan dan
>keberhasilannya untuk menekan Tehran. 
>
>
>
>Jurubicara
>Gedung Putih, Robert Gibbs mengatakan, pemindahan uranium yang
>diperkaya sebesar 3,5 persen ke luar wilayah Iran adalah langkah yang
>positif, namun sikap Iran yang bertekad melanjutkan pengayaan uranium
>sebesar 20 persen adalah pelanggaran nyata terhadap keputusan DK-PBB.
>(IRIB/MF) 
>
>
>http://achehkarbala .blogspot. com/2010/ 01/keturunan- rasulullah- 
>yang-membawa. html
> 

 


      

Kirim email ke