Han abeh-abeh pluralisme, peue binatangnjan tgk Halim?
________________________________ From: HELB <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, May 20, 2010 4:02:43 AM Subject: |IACSF| MENINJAU ULANG USULAN PLURALISME AGAMA MENINJAU ULANG USULAN PLURALISME AGAMA Paradigma Written by Zahrul Bawady M. Daud | Alumnus Dayah Bustanul Ulum Langsa, Perwakilan Ikatan Penulis Santri Dayah Aceh (IPSA) Timur Tengah. Thursday, 20 May 2010 08:54 ISLAM adalah agama lintas zaman. Sejauh perkembangan umat manusia, sejak diutusnya Adam sebagai nabi pertama, Islam telah menimbulkan benih-benih cinta dan kasih sayang dalam kehidupan umat manusia. Walaupun datang dengan berbagai ajaran (syariat) yang berbeda, ajaran esensial yang berhubungan dengan akidah ketuhanan umat manusia tidak memiliki perbedaan. Sejak Allah menurunkan syariatnya, Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah tidak pernah berganti. Oleh karena itu, sangat pantas bila ajaran Islam menjadi ajaran paling tua dan tahan terhadap perkembangan zaman, jauh sebelum berkembangnya agama Mesir kuno yang oleh sebagian pakar ditenggarai sebagai peradaban paling tua. http://id.acehinsti tute.org/
