Sdr Hasjrul Junaid Yth;

Kalau Anda tidak berkeberatan dengan pemboikotan itu, tidak perlulah  Anda
berpanjang lebar menceriterakan alasannya.  Tetapi kalau Anda termasuk yang
ingin memboikot atau yang tidak menyetujui konperensi terumbu karang di Bali
tersebut, barulah masuk akal bila Anda mengungkapkan alasannya.
Bahwa sebagian pecinta lingkungan mempertanyakan usul memindah (oleh ilmuwan
international?)konferensi terumbu karang  yang direncanakan di Bali (yang
dimaksudkan untuk memberi tekanan politik pada pemerintah dan militer karena
Timor Timur) sama sekali tak ada hubungannya dengan rasa dan semangat
kebangsaan. Keheranan itu justru mempertanyakan apa hubungannya Timor Timur
dengan konferensi terumbu karang itu.  Kenapa peristiwa di Timor Timur
dipakai memboikot atau memindah konferensi yang dijadwalkan di Bali.  Kalau
alasannya keamanan dan keselamatan, maka itu masuk akal.  Tetapi apa
hubungannya dengan politik?
Apakah dengan pemboikotan itu militer akan terpengaruh?  Apakah pemerintah
lalu membatalkan UU PKB yang telah menelan nyawa itu?  Apakah perusakan
terumbu karang lalu berhenti dengan memindahkan konferensi itu?  Namun harap
pertanyaan ini jangan dibalik menjadi apakah perusakan terumbu karang
berhenti dengan mengadakan konferensi di Bali.  Sebab, kalau Anda membaca
petisi Jan Steffen dkk, Anda akan tersuguhi oleh alasannya yang bermakna dan
penuh nalar. Bahwa konferensi di Bali mungkin akan diliput media masa
Indonesia dan dengan demikian menimbulkan kesadaran akan pentingnya terumbu
karang , lalu  peneliti, dosen dan  pecinta-pecinta terumbu karang yang lain
juga akan akan belajar hal-hal baru dari hasil-hasil penelitian terbaru
tentang terumbu karang.
Demikianlah ajakan bernalar saya.

Witjaksono









---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]



Kirim email ke