Kaltim Post, 110101
Menteri LH Yakin Jepang Pun  Tak Mengizinkan

Samarinda, Kaltim Post
Rencana Pemkab Kutai Timur mengimpor debu dari Jepang kembali mengemuka
dalam dialog interaktif pengembangan kapasitas pengelolaan lingkungan hidup
bersama menteri Negara Lingkungan Hidup/ Ketua Bapedal Sony Keraf di Hotel
Mesta Internasional SelasaRabu (9-10/1).

Banyak kekhawatiran dengan rencana membawa yang sering disebut sebagai
pasir akibat meletusnya gunung api Ohyama, di P. Miyake dekat Kota
Metropolitan Tokyo itu. Bahkan rencananya debu pasir itu akan digunakan
memperpanjang landasan pesawat terbang yang ada di TeIuk Lombok (Sangkima)
dan sejumlah pengerasan jalan di wilayah tersebut.

"Yang lebih mengkhawatirkan lagi debu pasir itu akan diTampung daIam
kawasan Taman Nasional Kutai. Padahal telaah ilmiah belum jelas. Saya
memungkinkan membawa zat beracun yang berbahaya bagi manusia. Jika menteri
memebri izin soal itu, maka harus ditinjau kembali Pemerintah Jepang harus
lebih lulu memberi data area informasi kandungan debu itu," kata Direktur
Eksekutif LSM Bina Kelola Lingkungan Kaltim Adief Mulyadi S.Hut dihadapan
menteri.

Pada kesempatan itu Menteri Sonny Keraf menjelaskan bahwa pihaknya belum
pernah diminta izin soal impor tersebut. Ia sudah mengirim surat ke
Pemerintah Kota Metropotitan Tokyo, tapi belum ada jawaban. "Saya yakin
Jepang tidak akan memberi izin," tegasnya pada pertemuan
yang di hadri kalangan LSM, perguruan tinggi, instansi pemerintah dan pers itu
.
Menten meminta kerja sama kalangan LSM, kampus,dan pers serta bersamalama
dengan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kaltim
untuk memberikan perhatian terbedap persoalan itu

Ketakutan LSM terhadap dampak negatif debu dari Jepang, menurut Bupati
Kutai Timur H. Awang Faroek  Ishak tidak beralasan.

Menurutnya debu itu merupakan buangan dari gunung Ohyama yang menjadi
masalah serius bagi permerintah karena hampir seluruh Tokvo tertutupi oleh
dabu itu. Jepang lalu memberikan kesempatan untuk membuat kesepakatan
saling menguntungkan untuk  itu Jepang akan
memberikan kompensasi sebesar Rp.400 miliar dalam bentuk proyek bagi Kutai
Timur untuk debu itu. Sebagai imbalannya Kutai Ttmur menyediakan tempat
penumpukan.

Ia menyatakan, banyak manfaat dari debu yang dapat diambil, bukan hanya
Kompensasinya yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan di wilayah
KutaiTimur. Tetapi juga bermanfaat untuk lahanlahan kritis d Kutai Timur.
Debu ini diharapkan
dapat meningkatkan hasil pertanian Kutai Timur, karena seperti bahan
letusan gunung berapi lainnya, debu ini memiliki kandungan yang dapat
mempersuburtanah.

Inilah yang menurut Awang dtharapkan dapat membantu peningkatan pertanian
di Kutai Timur.(*/g/oij




----
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke