Kawan-kawan sekalian,
Hari ini, Rabu tanggal 1 desember 99
Latin menerima tembusan surat masyarakat
yang tinggal di lingkungan sekitar CIFOR
yaitu mengenai penutupan jalan yg meresahkan mereka

sebenarnya sudah beberapa kali terjadi "dialog"
antara sebagian masyarakat dengan sebagian orang di CIFOR
bahkan pada tanggal 5 oktober yg lalu 
masyarakat sudah mengirim surat ke manajemen CIFOR
tapi hingga kini mereka belum tahu tindak lanjutnya

Mengingat situasi emosional masyarakat kita
akhir-akhir ini yg sering "di luar dugaan"
mungkin akibat dari rasa kesal yg menumpuk
dari "perlakuan yg dirasakan tidak adil"

maka surat ini saya tembuskan kepada kawan-kawan
dengan harapan akan muncul saran atau usulan
untuk mendapatkan solusi terbaik
yang bisa saling menguntungkan semua pihak

Tampaknya konflik ini bukan hanya antar masyarakat
dengan CIFOR, karena menurut penjelasan CIFOR
masalah penutupan jalan umum itu adalah 
kebijakan kerjasama antar negara (Pemerintah)
jadi kalau tidak mendapatkan solusi yg baik
masalah ini bisa berkembang dari lokal - nasional
bahkan bisa menjadi masalah internasional

Berikut ini saya kirim salinan surat tersebut
semoga saran atau usulan kawan-kawan
bisa membantu penyelesaian yang lebih baik

terima kasih atas perhatiannya
salam hangat,

Suwito
 
__________________________________________________
Kop surat :
MASYARAKAT DESA SITUGEDE DAN DESA CIKARAWANG
KEC. BOGOR BARAT - KOTA BOGOR JAWA BARAT

Bogor, 29 Nopember 1999

Kepada Yth
Bapak Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI
Di Jakarta

Perihal :  Mohon Peninjauan Kembali Penutupan Jalan Umum

Dengan hormat,
Berkenaan dengan telah ditutupnya jalan umum 
di depan kompleks CIFOR, bersama ini kami sampaikan 
keberatan kepada Bapak Menteri.  
Kami informasikan kepada Bapak bahwa sebelum surat ini,
kami telah mengirim surat keberatan yang sama 
kepada manajemen CIFOR namun tidak mendapat tanggapan
seperlunya dengan alasan, bahwa kebijaksanaan ini 
berada pada menteri kehutanan.

keberatan ini kami sampaikan kepada Bapak berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan (hasil musyawarah antar kampung,
bahkan antar desa) sebagai berikut;

1.  Masyarakat sekitar sangat mengerti akan kepentingan CIFOR
     karena CIFOR merupakan badan riset dunia yang produknya
     untuk kepentingan keselamatan umat manusia, khususnya
     di bidang kehutanan, namun bukan berarti harus mengabaikan
    kepentingan masyarakat kecil, bahkan membatasinya serta
    menurunkan tingkat fasilitas umum yang sudah ada.

2. Pada saat ini telah terjadi gejolak pada masyarakat sekitar CIFOR
    terdiri dari desa Situgede yaitu RW 05, 06, 07 dan 09 serta
    masyarakat dari desa Cikarawang, yang merasa bahwa
    kepentingannya terganggu dengan penutupan jalan tersebut

3. Sebagian besar masyarakat dimaksud sangat menyayangkan
   atas penutupan jalan tersebut, karena sebelumnya
   tidak disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar,
  walaupun telah dilakukan temu muka dengan aparat desa
  hal tersebut sudah sangat terlambat karena jalan terlanjur ditutup.

4. Jalan tersebut merupakan jalan umum sejak jaman penjajahan
  dulu sampai sekarang.  Dengan ditutupnya jalan tersebut
  masyarakat sekitar merasa kepentingannya dikurangi hanya
  karena keserakahan para pejabat CIFOR yang mengabaikan
  fasilitas umum.

5. Kekesalan masyarakat lama-kelamaan menjadi bertumpuk-
   tumpuk karena merasa tidak mendapat tanggapan atau
  tanda-tanda jalan keluar yang akan diambil, hal tersebut
  mengingat jalan alternatif yang dibuatkan sangat tidak
  memadai, karena jalan tersebut di beberapa ruas jalan
  sangat sempit, banyak tikungan tajam banyak tanggul-tanggul
  sehingga peluang untuk terjadinya kecelakaan sangat besar.
  apabila hal ini tidak diambilkan jalan keluar, 
  bukan mustahil kecelakaan akan terjadi berkali-kali
  mengakibatkan masyarakat sekitar dapat memuncak
  kekesalannya.

6. Mobilitas penduduk dan mobilitas angkutan hasil bumi
  sangat terganggu karena bus dan truk tidak dapat lagi lewat
  bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan bus,
  harus berjalan cukup jauh memutar ke tempat bus diparkir
  Angkutan pengangkut hasil bumi seperti ubi, singkong,
  jagung bahkan beras tidak dapat menggunakan truk,
  sehingga harus menggunakan mobil kecil, hal ini
  mengakibatkan mobilitas angkutan terhambat,
  biaya transportasi tinggi dan jangka waktu suplai
  menjadi bertambah lama.

7. dampak lain yang dapat dirasakan oleh masyarakat kecil
  adalah:
  */ Kaum ibu-ibu yang biasanya berbelanja kebutuhan dapur
      dengan jarak dekat, saat ini harus ditempuh dengan 
     jarak yang lebih jauh.
  */ Banyak anak-anak sekolah yang sering terlambat atau
     terkadang tidak terangkut oleh angkot (angkutan kota)
     karena angkot tersebut berhenti jauh dari tempat tinggal
     kami dan hanya sedikit saja yang bersedia melanjutkan
    perjalanan dekat tempat kami.
  */ bagi pegawai negri juga sering terpaksa harus terlambat,
    karena terbatasnya jumlah angkot yang bersedia meneruskan
    perjalanan di dekat lingkungan kami.
  */ Kalau ada warga kami yang sakit, maka kami harus 
    berputar-putar menempuh jarak yang lebih jauh untuk
    keperluan berobat.
  */ Terpisahnya hubungan warga kami dengan warga 
    kampung Semplak desa Bubulak yang sebelumnya telah
   lama terjalin dan berjalan dengan baik.
  */ Jalan lain yang dibangun telah menjadikan perjalanan kami
    berputar-putar lebih jauh dari yang biasa kami lewati,
   perbedaan jauhnya lebih dari 2 km, mengakibatkan naiknya
   tarif angkutan.

8. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami para
    pemuka  masyarakat para ketua RW, Ketua RT di lingkungan
   desa Situgede dan desa Cikarawang melakukan musyawarah
   untuk mengajukan usul kepada Bapak Menteri Kehutanan
   dan Perkebunan, berkenan kembali jalan tersebut sampai
   dengan adanya jalan alternatif yang cukup memadai bagi
   kepentingan umum masyarakat sekitar.

Demikian permohonan kami, atas perhatian dan kebijaksanaannya
untuk mengabulkan permohonan ini, kami mengucapkan terima kasih

Hormat kami,
Para Pemuka Masyarakat para Ketua RW, RT desa Situgede
Andi Yusup S (ttd)
D. Samsudin (ttd)
Wanda Suwanda (ttd)
D. Gusman P (ttd)/ketua RW 05 + stempel RW 05
Didin (ttd)/ketua RW06 + stempel RW 06
Nahaman (ttd)/ketua RW07 + stempel RW07
Mistar (ttd)/ketua RW09 + stempel RW09

Para Pemuka Masyarakat para Ketua RW, RT desa Cikarawang
Nata (ttd) + stempel RW01
Atmaja (ttd) + stempel RW02
Kadiman (ttd) + stempel RW03
Hamid (ttd) + stempel RW04

Tembusan kepada Yth:
1. Kepala desa Situgede
2. Kepala desa Cikarawang
3. Camat Kota Bogor Barat
4. Kapolsek Kota Bogor Barat
5. Walikota Bogor
6. Ketua DPRD II Kodya Bogor
7. Bapak Kepala PUSLITBANGHUTBUN di Bogor
8. Direktur CIFOR di desa Situgede, Bogor
9. Lembaga Swadaya Masyarakat.



 




-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke