Makadjih hai bek galakthat lam geutiek hendonesia njeng mustahe untok get. Njan 
geukheun kamembudaya. Djadi hanmaleele lageenjan buet, muka katubai, keun Hasan 
Tiro. Seubalekdjih soemanteng njeng hantem buet lageenjan zalem, dianggap apa 
bangai le beudeubahnjan dum. Padahai ban dua boh golongannjan apa bangai. 
Meunje 
djak peudjudjordroe paken lam bingkai system taghut zalem, hipokrit dan korrup. 
Adak han taikot buet zalem lageenjan, geutanjoe teumasok ureueng njeng iemdroe, 
menjaksikan kezaliman. Disisi Allah geutanjoe tameng lam keulumpok zalemtjit. 
Peupatah Achehpih djeulaih lam hainjan: "Si peh badjoe, si mat taloe dan si 
duek 
keudroe saban tjeulaka uroe dudoe", keutjuali kawom dhuafa njeng hana kuasa. 
Njankeuh manteng njeng djeuet taqiyyah. Man peureute geutanjoe njeng ka djak 
sikula uputjok trieng lam system puntjasilap? Nauzubillahi min zalik, ya Allah.





________________________________
From: Mr Murizal <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Sent: Thu, July 1, 2010 2:45:58 AM
Subject: |IACSF| polisi jadi Kaya krn Bertugas di Daerah Konflik Lingkungan

  


--- On Wed, 30/6/10, Erwin Usman <erwin.usman@ walhi.or. id> wrote:


>From: Erwin Usman <erwin.usman@ walhi.or. id>
>Subject: [mediacare] Fwd: Perwira Kaya Polri Pernah Bertugas di Daerah Konflik 
>Lingkungan
>To: "sarekat hijau" <sarekat_hijau_ indonesia@ yahoogroups. com>, 
>kahmi_pro_network@ yahoogroups. com, mediac...@yahoogrou ps.com, 
>forumsosialindonesi a...@yahoogroups. com
>Date: Wednesday, 30 June, 2010, 1:44 PM
>
>
>  
>
>
>-------- Original Message -------- 
>Subject: Perwira Kaya Polri Pernah Bertugas di Daerah Konflik Lingkungan 
>Date: Wed, 30 Jun 2010 12:03:47 +0700 
>From: Harno WALHI <harno.walhi@ gmail.com> 
>To: walhinews <walhin...@yahoogrou ps.com> 
>CC: lingkun...@yahoogro ups.com 
>
>
>Perwira Kaya Polri Pernah Bertugas di Daerah Konflik Lingkungan   
>http://www.tempoint eraktif.com/ hg/hukum/ 2010/06/29/ brk,20100629- 
>259617,id. 
>html
>
>TEMPO Interaktif, Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menilai ada 
>keterkaitan antara kasus lingkungan di daerah dengan rekening gemuk petinggi 
>Polri. 
>
>"Mereka sebagian besar pernah jadi Kapolda di daerah-daerah pertambangan, 
>perkebunan dan kehutanan yang ada konfliknya. Dan konflik tersebut dipelihara 
>untuk generasi berikutnya," kata Deputi Direktur Walhi Erwin Usman dalam 
>sebuah 
>diskusi di Jakarta, Selasa (29/6). 
>
>
>Dalam liputan Majalah Tempo edisi Senin (28/6) tentang Rekening Gendut Perwira 
>Polri, menyebutkan sejumlah perwira tinggi Polri memiliki sejumlah rekening 
>janggal dengan jumlah miliaran rupiah. 
>
>Perwira tinggi itu, di antaranya Irjen Mathius Salempang, Irjen Sylvanus 
>Yulian 
>Wenas, Irjen Budi Gunawan, Irjen Bambang Soeparno, Komjen Susno Duadji, dan 
>Badrodin Haiti. "Mereka ada yang pernah jadi mantan Kapolda Riau, Sumatera 
>Utara, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan beberapa daerah yang terkait dengan 
>masalah lingkungan seperti pembalakan liar di Riau dan Sumatera Utara, lumpur 
>Lapindo di Jawa Timur, dan lain-lain," ujarnya.
>
>Mencuatnya kasus ini, kata Erwin, menunjukkan bahwa reformasi yang dicanangkan 
>Polri dalam lima tahun ini belum berhasil. Polri seringkali terlibat konflik 
>dan 
>sengketa dengan warga, khususnya dalam bidang penegakan hukum lingkungan dan 
>pengelolaan sumber daya alam (PSDA). Di antaranya sektor kehutanan, 
>perkebunan, 
>pertambangan, kelautan, serta infrastruktur, yang tentunya semua berskala 
>besar. 
>Mereka cenderung membela pemodal, pengusaha, atau pun pemerintah dibandingkan 
>membela warga biasa.
>
>Dalam catatan Walhi, sejak tahun 2003 hingga semester pertama tahun 2010, 
>jumlah 
>konflik sumber daya alam terjadi sebanyak 317 kasus. Secara spesifik, hingga 
>semester pertama 2010, pihaknya mencatat 84 orang sudah menjadi korban 
>kriminalisasi dan kekerasan aparat polisi.
"Yang paling parah peristiwa di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, 8 Juni 2010 
lalu. Perempuan petani bernama Yusniar, 45 tahun, ditembak di tempat," ujarnya.
>
>Selain kasus Yusniar, tambah Erwin, masih banyak peristiwa penahanan petani di 
>beberapa daerah, seperti Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Utara, 
>Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, dan lainnya.
>
>MUNAWWAROH  

 


      

Kirim email ke