Membuat Maksimal
Gambar Digital




Link

Oleh Atok Sugiarto

Menggunakan kamera digital dengan harga yang mahal memang tak selalu menjadi jaminan bisa menghasilkan foto/gambar yang baik. Baik dalam arti hasil "tangkapan" momennya maupun dalam arti sebenarnya, yaitu hasil mutu cetakannya. Sekalipun kamera itu mahal karena canggihnya fasilitas yang dimiliki, tanpa orang di belakangnya yang menguasai kesempurnaan fasilitas tadi, maka hasil maksimal pemotretannya hanya akan menjadi omong kosong belaka.

Karena itu, untuk mendapatkan sebuah hasil pemotretan kamera digital dengan kualitas gambar yang baik, seorang pemotret selayaknya menguasai terlebih dulu fasilitas maupun menu di dalam kamera yang digunakannya termasuk sarana output-nya. Sehingga gambar yang direkam sesuai dengan harapan.

Berikut beberapa hal penting yang harus diketahui dan dikuasai oleh seorang pemotret yang menggunakan kamera digital sehingga akan mampu menghasilkan cetakan foto/gambar yang baik.


Resolusi (pixel)
Resolusi yang dinyatakan dalam satuan pixel (picture element) merupakan kumpulan sejumlah titik yang dalam jumlah tertentu akan membentuk formasi atau susunan sebuah gambar berdasarkan atas cahaya yang jatuh pada bidang di mana kumpulan titik-titik tersebut berada.

Resolusi (input dan output) dinyatakan dengan dpi (dot per inch) atau ppi (pixel per inch) sangat terkait erat dengan pembesaran sebuah foto. Meskipun demikian bukan hanya pixel saja yang menentukan seberapa besar Anda dapat menghasilkan sebuah foto besar yang berkualitas.

Dengan resolusi output sebesar 72 dpi menghasilkan pembesaran hingga 70 x 105 cm, bila diubah ke 150 dpi maka akan menghasilkan foto untuk pembesaran 33 x 50 cm. Dan, pada 300 dpi akan menjadi 16 x 25 cm.

Dapat disimpulkan bahwa potensi pembesaran sebenarnya lebih banyak bergantung bukan hanya pada resolusi input saja tetapi juga bergantung pada bagaimana mengalokasikan rsolusi input itu sendiri pada suatu bidang cetak.

Kekurangan resolusi input akan mengakibatkan munculnya gerigi digital (jaggies). Sedangkan kekurangan resolusi output akan menghasilkan gambar atau foto tampak kasar karena semakin jauhnya jarak antar-pixel sehingga pixel tampak membesar.

Karena itu pula penting sekali mengetahui kemampuan menentukan nilai yang ideal antara resolusi input dengan resolusi output, agar kemampuan penggunaan kamera digital meskipun tidak selalu yang mahal dapat menjadi maksimal.


"Format File" (Kompresi Warna)
Format file merupakan sebuah metode yang telah distandardisasi oleh semua vendor kamera digital, di mana pemotret dapat memilih kompresi warna sesuai dengan kebutuhan. Seandainya pemotret berkeinginan hanya untuk mementingkan kualitas penyimpanan hasil pemotretan di kartu memori maka ia dapat memilih format file dengan kompresi seminimal mungkin bahkan jika perlu memilih tanpa kompresi.

Kompresi warna berbeda dengan resolusi (image size). Jika resolusi akan mempengaruhi bagian tepi subjek maka format file akan mempengaruhi warna. Semakin tinggi kompresi sebuah format file maka akan semakin sedikit nilai warna yang terkandung di dalam subjek.

Karena itu maka sering bisa kita saksikan subjek yang terlihat pecah warnanya jika diperbesar dan tampak kosong tangga nada warnanya terutama di bagian gelap/abu-abu. Sebaliknya jika nilai warna tidak mengalami kompresi maka kualitas dan potensi pembesaran foto akan mengikuti kemampuan resolusi kamera tersebut.

Format file yang mengalami kompresi biasanya dinyatakan dengan label JPEG (joint photograph expert group), di mana file ini memberi solusi bagi pemotret akan file yang kecil tetapi tetap berkualitas. Sedangkan kamera digital yang umumnya tanpa kompresi ada pada format TIFF atau RAW.

TIFF yaitu standar warna tanpa kompresi sedangkan RAW lebih mempunyai arti mentah merupakan file non-kompresi yang diperoleh langsung dari CCD kamera tanpa informasi tambahan dalam bentuk apa pun karena itu file-nya sama dengan TIFF.


ISO (Tingkat Kepekaan)
Hal yang pertama kali harus dikuasai dari kamera digital adalah kemampuan white balance (penyeimbang putih) atau disingkat WB-nya dalam menyeimbangkan kecenderungan warna tertentu pada hasil foto.

Fasilitas WB ini seringkali didefinisikan sebagai suatu kemampuan sebuah kamera digital untuk menetralisir kecenderungan spektrum warna tertentu menuju suhu warna yang netral sesuai dengan kaidah fotografi yaitu 5500 Kelvin.

Warna-warna yang terlihat sesungguhnya selalu memiliki suhu warna yang dinyatakan dalam spektrum Kelvin. Misalnya pada matahari terbit dan matahari tenggelam (kemerahan) adalah 3500 Kelvin. Siang hari atau pemotretan yang dilakukan dengan menggunakan lampu kilat (warna putih) adalah 5500 Kelvin dan langit biru adalah 9000 Kelvin.

Karena itu dapat disimpulkan bahwa fungsi WB pada kamera digital adalah menggantikan kecenderungan warna tertentu dengan suhu warna yang netral agar warna hasil pemotretan tampak wajar dan seimbang.

Kemampuan kamera digital mendeteksi kecenderungan warna yang terdapat pada subjek, untuk kemudian mengoreksinya dengan filtrasi warna yang benar itulah yang akan menjadi penilaian kualitas elektronik sebuah kamera digital.

Karenanya bila kamera digital yang digunakan masih menghasilkan gambar-gambar dengan kecenderungan warna tertentu walaupun terpasang pada Auto WB, maka sudah sepatutnya diperiksa lagi kemampuan WB-nya.

Kesalahan-kesalahan koreksi warna pada kamera memang dapat diperbaiki dengan mengunakan komputer tetapi bagi pemotret profesional tentunya kesalahan-kesalahan tersebut akan dihindari. Adanya kesalahan-kesalahan akan membuat si pemotret bertambah sibuk karena perlu waktu untuk Mengoreksi hasil pemotretan atau mengoreksi kesalahan yang dilakukan oleh kamera yang digunakannya.

Karena itu sudah selayaknya kamera digital yang dijual dengan harga mahal dan memiliki kecanggihan untuk menghasilkan gambar yang maksimal akan menjadi lebih andal jika digunakan dengan maksimal.

Bagi penggunanya sendiri (pemotret) setidaknya dapat berharap menghasilkan foto/gambar yang maksimal karena memang mampu memaksimalkan menu yang tersedia di kameranya. Hasil pemotretan memang ditentukan oleh siapa manusia (pemotret) yang berada di balik kamera itu.*






FS
Just me & my ...
Nature Trekker Indonesia


Get amazing travel prices for air and hotel in one click on Yahoo! FareChase

Webmilis : http://lensa.multiply.com
Archive  : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Posting  : [email protected]

-----------------------------------
Berbagi untuk memberi pengetahuan & pengalaman dalam dunia fotografi baik yang pro maupun pemula.
Silahkan kirimkan hasil photo & pengalaman anda.
-----------------------------------

* WARNING: No SPAM & No SARA in This Mailing List




SPONSORED LINKS
Indonesian languages Indonesian language learn Kamera digital


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke