Mengintip Dunia Tidur Magnum Photos
Link
Oleh: Bahtiar Dwi Susanto
Tulisan ini bermula dari sebuah buku fotografi berjudul Sleep yang diterbitkan oleh Magnum Photos edisi tahun 1998. Buku setebal 63 halaman dengan 40 karya ini cukup lugas menggambarkan sebuah dunia kecil, dunia tidur. Memang tidak diragukan lagi dedikasi Magnum sebagai agensi foto yang didirikan pemotret legendaris Henri Cartier Bresson (22 Agustus 1908-2 Agustus 2004) yang namanya dalam dunia fotografi mengangkat citra fotografer dan karya-karyanya.
Sleep memang bukan merupakan definisi tentang tidur, melainkan suatu upaya sederhana menerjemahkan, apa itu tidur dan aktivitasnya? Bagaimana masing-masing orang mempunyai tidur dan menempatkannya pada porsi yang berbeda di ruang dan waktu yang sama, yaitu tidur.
Jean-Claude Dubost, sang editor foto, pada halaman pengantar menyatakan: "These pictures are contradictory and complementary at the same time. They show us the richness of the situations captured and possible ways of interpreting them. From country to city, this book takes us through the different worlds of sleep and also revives feeling and memories..." Buku ini mengajak kita semua membedakan "dunia-dunia" tidur; kolektivitas tidur dan menyegarkan suasana perasaan dan kenang-kenangan...."
Seorang bayi tidur berselimut karya fotografer Ian Berry (1984) berjudul "Inside a Soweto home, South Africa" bisa dilihat sebagai suatu keindahan dan kenikmatan tidur dari seorang bayi. Diusianya yang relatif muda (balita) tidur menjadi menu harian yang menjadi kebutuhan alamiah tanpa beban. Bukan seperti tidur yang mungkin dirasakan berbeda oleh usia di atasnya, misalnya usia dewasa. Karena bagi seusianya (bayi) tidur bukanlah beban atau siksaan sebagaimana orang-orang yang mengalami kesulitan dengan tidur akibat insomnia atau beban pikiran bahkan kesempatan tidur yang tidak memungkinkan dalam kondisi ruang dan waktu.
Bisa kita lihat contoh lain pada karya fotografer Jhon Vink (1985) berjudul "Homeless in the sidewalks in Bombay, India". Pada foto ini jelas sekali bahwa tidurnya seorang yang tidak punya rumah akan sangat tergantung pada di mana ia harus tidur ketika tubuhnya memerlukan istirahat. Ruang dan tempat bukanlah menjadi hambatan untuk merebahkan badan di kala saatnya tiba, di mana pun dalam situasi bagaimanapun dapat dilakukan. Seperti ketika para prajurit-prajurit tertidur di bawah pesawat perang selepas bertempur dalam karya foto Werner Bischof (1951) berjudul "American Aircrew resting beneath their planes, Okinawa Japan."
Demikianlah fotografer-fotografer Magnum kelihatan sedang berusaha mengabadikan rangkaian peristiwa-peristiwa dari dunia tidur. Dunia yang selalu dan hampir dipastikan dialami oleh setiap orang dengan berbagai macam pengalaman menyertainya. Refleksi kehidupan manusia yang hampir tidak diperhatikan dan nyaris terlupakan sebagai realitas sehari-hari. Aktivitas tidur dan fenomena tidur ternyata menjadi sesuatu yang menarik untuk dibicarakan kembali, melihat dan masuk pada pemahaman istilah yang disebut tidur melalui karya-karya fotografi.
Tidur ternyata memiliki perbedaan-perbedaan jika dilihat pada tujuan sampai terjadinya aktivitas tidur itu. Lelap, gelisah, terkantuk-kantuk dan tidur itu sendiri sebagai anugerah dan kenikmatan tak terkira. Ada perbedaan kenyataan-kenyataan dari ekspresi tidur; melihat ketika bermacam-macam orang memiliki sesuatu perasaan beda pada tingkat makna dan arti tidur sendiri. Sungguh sentuhan sederhana untuk menstimulasi sensor mata, menggerakkan ingatan otak kita dan sejenak merekonstruksi perspektif realitas tidur dan memaknai arti tujuan dari kebutuhan akan tidur. Bilamana wilayah tidur bukan sekadar sebuah aktivitas semata, tetapi lebih dari itu.
Pada suatu kesempatan obrolan tentang fotografi, beberapa teman sepakat ketika fotografi dapat menjadi sebuah jendela melihat dunia dengan kemampuan representasi yang ada di balik realitas visualnya. Seperti ketika melihat dari jendela bidik kamera. Kejujuran fotografi dalam menangkap peristiwa dan realitas menjadi jiwa dari karya itu sendiri, sehingga bisa dikatakan bahwa fotografi itu juga merupakan kehidupan. Atau bagaimana media visual foto mengenali dan memahami arti dan makna pada bagian kehidupan terkecil sekalipun.
Sneak preview the all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just radically better.
Webmilis : http://lensa.multiply.com
Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Posting : [email protected]
-----------------------------------
Berbagi untuk memberi pengetahuan & pengalaman dalam dunia fotografi baik yang pro maupun pemula.
Silahkan kirimkan hasil photo & pengalaman anda.
-----------------------------------
* WARNING: No SPAM & No SARA in This Mailing List
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "lensa" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
