"Soal Pemboykotan Konperensi Terumbu Karang"

1) Saya tidak punya problim (moral <pseudo> "kebangsaan", politik, atau 
citizen conciousness atau ethik scientific) kalau konperensi di Bali 
diboykot dan dipindah ketempat lain.

Saya juga nggak keberatan kalau penyelenggaran konperensi taraf 
internasional lainnya seperti soal issue CITES di Indonesia di boykot, 
karena selama ini dalam berbagai issue nggak ada "progress" situasi di 
lapangan. Kecuali kalau konperensi di Indonesia itu memang benar2 
berniat mem "blow-up", meng-ekspose keterlibatan penguasa-penguasa 
militer dan birokrasi pemerintahan (dan underlying systemnya) dalam 
kerusakan terumbu karang atau hutan secara tidak tanggung2.

Kalau mau "ngotot" memperjuangkan issue terumbu karang atau hutan disaat 
konperensi dunia seperti itu , bisa saja tetap diperjuangkan meskipun 
diselenggarakan ditempat lain. Pasalnya bisa enggak kita2 yang "ngotot" 
itu memperjuangkan supaya issue terumbu karang Indonesia tetap masuk 
issue utama di agenda konperensi).

2) Keputusan atau trend pemboykotan bukannya aneh, melainkan adalah 
hasil "real (world) politics". "World opinion" yang sekarang berlaku 
pada Indonesia.
Penanganannya bukan saja dengan mengajak orang berdiksusi dengan 
"nalar", melainkan juga dengan pemahaman dan pelaksanaan "real 
politics", artinya wakil2 NGO atau segmen birokrasi (yang serius) tahu 
bagaimana mempermasalahkan problim2 lingkungan secara politis.

3) Saya nggak punya problim dengan keputusan orang-orang "bule" atau 
negara-negara "barat", karena saya tahu banyak atau hampir semua usaha 
NGO atau pemerintah dalam pelestarian alam didanai oleh institusi-
instusi "barat" itu, langsung atau tidak langsung ...

4) Saya setuju dengan pendapat bhw "positioning" NGO Indonesia masih 
sering nggak jelas atau "ambiguous" dalam berposisi politik, apalagi 
kalau tarafnya internasional. Bukan issue terumbu karang Indonesia saja 
yang penting, tetapi juga situasi dan kondisi di tempat-tempat lain di 
dunia ini. Nah sekarang masalahnya tinggal kita "ngadu" (berlomba) 
mengangkat issue (situasi negara) masing2 secara professional, realistis 
dan committed.

Saya mempertanyakan "progress" apa yang sudah dicapai oleh pemerintah 
dalam pelestarian alam, apakah issuenya terumbu karang, hutan atau 
satwa. Pertanyaan ini terus ada selama kita (NGO) atau biro2 di 
pemerintahan yang conservasionist belum bisa mengangkat permasalahan 
secara struktural dan selama kita kita belum berani membongkar 
keterlibatan-keterlibatan militer, Bupati atau Dirjen-Dirjen..., dan.., 
menunjukkan kelemahan perjuangan NGO sendiri.

5) Pemboykotan seperti ini saya anggap cuman "sementara" atau 
"temporary".

Saya pikir lebih interesan membaca tayangan di email konperensi seperti 
ini yang isinya mengungkapkan "ACHIEVEMENTS" dan "PR0BLIM-PROBLIM" 
struktural yang berlaku sehubungan dengan issue terumbu karang 
Indonesia. 

Anda2 sekarang bisa ramai-ramai mencari dana untuk beli ticket pesawat 
untuk menghadiri (dan mengangkat issue) konperensi, apakah itu di 
Bangkok atau dimana saja. Bukankan cari dana dalam situasi munculnya 
(pseudo) "nasionalisme" di Indonesia seperti sekarang ini
mustinya gampang-gampang  saja?!. Daripada duit rakyat dan nasabah dipakai
untuk "money-politics", lebih baik dipakai untuk memperjuangkan lingkungan
dan MENUNTUT TANGGUNG-JAWAB PEMERINTAH dan KITA SEMUA!!

Hasjrul Junaid
SKEPHI Support Office in the European Union

-----

On Thu, 23 Sep 1999, Ambara, Gede Ngurah (KPC) wrote:

> 
> Yang membilang bahwa Barat mensuplai mileter/membantu militer Indonesia dan
> mereka berhak juga disalahkan sama juga dengan menyalahkan saya sebagai
> warganegara dan anda-anda sekalian yang membayar pajak per bulan ke
> pemerintah, tapi cucuran hasil keringat kita dipakai untuk membantai
> saudara-saudara kita.... 
> Atau juga salahkan kekayaan alam didaerah-daerah (gas,minyak bumi, batubara)
> yang dirampok dari daerah (Irian Jaya, Kaltim, Riau, Achech)..dibawa ke
> Jakarta, sampai di Jakarta sebagian besar dikorupsi, sebagian lagi dipakai
> militer untuk membiayai perang melawan rakyatnya sendiri, dan hanya sedikit
> sekali kembali kedaerah, sehingga rakyat daerah tetap menderita, susah
> sekolah, jalanan berdebu/tidak ada jalan, susah air dsb : Apakah itu berarti
> kita semua bersalah... 
> Yah memang kita semua bersalah karena tidak memperingatkan (tidak berani
> memperingatkan/mencegah) angkatan bersenjata jahanam yang petantang
> petenteng dengan sangkur, bedil, dan senjatanya menyiksa,membunuh dan
> menekan rakyat diseluruh Indonesia...
> 
> salam 
> 
> GNA
> 
> > ----------
> > From:       Hira D.G.[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent:       Wednesday, September 22, 1999 8:20 PM
> > To:         [EMAIL PROTECTED]
> > Subject:    Re: [lingkungan] Re : Your Comment ? Letter from London
> > 
> > Harry, Yani dan teman-teman, 
> > 
> > Saya setuju dengan komentar Yani Witjaksono. Saya pikir perlu kita
> > jelaskan
> > bahwa seluruh Indonesia bukanlah TNI yang brutal di Timtim. Kita juga
> > perlu
> > jelaskan bahwa masalah Timtim bukan hanya salah TNI Indonesia (yang harus
> > kita akui sebagai pelanggar ham) tetapi negara barat yang selama ini
> > menyokong Abri dalam hal latihan militer dan dana. Pemerintah Barat selama
> > ini kemana ketika ngasih bantuan itu? Bukankah mereka juga tahu. Waktu itu
> > masyarakat Australia banyak yang menentang, tetapi malah pemerintahnya
> > membela kepentingan mereka di Timtim lewat Indonesia. Jadi mari kita
> > bernalar dengan mereka seperti kata Yani. 
> > 
> > Terima kasih dan salam
> > Hira
> > 
> > ----------
> > > From: witjaksono <[EMAIL PROTECTED]>
> > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > Subject: RE: [lingkungan] Re : Your Comment ? Letter from London
> > > Date: Wednesday, September 22, 1999 6:20 AM
> > > 
> > > Harry:
> > > Jangan terlalu berkecil hati dengan kampanye pemboikotan seminar terumbu
> > > karang di Bali. Orang aneh pasti ada saja.  Yang penting,  orang-orang
> > aneh
> > > itu  perlu diberi pengertian.  Kalau orang-orang aneh itu ilmuwan, bukan
> > > politikus, saya punya harapan untuk bisa bernalar dengan mereka.  Saya
> > > percaya bahwa mereka bisa diajak bicara dan diminta berfikir lebih adil.
> > > Kalau ada yang tahu alamat pengkampanye tentang pemboikotan seminar
> > semacam
> > > itu, tolong kirim ke list lingkungan ini.  Saya akan coba meluangkan
> > waktu
> > > untuk bernalar sehat dengan mereka.
> > > 
> > > Salam,
> > > Witjaksono
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > ---------------------------------------------------------------------
> > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > 
> > > 
> > > 
> > 
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> 


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]



Kirim email ke