Teman-teman di Latin, 

Kalau boleh urun rembug, dialog perlu segera dilakukan tetapi dengan
persiapan informasi yang mantap. Misalnya, apakah dulu pernah ada
kesepakatan antara masyarakat dan CIFOR atau dengan Dephut? Dialog juga
perlu dimediasi (mungkin oleh teman-teman LATIN?) agar arah penyelesaiannya
jelas. 

Ada satu pertanyaan yang mengganjal: Apakah benar CIFOR tidak bisa
berfungsi jika jalan tidak ditutup? Paling tidak itu alasan yang
dikemukakan oleh seorang teman dari CIFOR melalui Milis ini. 
Salam
Hira
----------
> From: Latin <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]; Yayan Indriatmoko
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Herry
Purnomo <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Arif Aliadi
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Paul Curley <[EMAIL PROTECTED]>;
Martua Thomas <[EMAIL PROTECTED]>; A Kusworo <[EMAIL PROTECTED]>; Ani
Kartikasari <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> Cc: Bag.KTLN <[EMAIL PROTECTED]>; KSH-IPB MILIS
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
Abdon Nababan <[EMAIL PROTECTED]>; Yanti <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Lini Wollenberg
<[EMAIL PROTECTED]>; Harry Surjadi <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [lingkungan] surat masy di lingkungan CIFOR (desa Situgede -
Bogor)
> Date: Wednesday, December 01, 1999 9:32 PM
> 
> Kawan-kawan sekalian,
> Hari ini, Rabu tanggal 1 desember 99
> Latin menerima tembusan surat masyarakat
> yang tinggal di lingkungan sekitar CIFOR
> yaitu mengenai penutupan jalan yg meresahkan mereka
> 
> sebenarnya sudah beberapa kali terjadi "dialog"
> antara sebagian masyarakat dengan sebagian orang di CIFOR
> bahkan pada tanggal 5 oktober yg lalu 
> masyarakat sudah mengirim surat ke manajemen CIFOR
> tapi hingga kini mereka belum tahu tindak lanjutnya
> 
> Mengingat situasi emosional masyarakat kita
> akhir-akhir ini yg sering "di luar dugaan"
> mungkin akibat dari rasa kesal yg menumpuk
> dari "perlakuan yg dirasakan tidak adil"
> 
> maka surat ini saya tembuskan kepada kawan-kawan
> dengan harapan akan muncul saran atau usulan
> untuk mendapatkan solusi terbaik
> yang bisa saling menguntungkan semua pihak
> 
> Tampaknya konflik ini bukan hanya antar masyarakat
> dengan CIFOR, karena menurut penjelasan CIFOR
> masalah penutupan jalan umum itu adalah 
> kebijakan kerjasama antar negara (Pemerintah)
> jadi kalau tidak mendapatkan solusi yg baik
> masalah ini bisa berkembang dari lokal - nasional
> bahkan bisa menjadi masalah internasional
> 
> Berikut ini saya kirim salinan surat tersebut
> semoga saran atau usulan kawan-kawan
> bisa membantu penyelesaian yang lebih baik
> 
> terima kasih atas perhatiannya
> salam hangat,
> 
> Suwito
>  
> __________________________________________________
> Kop surat :
> MASYARAKAT DESA SITUGEDE DAN DESA CIKARAWANG
> KEC. BOGOR BARAT - KOTA BOGOR JAWA BARAT
> 
> Bogor, 29 Nopember 1999
> 
> Kepada Yth
> Bapak Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI
> Di Jakarta
> 
> Perihal :  Mohon Peninjauan Kembali Penutupan Jalan Umum
> 
> Dengan hormat,
> Berkenaan dengan telah ditutupnya jalan umum 
> di depan kompleks CIFOR, bersama ini kami sampaikan 
> keberatan kepada Bapak Menteri.  
> Kami informasikan kepada Bapak bahwa sebelum surat ini,
> kami telah mengirim surat keberatan yang sama 
> kepada manajemen CIFOR namun tidak mendapat tanggapan
> seperlunya dengan alasan, bahwa kebijaksanaan ini 
> berada pada menteri kehutanan.
> 
> keberatan ini kami sampaikan kepada Bapak berdasarkan
> pertimbangan-pertimbangan (hasil musyawarah antar kampung,
> bahkan antar desa) sebagai berikut;
> 
> 1.  Masyarakat sekitar sangat mengerti akan kepentingan CIFOR
>      karena CIFOR merupakan badan riset dunia yang produknya
>      untuk kepentingan keselamatan umat manusia, khususnya
>      di bidang kehutanan, namun bukan berarti harus mengabaikan
>     kepentingan masyarakat kecil, bahkan membatasinya serta
>     menurunkan tingkat fasilitas umum yang sudah ada.
> 
> 2. Pada saat ini telah terjadi gejolak pada masyarakat sekitar CIFOR
>     terdiri dari desa Situgede yaitu RW 05, 06, 07 dan 09 serta
>     masyarakat dari desa Cikarawang, yang merasa bahwa
>     kepentingannya terganggu dengan penutupan jalan tersebut
> 
> 3. Sebagian besar masyarakat dimaksud sangat menyayangkan
>    atas penutupan jalan tersebut, karena sebelumnya
>    tidak disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar,
>   walaupun telah dilakukan temu muka dengan aparat desa
>   hal tersebut sudah sangat terlambat karena jalan terlanjur ditutup.
> 
> 4. Jalan tersebut merupakan jalan umum sejak jaman penjajahan
>   dulu sampai sekarang.  Dengan ditutupnya jalan tersebut
>   masyarakat sekitar merasa kepentingannya dikurangi hanya
>   karena keserakahan para pejabat CIFOR yang mengabaikan
>   fasilitas umum.
> 
> 5. Kekesalan masyarakat lama-kelamaan menjadi bertumpuk-
>    tumpuk karena merasa tidak mendapat tanggapan atau
>   tanda-tanda jalan keluar yang akan diambil, hal tersebut
>   mengingat jalan alternatif yang dibuatkan sangat tidak
>   memadai, karena jalan tersebut di beberapa ruas jalan
>   sangat sempit, banyak tikungan tajam banyak tanggul-tanggul
>   sehingga peluang untuk terjadinya kecelakaan sangat besar.
>   apabila hal ini tidak diambilkan jalan keluar, 
>   bukan mustahil kecelakaan akan terjadi berkali-kali
>   mengakibatkan masyarakat sekitar dapat memuncak
>   kekesalannya.
> 
> 6. Mobilitas penduduk dan mobilitas angkutan hasil bumi
>   sangat terganggu karena bus dan truk tidak dapat lagi lewat
>   bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan bus,
>   harus berjalan cukup jauh memutar ke tempat bus diparkir
>   Angkutan pengangkut hasil bumi seperti ubi, singkong,
>   jagung bahkan beras tidak dapat menggunakan truk,
>   sehingga harus menggunakan mobil kecil, hal ini
>   mengakibatkan mobilitas angkutan terhambat,
>   biaya transportasi tinggi dan jangka waktu suplai
>   menjadi bertambah lama.
> 
> 7. dampak lain yang dapat dirasakan oleh masyarakat kecil
>   adalah:
>   */ Kaum ibu-ibu yang biasanya berbelanja kebutuhan dapur
>       dengan jarak dekat, saat ini harus ditempuh dengan 
>      jarak yang lebih jauh.
>   */ Banyak anak-anak sekolah yang sering terlambat atau
>      terkadang tidak terangkut oleh angkot (angkutan kota)
>      karena angkot tersebut berhenti jauh dari tempat tinggal
>      kami dan hanya sedikit saja yang bersedia melanjutkan
>     perjalanan dekat tempat kami.
>   */ bagi pegawai negri juga sering terpaksa harus terlambat,
>     karena terbatasnya jumlah angkot yang bersedia meneruskan
>     perjalanan di dekat lingkungan kami.
>   */ Kalau ada warga kami yang sakit, maka kami harus 
>     berputar-putar menempuh jarak yang lebih jauh untuk
>     keperluan berobat.
>   */ Terpisahnya hubungan warga kami dengan warga 
>     kampung Semplak desa Bubulak yang sebelumnya telah
>    lama terjalin dan berjalan dengan baik.
>   */ Jalan lain yang dibangun telah menjadikan perjalanan kami
>     berputar-putar lebih jauh dari yang biasa kami lewati,
>    perbedaan jauhnya lebih dari 2 km, mengakibatkan naiknya
>    tarif angkutan.
> 
> 8. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami para
>     pemuka  masyarakat para ketua RW, Ketua RT di lingkungan
>    desa Situgede dan desa Cikarawang melakukan musyawarah
>    untuk mengajukan usul kepada Bapak Menteri Kehutanan
>    dan Perkebunan, berkenan kembali jalan tersebut sampai
>    dengan adanya jalan alternatif yang cukup memadai bagi
>    kepentingan umum masyarakat sekitar.
> 
> Demikian permohonan kami, atas perhatian dan kebijaksanaannya
> untuk mengabulkan permohonan ini, kami mengucapkan terima kasih
> 
> Hormat kami,
> Para Pemuka Masyarakat para Ketua RW, RT desa Situgede
> Andi Yusup S (ttd)
> D. Samsudin (ttd)
> Wanda Suwanda (ttd)
> D. Gusman P (ttd)/ketua RW 05 + stempel RW 05
> Didin (ttd)/ketua RW06 + stempel RW 06
> Nahaman (ttd)/ketua RW07 + stempel RW07
> Mistar (ttd)/ketua RW09 + stempel RW09
> 
> Para Pemuka Masyarakat para Ketua RW, RT desa Cikarawang
> Nata (ttd) + stempel RW01
> Atmaja (ttd) + stempel RW02
> Kadiman (ttd) + stempel RW03
> Hamid (ttd) + stempel RW04
> 
> Tembusan kepada Yth:
> 1. Kepala desa Situgede
> 2. Kepala desa Cikarawang
> 3. Camat Kota Bogor Barat
> 4. Kapolsek Kota Bogor Barat
> 5. Walikota Bogor
> 6. Ketua DPRD II Kodya Bogor
> 7. Bapak Kepala PUSLITBANGHUTBUN di Bogor
> 8. Direktur CIFOR di desa Situgede, Bogor
> 9. Lembaga Swadaya Masyarakat.
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> 
> 
> 
> 

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke