Konvensional dengan Sentuhan Digital




Link

Oleh: Atok Sugiarto

Membuat sampul kaset, sampul CD, sampul buku, leaflet, booklet, selebaran, dan promo penjualan suatu produk adalah salah satu lahan pekerjaan kreatif yang hampir selalu melibatkan gambar atau foto sebagai daya tariknya. Namun, menarik dan banyaknya ragam pekerjaan tersebut menjadikan pekerjaan kreatif seperti itu sering dilakukan dengan terburu-buru (instan). Hampir apa adanya dan tidak dirancang secara khusus, serta mengabaikan unsur gambar atau foto yang sesungguhnya merupakan salah satu hal yang menjadi daya tarik. Alhasil, sisi kreativitas di lahan pekerjaan ini sering tidak terlihat.

Anggaran terbatas yang tidak dibarengi dengan pengadaan gambar atau penyiapan fotografinya yang tidak terencana benar juga menjadi alasan lain yang menyebabkan desainer tidak dapat melakukan pekerjaan membuat desain secara maksimal untuk menghasilkan perwajahan yang baik. Namun lahirnya era digital yang lebih sering kita sebut dengan lahirnya multimedia, seperti menjawab semua yang masalah yang ada. Karena menu kreatif di dalam Adobe Photoshop (komputer digital) menjadikan pembuatan perwajahan minim biaya dan berkesan tak berkonsep - hanya mengandalkan sebuah gambar atau foto apa adanya namun dapat dimaksimalkan hasilnya.

Karena itu pula tak perlu heran jika pembuatan poster, iklan atau print ad dengan foto/gambar artis atau orang terkenal dengan aksi, gaya dan ekspresinya serta dipersiapkan dengan baik dan terencana menghasilkan desain yang "wah" dan menarik. Selain karena proses pembuatannya telah mempertimbangkan dan mempersiapkan diri sedemikian rupa, fotografi sebagai alat visual utamanya pun dalam penanganannya dilakukan dengan sentuhan digital sehingga betul-betul menghasilkan sesuatu yang menarik.

Bagaimana jika kecenderungan pembuatan desain suatu perwajahan hanya menggunakan foto close-up atau setengah badan dari model/artis yang apa adanya seperti sering terjadi pada pembuatan sampul kaset, sampul CD atau sampul buku tulis? Keinginan itu pasti dapat saja terwujud dengan baik terlebih bila dalam pengerjaannya, desainer mau bersinergi menggunakan jasa digital (komputer) atau sering bisa kita sebut dengan istilah digital imaging, yaitu kinerja mengolah data yang datanya diambil dari foto/gambar atau cetakan, lalu datanya dipindai (scan) kemudian di-retouch atau diperbaiki menggunakan software komputer (Adobe Photoshop) yang memiliki menu-menu kreatif untuk memanipulasi gambar.


Proses Kerjanya
Seperti telah kita ketahui, digital adalah suatu teknologi yang sudah tak mungkin dihindarkan pada masa kini, dan memang rugi bila tidak mencoba menggunakannya. Karena itu dalam beberapa konsep pembuatan sampul kaset maupun CD atau promo kecil-kecilan yang tidak banyak dana, jalan keluarnya adalah menggunakan olah digital untuk menciptakan perwajahan yang menarik.

Yang perlu diperhatikan dalam penciptaan sampul atau perwajahan menggunakan foto konvensional adalah proses atau tahapan kerjanya yang memang betul-betul harus memperhatikan pencahayaan.

Dalam hal ini jika kita menggunakan sebuah foto (foto studio) dan menggabungkannya dengan menggunakan latar belakang langit atau sesuatu yang dibuat di luar studio, maka kecermatan pengaturan cahaya buatan atau membuat sinkron hasil foto gabungannya, memegang peranan yang sangat penting.

Penggabungan antara subjek dan latar belakang yang memang berbeda penyinarannya akan menghasilkan perbedaan gambar yang tidak realistis. Sementara itu, tentu yang diinginkan adalah hasil yang tampak alami, seakan tidak menggunakan metode penggabungan yang dilakukan dengan menggunakan program kreatif Adobe Photoshop di dalam komputer.

Sesuai pengalaman, saya pribadi lebih cenderung menyukai cara kerja menggunakan gambar/foto yang dibuat dengan kamera konvensional. Kemudian hasil pemotretannya (jika perlu) diperbaiki. Hal ini saya maksudkan agar saat mengerjakan atau melakukan pemotretan dilakukan dengan baik dan tidak asal-asalan.

Dengan menggunakan kamera digital seorang pemotret sering menyepelekan teknis pemotretan. Hal itu terjadi karena si pemotret beranggapan, kelak komputer dapat menyelesaikan semua persoalan yang menyangkut sebuah gambar.

Saat mengerjakan pembuatan sampul sebuah buku (company profile), pernah saya menemukan kesulitan karena foto pilihan yang disetujui klien (dari beberapa foto yang saya ajukan) adalah foto yang saya buat beberapa tahun sebelumnya. Masalah muncul ketika foto dipindai dan diperbesar, hasilnya tampak kotor dan berjamur.

SINERGI - Hasil sinergi pemotretan dengan kamera konvensional dengan teknologi digital adalah foto yang terasa berbeda seperti ini, karena kemampuan komputer memanipulasi gambar.

Berkat bersinergi dengan teknologi digital maka keinginan untuk tetap menggunakan foto yang telah berjamur dan kotor itu dapat dengan mudah diatasi. Jamur, cacat-cacat pada foto dan warna yang telah berubah dapat diperbaiki (retouch) sehingga tampak menarik kembali.

Salah satu contoh umum sinergi antara konvensional dan digital dalam pembuatan bentuk perwajahan seperti ini adalah tindakan menghilangkan cacat-cacat yang ada atau me-retouch foto dengan menggunakan jasa komputer. Sinergi antara konvensional dan digital akan menghasilkan sebuah perwajahan yang baik dan menarik, terlebih bila pemotret mampu memanfaatkan kelebihan komputer. Dengan kata lain, pada masa kini merupakan keharusan seorang pemotret dapat menguasai kerja komputer sehingga mampu menciptakan desain suatu perwajahan atau foto yang menarik.

Untuk pengerjaan sebuah cover kaset atau cover CD yang umumnya hanya menggunakan sebuah foto close up artis dengan dana yang minim, akan menjadi mudah dilakukan bila bersinergi dengan jasa digital. Dengan digital dan perangkat lunaknya seorang desainer dapat membuat aneka ragam desain atau perwajahan yang menghasilkan foto artis yang menarik dan menawan.


Sinergi
Fotografi digital yang didukung alat canggihnya (komputer) yang mampu mengolah maupun mendesain sebuah gambar, menuntut hadirnya orang yang terampil dalam hal menangani pixel dengan program-program yang ada di komputer. Karena itu sudah semestinya seorang pemotret pada jaman sekarang, sekalipun masih menggunakan kamera foto konvensional yang memakai film, tetap saja perlu menguasai olah digital. Sehingga jika dalam pelaksanaan suatu pemotretan menghasilkan foto yang mutunya kurang akan dapat diatasi dengan cukup mudah.

Dengan adanya sinergi antara yang konvensional dan digital akan membuat lebih leluasa untuk "berkesenian" menghasilkan foto yang sama sekali baru. Dengan foto yang biasa saja bila bersinergi dengan digital bisa menghasilkan foto yang luar biasa, apalagi dengan foto yang dibuat secara baik dan terencana. Pasti dengan itu seorang desainer akan dapat menghasilkan karya yang monumental.

Dunia persuratkabaran, penerbitan dan tentu juga dunia periklanan yang kini semakin ketat persaingannya serta berlomba untuk mengedepankan gambar yang semenarik mungkin, selalu merekrut orang-orang yang terampil menggunakan olah digital atau komputer sebagai suatu wahana dalam menghasilkan foto/gambar yang baik dan menarik. Satu hal yang penting untuk diketahui saat melibatkan olah digital dalam membuat suatu foto atau gambar-gambar kreatif adalah masalah resolusi atau kehalusan gambar. Karena itu, jika dalam fotografi konvensional kehalusan gambar sangat jarang dipermasalahkan karena hasilnya umumnya mempunyai kehalusan seperti mata memandang subjek asli, maka dalam digital kehalusan gambar masih sering dipermasalahkan.

Fotografi digital memang akan menjadi primadona bagi siapa pun pemotret, terlebih tatkala masalah resolusi sudah bukan soal dan kehalusan gambar juga sudah betul-betul mencapai tahapan maksimalnya. Namun meskipun tahapan itu belum sesempurna hasil foto yang menggunakan kamera konvensional, tapi setidaknya jika pemotret yang menggunakan foto konvensional mau bersinergi dengan digital, maka tingkat kehalusan yang diinginkan akan terwujud. Dan, pemotret mendapatkan berbagai kelebihan atas "kerja bareng" atau sinergi antara konvensional dengan digital.

Pola kerja sinergi itu memungkinkan lahirnya seniman-seniman foto baru yang mampu menghadirkan pandangan atau pikiran-pikiran baru dalam mengekspresikan fantasinya. Apa sebabnya? Karena digital menawarkan banyak kreativitas olahan yang mampu mengubah wajah dunia.*




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Webmilis : http://lensa.multiply.com
Archive  : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Posting  : [email protected]

-----------------------------------
Berbagi untuk memberi pengetahuan & pengalaman dalam dunia fotografi baik yang pro maupun pemula.
Silahkan kirimkan hasil photo & pengalaman anda.
-----------------------------------

* WARNING: No SPAM & No SARA in This Mailing List




SPONSORED LINKS
Indonesian languages Indonesian language learn Kamera digital


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke